NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Iblis

Istri Kontrak Sang Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: flowy_

Terjebak dalam tubuh karakter figuran yang sakit-sakitan, seorang wanita harus bertahan hidup di dunia novel sebelum maut menjemputnya. Demi mendapatkan obat dan perlindungan dari keluarganya yang manipulatif, ia mengajukan pernikahan kontrak selama satu tahun kepada Axion, pria berjuluk "Iblis" kekaisaran.

Namun, pernikahan ini menjadi rumit karena setiap anggota keluarga menyimpan rahasia besar. Axion ternyata menyimpan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang penuh dendam, sementara putra angkat mereka adalah sosok misterius yang aslinya bukan berasal dari dunia manusia.

Meski awalnya penuh ketegangan dan instruksi untuk hidup saling mengabaikan, sikap sang suami perlahan berubah drastis. Pria yang semula dingin itu kini menjadi sangat protektif dan tidak segan bertindak kasar pada siapa pun yang merendahkan istrinya. Hubungan yang seharusnya berakhir dalam setahun kini berubah menjadi ikatan keluarga yang rumit namun tak terpisahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Axion Argenta.

Hari itu, saat Gabriella mencoba mengakhiri hidupnya di kediaman Valencia, situasi di wilayah Barat justru sangat kontras.

Krak!

Seorang pria berdiri tegak di atas bangkai monster. Ia menginjak kepala makhluk itu dengan santai.

Meskipun daerah sekitarnya hancur total, pakaiannya tetap rapi tanpa ada satu pun kerutan. Wajahnya datar, seolah tidak menunjukkan emosi sedikit pun. Sosoknya tampak begitu sempurna, namun memancarkan aura dingin yang membuat siapa pun enggan mendekat.

Axion Argenta.

Ia mengamati sekeliling dengan mata merahnya yang tajam.

Desa yang dulunya hidup kini telah rata dengan tanah. Sungai yang dulu jernih berubah menghitam karena energi iblis, dan tanah di bawah kakinya penuh dengan genangan pekat yang mematikan. Tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan yang tersisa.

"Duke Argenta! Seluruh monster di wilayah ini sudah di habisi!"

Hans, sang ajudan, berseru dari kejauhan.

Axion hanya mengangguk pelan sebagai respons. Sambil menyeka sedikit noda di tangannya, ia langsung memberikan perintah.

"Kita kembali ke ibu kota sekarang."

"Sekarang?" Hans tertegun. "Tuan tidak ingin beristirahat dulu? Perjalanan ini sangat menguras tenaga."

"Tidak ada waktu."

Jawaban tegas itu membuat wajah Hans seketika lesu. Duke Argenta baru saja menghabisi seluruh monster selama tiga hari berturut-turut tanpa tidur sedikit pun.

'Dia benar-benar tidak terlihat lelah. Benar-benar seperti monster,' batin Hans tak habis pikir.

Sambil melangkah hati-hati agar tidak menginjak genangan energi iblis, Hans segera menyampaikan perintah itu kepada ksatria lainnya.

"Sekarang juga?"

"Begitulah perintah Duke."

"Sial. Apa dia pikir kita semua ini monster sepertinya? Kita ini cuma manusia biasa!" keluh salah satu ksatria.

"Terima saja. Lagi pula, kita hampir tidak membantu apa-apa dalam pertarungan tadi," sahut yang lain dengan pasrah.

Bagi manusia biasa, menyentuh energi iblis berarti maut. Namun, hukum itu tidak berlaku bagi keluarga Argenta. Itulah alasan mengapa Axion selalu maju di baris paling depan dalam setiap perburuan.

"Ck. Pantas saja orang-orang menyebut keluarga Argenta sebagai keturunan iblis."

Argenta.

Keluarga itu di yakini telah menerima kutukan dewa.

Usia yang jauh lebih panjang dari manusia biasa, kemampuan fisik yang luar biasa, hingga tubuh yang kebal terhadap energi iblis. Semua keunggulan itu di anggap sebagai kutukan yang membuat mereka tidak ada bedanya dengan iblis.

"Sejujurnya, tidak perlu terburu-buru seperti ini, kan?"

Kelelahan setelah tiga hari tanpa istirahat mulai memicu kekesalan para ksatria. Mereka mulai menggerutu di barisan belakang.

Namun, tiba-tiba saja Axion berhenti melangkah.

Deg!

Para ksatria itu serentak bungkam. Mereka saling lirik dengan cemas, khawatir gerutuan tadi terdengar oleh sang Duke.

Akan tetapi, pandangan Axion tidak tertuju pada mereka. Ia justru menatap tajam ke arah sudut desa yang telah hancur total oleh energi iblis.

"Ada seseorang yang masih hidup."

"Apa? Tidak mungkin, Tuan. Daerah ini sudah tertutup energi iblis, tidak mungkin ada makhluk hidup yang bisa bertahan..."

Satu-satunya yang bisa selamat setelah bersentuhan dengan energi iblis hanyalah keturunan Argenta.

Tanpa memedulikan kebingungan para ksatria, Axion melangkah masuk ke tengah kabut hitam yang pekat. Ia mengulurkan tangan ke dalam sisa-sisa energi iblis tersebut, lalu menarik sesuatu keluar.

Itu adalah seorang anak kecil, mungkin baru berusia lima tahun. Meski sekujur tubuhnya kotor terkena noda hitam, jelas terlihat bahwa ia adalah anak manusia.

"Ternyata benar."

Anak itu tidak sadarkan diri, namun napasnya yang teratur menunjukkan bahwa ia masih hidup.

Axion mengangkat anak itu dengan mencengkeram bagian belakang kerah pakaiannya. Sudut bibirnya terangkat tipis, membentuk senyum yang tampak dingin.

"Duke, anak itu..." Hans bertanya dengan nada ragu. "Bagaimana mungkin ada anak kecil yang selamat di tempat seperti ini?"

Axion tidak menjawab pertanyaan itu. Ia justru menatap anak yang tak berdaya itu dengan pandangan penuh perhitungan.

"Anak ini punya bakat yang berguna," gumam Axion. Ia kemudian menoleh ke arah Hans. "Aku akan menjadikan anak ini putraku."

"Apa?" Hans terperangah. "Tunggu dulu, Duke! Jika ini karena tekanan Kekaisaran mengenai masalah pewaris, keputusan ini terlalu gegabah!"

Anak kecil bukanlah barang yang bisa dipungut di jalan lalu di bawa pulang begitu saja. Hans berusaha keras untuk membujuknya, tetapi keputusan Axion sudah bulat.

"Sepertinya aku harus mencari istri dulu."

Berdasarkan hukum Kekaisaran, seseorang baru bisa mengadopsi anak jika sudah menikah setidaknya selama satu tahun. Itu berarti, Axion kini membutuhkan seorang istri kontrak untuk memenuhi syarat tersebut.

......................

Gabriella berdiri mengenakan gaun pengantin putih yang ukurannya sama sekali tidak pas.

Gaun itu tampak asal-asalan, bahkan belum sempat dijahit sesuai bentuk tubuhnya. Di tangannya, terselip buket bunga lavender ungu dan baby’s breath putih.

'Ini... saat pernikahan pertamaku?'

Begitu melihat buket bunga itu, Gabriella langsung menyadari bahwa ini hanyalah mimpi. Kenangan pahit dari beberapa tahun lalu kembali muncul dalam tidurnya.

Bagi Gabriella, ini adalah pernikahan pertama yang mendebarkan sekaligus mengerikan. Namun bagi pria itu, ini hanyalah pernikahan ketiga yang tidak ada istimewanya sama sekali.

"Gabriella, usia hanyalah angka. Dia adalah calon suami terbaik di antara semua pelamarmu, jadi hiduplah dengan baik."

Count Valencia mengatakannya dengan begitu mudah.

Padahal saat itu, Gabriella baru menginjak usia lima belas tahun. Tidak ada satu pun orang yang berdiri di pihaknya untuk menentang pernikahan tersebut.

'Keputusan itu di ambil tak lama setelah pemakaman ibu kandungku.'

Dalam mimpi itu, pemandangan berubah cepat. Setelah mengucapkan sumpah pernikahan seorang diri tanpa pengantin pria, kini Gabriella berdiri tepat di depan pintu kamar pengantin.

'Ayah bilang dia pria yang baik. Semuanya akan baik-baik saja.'

Entah sudah berapa kali ia mencoba meyakinkan diri sendiri. Namun, semua itu sia-sia. Begitu melangkah masuk ke dalam kamar, Gabriella langsung menyadari bahwa keadaan sama sekali tidak baik-baik saja.

"Lagi-lagi... pengantin yang muda dan cantik."

Saat pria itu mulai bicara, aroma obat-obatan yang menyengat langsung tercium.

"Ti-tidak! Aku tidak mau!"

Melihat wajah suaminya yang mengerikan, Gabriella berdoa dengan sangat putus asa. Ia memohon agar pernikahan ini di batalkan, atau setidaknya di anggap tidak pernah terjadi.

Dan tanpa di duga, keinginan Gabriella terkabul dengan cara yang sangat mengejutkan.

"Jangan...!"

Gabriella tersentak bangun. Napasnya masih memburu setelah lolos dari mimpi buruk yang menyesakkan. Beruntung, suara ketukan di pintu segera menyadarkannya dari bayang-bayang masa lalu itu.

"Nona Gabriella, saatnya bersiap untuk perjamuan."

Hari ini adalah hari perjamuan di istana kekaisaran.

Menyadari hal itu, Gabriella bergegas menyeka matanya yang basah. Ia berharap matanya tidak sembap, karena hari ini ia harus tampil sesempurna mungkin.

"Masuklah," sahutnya pelan.

Pintu terbuka dan para pelayan segera masuk untuk menyiapkan segala keperluan Gabriella. Mereka melayaninya dengan sangat teliti, seolah-olah sedang menyiapkan seorang pengantin.

Biasanya, Gabriella jarang mendapatkan pelayanan semewah ini. Namun, karena ia akan tampil di depan publik, keluarga Valencia tidak ingin ia terlihat seperti anak yang tidak terurus.

Mawar tercantik di Kekaisaran.

Gabriella harus menunjukkan kecantikan yang sesuai dengan rumor yang beredar di kalangan bangsawan.

-

Setelah mandi dan berganti pakaian, Gabriella duduk di depan meja rias. Ia menatap pantulan dirinya di cermin.

Rambut merahnya tampak indah berpadu dengan sepasang mata emas yang jernih. Siapa pun yang melihatnya pasti akan memuji kecantikannya.

Uhuk, uhuk!

Tiba-tiba saja Gabriella terbatuk saat rambutnya sedang di tata. Ia refleks menutup mulut dengan tangan, lalu tertegun melihat bercak merah di telapak tangannya.

'Darah?'

Saat menurunkan tangan, ia baru menyadari melalui cermin bahwa ada noda darah yang tertinggal di sudut bibirnya.

"Nona!"

Para pelayan yang melihat hal itu seketika panik dan bergegas mengambilkan sapu tangan.

"Aku hanya sedang tidak enak badan. Jangan katakan apa pun pada Ayah, ini bukan masalah besar."

Gabriella segera memperingatkan mereka. Jika berita ini sampai ke telinga Count, ia pasti akan di larang pergi ke perjamuan—dan rencana yang sudah di susunnya bisa hancur berantakan.

"Setelah darahnya di bersihkan, riasannya bisa di lanjutkan, bukan?"

"Tentu, Nona. Tapi..."

Tanpa memedulikan keraguan mereka, Gabriella menyeka tangannya dengan sapu tangan. Ia lalu mengambil segenggam perhiasan dari meja rias dan menyodorkannya kepada para pelayan.

"Anggap saja tidak terjadi apa-apa hari ini."

"Baik... kami mengerti, Nona."

Setelah menerima perhiasan itu, barulah para pelayan tersebut patuh. Mereka segera membersihkan sisa darah di sudut bibir Gabriella dan kembali fokus merias wajahnya.

"Sudah selesai, Nona."

Berkat polesan bedak, wajahnya yang pucat kini tampak lebih segar.

Persiapan yang di mulai sejak subuh itu baru berakhir saat matahari mulai terbenam.

Gabriella memaksakan diri untuk berdiri tegak meski kakinya terasa lemas. Fisiknya memang sudah lemah sejak dulu, namun setelah percobaan bunuh diri dengan racun itu, kondisinya memburuk hingga ia bisa pingsan kapan saja.

Rasa lelah yang luar biasa serta batuk darah yang ia alami, pasti pertanda sesuatu yang lebih serius.

Sambil memejamkan mata erat-erat, Gabriella teringat akan satu baris kalimat yang pernah di ucapkan Catherine, tokoh utama wanita dalam novel tersebut.

"Kakakku? Dia... meninggal karena penyakit parah yang tidak bisa disembuhkan."

Jika ingatannya benar, waktu yang tersisa untuk Gabriella tidak lebih dari satu tahun.

Karena merasa tidak punya banyak waktu lagi, Gabriella bergegas menuju kereta kuda yang akan membawanya ke istana. Namun, langkahnya mendadak terhenti saat melihat seorang pria yang sudah menunggunya di sana.

1
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪🍊
Mita Paramita
tuh kn keluarga Valencia masuk aja gangguin hidup Gabriela 😈😈😈
Mita Paramita
untung aja topeng kejahatan Grayson ketauan 🤣🤣🤣 rasain tukang bohong ngaku2 jadi ayah nya Gabriela
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
@Biru791
kapan up pagiii
@Biru791
thour kapan upp lagi
lady parasol: author up besok ya, bbrp hari ini lagi drop hihi, makasih udh baca 🤍
total 1 replies
@Biru791
thour semngagt yukk up lagi💪
@Biru791
semngatt truss double upppp💪
@Biru791
cemungutt up
lady parasol: sambil nunggu up, baca novel terbaru berjudul Violetta : Menulis Ulang Akhir Hidupku 😄

di jamin seru
total 1 replies
@Biru791
cepat capatt uppp seruuu abiss
Mita Paramita
keluarga bahagia 🤣🤣🤣tapi sayang Gabriela umur nya pendek 😭
lady parasol: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
lanjut Thor🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
lanjut Thor sering update 🔥🔥🔥💪💪💪
@Biru791
gk ada niat lanjut kah
Mita Paramita
axion masih gengsi aja kalo naksir sama Gabriella 🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
@Biru791
semngatt dong kapan upp
Mita Paramita
axion simpati dikit sama Gabriella 🤨 obatin penyakitnya 😭 umur ny gak lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!