Novel Ketigabelas💛
Kirana adalah seorang ibu tunggal dengan satu orang anak perempuan yang masih SMP. Suatu hari, Sienna, putri dari Kirana, bersama dengan teman-temannya dan didampingi oleh sang ibu, datang ke sebuah konser boy group asal Korea Selatan, Stray Kids.
Tanpa sengaja Kirana bertemu dengan Hyunjin, center dari grup idola tersebut dan secara ajaib mereka saling jatuh cinta. Segala kerumitan terjadi setelahnya. Namun bukannya membuat hubungan mereka berakhir, hubungan Kirana dan Hyunjin malah terjalin lebih kuat.
Bagaimana kisahnya? Apakah akhir bahagia akan Kirana dan Hyunjin dapatkan?
Unofficial Soundtrack: Always Love (D4vd ft. Hyunjin)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Mendadak
Kirana memasukkan koper ke bagasi sebuah taksi online yang dipesannya. Setelah itu ia masuk ke dalam taksi itu dan taksi pun melaju.
Kirana menatap ke luar jendela. Ia sudah tak sabar untuk bisa berada di Yogyakarta dan berjalan-jalan di berbagai tempat wisata di sana. Ini bukan pertama kali ia melakukan solo traveling. Menjadi pelancong seorang diri seperti ini, sudah menjadi hobinya sejak dua tahun terakhir.
Tiba-tiba ponsel Kirana bergetar, Oscar meneleponnya.
"Halo. Iya, kenapa, Car?" tanya Kirana sambil menempelkan benda pipih itu ke telinganya.
"Ran, ada masalah," ujar Oscar dengan panik.
"Kenapa? Sienna kenapa?" Kepanikan Oscar menular pada Kirana.
"Sienna baik-baik aja. Tapi aku dan Giselle harus segera pulang ke Indonesia. Ada masalah di kantor."
Kirana menghembuskan nafasnya lega. "Oh gitu, masalahnya harus segera diselesaikan? Jadi Sienna gimana?"
"Aku bisa minta supir buat datang ke sini. Kamu gak usah khawatir. Aku cuma ngabarin kamu aja. Terus dia juga bareng temen-temennya."
"Supir? Tapi Car, dia 'kan asing buat Sienna. Temen-temen Sienna juga, kita udah janji sama orang tua mereka buat jagain anak-anaknya. Kalau tiba-tiba mereka malah sama supir kamu, gak enak dong sama mereka?"
"Terus gimana? Aku benar-benar harus pergi. Bahkan Giselle udah pergi duluan pakai penerbangan pertama tadi."
Kirana mengusak rambut panjang yang ia warnai dengan warna coklat, merasa buntu dengan kondisi ini. Hingga ia terpikir untuk, "apa aku ke sana aja?"
"Kamu yakin? Emang kamu belum ada di Yogyakarta?"
"Udah di jalan sih ini mau ke stasiun. Tapi gimana lagi, ya udah aku puter balik aja. Aku ambil pasport aku dan langsung ke bandara."
"Ya udah, aku akan tunggu kamu dateng, baru aku susul Giselle pulang ke Jakarta. Makasih ya, Ran. Maaf juga kamu jadi harus repot."
"Gak apa-apa. Makasih juga kamu udah ngabarin."
Kirana memutus teleponnya. "Pak, puter balik ya. Saya gak jadi ke stasiun."
Kemudian setelah mengambil passport, mengambil penerbangan paling cepat, Kirana tiba di Singapura. Ia dijemput oleh Oscar di bandara dan mereka pun menuju ke Hotel, tempat Sienna dan teman-temannya berada.
"Syukurlah kamu nyampe tepat waktu. Bentar lagi acara meet and greetnya bakal di mulai," ujar Oscar membuka obrolan.
"Padahal nonton konser aja udah cukup loh. Kalian sampai beliin tiket meet and greet juga."
"Sienna selalu pengen ketemu langsung sama idolanya 'kan. Kemarin dia seneng banget. Giselle juga pengen banget datang, dan pengen kasih hadiah spesial buat Sienna dengan kasih tiket meet and greet ini, cuma ternyata ada masalah ini. Jadi kami serahkan pada kamu, ya."
"Okay, kamu gak usah khawatir."
"Kamu bisa nginep sampai besok bareng anak-anak. Nikmati fasilitas yang ada ya," ujar Oscar. Kirana hanya menggangguk dan percakapan pun berhenti.
Hingga Oscar membuka obrolannya lagi. "Gimana kabar kamu selama ini, Ran? Apa kamu gak kesusahan tinggal bareng Sienna berdua aja?"
"Gak sama sekali. Aku bahagia sekarang," ujar Kirana santai.
"Iya, aku bisa lihat, kamu lebih bahagia sekarang. Syukurlah. Kamu juga berhasil jadi versi terbaik kamu."
"Iya, kekuatan patah hati," canda Kirana sambil tertawa.
"Apa aku masih melukai kamu sekarang?" tanya Oscar hati-hati.
"Gak sama sekali, Car. Kita udah cerai dua tahun. Itu waktu yang cukup buat lupain semuanya. Sekarang aku cuma pengen punya hubungan yang baik sama kamu sebagai orang tua Sienna. Dan aku juga bersyukur Giselle bisa memperlakukan Sienna dengan baik."
Kata-kata Kirana tidak sepenuhnya benar, karena matanya, hidungnya terasa memanas sekarang. Namun Kirana berusaha untuk menahannya.
"Syukurlah. Aku juga bersyukur kita bisa di tahap ini, mengobrol dengan santai seperti ini setelah apa yang terjadi."
Syukurlah saat itu mobil tiba di Hotel. Kirana pun keluar dari mobil sebelum Oscar mengetahui setetes air mata Kirana sudah jatuh ke pipinya.