NovelToon NovelToon
My Aluna

My Aluna

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Ibu Mertua Kejam / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:406.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Moena Elsa

Aluna Mahira biasa dipanggil Luna seorang gadis pendiam dan cantik. Terpaksa menikah dengan Robby karena sebagai jaminan pelunas hutang keluarga yang tak seberapa. Jika Lina tak bersedia maka keluarganya akan diusir dari rumah dimana mereka tinggal sekarang. Pernikahan yang seharusnya bahagia, malah menjadikan Luna bagai seorang babu di keluarga mertua. Tak ada pembelaan sedikitpun dari sang suami.
Akankah Luna memilih bertahan atau melepaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembantu Gratisan

Baju yang diminta Naya sudah selesai dikerjakan oleh Luna.

Dengan badan yang kecil, Luna terlihat kesusahan membawa semua.

Saat akan masuk ke kamar Naya, tak sengaja Luna mendengar obrolan ketiga wanita yang dianggap menjadi keluarganya sekarang dari ruang tengah.

"Mah, malem ini aku pergi. Temanku ada yang ulang tahun" kata Naya.

"Pergi aja. Kalau perlu gaet tuh laki-laki dari keluarga kaya. Biar hidup kita lebih baik" suruh mama.

'Aneh banget mereka. Bukannya wanita harus menjaga diri dari pandangan menyesatkan laki-laki' batin Luna terungat dengan kata-kata guru ngajinya saat mencuri dengar pembicaraan mereka.

"Eh Mah, ngomong-ngomong kak Robby kok bisa tahan juga ya tidur dengan si kumal itu. Aku aja berasa ingin muntah" ucap Tari yang masih kedengeran oleh Luna.

'Apa maksud mereka?' tanya Luna dalam benak.

Semakin didengarkan maka Luna semakin kepo.

"Mau nggak mau Robby musti tahan. Kapan lagi kita dapat tenaga gratisan. Semua beres oleh dia" kata bu Marini tanpa menyebut nama Luna.

"Kasihan kakak dong Mah, terikat dengan pernikahan yang tak diingininya. Terus apa kabar kak Ranti?" Naya menanggapi.

"Ya masih seperti biasa. Mereka juga masih berhubungan" ujar mama menjelaskan.

"Apa bekal tadi pagi juga buat kak Ranti?" tanya Tari.

Deg, batin Luna.

'Apa suami aku punya wanita lain? Lantas aku ini dianggap apa?' Batin Luna.

"Ya pastinya. Robby jelas saja tak mau rugi" sela mama.

"Awet juga kak Robby dengan kak Ranti" seru Naya.

"Jelas saja lah kak, sudah enam tahun mereka bersama. Tentu saja ikatannya makin tak bisa dilepas" tanggap Tari.

"Lantas gimana dong nasib si kumal nantinya?" telisik Tari.

"Ya biarin aja. Lagian Robby juga nggak nikah resmi sama dia" tandas bu Marini.

Baju yang dibawa Luna terjatuh, dan membuat mereka menghentikan suara.

"Jangan-jangan Luna Mah" ucap Tari beranjak.

Luna terburu pergi saat namanya disebut oleh Tari. Jangan sampai dirinya ketahuan oleh mereka.

Luna melamun sambil menaruh baju punya Naya di kamarnya.

'Apa mereka selama ini menganggap aku hanya pembantu gratisan di sini ya?' Pikir Luna.

"Hei...bajuku!!!!" teriak Naya.

Luna sampai terlonjak kaget karena digertak oleh Naya.

"Kamu ini ngagetin aja" ucap Luna sambil mengelus dada.

"Lo tahu nggak sih, baju ini mahal semua. Malah kamu jatuhin seenaknya" bentak Naya.

"Baju kurang bahan gini?" Luna malah meraih sebuah dress mini yang terjatuh.

"Kok malah lo berantakin sih? Mana" Naya mengambil paksa baju yang dipegang Luna.

"Gitu aja sewot" olok Luna meninggalkan kamar Naya. Tak memperdulikan Naya yang masih saja mengomel.

.

Sampai hampir tengah malam, Robby belum juga pulang.

Luna dengan setia menunggu di ruang depan sambil mondar mandir.

"Kemana dia? Apa dia dengan wanita yang diceritakan mama tadi?" gumam Luna.

Pintu depan terbuka, didapatinya Robby datang dengan badan terhuyung.

"Kak, apa kamu mabuk?" tanya Luna menghampiri.

"Ranti, apa kamu Ranti?" seru Robby dan hendak memeluk Luna.

Luna menangkap badan Robby yang terantuk kursi dan oleng mengenai dirinya.

Luna memapah badan Robby yang terasa berat baginya.

Luna dorong badan Robby ke ranjang di kamar dengan nafas terengah.

"Hah, berat juga badan dia" seru Luna.

Robby terkapar dan langsung tertidur di ranjang besar itu.

Sementara Luna menaruh badannya yang letih di kursi panjang, tempatnya dia tidur selama ini.

.

Pagi buta, setelah mencuci dan memasak, bu Marini melemparkan sejumlah uang untuk Luna.

"Ke pasar sana! Belanja!" suruh nya.

"Bentar Mah, tapi aku belum nyiapin bekal dan baju suamiku" tukas Luna.

"Cih, suami? Suami yang tak pernah menyentuh kamu" olok bu Marini.

"Bagaimanapun juga kak Robby tetap suami aku di mata agama" tukas Luna.

"Ha...ha..." bu Marini malah terbahak.

"Cepat kamu ke pasar. Catatannya ada di meja dapur. Hari ini mau ada acara di rumah ini" kata mama seakan mengusir Luna untuk secepatnya pergi belanja.

Luna pun pergi ke pasar dengan baju daster kebangsaan dan tak lupa mencomot jilbab miliknya yang ada di jemuran.

Hampir dua jam Luna baru balik dengan belanjaan yang begitu banyak.

Dengan keringat bercucuran Luna masuk rumah saat yang lain berada di meja makan.

"Idih, asam banget keringat lo" kata sengit langsung saja terucap dari bibir Tari.

"Hoooekkkkk..." Robby dan Naya malah menunjukkan reaksi yang sama.

"Berasa mual ingin muntah" keduanya terburu pergi ke toilet.

Luna melenggang begitu saja ke dapur. Sudah biasa dengan kata-kata pedas keluarga suaminya.

"Robby, semalam kamu mabuk? Mulut kamu masih bau alkohol tuh" kata mama saat Robby kembali duduk setelah muntah tadi. Demikian juga Naya, bau alkohol masih menyengat saat dirinya kambali duduk dekat Robby.

"Luna, habis ini kamu masak apa yang kamu belanjain tadi" suruh bu Marini.

Luna mengusap peluh, "Boleh aku sarapan lebih dulu Mah?"

"Makan mulu yang lo pikir. Kerja!" hardik Tari dengan mulut pedas.

"Kerja juga butuh tenaga. Emang mau bantuin?" ucap Luna sengaja menggoda Tari.

"Ogah" ucap Tari dengan bibir mencibir.

"Emang acara apa Mah?" tanya Luna.

"Nggak usah banyak nanya, kerjain saja" mama pun melenggang meninggalkan Luna di dapur sendirian.

'Sabar Luna, sabar...' Luna menghibur dirinya sendiri.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

To be continued, happy reading

1
yeni kusmiyati
jadi perempuan jangan bodoh luna
Cinta Rodriques
trnyata jiel jg bodoh dlm keadaan darurat msh g mau angkt tlp....
Tati Suarti
orang kaya s Valen tebal muka...SDH g punya rasa malu
Tati Suarti
lulusan SMA bisa jadi asysten
Tati Suarti
kayaknya Aluna orang kaya
Tati Suarti
sengsara amat jadi istri
Alif
ijasahmu SMA lun, klo CS mau apalagi
Alif
nyuruh luna pulang 2th lg ya klo kamu msh hidup umur kan rahasia Tuhan, jikalau emang ada kesempatan untuk menjelaskan knpa hrs di tunda
Neny Sulistyowati
Kecewa
Neny Sulistyowati
Buruk
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Dewi Nafisah
oke. ceritanya seru, komplit
nentin kartini
Luar biasa
Evy
Bagaimana nasibnya Baron Thor...tak ada kelanjutan ceritanya...
Evy
janda yang masih perawan tidak ada masa Iddah nya Thor...
Azalea Taling
luna sama suami ya bodoh
falea sezi
biasa nya abis malam. pertama ditungguin di gendong ke kamar. mandi lahhh luna abis enak enak ditinggal kasian/Smug//Curse/
Umi Thea
iya thor bikin cerita ya biar halu jg rd masuk akal jg kali, biar perempuan kampung ga bego bngt kali thor bikin gedeg aja........
Ari_nurin
iya oon banget si Luna .. dr awal ga bs nyambung nyambung kan .. jengkel juga .. terlalu lemot sdh dikasih clue klu kakek nya pemilik samudera group 😤🙄
Ari_nurin
masa ada seorang ibu berpikiran spt mama nya jiel .. kayak nya semua ibu ingin dpt menantu cewek yg bisa menjaga marwahnya bukan yg spt Valen 🤔 kecuali klu memang ga tau kelakuan yg sebenarnya ya .. lah ini sdh tau lho kok masih tetap memaksa Anak nya berjodoh dgn wanita spt itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!