NovelToon NovelToon
Mendadak Istri

Mendadak Istri

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:168.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: mamie kembar

Ingin adalah karya yang sebelumnya dan Sudah direvisi di beberapa bagian.


Naura menerima tawaran kakak sahabatnya dengan imbalan tiga puluh juta rupiah. Tugasnya juga mudah hanya membatalkan pernikahan seseorang. Tanpa bertemu, hanya berbicara melalui telpon, dan uang muka juga sudah dia terima, Tentu saja gadis itu bersedia, dan pergi ke acara pernikahan dengan cara menyamar.

Tapi siapa sangka aksinya itu justru membuat dirinya terjebak pernikahan dengan pria yang dia batalkan pernikahan nya. Pria itu memaksanya, jika tidak mau di laporkan ke polisi. Tentu saja dia menolak karena takut identitas nya ketauan,

Bagaimana Naura menghadapi suaminya?
Bagaimana pernikahan nya?
Apakah akhirnya rahasia dia terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertangkap

Didalam mobil kedua gadis belia itu tertawa bahagia, Bagaimana tidak 30 juta mereka dapat dengan mudah.

"Setidaknya aku bisa bertahan hidup enam bulan ke depan. Ya walau aku harus tetap mencari pekerjaan." batin Naura.

Namanya Naura Ariesta, umur sembilan belas tahun dan saat ini dia mahasiswi di salah satu kampus ternama di tanah air.

"Ra, kita makan dulu yuk, aku laper?" ajak Zia teman satu kampus dan satu kost dengannya.

Zia adalah sahabat Naura di kampus, dan saat ini mereka tinggal bersama dan bekerja di kafe dekat kost-kostan mereka.

"Yuk, aku juga laper, tau enggak aku tadi tuh nervous banget, tatapan matanya itu loh nusuk hingga ke jantung aku." ucap Naura

"Btw, kenapa ya, pernikahan nya harus dibatalkan?" tanya Zia yang tampak mulai berpikir keras.

"Mana aku tau, aku aja enggak kenal tapi kayaknya aku enggak asing deh dengan wajah pria itu, tapi dimana ya aku pernah liat," ucap Naura coba menggali memorinya.

"Bodo amat, yang penting tiga puluh juta udah di tangan," batinnya pelan.

Mereka turun dan membayar taksi yang mereka tumpangi lalu masuk ke dalam.

"Kamu mau pesan apa?" tanya Zia

"Apa aja yang Lo suka, hari ini aku yang traktir."

"Beneran?"

"Iya,"

"Asyiik, bentar gue pesan ya." Zia langsung memanggil pelayan dan memesan makanan, lalu mereka makan dengan lahap.

Tanpa mereka sadari dua orang duduk dan di dekat mereka dan terus memperhatikan tingkah keduanya.

Sebenarnya sejak tadi mereka ingin menangkap gadis itu, namun sekarang bukanlah saat yang tepat, karena akan memancing kericuhan.

Tak lama ponsel Naura berbunyi, dan tertulis nama sahabatnya Lisa, dengan senyum tipis dia mengangkat nya.

"Ya Lis, "

"Tugas Lo dah selesai, thanks udah berhasil, tapi ingat jangan bocorkan pada siapapun, apapun yang terjadi."

"Iya gue ngerti, thanks ya."

"Ingat pesan gue,"

"Iya gue paham." dan Tut...Lisa memutuskan panggilannya.

"Dari siapa?" tanya Zia

"Lisa."

"Kenapa? mau ngasih job lagi?" tanya Zia antusias

"Gila Lo, enggak lah. Kayaknya gue nggak mau lagi Nerima yang kayak gitu, gue ngerasa kasihan,"

"Kasian kenapa?"

"Lo tau, dia sampai di tampar sama calon istrinya, mana malu lagi, enggak lagi deh. cukup sekali ini, gue tobat." sahut Naura

Kemudian mereka makan dengan lahap, sambil mengobrol dan bercanda, tak sadar sesuatu menunggu mereka di luar.

Satu jam kemudian, Naura dan Zia berjalan santai keluar kafe bersama dan terus mengobrol ngalir ngidul.

Mereka tidak menyadarinya jika di luar ada beberapa orang yang tengah menunggu keduanya dengan tidak sabar.

"Tangkap mereka" perintah Dewa dari dalam mobil.

Dua anak buahnya mendekati kedua gadis itu dan menodongkan pistol disampingnya. Wajah keduanya berubah menjadi pucat pasi, mereka ketakutan.

Naura melirik sahabatnya, dari ekor matanya terlihat jelas Zia ketakutan dan menggelengkan kepalanya. Akhirnya mereka pasrah saat dibawa masuk ke dalam mobil.

"Jalan" bisik pria berpakaian hitam di belakang Naura. Mau tak mau mereka patuh dan berjalan kearah mobil hitam yang terbuka, gadis itu masuk dan duduk didalam.

"Kalian siapa?" tanya Naura sedikit berontak.

"Diam, atau peluru ini akan bersarang di perut mu!" ancam pria itu lagi dan kali ini sepertinya dia tidak main main. Naura kembali terdiam.

Mobil berjalan membawa mereka entah kemana, Karena kedua gadis itu ketakutan hingga mereka tidak bisa fokus melihat jalanan. Naura terus berusaha berontak, tapi sia-sia, dua orang pria mengapitnya dan Zia.

Tak terasa mereka telah tiba di tujuan. Dewa sudah sampai terlebih dahulu dan menunggu mereka di dalam rumah.

"Turun!" bentak salah satu diantara tiga orang pria yang mengenakan seragam serba hitam itu pada Zia di satu persimpangan yang lumayan jauh dari permukiman warga.

"Jangan coba-coba lapor polisi jika tidak ingin sahabatmu pulang tinggal nama."

"Ba..baik." sahut Zia ketakutan, dia menatap Naura sekali lagi, merasa iba namun tak bisa berbuat apa-apa. Anggukan kecil Naura membuat hati gadis itu teriris,

Mobil kembali tertutup dan mereka kembali melanjutkan perjalanan membawa Naura bersamanya.

Gadis itu masih belum tau siapa dan mengapa dia diculik. Dia sendiri masih bingung dengan situasi ini,

"Apa mungkin mereka orang suruhan Papa? tapi jika iya, mengapa mereka tak membawaku pulang? apa mereka *******? atau salah satu dari musuh Papa?" batin gadis itu bingung.

Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit mereka tiba di sebuah rumah tua.

"Turun!" bentak salah satu dari pria yang membawanya itu.

Mau tak mau mereka Naura turun, dan masuk mengikuti pria yang berjalan di depannya. Pistol di samping perutnya membuat dia tak bisa berbuat macam-macam apalagi melawan.

Naura bisa melihat bangunan tua yang masih cantik dan terawat di depannya itu. Ada banyak pilar yang menambah kesan klasik dan juga karismatik. Pikiran buruk menyusup ke dalam hatinya, "Apa merek akan membunuh ku disini? lalu mayat ku mereka potong-potong dan buang? tidak!! tanpa sadar dia menggeleng.

Naura terus berjalan masuk kedalam. Di depannya terlihat sebuah ruangan yang sangat luas, ada beberapa benda antik dan keramik yang menjadi hiasan dan menambah keindahan rumah. Tampak seseorang duduk menyilang kan kakinya menatap tajam kearahnya.

Tubuh Naura mendadak menggigil ketakutan kala matanya tanpa sengaja ber sitatap dengan pria itu.

Napasnya terasa terhenti, mulutnya membisu, "pria itu... Bu..bukankah itu pria tadi, pria yang telah aku..." Naura tak sanggup melanjutkan kalimatnya sendiri.

Wajahnya pucat, seluruh sendinya terasa lemas, bahkan dia tidak mampu menggerakkan anggota tubuhnya, meskipun hanya melangkah maju.

"Apa kabar istriku?" tanya Dewa dengan seringai menakutkan, tapi Naura coba tidak gentar dengan nya.

"Siapa kau? lepaskan aku."

"Selamat datang di istana ku sayang, dan aku sangat senang menyambut mu disini, UPS salah menyambutmu berserta anak kita." ucap Dewa dengan seringai menakutkan.

1
Juna Dong
luar biasa
@ni
fokuslah pada satu cerita dan selesaikan
nggak usah bikin cerita yang banyak tapi gantung 😔
Isma Leny
Lanjut thor...
ceritanya nanggung nih...
Qaisaa Nazarudin
Ceritanya bagus Tapi kok End thor,Cerita kek kegantung gituan..waah outhor curang..😩😩😩
Qaisaa Nazarudin
Noh dia sudah mulai membuka kedoknya sendiri, Dasar kamu aja yg gak peka Wa.ckck..
Qaisaa Nazarudin
Akhirnya kamu sadar juga siapa Laras wa..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa nama mama Dewa dan nama mama Naura itu sama ya Thor? SANTI atau aku yg salah baca atau gagal paham ya sedari tadi aku baca kok namanya mereka sama2 Santi sih😅😅
Qaisaa Nazarudin
Kalo gitu noh kejar Laras yg kata mu lebih segala2 dr Naura, ngapain mikirin Naura lagi 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Ini nih akibatnya kamu terlalu memanjakan anak mu, Menyusahkan semua orang..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk baru bertemuBuku dgn Ruas..👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Bagus,👏🏻👏🏻👏🏻 aku dukung, Kita lihat apa reaksi Dewa saat tau semua ini 👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Bagus,Mending Adiwijaya yg nemuin Naura terlebih dahulu dari Dewa,Biarkan Dewa berjuang utk mendapatkan Naura,Udah nikah seenaknya tanpa sepengetahuan Adiwijaya..
Qaisaa Nazarudin
Jangan cuman bisa ngomong doang Joe kalo kamu punya bukti tinggal tunjukin ke si bego ini,Biar dia tau siapa Laras..🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Kan ku bilang juga apa, Laras bukan lah wanita yg baik2..Jadi sekarang tolonglah jangan menutupi mata mu lagi dgn kelakuan Laras Wa..
Qaisaa Nazarudin
Naura bukan melakukan kannya karena uang Dewa,Tapi karena kenakalannya..makanya dia kek gitu 🤣🤣🤣,Sekarang kamu tinggal berhadapan dgn mertua mu.Semoga lancar2 aja ya Wa 😜😜😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kenapa gak dikasih aja nomor itu ke Dewa..Ogeb
Qaisaa Nazarudin
Masih labil juga pikirannya,tapi sok soan ambil job yg tanggungjawab nya besar tanpa pikir panjang, Noh sekaray rasain tuh 😅
Qaisaa Nazarudin
Ini juga ulah mu sendiri,Dan sekarang Dewa menyelamatkan mu dr amukan keluarga nya..
Qaisaa Nazarudin
Duuh 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙆🏻‍♀️🙆🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
harusnya sebelum nerima job kek gini selidikin dulu mangsa naura, jangan sembarangan ngambil jon, gali lubang kubur sendiri deh kamu kan?😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!