NovelToon NovelToon
Bidadari Untuk Daddy

Bidadari Untuk Daddy

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Ibu Pengganti / Cerai / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:137.5k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Pernikahan bagi seorang Karlyn adalah ikatan yang begitu sakral dan suci. Pernikahan yang ia idamkan sejak duduk di bangku SMP adalah pernikahan bak di negeri dongeng. Gaun indah serta delman yang menggiringnya.

Siapa sangka akibat ayah tirinya, ia harus merelakan semua mimpi indahnya untuk menikahi seorang pria yang sama sekali jauh dari kriteria impiannya.

Pernikahan yang penuh derita terus mengusik tidur malam hingga memilih nekat keluar dari zona menakutkan itu.

Berharap akan dapat ketenangan. Justru dirinya di hadapkan dengan nasib yang jauh lebih menakutkan.

Menikah terpaksa dengan seorang duda beranak satu membuat air mata seorang Karlyn tak hentinya mengalir.

Pernikahan yang di dasarkan dengan paksaan dari bocah kecil yang tengah berjuang melawan sakitnya.

Akankah pernikahan kedua Karlyn akan berbeda nasibnya dengan pernikahan kedua? Akankah Karlyn wanita yang tepat menggantikan sang mommy untuk Jesslyn!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap

Suasana rumah yang bercaya lampu seadanya membuat sosok wanita di depan pintu tampak ragu untuk masuk usai membuka pintu. Sepasang matanya menatap kesana kemari mencari siapa pun yang ada di rumah itu. Sungguh takut rasanya jika ada yang jahat dan tidak suka dengan kehadirannya.

"Maling!" suara menggelegar dari arah kamar tampak mengejutkan sosok Karlyn kala itu.

"Bu, tolong jangan teriak. Saya bukan maling. Saya di suruh kesini tadi. Bu tolong jangan teriak." Karlyn sangat panik saat wanita di depannya terus mendorongnya hingga di depan pintu rumah.

Matanya baru bisa melihat jelas saat lampu di teras rumah itu menyorot wajah yang memiliki luka di sana sini. Meski penuh luka masih bisa ia lihat jelas jika wanita di depannya sangatlah cantik.

"Siapa kamu?" tanyanya menatap tajam. Takut jangan sampai wanita ini adalah selingkuhan sang suami yang datang untuk meminta pertanggung jawaban.

"Saya Karlyn, Bu. Bisa saya jelaskan di dalam? Saya takut ada yang menemukan saya." Wajah luka itu beberapa kali memperhatikan keadaan sekitar meyakinkan diri jika ia aman saat ini.

Merasa tidak tega, akhirnya sang pemilik rumah pun mengijinkan Karlyn untuk masuk kembali ke rumahnya. "Ayo duduk dan jelaskan. Dan wajah kamu itu kenapa? Kamu bukan maling kan? Dimana bertemu suami saya?" pertanyaan yang banyak seketika membuat Karlyn bingung untuk menjawabnya.

"Sudah jelaskan saja pelan-pelan." ucap wanita itu kembali. Dan akhirnya Karlyn mula-mula memperkenalkan diri lalu menceritakan kejadian malam ini dengan sedikit ia kurangi karena merasa mereka adalah orang asing yang tidak perlu tahu semua tentang dirinya. Setidaknya ia sudah jujur siapa dirinya dan apa alasannya sampai berada di rumah ini.

"Hem...kasihan sekali kamu. Saya namanya Ratih. Panggil saya Bu Ratih saja. Tadi itu suami saya, kalau begitu malam ini kamu menginap di sini saja. Sebentar saya bereskan kamar sebelah dulu yah?"

Mendengar itu secepat kilat Karlyn pun menolak. "Maaf, Bu. Tidak usah di rapikan. Saya bisa tinggal sebentar sudah sangat cukup, Bu. Jangan repot-repot biarkan saya yang merapikan nanti." Namun bukannya mendengar permohonan Karlyn, wanita itu segera bangkit dan menuju kamar. Karlyn pun mengekor di belakang mana tahu ia bisa sedikit membantu sang wanita itu.

Hingga malam pun berlalu menjadi pagi. Karlyn yang merasa ketakutan begitu sulit untuk tidur. Tubuhnya hanya ia baringkan tanpa bisa memejamkan mata. Bayangan akan sang suami terus saja membayangi isi kepala wanita itu. Erik sangat menakutkan dimata Karlyn. Ia benar-benar merasa trauma membayangkan wajah sang suami.

Permainan yang selalu kasar padanya bahkan masih menyisahkan bekas sakit di area inti wanita itu.

"Papah kenapa tega menikahkan aku dengan pria sepertinya? Apa  karena sesuatu Papah memberikan aku pada pria seperti Erik?" batin Karlyn bertanya-tanya dengan air mata yang berjatuhan.

Kini ia tidak tahu harus pergi kemana, tidak mungkin untuk pulang ke rumah dan mengadu pada orangtuanya. Yang ada Karlyn akan di kembalikan lagi pada suaminya. Dan bisa Karlyn bayangkan bagaimana Erik akan membawanya pulang kemudian menyiksanya lagi. Sungguh membayangkan saja tubuh Karlyn menegang ketakutan. Rasa sakit semua yang Erik berikan sudah jelas ia ingat di kepala hingga kini.

Pagi yang cerah membuat wanita itu menatap celah jendela. Sinar mentari sudah tampak menyilaukan pandangan kala itu. Merasa sungkan jika bangun siang, Karlyn pun bergegas untuk membereskan tempat tidur yang sepertinya jarang di tempati. Hingga ia berjalan menuju belakang untuk mencari kamar mandi. Disana Karlyn hanya bisa mencuci wajah tanpa memakai sikat gigi.

"Mba, ini sikat giginya." Suara teriakan terdengar dari luar pintu kamar mandi.

Segera Karlyn pun membuka pintu. "Terimakasih, Bu." ujarnya menutup pintu kembali.

Di meja makan pun kue dan nasi kuning sudah tersedia. Saat Karlyn keluar matanya melihat wanita yang semalam ketakutan saat ia masuk ke dalam rumah.

"Ayo sarapan dulu." ajak wanita itu pada Karlyn.

"Bu, Saya tidak sarapan. Saya mau langsung pergi saja." ujarnya merasa semakin tak enak.

Hingga saat wanita itu kembali ingin memintanya sarapan bersama, tiba-tiba suara teriakan terdengar di depan rumah.

"Bu! Ibu, buka pintunya, Bu." Suara sang suami membuatnya kaget. Pasalnya teriakan itu terdengar sangat miris seperti orang yang menahan sakit.

"Bapak?" jeritnya saat itu juga berlari membuka pintu rumah. Bahkan Karlyn pun juga berlari menyusul untuk melihat apa yang terjadi.

1
MommaBear
Luar biasa
Wiek Soen
si Elis cerdas juga
Wiek Soen
Elis pembantu setia betul
Wiek Soen
Elis mantap
Wiek Soen
Erik itu manusia kah iblis
Wiek Soen
astagfirullah
Iges Satria
👍👍
Queen Tdewa
kasian ... ku tak sanggup membayangkan sakit ny jess
Queen Tdewa
Elis bener2 setia pda sang nyonya
Queen Tdewa
wah Elis hebat
nisa
msih kk ok critanya...
Sulfia Nuriawati
bkn manusia tp binatang berwujud manusis
Nur Awiyah Suriadi
mantafffff gavin, ihhh si Mantan asli tidak tau diri
Nur Awiyah Suriadi
kasian ma jess
Kanza Teodora
panas dong hati rachel
Kanza Teodora
happily ever after to karlyn and gavin
Anonim
semoga bahagia terus karlin dan gavin
Anonim
gitu dong Gavin jngn sedih terus, semangat menjalani hidup...semangat thor..next
meng
Next semangat Thor ❤️❤️
Kanza Teodora
seneng kalo toloh utamanya udah bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!