NovelToon NovelToon
Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Komedi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: @Alyazahras

Kisah ini dibumbui dengan air mata, emosi, kesabaran, perjuangan, kecerdasan, dan permainan otak.

Berawal dari dilecehkan calon suaminya, hamil, lalu keguguran, dijebak sampai terkena sindrom trauma pelecehan seksual dan dikhianati orang-orang kepercayaan sampai gagal menikah di hari-H. Tidak hanya disitu, setelah dia menikah dengan pemuda kaya nan rupawan dari Negeri Ginseng yang telah menyelamatkan hidupnya, wanita ini harus menghadapi beberapa wanita pengganggu yang sering kali ingin merebut suami berharganya. Namun, saat ini tidak mudah untuk berhadapan dengannya, karena dia wanita tangguh, cerdik dan pandai bersilat lidah.

Aku sarankan jangan mengusik ketenangannya, apalagi sampai berniat merebut suaminya! Kalau tidak, hidup kalian akan dibuat merana seperti para pelakor yang ada di dalam cerita ini. Yuk, simak, cerita yang bikin greget gemes degdeg serrr ini...

...

Mampir juga ke karyaku yang lainnya, 'Istri Kecil Yang Nakal' sangat direkomendasikan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Alyazahras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Leo?

.

Beberapa bulan telah dilewatinya. Esme semakin berteman sepi, Leo yang semakin hari semakin jarang menghubunginya, membuat Esme tidak tahan lagi berada di Amerika. Esme berontak pada orang tuanya di telepon, ia menjadi sosok yang berbicara kasar. Ia hanya ingin pulang sebentar ke Indonesia.

Tapi, orang tuanya bersikekeh dengan melarangnya terus menerus.

"Ayah, bisakah ayah memberi tahu aku tentang bagaimana kabar Leo disana? Akhir-akhir ini, Leo jarang mengabariku," pintanya di telepon, dengan suara lirih.

"Jangan mengganggunya, nak. Ayah lihat, dia sedang berusaha mencapai kesuksesan," ucap ayahnya di telepon.

Esme mengernyitkan dahinya. Entah mengapa, ucapan kata 'jangan mengganggunya' dari mulut ayahnya itu terdengar begitu menyayat hati.

Esme berniat menutup panggilannya, dengan perasaan hampa. Tapi tiba-tiba, ayahnya berbicara. Mengatakan bahwa setelah Esme lulus kuliah dan menjadi sarjana dengan nilai tinggi, keluarga Leo akan datang untuk mempersuntingnya.

Sontak saja, kabar itu menjadi suatu hal yang begitu menggembirakan untuknya.

"Makanya, kamu fokuskan saja belajarnya disitu. Tidak usah memikirkan Leo. Leo disini sedang berjuang untuk bisa menjadi setara dengan keluarga kita. Jangan mengecewakan kami," ucap ayahnya, dengan langsung menutup panggilan itu, begitu saja.

Teg!!

Apakah yang berbicara denganku di telepon ini adalah ayahku? Kenapa bicara ayah menjadi seperti itu? (Batinnya, terheran dengan sedikit kecewa di benaknya)

"Ah, sudahlah. Mungkin ayah hanya mengkhawatirkan aku," gumamnya. "Leo akan mempersuntingku, setelah aku lulus? Berarti tersisa dua tahun lagi aku belajar disini ! Aku akan belajar dengan baik di Amerika, lalu pulang membawa prestasi dan menikah dengan Leo." Esme terus saja bergumam dengan wajah yang berseringai.

..

Waktu berjalan begitu cepat, hingga dua tahun yang berlalu ini tidak terasa bagi Esme.

Hari ini adalah hari dimana kepulangan Esme dari Amerika. Ia pulang membawa prestasi dengan nilai yang cukup tinggi. Tak sia-sia, selama dua tahun ia menekuni pelajaran dengan berusaha tidak memikirkan Leo.

Saat Esme tiba di Indonesia, ia sudah menjadi wanita dewasa yang begitu mempesona.

Ia berjalan sangat anggun, dengan kaca mata hitam yang ia kenakan.

Kedua orang tuanya, beserta adik dan kakaknya menyambut hangat kedatangan Esme di bandara.

Keluarganya di buat takjub dengan penampilan Esme yang kian menawan.

Benar-benar tidak sia-sia mereka merawat dan mengirimkannya ke luar Negeri.

"Ayah! Ibu." Esme langsung memeluk kedua orang tuanya, mendekapnya sangat erat. Memecahkan rindu yang membeku bertahun-tahun.

"Kaka, kau menjadi orang bule sungguhan semenjak tinggal lama di Amerika," ucap Lolyta, adik satu-satunya Esmeralda. Mereka begitu dekat satu sama lain.

Lolyta adalah adik yang ramah dan lembut, ia selalu menghormati kakak-kakaknya.

"Apa kau tidak rindu padaku?" Balmond melentangkan kedua tangan besarnya. Ia adalah kakak gendutnya Esmeralda. Ia sangat penuh kasih pada adik-adiknya. Meskipun sangat gemar makan, tapi jika adiknya merengek meminta camilan, ia akan langsung memberikannya tanpa berdecak.

Esme beralih memeluk Balmond. "Aku sangat rindu ratusan camilan yang kau simpan di bawah ranjang, agar tidak ketahuan ayah dan ibu. Hahahaa...." Esme tertawa riang di pelukannya.

...

Setelah melepas rindu, kemudian ayahnya mengambil alih barang-barang yang Esme bawa selama tinggal di Amerika. Ia memasukannya kedalam bagasi mobil.

Esme dan keluargapun pulang, menuju rumahnya.

"Loly, Esme! Apa kalian lapar?" tanya Tn.Harits, yang sedang mengendarai mobil.

Tn.Harits adalah ayah dari Esmeralda.

"Ya, aku lapar!" jawab serentak Esme dan Lolyta.

"Ayah, selalu mengabaikan aku," decak Balmond, yang duduk di kursi paling belakang sendirian. Nampaknya, Balmond begitu pengap dengan tubuh besarnya.

"Kalau kau, tidak perlu ditanya lagi. Kau selalu saja kelaparan tiap detiknya," tutur Ny.Hilda dengan senyum di wajahnya.

Ny.Hilda adalah ibu dari Esmeralda.

Lalu, Tn.Harits melirik kekiri dan kekanan jalan, mencari restoran yang sudah buka. Karena suasananya masih pagi.

Setelah menemukan restoran yang sepertinya nyaman dan menunya sangat pas dilidah mereka. Tn.Harits menggiring keluarganya masuk ke dalam restoran.

Sambil memeriahkan kedatangan Esme ke Indonesia. Tn.Harits memesan seluruh menu yang ada di daftar menu itu.

Sontak saja, itu membuat kedua mata Balmond berbinar. Ia sesekali mengecap-ecap bibirnya, karena sudah tak tahan dengan godaan harumnya masakan yang menusuk hidungnya.

"Ayah, apa tidak terlalu berlebihan memesan semua masakan disini?" bisik Esme.

"Jika tidak habis, kita bisa membagikannya ke pengemis atau siapapun yang membutuhkan makanan ini," jawab Tn.Harits.

Dan memang benar, semua makanan yang tersaji di atas meja tidak habis. Balmond yang gemar makanpun, melambaikan tangannya. Perutnya, sudah benar-benar hampir meletus.

Kemudian, Esme dan keluarganya pulang dengan membungkus semua makanan yang tidak habis itu.

Di perjalanan pulang, Esme, Lolyta dan Balmond memberikan makanan itu pada beberapa gelandangan.

Ny.Hilda dan Tn.Harits tersenyum di dalam mobil, melihat tingkah baik ketiga anak-anaknya itu yang sedang mengulurkan tangan kepada orang-orang yang membutuhkan.

..

Sampailah mereka di rumah mewahnya.

Bi Inah dan Pak Lampir membuka pintu gerbang, sambil menyambut hangat kedatangan mereka.

Bi Inah dan Pak Lampir adalah suami istri yang bekerja di rumah Esme, mereka sudah bekerja saat Esme masih kecil.

Saat Esme membuka pintu mobil. Bi Inah dan Pak Lampir langsung mengerumuninya. Mereka betul-betul rindu padanya. Mereka pun melontarkan ribuan pertanyaan pada Esme tanpa ada jeda sedikitpun.

Tn.Harits dan Ny.Hilda langsung menepis pertanyaan yang bertubi-tubi itu, dengan membawa Esme masuk kedalam rumah.

Bi Inah dan Pak Lampir begitu antusias, wajahnya berseri-seri saat mengikuti langkah majikannya masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah.

Esme mengedarkan pandangannya. Melihat kesekeliling rumahnya. Ada sedikit yang berbeda, mungkin selama bertahun-tahun meninggalkan rumahnya, ada tambahan barang-barang dengan posisi yang berbeda.

"Esme, segeralah beristirahat ke kamarmu!" ucap Tn.Harits, sambil duduk di sofa ruang tamu.

Esme langsung berjalan menaiki anak tangga, menuju kamar tercintanya.

Lalu ia membuka pintu kamarnya.

Matanya menatap takjub, setelah melihat perubahan drastis kamarnya itu. Kamarnya kini, terkesan begitu anggun menurutnya.

Lalu, Esme membuka pintu balkon. Ia mengedarkan pandangannya, menatap beberapa atap rumah tetangganya.

Tiba-tiba, senyum di wajahnya menghilang. Esme langsung teringat pada Leo. Sudah dua tahun, ia tak berkomunikasi dengannya. Entah apa yang terjadi padanya.

Tak pikir panjang, Esme langsung berlari keluar kamar itu dan meninggalkan rumahnya.

Ny.Hilda yang baru saja keluar dari dapur, terhentak kaget setelah angin kencang berhembus tepat di wajahnya karena kecepatan Esme berlari.

"Esme ! Emeralda, mau kemana kau?" teriaknya, karena Esme sudah menghilang dari pandangannya.

Esme berjalan cepat disisi jalan. Menuju rumah Leo, yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya, hanya terhalang tiga rumah besar saja.

"Leo!!... Leomord!" panggilnya sambil menggoyang-goyangkan kunci gerbang, karena gerbangnya digembok.

Biasanya, ibunya selalu cepat menyahut. (Batin Esme terheran)

Esme memanggil-manggil lagi nama lelakinya itu di depan rumahnya. Hingga membuat tetangga sebelahnya keluar dari rumah, karena merasa terganggu.

"Oh, Nona Esme. Pasti cari Leo, ya?" tanya wanita paruh baya itu.

"Iya, nek. Apa nenek tahu keberadaan Leo?" tanyanya, penasaran.

"Sembarangan kau panggil aku nenek," Wanita paruh baya itu menyepretkan sapu lidi yang ia genggam ke pantat Esme. "Panggil aku, tante !" serunya.

"A-ah! Ya, maaf tante. Hehe... jadi apakah tante tahu keberadaan Leo?" Esme terpaksa bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama.

"Bukankah kau temannya? Masa kau tidak tahu, Leo dan keluarganya sudah lama pindah dari sini," jelas wanita paruh baya itu.

Hah?

"Pindah? Pindah kemana, nek? Ah! Maksudku pindah kemana tante?" Raut wajah Esme menjadi panik.

"Aku juga tidak tahu mereka pindah kemana. Saat di tanyapun, orang tuanya tidak ada yang mau menjawab," ucapnya.

Perasaan Esme menjadi semakin hampa, nafasnya pun sangat berat. Bendungan air dimatanya, perlahan muncul.

Lalu ia bertanya ke semua tetangga disitu, dan memang tidak ada yang mengetahui kemana pindahnya Leo.

Begitu sesak hatinya, sekian lama menopang rindu dengan tak bertemu, lalu dua tahun di campakan dengan tidak adanya kabar dari Leo.

Saat pulang dari Amerika ke Indonesia,

dan menghampiri rumahnya. Ternyata Leo sudah pindah, dengan teganya ia tak memberi tahu Esme.

Lantas, apa arti Esme dihidupnya? Dan, harus mencari kemana keberadaan Leo?

Lalu, bagaimana dengan pernikahannya?

Bukankah, Leo akan mempersuntingnya setelah ia lulus dan pulang ke Indonesia?

Tapi, Esme yakin, Leo tidak mungkin melakukan hal kejam ini padanya. Pasti ada sesuatu yang mengharuskannya begini.

Esme mencoba memahaminya, walau kenyataan itu belum pasti adanya. Ia hanya menggenggam harap, berharap pikiran positifnya itu memang benar.

...

BERSAMBUNG !!!

Jangan lupa di Favoritkan, siapa tahu epsd selanjutnya membuat kamu kesemsem sama cerita didalam novel ini 😁

1
Eni Etiningsih
BEST POKOKE..!!
Eni Etiningsih
hadeehhh..🤦‍♀️
Eni Etiningsih
thor, menyunggingkan senyum, bukan nungging
Eni Etiningsih
jengkol...ooo.... jengkol..!!
Eni Etiningsih
jengkol berbentuk 🤎🤎🤎🤎
Eni Etiningsih
GOOD..!!
Eni Etiningsih
seh bengung aku nya..
Nurma sari Sari
apa alucard gk tau kalau Ara juga sdh hampir menjerumuskan Esme dengan memberii obat perangsang untuk diserahkannya pada Leo, seharusnya alucard tau seberapa jahatnya Ara ingin menghancurkan esme
Nurma sari Sari
hadeeew......yg katanya kuat bisa mengatasi segalanya ternyata oleng juga 🤭🤭
Nurma sari Sari
Esme sok jagoan kalau trauma lagi bisa2 langsung masuk rumah sakit jiwa
Nurma sari Sari
Esme bukan wanita yg pintar, cuma nasibnya aja yg lagi baik, seandainya gk ada Hanabi selesai sudah Esme disantap sama laki2 bangkotan, jadi Esme itu gk ada pintar sedikitpun kalau BODOH iyaaa......
Nurma sari Sari
sebenarnya Esme itu bodoh bukan pintar, cuma keberuntungan aja yg menyelamatkan dia.
Nurma sari Sari
apa mungkin Leo yg begitu mencintai Esme sanggup untuk menyakiti Esme, kalau hanya untuk merampas Esme dari alucard mungkin dia setuju
Nurma sari Sari
ya ampun sampai kering gigi ketawa,....
Nurma sari Sari
ya ampun dari bab diatas aku ngakak sampai GK bisa komen...🤣🤣🤣
Nurma sari Sari
nah begitu baru tegas, jangan terlalu kemah dengan pelakor, jangan dikasih hati nanti dia malah minta jantung, dikasih pundak semakin ngelunjak dia akan naik lagi nginjek kepala....
Nurma sari Sari
kok pelakor GK ada habisnya pelakornya itu2 juga, anak yg baru lulus SMA aja sdh pintar main trik mau jadi pelakor, Esme yg bodoh mau aja dikadali sama Loly, sdh tau penghianat masih juga dikasih hati.
Nurma sari Sari
Esme belagak seperti jagoan aja yg bisa mengatasi setiap masalah, kejadian pemerkosaan itu apa GK dijadikan sebuah pelajaran yg hampir membuat Dia gila, seharusnya kalau sdh pernah troika itu dia akan takut pergi kemana2 sendirian, berada didalam rumah sendirian pun Asti akan ketakutan, ini malah menantang ingin pergi sendiri tanpa pengawalan, berrti Esme ini bukan trouma dengan kejadian kemaren, aneh.....
Nurma sari Sari
Leo GK akan nyakiti secara fisik pada ismi, karena Leo juga sebenarnya sangat mencintai ismi, karena ambisi Leo yg ingin menjadi orang sukses dan kaya raya membuat dia menghalalkan segala cara secara tidak langsung menyakiti perasaan Esme juga, karena trouma Leo dikehidupan dimasa kecilnya yg hidup miskin disaat ada peluang dan kesempatan membuat dia lupa diri dan salah melangkah.
Nurma sari Sari
Leo percaya diri banget kalau dia menganggap Esme begitu ciinta matinya sama dia sampai dia menganggap Esme GK mungkin berpaling dari dia. seenaknya kamu menghianati Esme karena kamu merasa Esme begitu mencintai kamu, makanya kamu berulang kali menyakiti dan menghianati Esme, kamu anggap hati Esme terbuat dari batu karang yg gk akan hancur sekalipun berkali2 diterpa ombak, percaya diri banget Leo kalau cuma hanya dia yg bisa memiliki Esme. kamu pasti menyesal setelah Esme berpaling dari kamu Leo..,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!