Season 2 "Ketos Dingin Ku"
Jangan lupa follow Ig author yah🌹
@chitanda_nnd
Kata orang buah itu tidak jauh jatuh dari pohonnya, begitu pun kata orang orang jika seorang anak sifatnya tidak akan jauh dari sifat kedua orang tuanya
Bagaimana jadinya sifat anak-anak mereka jauh dari sifat kedua orang tuanya
Ada juga Frezan belum mengetahui siapa ayah kandungnya yang sebenarnya sehingga membuat dirinya menjadi pribadi yang datar tak tersentuh
Murid-murid SMA Garuda sudah jelas tau siapa Frezan yang di juluki preman SMA Garuda yang di sangat di takuti karna tatapannya yang tajam
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Putri Sarna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kak Nathan
Rara berkacak pinggang di hadapan kakak kelasnya dan juga saudara kembarnya yang ketahuan bolos.
"Hobi banget sih bolos,"ucap Rara kepada pria Tampan di hadapannya.
"Kayak nggak pernah bolos aja lo Ra, "balas Asrifal.
Rara terdiam sejenak dengan ucapan Asrifal "Kak Rifal yah!nggak bosan apa ketinggalan kelas terus!"ucap Rara kepada Asrifal
Asrifal adalah anak dari Aska dan juga Rina, umurnya sekarang sudah 19 tahun.Selama ini dia ketinggalan karna keseringan bolos di saat jam pelajaran.
"Sengaja gue Ra, ketinggalan kelas!supaya gue bisa liat lo pake seragam SMA,"balas Asrifal dengan santainya.
"Nggak usah bo'ong yah kak Rifal!Rara tuh tau kalau kak Rifal keseringan bolos,"balas Rara menatap tajam ke arah Asrifal.
"Udah kelas 3 belum berubah juga."Semua pasang mata berbalik ke asal suara.
Mereka sudah tidak asing lagi dengan asal suara itu.Mereka sudah melihat Tegar dengan kacamata melekat di wajahnya serta buku yang selalu dia bawa kemana mana.
Tegar menghembuskan nafasnya panjang melihat saudaranya ketahuan bolos lagi.
"Apa enaknya bolos?"ucap Tegar dengan suara dinginnya serta gaya cool.
"Tuh kan!kak Tegar udah berubah jadi es balok,"gumam Rara.
Asrifal langsung tertawa bisa di katakan Asrifal dan Tegar mempunyai sifat yang beda jauh.Tegar oranganya tegas Tegar bukan orang irit bicara,dia selalu membawa buku kemana mana dan jangan lupa kacamata selalu melekat di wajahnya.Padahal matanya tidak bermasalah dia sama seperti Aska mempunyai wajah tampan sehingga kedua anaknya juga memiliki wajah yang tampan.
Sedangkan Asrifal oranganya badboy,humoris,dia selalu bersama dengan Elgara.Sudah tiga kali ini Asrifal tidak naik kelas karna keseringan bolos.Mau di bilang bodoh tidak juga.Karna Asrifal mempunyai IQ yang tinggi sama seperti Tegar.Hanya saja Asrifal masa bodoh untuk belajar.
Di sinilah Rifal dan Elga hormat di tiang bendera di tengah teriknya matahari siang ini.
"Gue duluan Ra,ada ulangan matematika,"pamit Tegar kepada Rara, "kalau pak Marzuki udah ada,lo bisa balik ke kelas,"sambungnya lalu pergi meninggalkan Rara.Rara hanya mengangguk mengiyakan ucapan Tegar lalu menatap punggung Tegar yang semakin menjauh.
"Hormat yang benar bang Elga!sama Kak Rifal!"teriak Rara karna melihat mereka berdua hanya saling mengobrol
Netra mata Rara langsung melihat ke arah seorang laki laki yang sedang duduk santai di dekat gerbang sekolah sambil mengisap rokoknya.
Sebelum menghampiri pria yang di lihat Rara merokok di dekat gerbang sekolah dia lebih dulu menghampiri Asrifal dan juga Elgara
"Awas aja yah!kalau Rara kesini kalian udah nggak ada,Rara akan laporin kalian sama pak Marzuki,"ancam Rara menatap tajam ke arah Rifal dan juga Elga.
"Tega bener lo Ra!sama Abang sendiri,"bukan Elga yang berbicara tapi Asrifal.
"Ini semua sudah peraturan! berani berbuat salah harus tanggung resiko! biar kulit kalian yang putih jadi hitam,"ucap Rara lalu melenggang pergi meninggalkan Rifal dan juga Elga.
Namun tiba tiba saja langkah kaki Rara terhenti karna penawaran dari Elga.
"Kalau Rara lepasin kita dari hukuman!Abang bakalan mintain nomor Nathan,"ucap Elga.Dia yakin penawaranya kali ini membuat Rara akan tergiur Elga tau kalau Rara sudah lama naksir kepada Nathan teman sekelas Tegar.
Rara membalikkan badannya,jujur saja Rara pertama kali most langsung suka kepada Nathan teman sekelas Tegar.Rara mengigit bibir bawahnya,ia takut melepaskan Elga dan juga Rifal kalau Tegar tau,dia yang akan kena ceramah panjang kali lebar dari Tegar.
"Yaudah deh!kalian bebas!tapi jangan bilangin sama Kak Tegar kalau Rara bebasin kalian,"ucap Rara kepada Elga dan juga Rifal.
"Nah gitu dong Ra,"ucap Rifal lalu duduk di pinggir pohon untuk berteduh.
"Bang Elga!ingat yah nomornya kak Nathan,"teriak Rara lalu benar benar -pergi meninggalkan Asrifal dan juga Elga.
"Tinggi juga selera Rara! naksir sama most Wanted,"ucap Asrifal mengibaskan tangannya karna keringat bercucuran di wajahnya.
"Lo liat aja nanti,"kata Elga tersenyum simpul lalu pergi meninggalkan Rifal yang masih setia mengibaskan tangannya.
"Parah lo El!tipu Rara pake nama si Nathan!"teriak Rifal.
Pria yang sedang merokok di dekat gerbang sekolah belum menyadari kedatangan Rara di sampingnya.Rara sudah sangat kenal siapa orang di hadapannya ini,dia sama seperti Asrifal tiga kali ketinggalan kelas,Rara menarik nafasnya panjang sebelum berbicara,karna yang ia hadapi kali ini bukan Elga atau Rifal.Yang di hadapin kali ini preman sekolah,tukang tawuran, tukang rokok, tukang buat masalah sama guru guru, Bahkan guru pun kewalahan menghadapi pria di hadapan Rara yang masih setia mengisap rokoknya.
Kali ini gue harus lebih tegas,meski badan gue nggak setinggi bunda!tapi gue harus buat kapok orang di hadapan gue ini .
"Kak Eza,"panggil Rara.
Seketika orang yang di sebut namanya menatap ke sampingnya dan sudah melihat Rara berdiri.
Laki laki itu adalah Frezan anak dari Ken dan juga Rindi.Semua murid murid SMA Garuda sudah tau siapa Frezan.Dia banyak di takuti di sekolah karna tatapannya yang sangat tajam serta kenakalannya sudah di ketahui orang orang di luar sana.Frezan atau kerap di sapa Eza orangnya sangat datar,irit bicara,dingin,raja jalanan.Bahkan tingkat kenakalanya di atas rata rata
Eza hanya melihat sekilas Rara lalu mengisap kembali rokoknya.
"Kak Eza kalau mau ngerokok jangan di lingkungan sekolah!"peringat Rara Kepada Eza yang masih setia mengisap rokoknya.
Rara sudah biasa melihat wajah dingin dari Tegar,tapi Tegar tidak irit bicara namun orang di hadapannya irit bicara.
Rara menarik nafasnya panjang lalu ia hembuskan pelan pelan,karna menghadapi Eza harus penuh kesabaran.
"Kalau kak Eza nggak berhenti!Rara Bakalan laporin sama Kak Tegar,"ancam Rara kepada Eza.
"Gue nggak takut,"ucap Eza dengan suara baritonya lalu pergi meninggalkan Rara.
Rara meneguk salivanya, bisa bisanya sahabatnya betah punya saudara kayak Eza.
Rara melihat punggung Eza semakin menjauh."Tante Rindi ngidamnya apaan sih!sampe sampe punya anak kelakuannya kayak Eza"
Ting
Handphone milik Rara bergetar menandakan adanya pesan.
"Yes"Rara langsung terlonjak girang saat pesan yang di terima dari Elga mengirimkan nomor Nathan padanya.
"Nggak sia sia gue lepasin bang Elga sama Kak Rifal kalau udah dapetin nomor kak Nathan,"gumam Rara dengan senyuman.Lalu jari lentiknya menyimpan nomor Nathan.
"Cuman gara gara nomor Nathan lo bebasin mereka berdua dari hukuman."
Suara dingin itu membuat Rara langsung Kicep
ketos dingin juga
kalo bisa di revisi ya,ganggu lho kita nangis2 bacanya eh typo nama kan sebel
di taruh jadi teh hangat
ajaib 😄
buat perempuan fatal .
seharusnya terdeteksi waktu dapat haid pasti lama banget itu dapat haidnya
aneh aja sih thor anda masukkan penyakit hemofilia buat perempuan pasti mati
laki2 kalo terluka aja koma
👊
semangat authorrr