Gavril Mahesa harus rela memendam cinta kepada sahabatnya sejak usia enam belas tahun.Dan selama itu pula,Gavril berjuang untuk mendapatkan cinta sahabatnya itu,dari doa doa disetiap sujudnya.
Hingga akhirnya Tuhan mengabulkan apa yang ia inginkan,didetik detik terakhir keputus asaannya.
Berkat rencana kedua orang tuanya,dan juga sang sahabat,Gavril akhirnya bisa menikahi wanita sahabatnya itu.
Namun setelah pernikahan itu lagi lagi,Gavril harus kembali berjuang dengan kekuatan doa dan cintanya kembali agar sang istri mau menerima ia sebagai suami seutuhnya.
Konflik,sakit hati pertengkaran,kecemburuan mewarnai lernikahan mereka.Sampai akhirnya kebshagiaan itu pun datang.Tuhan kembali memberikan apa yang Gavril inginkan.
Sampai akhirnya kabar menyakitkan itu datang.
Kabar yang merenggut semua asa dan harapan kebahagiaan Gavril bersama istrinya.Dan Gavril kembali harus berjuang dengan kekuatan doa dan cintanya.
Kabar apakah itu.?
Dan apakah kali ini kekuatan doa dan cinta Gavril akan kembali membuat Tuhan memberikan apa yang ia inginkan..?
Inilah CINTA DAN PERSAHABATAN
Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ini ya..! VOTE LIKE RATE dan juga KIRIMKAN HADIAHMU sebanyak banyaknya.TERIMA KASIH readers...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal kisah
"Selamat pagi pah, mah..!" sapa Gavril kepada kedua orang tuanya yang sudah lebih dulu berada dimeja makan. "Pagi jagoan.!" sahut papa dan mamanya. Gavril pun segera menduduki kursi, lalu melahap santapan pagi ini yang sudah dipersiapkan oleh para pelayan.
Gavril Mahesa putra pertama keluarga Mahesa, salah satu konglomerat dinegara ini. Pemilik perusahan Mahesa crop yang merambah disegala sektor bisnis perdagangan maupun kontruksi dan juga furniture.
Gavril Mahesa yang kini baru berusia dua puluh empat tahun, akan segera menggantikan posisi ayahnya selepas ia menyelesaikan pendidikan yang jika tidak ada aral melintang akan ia rampungkan enam bulan lagi.
"Saritem mana mah.?" tanya Gavril kepada sang mama.
"Udah berangakat kekampus, ada kuliah pagi dia." jawab nyonya Mahesa.
Saritem yang memiliki nama asli Zania Mahesa, adik satu satunya yang dimiliki Gavril. Zania Mahesa hanya tepaut tiga tahun dengan Gavril, dan sudah barang tentu mereka sangatlah dekat dan juga memiliki sifat serupa, baik hati, humoris, penyabar dan juga sangat ringan tangan.
Setelah usai dengan sarapannya, Gavril pun segera berpamitan kepada orang tuanya, dan langsung menuju ketempat dimana ia menimba ilmu pendidikan, sebuah universitas ternama dan terbaik dikota ini. Dengan mobil sport mewah berwarna putih, Gavril dengan tampannya memasuki pekarangan universitas.
"Tong bajil...!!" seru kedua sahabatnya Gigas dan Gaufar, yang juga baru saja tiba disana. "Enggak usah teriak, cuma dua jengkal aja rame banget." protes Gavril.
"Enggak usah nyolot juga, baru setengah volume aja udah heboh bener." balas Gaufar
"Mau langsung kekelas atau taman...? nyamperin itu tiga jelmaan." tanya Gigas. "Kelas aja, males gue ketemu nyai Dasimah." sahut Gavril. Gigas dan Gaufar pun seketika saja saling bertukar pandangan, mereka nampak bingung dengan tingkah Gavril hari ini. Biasanya ia akan sangat bersemangat jika bertemu dengan gadis yang tengah menjadi perbincangan mereka.
"Elo kenapa tong tumben amat...??" tanya Gigas.
"Enggak apa apa...!!" Jawab singkat Gavril "udah ayok kekelas, kalau kalian mau nengok itu Suketi sama Katemi terserah." kata Gavril seraya melangkahkan kaki menuju kekelas. Kedua sahabatnya pun memilih untuk mengikuti langkah kaki Gavril.
Sementara itu disudut taman kampus, tiga sosok gadis cantik tengah menikmati kebersamaan mereka. Tawa dan canda nampak hadir ditengah tengah ketiga insan itu. "Sarkali sama grandong tumben enggak nyamperin kalian.?" tanya Adena kepada kedua sahabatnya.
Adena Wijaya putri semata wayang keluarga Wijaya. Keluarga yang tidak kalah kaya dengan keluarga Gavril. Orang tua Adena adalah sahabat baik orang tua Gavril, hingga persahabat kedua orang tuanya pun kini diwariskan kepada Adena dan Gavril.
Adena Wijaya gadis berparas cantik, berusia dua puluh empat tahun, memiliki kepribadian yang sangat lembut serta periang. Kesabaran dan kebaikkannya juga sudah tidak perlu diragukan lagi.
"Mana kita tau, paling juga sama tong bajil dikelas." sahut Agalia Hendrayana atau yang lebih sering disapa Suketi.
"Enggak ada niat apa kalian untuk menerima itu cinta mereka.?" tanya Adena kembali.
"Tahan harga dulu lah...!! gue pengen lihat itu perjuangan grandong gimana." jawab Amanda, yang biasa disapa Katemi.
"Jangan tahan harga terus, entar dia kabur aja baru tau rasa." sahut Adena.
"Tinggal turunin harganya, bila perlu discon 99,9% biar ono Sarkali nyangkut lagi." jawab Agalia, dan Adena hanya menimpali dengan gelengan kepala seraya bangkit dari duduknya. "Mau kemana.?" tanya kedua gadis disana.
"Kelas lah...!! lihat itu jam berapa.?" sahut Adena, dan akhirnya mereka bertiga pun beriringan melangkah menuju kekelas yang sama dengan Ketiga pemuda tampan yang tadi menjadi bahan percakapan mereka.