NovelToon NovelToon
Desa Pocong

Desa Pocong

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: qsk sri

Berlatar di sebuah desa bernama Desa Suka Makmur. Anggap saja salah satu desa di Jawa Barat. Desa dengan beberapa fasilitas yang tersedia, seperti bangunan sekolah dasar, balas desa, puskemas pembantu, posyandu , lapangan sepak bola dan lainnya. Namun dibalik itu desa tersebut menyimpan kisah misteri dan terkenal dengan kemistisan nya. Desa pocong sebutan lain dari nama desa itu. Terdapat pantangan untuk tidak membuka pintu dan jendela di malam hari. Lebih-lebih keluar di waktu malam , apapun alasan nya. Jika melanggar maka siapapun akan terkena musibah. Sebuah teror, celaka , jatuh sakit , bahkan hingga kematian. Namun tak hanya itu , teror lain turut membayangi warga desa. Hingga seorang gadis pendatang baru yang tinggal di salah satu rumah yang terkenal angker berusaha mencari tahu tentang desa itu. Fitri namanya, gadis dengan kemampuan spiritual yang akan membantu warga desa terbebas dari ketakutan nyata teror pocong yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diajak curhat

Hari mulai gelap, namun suasana di rumah terasa canggung. Fitri merasa setiap gerak-gerik mu ya terus diawasi.

"Ck... bisa gak sih, Lo buat gak liatin gue terus ?!" Ucap Fitri menatap Ridho sebal.

Ridho tersenyum tipis, jujur dirinya merasa gugup saat ini.Berada di tempat yang sama di dalam rumah membuatnya sedikit merasa kikuk. Begitupun dengan Fitri, gadis itu tak hanya canggung dan kikuk tetapi merasa aneh.

Dia yang biasanya sendirian, hmm...ralat. Karena ada para hantu yang menemaninya.

Dia yang biasa hanya bersama para hantu di rumah nya, kini tiba-tiba ada orang lain. Seorang pria yang sama sekali tak terbayangkan oleh nya. Kini tiba-tiba berstatus suaminya.

"Maaf... tapi kan aku punya mata, jadi bebas dong kalau aku liatin terus kamu. Apalagi sekarang kita udah nikah, gak ada salahnya kan suami liatin istrinya. Apalagi istrinya cantik " Ujar Ridho dengan kalimat pujian akhir kata nya.

Blus....

Wajah Fitri seketika merona. Namun Fitri mencebik, " Apa sih Lo ?!" Ucap nya seraya berlalu ke arah dapur. Padahal tadi dia hendak pergi ke kamar nya, namun karena salah tingkah gadis itu justru pergi dapur.

Jamilah and the geng, terkikik melihat tingkah Fitri. " Hihihi.... Si Fitri salah tingkah tuh, mukanya itu loh....kaya kepiting rebus" Ucap Maria.

" Iya, aku yakin banget saat ini jantung nya lagi jedag jedug "Timpal Berliana.

Ridho tersenyum tipis, melirik sekilas lalu pergi. Berliana sempat menangkap lirikan Ridho, kuntilanak itu terdiam menatap pintu kamar yang sudah tertutup.

"Apa cuman perasaan ku saja ya " Gumam nya pelan.

Sementara itu di dapur, Fitri segera mengambil minum. Dia membasahi tenggorokannya yang terasa kering.

"Huuuuhhhh....sialan si Ridho" Umpat nya pelan. Dia mengumpat bukan karena benci, tapi karena ucapan Ridho yang telah membuatnya salah tingkah.

"Padahal bang Kojek sering ngomong gue cantik, tapi kenapa rasanya biasa saja. Tapi giliran dia yang ngomong...astaga.... kenapa jantung gue gak bisa diem sih.... " Fitri menyentuh dadanya yang bergetar tak karuan.

"Ekhem... Ciee...ada yang baper nih yeee...." Ledek Maria yang tiba-tiba sudah ada di samping nya.

"Isshh, apa sih ? Sibuk saja ! " Ucap Fitri jutek.

"Ngomong-ngomong malam ini kalian malam pertama, kita gak akan ganggu kok " Cengir Maria.

Set...

Seketika Fitri menoleh dan menatap Maria dengan tajam.

"Malam pertama pala, Lu !" Seru Fitri melotot.

"Udah lah, Maria... pengantin baru tuh jangan digodain terus, kasihan. Muka nya tambah merah tuh " Ucap Jamilah yang baru saja datang.

"Ini lagi, ngapain nyambung aja. Udah ah kalian jangan rempong ! " Ucap Fitri seraya berlalu, namun baru satu langkah gadis itu menghentikan langkahnya.

"Gue gak berharap lebih dari pernikahan ini. Toh kita nikah juga karena terpaksa gak ada cinta diantara kami. Gue yakin pernikahan ini juga gak akan lama, apalagi Ridho udah punya seseorang di hatinya" Ucap Fitri datar, namun ada rasa sesak yang dia rasakan setelah mengatakan itu.

Maria, Jamilah,dan Berliana mengerutkan keningnya.

"Masa sih ?" Tanya Maria.

"Kata siapa ?" tanya Jamilah sambil menaikkan satu alisnya.

"Kata ibunya Ridho,tadi " Jawab Fitri. Tadi sebelum pulang ibunya Ridho sempat mengajak Fitri ngobrol.

"Ya elah, Fit....jangan ditanggepin ! Aku yakin Ridho beneran suka sama kamu,buktinya dia kelihatan semangat mau nikah sama kamu,gak kelihatan tuh ekspresi keberatan atau terpaksa di muka nya" Ucap Maria.

"Tapi aku curiga deh..." Gumam Berliana.

"Curiga kenapa ?" Tanya Fitri. Jamilah dan Maria turut menatap ke arahnya.

"Si Ridho emang dari dulu tuh sering banget liatin rumah ini, dari tatapan nya itu jelas banget kaya orang yang tengah memendam rindu, jangan-jangan dia emang nunggu kamu,Fit " Ucap Berliana.

"Aku pikir karena dia bisa lihat kita,aku suka baper kalau dia udah natap rumah ini, kaya dia lagi natap aku " Sahut Jamilah.

"Ah ngaco kalian ! Orang,aku juga baru kok di desa ini,kenal dia juga baru kemarin. Dah ah,gue mau tidur saja,pusing lama-lama denger omongan kalian" Ucap Fitri lalu beranjak pergi dengan suasana hati yang tidak karuan.

"Eh,dia kemana? Kok gak ada " Gumam Fitri ketika tak melihat Ridho di ruang tengah.

"Apa mungkin dia pulang... syukur deh kalau dia pulang. Ogah gue tidur satu kamar satu ranjang sama dia " Batin Fitri, namun tiba-tiba saja tubuhnya meremang saat tiba-tiba teringat kejadian tadi pagi, teringat dirinya tidur memeluk pria itu.

" Astaga....kenapa malah keingetan sih ..." kesal nya.

Gadis itu mengira Ridho pulang ,padahal di dalam kamar nya,pria itu tengah menunggu nya dengan gelisah.

"Kenapa dia lama banget ya,..?" Gumam nya.

"Huuufff....ya ampun,tegang banget. Tapi kasur ini kenapa keras begini. Kasihan dia setiap tidur pasti gak nyenyak " Gumam nya lagi.

Tak lama pintu kamar terbuka,baik Fitri maupun Ridho, keduanya sama-sama terkejut.

"Lu kok bisa ada di sini sih ? Bukan nya Lo pulang ?!" Tanya Fitri melotot.

"Pulang kemana ?" Tanya Ridho terlihat begitu santai namun dalam hatinya begitu ramai dengan ledakan perasaan yang membuncah.

"Ya ke rumah Lo,lah ! Kemana lagi ..." Sahut Fitri enteng.

Ridho menghela nafas panjang, sambil tersenyum pria itu berkata," Sayang ku...kamu lupa ya,aku itu siapa mu sekarang ?" Tanya Ridho.

Fitri mengerjapkan matanya,mendengar ucapan sayang dari pria itu membuat nya salah tingkah.

Fitri mendengus,tatapan nya menyipit ke arah Ridho.

"Terus Lo mau tidur di situ ?" Tanya Fitri,Ridho pun mengangguk.

Fitri menghela nafas panjang," Ya udah biar gue yang tidur di luar " Ucap nya seraya berbalik,namun Ridho dengan cepat melompat dari tempat tidur dan menarik lengan Fitri.

"Jangan ! Biar aku saja yang di luar. Maaf sudah membuat mu tidak nyaman " Ucap Ridho merasa tidak enak.

"Biarlah ,tak usah terburu-buru" Pikir pria itu membatin.

Akhirnya malam itu,pasangan pengantin baru itu tidur terpisah. Fitri di kamar sementara Ridho di ruang tengah. Jamilah and the geng nampak menggelengkan kepalanya,mereka kecewa karena malam pengantin yang seharusnya hangat dan romantis justru malah sebaliknya.

"Apa-apaan mereka ini ...?" gumam Jamilah tak habis pikir

"Gak apa-apa,mungkin dia masih kaget "Ucap Ridho.

Sontak saja Jamilah,Maria,Berliana ,Jefry ,Edward,dan George menatap Ridho.

Di tempat nya, Ridho sedang menatap foto seorang gadis kecil berukuran 2×3 di dalam dompetnya.

"Aku ngerti , kamu pasti kasih shock atas apa yang terjadi hari ini. Aku juga maklum kalau kamu lupa padaku. Terlalu lama kita hidup berjauhan, mungkin sudah banyak juga hal yang terjadi hingga kamu melupakan ku" Ucap pria itu sambil tersenyum tipis, namun raut wajahnya begitu kontras dengan kekecewaan di hatinya.

Jamilah dan yang lainnya saling bertukar pandang," Apa mereka sudah saling mengenal sejak dulu ? " Tanya Maria.

Jamilah menggeleng," Entahlah. Aku tinggal di sini karena ajakan Jefry waktu itu" Jawab nya yang lalu menoleh pada Jefry.

"Kamu kan yang lebih dulu tinggal di sini,apa kamu tahu sesuatu?" Tanya Jamilah.

"Aku juga gak tahu, yang aku tahu rumah ini sudah lama kosong makanya aku ngajakin kalian tinggal di sini, dari pada jadi setan gelandangan gak punya tempat tinggal "Jawab nya.

"Menurutku,mereka memang pernah saling kenal dulu,makanya dia terus saja liatin rumah ini" Ucap Berliana

"Begitu ya..." Gumam Maria.

Di kasur tipis,yang digelar di ruang tengah Ridho mencoba memejamkan mata nya meski rasa kantuk belum dia rasakan. Namun tiba-tiba saja pria itu tersentak kaget,saat sebuah ketukan di pintu terdengar begitu nyaring.

"Siapa malam-malam yang mengetuk pintu ?"

Jamilah dan yang lain nya sontak saling tatap. " Fitri ..." Gumam mereka.

Di dalam kamar nya,Fitri yang tak bisa tidur segera beranjak saat suara gedoran di jendela mengalihkan perhatian nya yang tengah kalut.

Begitu jendela terbuka lebar,sosok pocong nampak sudah berdiri menampakan wajah hitam nya yang menyeramkan. Di belakang dan sisi kiri kanan nya pocong-pocong lain nampak tak ingin ketinggalan eksistensi nya.

"Nah... kebetulan kalian semua datang. Sini merapat ! Gue mau curhat !" Ucap Fitri meminta pocong-pocong itu mendekat.

Entah kenapa,pocong-pocong itu pun menuruti dan kini sudah sangat dekat di depan jendela.

"Om Cong...gue lagi pusing nih,galau tingkat RT. Masa gara-gara nolongin orang endingnya dinikahin" Curhat nya sambil memasang wajah memelas. Akan tetapi para pocong itu hanya diam tanpa ekspresi.

"Dia baik sih,sopan, ganteng juga. Ganteng nya itu loh...gak manusiawi banget,kalau kata anak-anak jaman now mah kaya apotek tutup. Gak ada obat. Tapi itu juga yang bikin gue takut. Gue takut baper dan malah jatuh dalam pesona nya yang akhirnya jatuh cinta. Gue gak mau sakit hati lagi,apalagi ibunya bilang sebenarnya dia udah ada cewek lain yang disukainya. Terus nasib gue gimana kalau tiba-tiba itu cewek datang,makanya gue mau bentengin diri gue...hati gue biar gak jatuh cinta sama dia" Lirih Fitri.

Namun tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan pintu yang terbuka dengan kasar.

BRAKKK

Ridho membelalakkan matanya," Astaga ... Fitri kamu sedang apa ?!"

1
Kardi Kardi
AWASSS. KEJAHATAN DI BALAS KEJAHATANNNN/Proud//Chuckle//Hey/
Kardi Kardi: YUP. THAT IS TRUEEE/Proud//Chuckle//Grin/
total 1 replies
Kardi Kardi
OUHHH. TERNYATAAAA ... TAK DI SANGKEEE/Angry//Drool//Angry/
Kardi Kardi: yup. JODOH KAGA KEMANEEEE/Chuckle//Proud/😍
total 1 replies
Kardi Kardi
WAH PIL KOPLO LAGIIIIII/Sneer//Joyful//Determined/
Kardi Kardi: wahhh. becarefulllll💪💪💪
total 1 replies
Nurr Tika
pa jagan" fitri mo di kerjain sama ibunya ridho ya
Kardi Kardi
DANGER ... DANGER ... AND DANGERRRR/Casual//Casual//Casual/
Kardi Kardi: OHOOOO. LALALAAAAA/Grin//Facepalm//Grimace/
total 1 replies
Nurr Tika
pa fitri ilang ingatan ya
Nurr Tika
betul fit srbelum km tau kebenaran di desa itu
Kardi Kardi
SEMANGAT KABEHHHH😍
Kardi Kardi: YUP. GIVE UPPPP😍
total 1 replies
Nurr Tika
wih fitri hebat langsung tau
Kardi Kardi
JANJINA BERAT EUYYYYY/Casual/
Kardi Kardi: YUP. LETS GOOOO💪
total 1 replies
Kardi Kardi
WADOUHHH ... AWAS ... BRAKKKK🤭
Kardi Kardi: Awas tikus loncatttttt😍
total 1 replies
Nurr Tika
duh fit mga ja da jln keluarnya ya
Nurr Tika
malah curhat ma om cong, ridho mending kamu jelasin ma fitri biar ga da salah paham
Nurr Tika
udah fit iklas mungkin ridho jodoh kamu
Nurr Tika
jangan burdi ya jeg
Sekti Ibue'BilFa
lanjut
Kardi Kardi
MERITTTT ... MERITTTTT. ASIEXXXXXX😍
Kardi Kardi: yup. belah DULENNNNNNNNN🤣
total 1 replies
Kardi Kardi
WADUH. MELASI KANG JEKKK ... JEKKKK🤭
Kardi Kardi: yo weslah kang zexxxxx😍
total 1 replies
Asri
🤣🤣🤣🤣🤣
Sekti Ibue'BilFa
lanjut kak😄
Asri: Asiaaappp.... besok ya😁🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!