Siapa sangka pernikahan pura-pura antara Jeevan dan Valerie membuat mereka berdua benar-benar merasakan jatuh cinta sama lain. Dimulai Jeevan meminta Valerie untuk berpura-pura menjadi Maura calon istrinya yang akan dikenalkan kepada keluarganya, namun di saat yang bersamaan Maura pergi meninggalkan Jeevan keluar negri.
Situasi yang salah paham membuat Valerie terjebak di antara keluarga Jeevan dan terpaksa membuat kesepakatan bersama Jeevan untuk menjadi calon istrinya.
Namun ada satu alasan Valerie menerima pernikahan pura-pura, agar dirinya putus dengan Nathaniel kekasihnya saat itu. Sejak pertama bertemu, Jeevan sudah jatuh hati pada Valerie. Apalagi ketika tahu jika Valerie adalah cinta pertamanya sejak SMP. Mulai saat itu Jeevan terus mencoba membuat Valerie jatuh cinta kepadanya, sampai bisa menjadi miliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Tidak Terduga
Wajah cantiknya sejak semalam terlihat begitu sangat cemas dan gundah, sudah beberapa kali dirinya mencoba memejamkan kedua mata indahnya berwarna coklat, namun tetap saja gadis cantik dengan tinggi 168 cm tidak bisa tidur dengan nyenyak. Itu semua karena ucapan mamanya yang meminta mempertemukan kekasihnya nanti kepada kedua orang tuanya. Tentu saja permintaan mamanya membuat Valerie biasa dirinya disapa menjadi gundah, karena pasalnya selama ini Vale tidak pernah serius menjalankan hubungannya dengan Nathaniel.
Valerie Felicia Irene, gadis cantik kelahiran Hamburg Jerman 24 tahun lalu adalah putri tunggal dari pasangan Mirza Abyakta Athaya dan Theresia Claudya Irene yang merupakan orang ketiga kaya raya di negri ini. Mirza adalah pengusaha sukses yang sungguh berpengaruh membantu perekonomian negri ini. Keluarga Valerie mempunyai perusahaan rokok terbesar dan pabrik elektronik nomor satu di Indonesia.
Sejak kecil Valerie lahir di Hamburg Jerman sampai dirinya lulus SD. Karena bisnis kedua orang tuanya ada di Indonesia mengharuskan Valerie dan kedua orang tuanya kembali. Valerie menamatkan SMP di Indonesia dan setelah lulus SMP mereka kembali lagi ke Jerman sampai lulus kuliah. Saat ini Valerie menjadi seorang model di Indonesia setelah menyelesaikan kuliahnya. Sebenarnya selama di Jerman Valerie sudah menjadi model sejak duduk di bangku SMA. Kini mereka kembali ke Indonesia dan menetap di sini. Tapi sayang, meskipun Vale sudah berada di Indonesia tetap saja jarang bertemu dengan kedua orang tuanya yang sibuk karena pekerjaan.
Valerie sudah terbiasa hidup mandiri karena sejak mereka tinggal di Jerman kedua orang tuanya sibuk dengan bisnisnya, sehingga membuat Valerie sering ditinggal. Kesepian dan tidak mempunyai teman bicara sudah biasa bagi Valerie, selama hampir 24 tahun Valerie seperti anak yatim piatu yang tidak mempunyai orang tua. Hari-harinya dihabiskan di rumah dan sekolah tidak ada teman baginya bercerita dan bersenda gurau.
Namun setelah lulus SMA menginjak kuliah bertemu dengan Owen sahabat Valerie di Jerman. Mereka satu jurusan namun Vale tidak melanjutkan menjadi seorang dokter meskipun sudah mendapatkan gelar. Vale lebih memilih menjadi model daripada menjadi malaikat berjubah putih seperti Owen.
Dilihatnya jam dinding di dalam kamarnya menunjukan pukul 03:00 WIB, ternyata sampai pagi hari Valerie masih tidak bisa memejamkan kedua matanya. Pesan dari mamanya terus menghantui Valerie, membuat dirinya harus berpikir keras mencari alasan mengakhiri hubungannya dengan Nathaniel secepatnya. Sampai akhirnya Valerie baru saja terlelap namun jam weker miliknya berbunyi membangunkan Valerie. Beberapa pesan masuk dari Nathaniel menyapanya dipagi hari, memang kebiasaannya setiap pagi mengirimkan pesan untuk Valerie sebagai bagian dari tanda cinta kepadanya.
Hampir 1 tahun Valerie dan Nathaniel memiliki hubungan namun Valerie tidak pernah menganggapnya serius, Nathaniel sudah beberapa kali melamar Vale namun seribu alasan Vale buat untuk menghindarinya. Bukan tanpa alasan Vale menolak dan menghindari permintaan Nathaniel untuk menjadi istrinya, ada satu alasan yang membuat Valerie menolak ajakan Nathaniel untuk hidup bersama yaitu penyakit Valerie yang tidak akan sembuh 100%.
"Pagi. Jangan lupa nanti siang kita ketemu hotel Bungalow kamar 328." Isi pesan dari Nathaniel membuat wajah Valerie yang masih terlihat mengantuk kembali gundah dan gelisah.
Dengan kepala yang masih terasa pusing Valerie mengabaikan pesan masuk dari Nathaniel dan bergegas menuju kamar mandi. Memang hari ini Valerie sudah membuat janji dengan Nathaniel di hotel untuk bertemu dengan mamanya yang baru saja datang dari luar negri. Secara pribadi mamanya Nathaniel ingin bertemu dengan Vale di kamar hotelnya untuk membicarakan pernikahan putra sulungnya.
Sungguh hari ini adalah hari yang berat bagi Valerie karena harus mengambil keputusan yang sangat berat. Semalaman Valerie berpikir tentang hubungan dengan Nathaniel, dan akhirnya memutuskan untuk mengakhirinya sekarang juga. Tidak peduli apa yang akan terjadi yang jelas Valerie tidak mau semakin jauh dan dalam perasaannya kepada Nathaniel.
Di tempat lain seorang lelaki tampan dengan tinggi 187 cm berambut comma sedang sibuk melihat pantulan dirinya di depan cermin merapihkan pakaiannya karena akan pergi ke kantor. Dia adalah Jeevan Sailendra, putra ketiga pemilik Sailendra Grup.
Jeevan adalah putra bungsu dari pasangan Sulthan Malik Sailendra dan Deevina Radhwa Aviola, pemilik semua stasiun televisi swasta, selain itu kedua orang tuanya pemilik perusahaan penerbangan terkenal. Bukan hanya itu Jeevan juga adalah CEO muda sukses yang akan memiliki sebagian perusahaan Sailendra Grup dan mempunyai klub bola di Belanda.
Ponsel Jeevan berbunyi diambilnya ponsel yang ada di atas meja tidak jauh dari tempatnya berdiri. Ternyata itu adalah dari kekasihnya Maura yang sudah dikenalnya sejak lama, mereka sudah berpacaran hampir 2 tahun. Maura adalah gadis cantik dengan rambut panjang dengan wajah simetris yang membuat Jeevan jatuh cinta untuk pertama kalinya saat mereka bertemu.
"Halo." Suara Jeevan terdengar sangat lembut menyapa telinga Maura.
"Nanti siang kita jadi ketemu?" tanya Maura memastikan janjinya yang sudah dibuat oleh Jeevan sejak semalam.
Hari ini adalah hari Jeevan akan melamar dan memperkenalkan Maura untuk pertama kalinya di depan keluarga besarnya. Selama 2 tahun ini Jeevan belum pernah sekalipun memperkenalkan Maura kepada keluarga besarnya, hanya kepada Kenzie sahabat sekaligus sekretaris merangkap sebagai pengacara yang mengetahui hubungan mereka berdua. Tapi Maura tidak mengetahui niat Jeevan hari ini yang akan memperkenalkannya kepada keluarga besarnya.
"Jadi dong. Jangan lupa datang," jawab Jeevan begitu semangat diiringi senyum bahagia di bibirnya.
"Aku pasti datang," timpal Maura meyakinkan Jeevan membuat dirinya merasa tenang dan yakin jika niatnya hari ini akan berhasil dan berjalan lancar.
Maura Aulia adalah kekasih Jeevan yang sudah dipacarinya hampir 2 tahun, tapi selama itu juga Jeevan belum pernah sekalipun memperkenalkan Maura kepada keluarga besarnya. Alasan itu membuat Maura tidak percaya jika Jeevan menjalani hubungannya secara serius karena Jeevan begitu sibuk dengan perusahannya. Maura adalah seorang pemain biola dan berharap suatu hari nanti bisa pergi go Internasional. Meskipun Maura terlahir dari keluarga biasa tidak membuat Jeevan berhenti mencintainya.
Sampai menjelang siang hari Valerie masih belum membalas semua pesan-pesan yang dikirim oleh Nathaniel dari pagi. Panggilan masuk hanya diabaikan oleh Vale sejak tadi. Entah harus bagaimana caranya Valerie harus menolak mentah-mentah lamaran Nathaniel nanti, dan sampai saat ini juga Valerie belum menemukan caranya yang tepat.
Mobil Jeevan melaju sangat kencang menuju bandara setelah mengetahui jika Maura akan pergi mendadak ke Prancis. Kabar ini membuat Jeevan kaget bukan main, bagaimana bisa Maura pergi mendadak tidak memberitahukan dirinya. Sebenarnya Maura sudah merencanakan semuanya hanya saja tidak memberitahukan Jeevan. Karena jika dirinya memberitahukannya pasti kekasihnya akan melarang untuk pergi.
Tanpa membuang waktu Jeevan terus menambah kecepatan menuju bandara dan sesekali mencoba menghubungi Maura lewat telepon. Rasa panik, gundah dan gelisah dirasakan Jeevan di dalam perjalanan menuju bandara, berharap bisa menahan kepergian kekasihnya yang tiba-tiba karena hari ini adalah hari yang sangat berharga baginya. Bukan hanya Jeevan yang harus berpacu dengan waktu untuk membawa Maura kembali, tapi juga Valerie yang harus segera menyelesaikan hubungannya dengan Nathaniel sekarang juga.
Mungkin akan terkesan kasar dan jahat bagi Valerie untuk mengakhiri hubungannya dengan Nathaniel secara tiba-tiba, namun tidak ada waktu lagi bagi Valerie. Gadis cantik yang mempunyai kaki yang sangat bagus akhirnya memenuhi undangan Nathaniel. Sekuat tenaga Valerie mencoba tenang meskipun nantinya akan melihat Nathaniel terluka, apalagi di hadapan mamanya. Namun Valerie tidak mempunyai waktu yang banyak.
Sesekali Valerie menarik napas panjangnya saat berdiri di depan pintu kamar yang Nathaniel berikan. Rasa gugup menyerang Valerie saat itu juga, perasannya campur aduk dan pikirannya mendadak kacau balau. Apa yang akan terjadi ketika masuk ke dalam sana. Sedikit demi sedikit Valerie mencoba menenangkan dirinya agar tidak terlihat gugup. Sampai akhirnya rasa cemas dan gugup membuat dirinya lupa kamar mana yang harus dimasukin olehnya, kamar 327 atau kamar 328.
Hanya beberapa menit Valerie terdiam akhirnya tangan kanannya menekan bel pintu kamar 327 yang menurutnya benar. Kamar yang dimaksud oleh Valerie ternyata bukanlah kamar yang diberikan oleh Nathaniel. Dengan make up natural dan baju dress panjang selutut berwarna cream hari ini Valerie terlihat sangat cantik. Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka dan terlihat seorang lelaki tegap berisi dengan tinggi 185 cm bertubuh kekar menggunakan kemeja coklat dan memakai kacamata.
Kedua bola mata Valerie membuat sempurna seolah terpaku dengan pemandangan yang baru saja dilihatnya. Lelaki tampan yang tiba-tiba saja memberikan senyuman manis seolah menyapa dirinya. Apakan Valerie salah masuk kamar? Siapa lelaki yang ada di hadapannya kini? Nathaniel memberitahu dirinya jika yang akan datang hanyalah mamanya karena papanya sedang sibuk dengan bisnisnya yang tidak bisa ditunda. Apa mungkin dia adalah kakaknya Nathaniel yang ikut datang bersama mamanya.
"Halo. Kamu sudah datang?" sapanya begitu ramah membuat Valerie kembali terdiam dengan ucapan lelaki berpipi lesung.
Valerie sedikit terkejut dengan ucapannya berati memang benar jika dia adalah kakaknya Nathaniel yang sedang menunggu kehadirannya. Tidak ada rasa curiga di hati Valerie, dengan cepat gadis cantik bermata indah membalas senyumannya dan bersikap manis meskipun masih dilanda rasa gugup.
"Iya. Maaf aku terlambat," ucap Valerie tersenyum manis berusaha ramah menahan rasa gugupnya.
"Mari masuk," ajaknya sambil membuka lebar pintu kamar mempersilahkan Valerie masuk.
Langkah kaki Valerie mulai memasuki kamar dan betapa terkejutnya Valerie saat melihat keadaan di dalam kamar yang begitu ramai dengan keluarga Nathaniel. Kenapa Nathaniel tidak memberitahu dirinya jika akan membawa kedua orang tuanya, kakek dan neneknya serta kakak-kakaknya. Tubuh Valerie membeku sesaat seraya menatap kehadiran mereka, bagaimana bisa Vale membatalkan hubungannya dengan Nathaniel jika seperti ini.
Rasa gugup yang tadinya hilang kini kembali menyerang Valerie sampai menusuk ke dalam tulang membuat tubuh Valerie lemas seolah tidak sanggup untuk melangkah. Bagaimana Valerie akan melanjutkan misinya jika seperti ini. Tanpa Valerie tahu ternyata dirinya salah masuk kamar dan mereka semua adalah keluarga Jeevan yang hendak dikenalkan dengan Maura.
ku kasih bintang lima biar author nya tambah semangat lagi🤭💪