NovelToon NovelToon
Mereka Adalah Suamiku

Mereka Adalah Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Wisa

⚠️ ***+ | Kisah Cinta segitiga

Valencia kehormatannya direnggut, hatinya terbelah.
Valencia hancur saat kehormatannya direnggut oleh Ansel—pria yang hadir diantara cinta Valencia dan Zyro,. Namun Zyro, kekasihnya yang sangat mencintainya, tetap ingin menerima apa adanya dan ingin menikahinya.

Keduanya mengaku mencintainya, keduanya tak ada mau mengalah. Perkelahian sengit pun terjadi, hingga di batas keputusasaan, Valentina harus melukai dirinya sendiri hanya agar mereka mau berhenti...

Melihat wanita yang mereka cintai terbaring penuh darah, akhirnya kedua pria itu mengambil keputusan berat: mereka berdua akan menikahi Valen dan berjanji menjaganya bersama-sama.

Dua pria, satu wanita.

Akankah cinta bisa menyatukan mereka, atau malah membawa pada kehancuran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Wisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kapan Kita Menikah

Beberapa hari kemudian, dokter menyatakan kondisi Valencia sudah pulih sepenuhnya dan diperbolehkan untuk pulang. Siang itu, suasana di ruangan VVIP terasa sibuk namun bahagia. Barang-barang kecil sudah dikemas, dan Valencia sudah siap dengan pakaiannya.

Saat mereka hendak keluar, Ansel langsung membuka suara.

"Valen, ikutlah bersamaku. Pulanglah ke Mension ku. . Kau butuh istirahat yang benar-benar tenang dan terjaga," ucap Ansel tegas namun lembut.

Valencia perlahan menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum tipis menatap Ansel.

"Terima kasih, Ansel... . Aku ingin pulang ke apartemenku saja," jawabnya lembut namun mantap.

Wajah Ansel seketika berubah kecewa dan bingung.

"Aku tahu kau bermaksud baik, Ansel. Aku sangat berterima kasih atas perhatianmu," jawab Valencia tenang. "Tapi bagiku, apartemen itu adalah tempatku. Di sana aku merasa damai, merasa diriku sendiri. Aku sudah terbiasa tinggal di sana."

Zyro yang sedari tadi diam ikut angkat bicara.

"Ansel, biarkan dia memilih apa yang dia inginkan. Kalau dia merasa nyaman di apartemennya, biarkan dia pulang ke sana. Yang terpenting dia senang dan tenang," kata Zyro membela.

Ansel menatap Valencia lekat-lekat, melihat keteguhan di mata wanita itu. Akhirnya ia menghela napas panjang dan mengangguk pasrah.

"Baiklah... Kalau itu keinginanmu," ucap Ansel tegas.

Valencia tersenyum lega dan bahagia.

Mereka pun akhirnya berangkat menuju apartemen Valencia. Sesampainya di sana, meskipun tempatnya tidak seluas atau semewah kediaman Ansel, namun terasa hangat, akrab, dan penuh ketenangan. Valencia merasa sangat bahagia bisa kembali ke tempat yang dicintainya, ditemani oleh dua pria yang sangat menyayanginya.

Suasana di dalam apartemen terasa hangat dan tenang. Hari mulai beranjak malam, langit di luar sudah gelap, dan jam dinding menunjukkan waktu yang cukup larut. Valencia menoleh menatap kedua pria itu secara bergantian, lalu berkata dengan nada lembut namun tegas.

"Waktunya sudah larut, pulanglah kalian berdua. Aku sudah pulih dan bisa menjaga diri sendiri di sini," ujarnya.

Zyro langsung menggeleng tegas, wajahnya tak mau bernegosiasi.

"Tidak. Aku akan tetap di sini, tidak akan pergi ke mana-mana," jawabnya cepat.

"Akupun sama, aku juga akan tinggal di sini," sahut Ansel tak mau kalah, nada bicaranya juga tegas dan menegaskan pendiriannya.

Valencia mendengus pelan sambil menggelengkan kepalanya, lalu melengos duduk di sofa.

"Hah... terserah saja lah dengan kalian berdua. ," katanya pasrah.

Tak lama kemudian, Zyro membuka suara, menatap Valencia dengan tatapan penuh harap dan kesungguhan.

"Valen... kapan kita akan melangsungkan pernikahan?" tanyanya langsung pada intinya.

Valencia terdiam sejenak, lalu menjawab perlahan.

"Jujur... aku belum membicarakan hal ini dengan orang tuaku. Aku harus bicara dulu dengan mereka dan menjelaskan segalanya," jawabnya jujur.

Ansel tiba-tiba menyela, menatap Valencia dengan pandangan penuh harap.

"Bisakah lusa kau bersedia menemaniku bertemu dengan mamaku, Valen?," pinta Ansel.

Valencia menatap Ansel, lalu menarik napas panjang sebelum mengutarakan isi hatinya yang sudah ia pikirkan matang-matang.

"Ansel... ada satu hal yang ingin aku sampaikan padamu. Apakah kau mengijinkan jika aku menikah dengan Zyro terlebih dahulu?" tanyanya pelan namun jelas.

Ansel terdiam, matanya menatap tajam namun tetap tenang menunggu kelanjutan ucapan itu.

"Mungkin setelah sekitar 3 atau 4 bulan kemudian, baru kita bicarakan dan melangsungkan pernikahanku denganmu," tambah Valencia. Ia lalu menatap kedua pria itu bergantian dengan serius.

"Ansel ini bukan berarti Zyro yang menjadi yang pertama atau kau yang menjadi yang kedua di hatiku. Sama sekali bukan begitu maksudku. Aku melakukan ini semata-mata karena aku tidak ingin ada pandangan buruk, gunjingan, atau tuduhan miring dari orang-orang saat pernikahan kita berlangsung nanti. Aku ingin semuanya tertata rapi, terhormat, dan tidak ada satu pun pihak yang bisa mencela atau meremehkan hubungan kita," jelas Valencia tegas dan mantap.

Zyro dan Ansel saling berpandangan sejenak, lalu keduanya kembali menatap Valencia. Di dalam hati mereka, mereka paham betapa berat dan bijaksananya keputusan itu demi kebaikan bersama.

"Baiklah... Aku mengerti dan aku setuju," jawab Ansel perlahan namun yakin. "Asalkan kau tetap menjadi milikku selamanya, aku sanggup menunggu."

"Aku setuju dengan keputusanmu, Valen. Apa pun demi kebaikan kita bertiga." sambung Zyro cepat.

"Tidurlah, Valen. Ini sudah larut malam, tidak baik kalau kau masih terjaga begini, kasihan tubuhmu yang baru pulih," kata Ansel lembut sambil menatap jam dinding.

"Iya, benar kata Ansel. Ayo istirahatlah, Valen. " tambah Zyro menyusul.

"Baiklah kalau begitu," jawab Valencia lembut. Ia bangkit berdiri perlahan, lalu mendekat ke arah Zyro, mencium bibir dengan mesra. Lalu beralih ke arah Ansel dan melakukan hal yang sama.

"Aku masuk duluan ya. Kalian juga jangan begadang sampai pagi," pesannya, lalu berjalan masuk ke kamar dan menutup pintu pelan.

Kini tinggal mereka berdua di ruang tamu. Suasana hening sejenak, sampai Zyro membuka suara.

1
Ichka Francisca
ceritanya menarik
Pena Wisa: bantu dukungannya ya kak ini novel perdananku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!