NovelToon NovelToon
Kemelut Di Istana Juragan

Kemelut Di Istana Juragan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Harem / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Roh Supernatural / Thriller / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:555.8k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Wulan Candramaya, seorang gadis belia yang terpaksa turun gunung atas permintaan bapaknya untuk menikah dengan seorang penguasa dari istana Nagari. Juragan Nataprawira, laki-laki dewasa yang berwajah tampan, tapi terkenal dengan kekejamannya.

Laki-laki berusia tiga puluh lima tahun, memiliki tiga orang istri dan satu orang anak. Wulan adalah istri keempatnya, istri tebusan hutang bapaknya.

Wulan dibuang ke gunung Munding sejak kematian sang ibu oleh bapaknya sendiri. Gunung yang tak terjamah oleh manusia dan konon dihuni oleh para demit. Wulan setuju menikah hanya untuk mengungkapkan misteri kematian sang ibunda tercinta.

Bagaimana Wulan menghadapi intrik licik dari para istri juragan di istana itu? Misteri apa saja yang Wulan temukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Kamu harus menolong Bapak, Wulan. Beberapa tahun ini, Bapak selalu gagal panen. Juragan Nata sudah banyak membantu Bapak. Sekarang Bapak harus berterimakasih kepadanya, tapi dia tidak mau uang. Dia mau kamu, Wulan," ucap Asep, seorang laki-laki paruh baya yang tengah bingung atas permintaan sang juragan.

Wulan mengangkat wajah, tak ada senyuman, tak ada keterkejutan, riak wajahnya terlalu datar dan dingin. Ada pancaran kebencian di kedua maniknya yang berwarna coklat.

"Jadi, Bapak meminta Wulan turun gunung hanya untuk ini? Menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki tiga istri. Terkenal dingin dan kejam, memperlakukan istrinya dengan buruk. Kenapa Bapak tidak menyuruh Sari yang menikah? Bukankah dia anak Bapak juga?" protes Wulan tanpa mengubah ekspresi wajahnya yang datar.

Gadis berkulit kuning langsat yang tengah duduk di kursi kayu terperanjat mendengar ucapan Wulan. Dia Sari, adik tiri Wulan yang selalu dimanja oleh Asep.

"Tidak! Kenapa harus aku? Kamu anak pertama Bapak, sudah seharusnya berbakti sama Bapak!" hardik gadis itu dengan emosi yang meluap-luap.

Wulan tersenyum sinis, tanpa memandang wajah memuakkan di depan matanya itu. Bertahun-tahun lamanya, ia dibuang ke gunung Munding setelah kematian ibunya. Tak pernah dipedulikan, hidup atau mati. Sekarang, dia harus berbakti? Dunia ini sungguh sebuah lelucon.

"Berbakti? Kata-kata ini bukankah seharusnya diucapkan kepada kamu sendiri, Sari? Aku tidak perlu berbakti kepada siapapun karena sejak kecil aku tinggal sendiri di gunung tidak ada yang merawat. Sedangkan kamu ... bukankah ini waktunya kamu untuk berbakti?" Wulan melirik tajam pada adik tirinya itu.

Sari terhenyak, apalagi saat melihat kedua mata Wulan yang begitu tajam menghujam. Dia terlalu menakutkan, bukan?

"Bapak, kamu tidak pernah menganggap ku anak. Kamu membuang ku ke gunung dan membiarkan aku dimakan binatang buas. Sekarang, Bapak meminta bakti dariku? Apa itu pantas, Bapak?" Wulan mengalihkan pandangan pada laki-laki yang tengah gugup itu.

Terlalu malu pada apa yang telah dia lakukan di masa lalu. Keputusan membuang Wulan adalah atas perintah istri barunya yang tak ingin mengurus Wulan.

"Kamu tidak usah protes, Wulan. Ini keinginan juragan Nata sendiri yang mau menikahi kamu. Dia yang milih kamu," ucap Patma, ibu tiri Wulan yang tiba-tiba datang dan langsung duduk di dekat anaknya.

Wulan mendengus, bagaimana mungkin keinginan sang juragan? Sementara mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Semua penduduk desa Munding tahu hanya ada Sari di rumah itu.

"Iya, Wulan. Itu juragan Nata sendiri yang mau menikah sama kamu," tambah Asep membenarkan ucapan istrinya.

Sari tersenyum sinis, membayangkan hidup Wulan menderita di istana juragan dia merasa sangat puas.

"Ini sungguh tidak masuk akal. Bagaimana mungkin juragan Nata ingin menikahi aku, sementara dia tidak pernah mengenal aku? Kalian hanya mengada-ada agar aku mau menikah dengannya, bukan?" ujar Wulan menahan segala amarah yang menggumpal di dalam hati.

Patma mendengus, Asep menghela napas panjang.

"Dasar keras kepala! Kamu tidak punya pilihan dan tidak diizinkan protes, Wulan. Di sini kamu tidak punya hak bicara. Semua keputusan ada pada kami. Lusa kamu akan menikah dengan juragan Nata. Titik!" tegas Patma tak ingin dibantah.

Wulan mengepalkan tangan kuat-kuat, emosi bergejolak di dalam dada membuat sesak dan sakit. Mereka semua kejam, suatu hari nanti Wulan akan melampiaskan dendam yang ia simpan selama lebih dari sepuluh tahun itu kepada mereka.

"Baik. Aku akan menikah, tapi Bapak harus memenuhi syarat dariku," ujar Wulan mengangkat wajah menatap sang bapak.

"Baik. Apa syaratmu?" Asep menyanggupi permintaan anaknya.

"Aku ingin mengambil alih tanah warisan milik ibuku. Semuanya tidak boleh kurang!" ucap Wulan menyentak mereka bertiga.

Tanah warisan mendiang ibunya Wulan adalah setengah harta dari yang mereka miliki. Tanah yang selama ini mereka gunakan untuk berladang dan menghasilkan uang. Bagaimana mungkin mereka akan memberikannya begitu saja?

"Tidak mungkin! Kamu jangan berharap mengambil alih tanah itu!" tolak Patma berang.

Wulan tersenyum sinis, menatap ibu tiri dengan penuh kebencian.

"Jika begitu, kamu nikahkan saja anak kesayangan kamu itu. Jangan minta aku untuk menikah. Aku akan kembali ke gunung, hidup tenang sendirian." Wulan menyematkan senyum di bibir, terlihat lesung di pipi yang sama persis seperti ibunya.

"Tidak mungkin! Aku tidak mau menikah dengan juragan kejam itu! Siapa yang mau masuk ke sarang singa hanya untuk mati?" Sari meradang, menolak dengan keras.

"Ya sudah, kalian tebus saja hutang kalian sendiri. Aku dengar, semua harta, rumah, dan apa yang kalian punya belum cukup buat menebus kebebasan kalian," ujar Wulan kali ini dengan senyum lebar tersemat.

Mereka bungkam, yang dikatakan Wulan memanglah benar. Semua yang mereka miliki tidak akan cukup untuk menebus hutang. Wulan beranjak, hendak kembali ke gunung.

"Bagaimana ini? Dia akan pergi, tidak mungkin Sari yang menikah dengan juragan itu? Aku tidak rela!" bisik Patma dengan cemas.

Mereka menatap punggung Wulan yang semakin menjauh, mendekati pintu rumah. Benar-benar akan pergi.

"Tunggu, Wulan! Kita bisa bicarakan lagi, jangan pergi!" cegah Asep yang tak ingin kehilangan semuanya.

Wulan menghentikan langkah, berbalik menatap ketiganya.

"Jadi, kalian setuju memberikan tanah warisan ibuku?" katanya dengan senyum manis tersemat.

"Kami bisa memberikannya, tapi tidak bisa semua. Bagaimana jika kita bagi separuh-separuh?" ucap Asep lagi tawar menawar dengan sang anak.

"Tidak! Aku ingin semuanya!" tegas Wulan seraya kembali berbalik.

"Argh, baik, baik. Semuanya ... semuanya akan kami serahkan setelah kamu menikah dengan juragan," ucap Asep berjanji.

"Baik. Kamu harus berjanji!" Wulan mengeluarkan sebuah kertas kosong yang terbuat dari kulit hewan.

"Cap jari di sini, gunakan darahmu!" katanya menekan pada bagian bawah kertas itu.

Dengan terpaksa Asep menggigit ujung jarinya, membubuhkan cap di atas sana. Wulan terlihat puas, berbalik dan akan datang lagi lusa.

"Sialan!"

1
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Firma Firma
keren.ngt
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Fuziie_aN
gak nyangka ceritanya sebAgus ini .. rekomended banget
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
syh 03
aku ingat dulu iparku cowok di rasuki mahluk pliharaan buyutnya...setiap di rasukin badannya sakit2 gitu kya di gebukin ktnya..dan di suruh makan daun kelor jg😅
Aisy Hilyah: emang bener. kalo habis kerasukan itu pasti badan pada sakit semua.
total 1 replies
syh 03
bener2 cerita fantasinya mistis 🫡🫡
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
syh 03
tetap aja nyalahin wulan..pdhl mrk nya yg rakus dan serakah 😒😒
Aisy Hilyah: bener bener banget
total 1 replies
syh 03
waw...bnyk misteri di tempat juragan 🤔🤔
Aisy Hilyah: benar sekali
total 1 replies
syh 03
pntes juragan g duka istri yg lain..sejahat itu soalnya
Aisy Hilyah: iya bener banget
total 1 replies
syh 03
knpa rata2 novel ayah ibu dan saudara tiri selalu jahat
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Aulelie Aulelie
aku suku certany is the est👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾😘😘😘😘😘😘😘😘💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍😍😍
total 1 replies
Nao_Hangesti 🍀
ceritanya bagus ka author makasih ya, 👍🏻
apalagi kalo dibuat film, seperti film-film kolosal, ceritanya bagus-bagus semua ka.
semangat terus ka author 🙏🏻🙏🏻
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Nao_Hangesti 🍀
Novelnya bagus banget ka author saya suka sekali, apalagi MC cewenya pinter bgt dan kuat alur ceritanya juga bagus bgt tidak bertele-tele,
waktu bacanya saya sambil membayangkan film-film kolosal era kerajaan di Nusantara, tp saya membayangkan MC cewenya itu artis asal china zhao lusi, 😁😁
makasih ya ka author, semangat terus dalam berkarya.👍
Aisy Hilyah: terimakasih masukannya. nanti dipikirkan
total 3 replies
tuti raniati
luar biasa
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Maureen
goood,,klo dibikin film mantab ini..pemeran utamanya luna maya👍🏻👍🏻👍🏻👏🏻
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭 terimakasih banyak. Luna Maya ketuaan gak sih?
total 1 replies
Sapna Anah
alhamdulilah ikutan lega hati sya lanjut Thor Setu cetitanya💪💪
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Sapna Anah
nata bodoh jasa d suruh jga bapaknya Mala d abaikan
Aisy Hilyah: yah begitulah
total 1 replies
Sapna Anah
Sekar umur msh 10 tahun bicara seperti orang dewasa
Aisy Hilyah: dia mah agak Laen
total 1 replies
mimief
wah.... Alhamdulillah endingnya epic juga
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍
total 1 replies
mimief
oohh ..anaknya🥹🥹🥹
mimief
kaya Asep ya...
meluluhkan pake cinta yg semu
namanya wanita, selalu keras kepala kepada cinta yg salah🥹
Aisy Hilyah: betul sekali
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!