Nayla seorang gadis kota cantik dan periang telah jatuh cinta pada seorang lelaki desa yang tampan.
Namun cinta yang pertama kali di rasakan Nayla harus di lepaskannya karena status sosial diantara mereka.
"Aku akan selalu mencintaimu" lirih Nayla saat dia harus pergi meninggalkan Hamdi.
"Terima kasih atas cintamu, kamu akan selalu ada di hatiku" bisik Hamdi sebelum melepaskan pelukannya.
Kesetiaan cinta tak sanggup membuat cinta mereka bersatu. Cinta yang mereka pertahankan kandas di tengah jalan. Bagaimanakah perjalanan cinta yang mereka jalani. Yuk simak di novel perdanaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelosok Desa
Hari ini sangat cerah, namun tak secerah hati Nayla. Nayla berada dalam situasi yang gelisah, ragu dan penuh ketakutan. Gimana Nayla tidak takut, hari ini dia mendapatkan surat tugas di suatu negeri yang tak pernah dia tau, jauh dari keramaian dan di pelosok pedesaan. Memang sich resiko ini harus dihadapi Nayla saat dia memutuskan mengambil program SM3T di Universitasnya, Program ini merupakan program pemerintah untuk memberdayakan guru yang berpengalaman di daerah daerah pelosok negeri ini.
Setelah Nayla wisuda hampir semua teman-temannya berbondong-bondong memdaftarkan diri untuk masuk program SM3T ini. dan Nayla pun ikut mendaftarkan diri karena terbuai bujuk rayu teman-temannya.
Surat keputusan telah memutuskan Nayla akan mengabdi di sebuah daerah di penghujung propinsi Sumatera Utara. Nayla yang biasa tinggal di daerah ibu kota akan merasakan perbedaan yang signifikan nantinya.
"Kenapa Nay? kok kamu bengong gitu?" dari tadi Fitri memperhatikan wajah kusut sahabatnya yang duduk melamun di taman kampus. Nayla tak bergeming dia hanya menyodorkan surat tugas yang baru saja di terimanya dari panitia.
"what?? jadi kamu lulus terus ditugasin di Sumatera Utara gitu??" Fitri berteriak kaget, antara senang dan sedih. Senang karena sahabatnya lulus dalam berbagai tes yang sudah di lewatinya, sedih karena dia akan berpisah jauh dengan sahabatnya ini.
Nayla masih dalam diamnya. dia memandang wajah senang bercampur sedih sahabatnya.
"apa aku bisa menjalaninya?" Nayla ragu dengan hal yang akan dia jalani.
"kamu pasti bisa Nay...ini kan yang di ingin oleh para peserta SM3T" Fitri memberi dukungan. Fitri memang tidak ikut program ini karena dia bukan mengambil profesi guru di perkuliahannya.
" lokasinya itu lho fit, benar2 pelosok"
"kan memang itu yang menjadi program ini, untuk mengembangkan pendidikan didaerah2 terpencil di seluruh nusantara"
"lagian kenapa aku kemarin ikut ikutan daftar sich?" Nayla mulai menyesali pilihannya yang tergiur oleh ajakan teman-temannya
"Hush.....kamu gak boleh gitu Nay...paling tidak kamu syukuri apa yang ada di hadapanmu Nay..bukan menyesalinya" Fitri memang sahabat terdekat Nayla dan dia bukan hanya Sahabat untuk bersenang-senang. Fitri selalu ada disaat Nayla Sedih dan begitu juga sebaliknya.
Fitri dan Nayla adalah sahabat dari kecil. mereka memilih sekolah yang sama disetiap tingkatan, hanya di perkuliahan ini mereka memilih bidang yang berbeda. karena Nayla lebih cenderung untuk menjadi guru sedangkan Fitri lebih suka ilmu kedokteran.
Walaupun mereka berbeda bidang disaat waktu mereka luang, mereka akan berjumpa dan saling meluapkan isi hatinya.
***
"jadi kapan kamu berangkat" tanya Fitri di sela sela makan siang mereka.
"menurut informasinya minggu depan Fit" Nayla masih asik dengan santapan yang ada di depannya.
"Baiklah aku akan bantuin kamu mempersiapkan segalanya. Kebetulan dua minggu ini aku free. aku kan bisa habiskan waktuku bersamamu"
"Thanks y fit...aku pasti akan merindukanmu"
Nayla mulai berat untuk meninggalkan sahabat dan keluarganya.
***
"Nay....besok naik pesawat jam berapa?" tiba-tiba ibu nayla masuk kamar nayla menghampiri Nayla yang sedang sibuk membereskan barang-barang yang akan dibawanya besok.
"jam 10 buk tapi panitia meminta kami hadir 30 menit sebelum keberangkatan"
"baiklah besok ibuk dan bapak akan ngantarkanmu ke bandara. Bapak sudah membatalkan semua urusannya demi kamu.
"iya buk...."
Ibu memandang wajah putrinya yang mulai beranjak dewasa. Kini dia menyadari bahwa Nayla sudah dewasa. dalam haru diapun memeluk putrinya.
Nayla menghambur jatuh ke pelukan ibunya dan menangis.
salam dari ke dinginan
done like komen fav dan rate 5 ya
Saling dukung ya..🙏😍
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER