Aran Abisaka adalah pendekar dari tanah Nusantara. Dari bayi hingga dewasa ia dibesarkan oleh seorang pria tua yang kemudian ia sebut sebagai Master/Guru.
Selain mencari jati dirinya dan menjalankan tugas dari Masternya, ia juga memiliki cita-cita untuk mengelilingi dunia ini dan bisa memiliki banyak teman serta kerabat.
Cerita ini mengisahkan Perjalanannya di Nusantara yang berlanjut menyusuri lautan samudera hingga Kerajaan Malaya dan dataran tengah yang begitu luas.
Aran adalah pendekar yang sangat menjunjung tinggi nilai persahabatan dan kekerabatan.
"Siapapun didunia ini, tidak ada yang boleh menyakiti sahabat dan kerabatku. Selama mereka semua berada di jalan yang benar"
Mohon bijak dalam membaca cerita ini.
Minimal umur pembaca 18thn.
*Ini hanyalah cerita fiksi, tidak ada hubungannya dengan nama tempat dan para pemerannya*
Instagram : @yukishinamt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuki shina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanah Jawa
Zaman dahulu kala, Bumi Nusantara terbagi dalam banyak kerajaan. Silat menjadi salah satu beladiri yang wajib dimiliki para pemuda di masa itu. Begitu banyak perguruan perguruan di zaman ini. Ada yang menganut aliran hitam dan ada yang menganut aliran putih.
Alkisah di Tanah Jawa.
Di sebuah jalanan yang sepi karena memang akses jalan ini sangat jarang di lewati orang walaupun sebenarnya akses ini adalah jalan tercepat menuju kota. Tapi tetap saja banyak orang lebih memilih memutar lebih jauh karena mereka semua tau dijalur ini banyak begal dan perampok jalanan, yang tidak segan segan melukai korbannya bahkan membunuhnya.
"Lir ilir, lir ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon - cah angon penekno blimbing kuwi"
Ketika sedang asik bernyanyi dia dikagetkan dengan kemunculan 5 orang yang datang dari atas pohon dan langsung berdiri di hadapannya.
"Berhenti!!, hentikan nyanyian sumbangmu dan serahkan barang berharga yang kamu punya kalau kamu masih ingin melihat matahari terbenam" Teriak salah satu perampok jalanan tersebut.
"Hehehe, sekarang kan masih siang. Matahari terbenamnya masih lama jadi bisa kalian tungu aku disini sampai matahari terbenam kan. Atau mungkin kalian ingin melihat matahari terbenam bersamaku biar lebih romantis" Sambil menggaruk garuk kepalanya dia berkata dengan santainya.
"Bosen hidup kau, cari mati. Serang!!" Teriaknya kepada kelompoknya. Mereka semua menyerang bersamaan.
Serangan mereka dapat dengan mudah dihalaunya. Dia hanya menggoyang goyangkan tubuhnya seperti sedang menari membuat para perampok itu kesal.
Dengan gerakan kilat pemuda tersebut memberikan pukulan kepada 5 perampok tersebut membuat mereka terpental beberapa meter.
"Sialan, apa yang dia lakukan tadi" Ucap perampok tersebut.
Pemuda tersebut hanya tertawa melihat mereka jatuh.
Ketika akan meninggalkan mereka, dari atas kepalanya muncul bola api merah ke arahnya, dengan sigap dia menghindarinya.
"Hohoho, tidak semudah itu Bambang" Ucapnya sambil mundur beberapa langkah.
Pria yang mengeluarkan bola api tersebut langsung berdiri dihadapannya.
"Sontoloyo, namaku bukan Bambang. Kenalin, namaku Ki Braja Hitam dan aku adalah ketua dari mereka yang kau lukai itu" Sambil menunjuk kearah anak buahnya yang masih terkapar diatas tanah.
"Ooohh, pantes sama jeleknya" Ucapnya yang membuat musuhnya murka.
"Kurang ajar, mati kau"
Mereka berdua langsung bertarung dengan sangat hebat. Setelah bertukar beberapa jurus akhirnya mereka memutuskan menjaga jarak sementara.
"Hebat juga kau anak muda, siapa namamu" Ucap ketua perampok tersebut.
"Namaku adalah Malaikat Maut"
Mendengar jawaban pemuda tersebut membuat dia tambah marah.
"Wedus Gombel, kuakhiri hidupmu sekarang"
Lalu dia membuat gerakan tangan.
"Ajian Tapak Naga Geni!" Api merah menyala terbang dengan cepat ke arah pemuda tersebut.
"Ini ilmu yang berbahaya" Batinnya.
Dia langsung mengeluarkan ajian nya.
"Ajian Lembu Sekilan!" Dia langsung dapat menghindarinya dan tubuhnya mulai terlihat berbayang di hadapan musuhnya.
"Kampret, dia punya Ajian sakti itu. Siapa sebenarnya pemuda ini" Ucap ketua perampok tersebut.
Pemuda tersebut langsung mendekati ketua perampok dan berkata padanya "Apa sekarang kau takut padaku, sampai ingin lari kepelukan ibumu"
"Sontoloyo, mati kauuu!!"
Ketua perampok begitu murka, ia langsung menyerang dengan kekuatan penuhnya.
Mereka berdua langsung bertarung kembali. Puluhan jurus kembali mereka keluarkan. Sampai akhirnya ketua perampok tersebut kehabisan tenaga karena tidak bisa mengimbangi kekuatan pemuda tersebut yang dilihatnya hanya seperti bermain main terhadapnya.
~Note~
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Follow Author
* Terakhir\, mohon bantu share.
Terima kasih ^^
Instagram :
@yukishinamt
sukses slalu