NovelToon NovelToon
Kecanduan Sama Istri Kakakku

Kecanduan Sama Istri Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Duniahiburan / Cintapertama / Berondong
Popularitas:111.6k
Nilai: 5
Nama Author: Qori Maret

Aku Reza, lelaki dewasa yang belum mau menikah karena terlanjur jatuh hati sama kakak iparku.

Sifatku tegas, ramah dan penyayang. Selain itu ketampanan aku yang membuat iparku tidak bisa menghindar setiap kali aku mendekati dia.
Akankah kakakku tahu akan hubungan terlarangku dan istrinya?

Hingga suatu saat, kakakku ketahuan memiliki wanita lain, dan hal itu membuat istrinya kecewa berat, tapi bagiku ini adalah awal yang baik buat aku dan iparku.

Nisa memiliki postur tubuh yang Semampai, ditambah rambut panjang dan senyumannya yang manis, membuat aku semakin yakin suatu saat bisa menggantikan posisi kakakku di hatinya. Akankah semua impianku tercapai?

Mari ikuti konflik percintaan yang menegangkan tapi indah ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qori Maret, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Tara...

Aku Lingkarkan tanganku pada pinggang mungil Nisa sambil menarik kepalanya bersandar ke leherku, sambil memamerkan sepotong martabak ke wajah Nisa.

Wanita ini tertawa renyah dengan sikapku yang menurutnya aneh tapi menggemaskan.

"Jangan gitu, dong Reza! Ntar ada yang lihat."

"Cuma kita berdua Sekarang di rumah. Mami baru saja pergi ke rumah tetangga."

Jelas aku sambil menarik Nisa lebih dekat lagi ke badanku.

Beginilah rutinitas ku di saat pulang kerja, apalagi rumah dalam keadaaan kosong.

Suami Nisa, Kak Risal adalah seorang Dosen yang setiap sore sampai malam berada di kampus.

Risal dan Nisa menikah sudah menjelang tiga tahun, dan bayi mereka baru berumur satu tahun.

Papi aku meninggal setahun setelah pernikahan Kak Risal, dan mami kini resmi menjanda. Itu sebabnya Mami tak mau aku dan Risal tinggal terpisah rumah, walaupun sudah menikah, agar mami tak kesepian.

Sedangkan aku, membantu Mami mengurus toko buku peninggalan Papi. Toko buku yang begitu besar dan ramai, terletak tak jauh dari rumahku. Hanya berjarak satu kilo meter, dan ada lima orang karyawan yang membantuku di toko buku. Inilah sebabnya aku bisa bebas bolak balik ke rumah setiap jam hanya untuk memantau si Nisa.

"Kamu sedang apa sama kakakmu, Ris?"

Tanya Mami yang baru saja masuk dan melihat aku mengambil air minum dan memberikan pada Nisa.

"Ini, Mami, Nisa tidak enak badan, tadi pas saya lewat ke dapur, dia hampir terjatuh disamping meja."

Jelas aku seadanya, walaupun tidak sesuai fakta, yang penting mami tidak curiga.

Aku lalu berlari ke kamar.dan berusaha menenangkan jantungku yang rasanya mau copot. Ada- ada saja si mami. Pulang di waktu yang tidak tepat, padahal rinduku sama Nisa belum kulampiaskan. Kalau aku boleh minta, lebih baik mami nginap saja di rumah tetangga, kan tak masalah. Iya, kan, pembaca?

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, sebentar lagi kak Risal pasti pulang.

Auto tersiksa lagi ini sampai pagi.

Malam kulalui dengan segala keanehan aku yang bisa dibilang gila.

Senyum sendirian, bicara pun sendirian, dan akhirnya tertidur dengan sendirinya.

***

"Selamat pagi, Reza. Ayo bangun. Kita harus joging bareng."

Teriak Risal dari luar.

Ini hari jumat, dan keistimewaan di komplek aku ini adalah joging bareng dengan para tetangga, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Aku bangun lalu mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi, sedangkan Risal sudah lebih dulu keluar.

"Nisa, kamu masih tidur?"

Aku berdiri di depan kamar kakak dengan perasaan was was, khawatir kalau tiba-tiba mami keluar.

"Aku disini."

Ucap Nisa sambil membuka pintu kamarnya.

Tanpa bicara, aku segera menarik badannya dan meninggalkan kecupan mesra di keningnya, lalu berlari kembali ke kamar.

Tingkahku yang spontan sepertinya membuat wanita itu luluh kalau sudah berhadapan dengan aku.

Darah ini memompa begitu cepat, padahal baru saja aku mau joging.

"Lama sekali kamu ini!"

Omel kak Risal sambil menggandeng tanganku, seakan akan aku ini masih kecil.

Sekitar setengah jam kami berlari mengitari komplek, sampai akhirnya memutuskan untuk pulang.

"Om, om."

Ponakan cowokku satu-satunya berlari sambil menyodorkan popok ke aku.

Segera aku ambil popok bayi itu dan memakaikan padanya.

Risal hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya yang begitu akrab dengan aku.

"Hari minggu aku mau ngantar mami ke luar kota. Kalau kak Risal sama Nisa mau bareng juga tidak papa.. sekalian kita jalan-jalan, mau?"

Aku menawarkan pada Risal yang hanya ditanggapi dengan anggukan.

Kebetulan mami mau mengunjungi kerabatnya, artinya ini kesempatan emas buat aku untuk jalan-jalan dengan Nisa. Syukur-syukur kalau Risal tidak ikut.

Waktu yang ditunggu tunggu sudah tiba.

Risal sibuk memasukkan beberapa karton berisi kue kering ke dalam mobil kecil peninggalan Papi, sedangkan aku membantu mama membereskan piring bekas makan kami barusan.

Si pujaan hati alias Nisa tampak sibuk memasukkan beberapa potong baju ganti anaknya ke dalam tas.

"Kamu yang mencuci piring?"

Nisa sepertinya kaget melihat aku mencuci piring bekas makan.

"Tidak papa, Kakak ipar. Urus aja si kecil. Soal rumah, gampang." Ucapku sambil menyipitkan mata.

Bisa aku lihat ternyata si Nisa senyum-senyum sambil membalikkan badannya. Ketahuan, kan? Pasti dia baper sama ketampanan aku.

1
koen
ngasal aja ceritanya
Surati
bagus
Ulufi Dewi
maaf Thor cerita berbelit-belit
🅱︎𝐨𝐛
lanjut Thor
🅱︎𝐨𝐛
lanjut thor
🅱︎𝐨𝐛
Wow
🅱︎𝐨𝐛
wah
Nurul Adawiyah
wah ulat bulu
Aditya HP/bunda lia
dateng lagi ulat bulu
Nurul Adawiyah
nyaris
Qori Maret: Hehehe😃
total 1 replies
Aditya HP/bunda lia
untung saja
Aditya HP/bunda lia
heh .. Bobi jangan macem2 yah kan kamu udah punya pacar yang kerja di cafe itu
Nurul Adawiyah
Auto dijauhi sama Bobi tuh
Nurul Adawiyah
Ayi nggak selevel sama Bobi
Aditya HP/bunda lia
Nah ... ulah si ayi ternyata gimana tuh si Bobi pas nanti tau kelakuan si ayi ...
Aditya HP/bunda lia
si bobi kesambet apa sampe tergoda cewe modelan si ayi
Aditya HP/bunda lia
si Reza emang sangat keterlaluan amat sangat nisa juga gak mau kan anaknya hilang dan itu juga bukan sepenuhnya kesalahan Nisa tapi dia dengan emosi mengusir nisa dan melarang bisa kembali sama anaknya egois banget jadi laki pantas Nisa perlakukan si Reza begitu kurang malah Thor bikin lebih menderita lagi si Reza tuman gemes aku
Nurul Adawiyah
Namanya juga cowok.😂
Nurul Adawiyah
Lanjut, Thor.
Nurul Adawiyah
Semakin tua ya Nisa ku.😄😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!