Delima Anastasia : Hidup dengan sederhana, dipertemukan dengan CEO di temat ia bekerja. Semenjak bertemu dengan CEO itu, ia sudah mempunyai perasaan kepada bos muda di kantornya, dengan hobinya menulis maka ia salurkan menjadi sebuah cerita didalam novelnya.
Sampai suatu hari ia merasa bahwa CEOnya itu mengawasinya dari jauh dan mulai bersikap tidak wajar, membuat Delima merasa selalu di awasi.
"Aku tidak tau takdir membawaku kemana, yang jelas jangan buat aku menderita Tuhan."
Derel Sean Miller :
"Setelah kau jadikan aku fantasimu membuat sebuah cerita, apakah aku akan membiarkanmu pergi dengan mudahnya?"
Tidak akan Delima, kau akan tetap di sini, di tempat yang seharusnya yaitu di sisi ku, kau adalah milikku dan siapapun tak akan ku biarkan milikku di ganggu ataupun disentuh orang.
Kau akan menjadi milikku, karna dari awal kau memanglah tercipta untukku. Apapun caranya itu pasti akan aku buktikan tidak akan lama lagi Del.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KarismaAd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 01
Tringg..... tringgg.... bunyi jam weker sontak membangunkan seorang gadis yang tidur dengan lelab dan damainya langsung terduduk, seketika kepalanya menjadi pusing.
Kalian tau kan siapa dia, youps ia Delima Anastasia gadis dari keluarga yang sangat sederhana, delima adalah panggilan orang - orang untuknya, tapi orang terdekatnya memanggilnya dengan sebutan adel. Usianya sekarang hampir memasuki 21 tahun.
Ia pintar, ceria, polos, pekerja keras, ramah, santun dan cantik plus manis hehe...
"Uuhhh yaampun jam berapa ini," delima meraih jam yang sedari tadi berbunyi, yang hampir membuat telinganya budek.
"Astanga badan gue pengal - pengal semuanya langi." Sambil meregangkan badannya, dengan keadaan belum sepenuhnya sadar, dan melihat ke jam yang ia pegang.
"Ya ampun gue telat!" teriak delima.
Dengan langkah terburu - buru, delima melakukan ritual di kamar mandinya dengan kilat. Kalau tidak dipastin ia akan sangat telat, dan itu akan sangat merugikannya.
Setelah ritual di kamar mandinya selesai, ia langsung mengenakan pakaian kerja, memoles sedikit riasan tipis di wajah dan sedikit lipstik dengan warna sama dengan bibirnya tak lupa membawa tasnya dan menuju ke halte.
"Akhirnya gue sampe junga di kantor," delima mengambil kursi dan langsung duduk.
"Untung tidak ketahuan sama menejer direksi selamat.. selamat... huuff " Gumam delima sambil menghela nafas agak panjang.
Ini pasti karna gue buat novel semalaman, sampai lupa waktu langi, dan lebih ajaibnya lagi ide - ide menarik muncul aja di otak gue seperti air mengalir.
Sampai gue tak sadar udah jam 2.30 aja. "Ucap delima dalam hati."
Selain delima bekerja di kantor, delima junga buat novel. Karna gaji yang ia terima tiap bulannya gak terlalu cukup untuk kebutuhannya.
Apalangi ia junga mengirim kepada orang tuanya di kampung, ya walau pun mereka tidak meminta tapi delima tau bahwa mereka sedang membutuhkannya.
Walaupun ia bekerja di perusahaan yang besar yaitu perusahaan DM Personal Group, yang menguasai pasar Asia dan di sengani oleh dunia.
Tapi ia hanyalah staf karyawan biasa.Ia sudah bertekat untuk mendapatkan penghargaan karyawan teladan di dereksinya.
Keuntunganya yaitu, menjadi karyawan tetap, pendapatan bertambah dan paling penting di rekomendasikan untuk naik jabatan.
"Mudah - mudahan tercapai, " gumam delima. Karna ia hanya lulusan sekolah menengah tingkat akhir.
Ia termasuk sangat beruntung untuk bekerja di perusahaan DM Personal Group, karna sangat ketatnya persaingan untuk masuk ke perusahaan ini.
Untungnya sekarang dengan menulis novel, delima sangat bersyukur bisa mendapatkan tambahan uang jajan dengan cerita yang ia buat.
Tak disangka banyak sekali minat orang membaca ceritanya. Dari para kaum hawa maupun kaum adam, Yang mengidolakan Alvaro, yang awalnya orangnya dingin, pendiam dan tak gampang tersentuh oleh wanita manapun.
Setelah bertemu stela, alvaro menjadi sangat bucin. Alfaro telah menemukan sosok pujaan hatinya yang selama ini ia cari. seseorang yang melengkapi hidupnya, mengisi kekosongan hatinya yang selama ini ia rasakan.
Para kaum hawa merasa iri terhadap stela karena mendapatkan pengusaha muda yang berkarisma, kaya dan tampan bagaikan dewa - dewi yunani.
Stela berasal dari keluarga kurang mampu, mendapatka cinta dari seorang Alfaro Bramkas yang sangat kaya.
Sungguh sangat beruntug hidupnya, ada seseorang yang perhatian dan melindunginya.
Delima menghirup nafas dengan cepat dan menghempaskannya sedikit kasar.
"Andai aja gue yang ada di dalam cerita itu pasti hidup gue bahagia banget..." Gumam yang keluar dari mulut delima, walau kurang jelas terdengar. Delima asik dengan fikirannya sendiri.
"Doorrr...." spontan delima langsung berdiri sambil mengusap dadanya.
Di barengin dengan mengucap "Astagfirullahalazim!!"
"Dea lo apa -apaan sih!! gangetin mulu kerjaannya" sungut delima.
Lo sih udah dari tadi gue panggil gak yahut, ya udah gue inisiatif kangetin aja sekalian.
"Lagian lo kan gak ada riwanyat sakit jantung, jadi aman dong."sambil menaik turunkan alisnya dan tersenyum tanpa dosa kepada delima.
"Kalau lo sering - sering gangetin gue lama - lama sakit jantung beneran gue gara - gara lo..!!" marah delima ke dea.