Perpisahan selalu mengajarkan kita untuk menghargai, bahwa setiap saat bersama orang yang kita cintai adalah anugrah yang tidak boleh di sia-siakan.
Sama seperti gadis cantik yang sederhana bernama Lidya Anggraeni, gadis mandiri yang harus hidup sebatang kara setelah kepergian kedua orang tuanya. Sampai pada suatu keadaan mempertemukan dia dan seorang pengusaha muda Anggara Pradipta.
Perlahan-lahan kehidupan keduanya mulai berubah, mulai di warnai oleh cinta. Ketika masa lalu dari orang tua mereka terungkap, membuat keduanya berada dalam di lema. Ditambah dengan munculnya orang dari masa lalu Angga, kekuatan cinta mereka mulai di uji. Semuanya tahu bahwa Angga begitu mencintai orang dari masa lalu, Bahkan setelah 2 tahun perpisahan sangat sulit untuk melupakan nya.
Cinta memang memberikan kenangan indah, tapi cinta juga memberikan luka yang bisa menjadi kenangan. Di sinilah kepercayaan dan kekuatan cinta itu di uji, memilih kembali pada orang di masa lalu, ataukah memuali dengan orang baru dan mulai membuka lembaran baru pula.
Sedalam apa kekuatan cinta Lidya dan Angga? Sekuat apa mereka bisa bertahan?
Akankah Angga memilih Lidya ataukah kembali kepada dia, wanita di masa lalunya?
Penasaran kisah mereka seperti apa?
Yuk! ikuti kisah Angga dan Lidya, perjuangan Lidya untuk cintanya.
Let's go!! Mulai baca Guys!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirna azahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 1
Sesak dada ku begitu sesak, kaki ku seakan tak mampu lagi menopang tubuh ku kaki ku lemas,
aku tak berdaya lagi melihat tubuh seseorang yang teramat aku sayangi terbujur kaku di
hadapanku.
~Lidya Anggraeni~
***
Seorang gadis cantik sedang terisak tersedu-sedu, sungguh dia sangat lemah dan tak berdaya memukul dada nya yang terasa sesak berharap bisa meringankan rasa sesak nya, kaki nya tak mampu lagi untuk menopang tubuhku. Sudah banyak para pelayat berdatangan dari tetangga dekat rumahnya, kerabat dan juga masih banyak para sahabat sang ibunda nya yang berdatangan.
"Kamu yang sabar ya."
"Kamu yang ikhlas, bunda mu sudah tenang di sana."
"Bunda mu orang baik lid, ikhlaskan dia dan do'akan yang terbaik untuk nya."
Begitu sekiranya yang para pelayat katakan, masih banyak kata-kata dan ucapan bela sungkawa dari para pelayat. Sungguh ia tak mampu berkata-kata lagi, lidah nya kelu ia hanya mampu terisak tanpa bicara satu patah kata pun. Begitu dalam nya duka yang sedang ia alami.
"Nak Lidya!" panggil seorang wanita parau baya.
Tak ada jawaban dari Lidya, dia seakan tak mendengar bahwa nama nya di panggil.
"Nak!" panggil nya lagi.
Namun, masih sama Lidya tak bergeming dia hanya diam bahkan dia tak melihat kearah wanita
paru baya yang sedang memanggil nya.
"Nak Lidya!!" panggil nya lagi sambil menepuk pundak Lidya.
Lidya akhirnya menoleh kearah wanita paru baya yang sedari tadi memanggil nya, namun ia hanya menatap kerah nya tanpa mengeluarkan suara lidah nya masih begitu kelu.
"Ayo nak, acara pemakaman bunda mu akan segera di lakukan."Katanya.
"Ikhlaskan nak, bunda mu pasti sudah tenang di sana kamu disini ber do'a saja untuk nya semoga bunda mu di tempatkan di sisi-Nya." Katanya kemudian sambil mengelus rambut panjang Lidya.
"Mari bangun nak, kita antar bunda mu ketempat peristirahatan terakhirnya." Wanita paruh baya
itu membantu Lidya bangkit memapah Lidya untuk mengikuti orang yang membawa jenazah
tersebut
***
Di tempat pemakaman umum, seorang gadis tengah bersimpuh di makam bunda nya,sedari tadi ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan kini ia tumpah kan segala nya di makam sang bunda. Usai acara pemakaman bunda nya selesai semua orang kembali pulang dan kini hanya ada dia gadis cantik yang mata nya sudah memerah dan sembab sebab menangis sedari tadi.
"Bunda." Lirih nya.
"Bun ikss... hiksss..."
"Maafin Lidya bun hikss..." Katanya lirih.
"Maafin Lidya yang belum bisa membahagiakan bunda hikss... bunda yang tenang ya di sana, Lidya disini akan terus mendoakan bunda." Katanya lirih sambil bersimpuh di makam sang bunda.
Lidya masih bersimpuh dimakan bunda nya ia seakan enggan untuk beranjak dari sana, mengadah kan pandangan nya keatas dilihat nya langit yang mulai mendung menandakan akan segera turun hujan seakan ikut merasakan duka yang sedang dialami oleh nya, tidak berniat sedikit pun untuk nya meneduh, karena ia rasa mungkin hujan akan sedikit melunturkan dukanya, seiring dengan tetesan air yang membasahi tubuhnya. Kini basah sudah seluruh tubuh nya tapi ia masih tetap di sana bersimpuh di makam dengan keadaan badan yang basah kuyup.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Haii....haii.... Selamat datang semua nya, selamat datang di novel athor remahan ini semoga kakak semua suka ya maaf kalo cerita nya mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi kalian dan maaf juga banyak typo nya.
Terimakasih yang udah mampir jangan lupa tinggalkan jejak nya jangan jadi pembaca gelap terus wkk😁😆
Like...
Coment.....
Hadiah dan vote nya....😍🥰
follow juga Ig athor:@mirnaazahra14
Happy reading sayang nya akuhhh😍🥰🥰
Jika berkenan mampir di judul
"Cinta Devan Untuk Naya" semangat aku datang bawa like, rate dan bunga
mampir juga yok ke Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊