Aku mengambil daging, hanya ada itu didalam freezer. Lalu mengambil kentang dan wortel.
Aku akan membuat steak, sedangkan kentang dan wortelnya akan aku iris panjang dan direbus dengan campuran sedikit garam, sebagai pelengkap steak.
Aku membuka setiap rak, mencari bahan lain yang mungkin bisa aku masak lagi. Senyum lebar terbit dibibirku, aku mengambil spageti dan saus bolognese.
Aku mulai memasak semua bahan itu untuk dijadikan menu makan malam kami. Om Kenzo hanya diam dan memperhatikanku dari tempat duduknya didepan meja makan.
Aku menghidangkan spageti yang sudah matang setelah diproses selama 20 menit. Ku lihat dahi om Kenzo mengkerut, melihat dua piring spageti didepannya.
"Steaknya masih di panggang om, 10 menit lagi mateng. Kita makan ini dulu ya om,,," Aku meletakan sendok dan garpu di piring om Kenzo. Lalu menuangkan air putih untuknya.
Porsi spagetinya sengaja aku buat sedikit, agar perut kami bisa menampung steak.
"Kamu yakin ini bisa dimakan.?" Om Kenzo terlihat ragu.
"Ya ampun om, ini tuh bahan jadi tinggal di masak doang. Masa iya nggak bisa dimakan." Tidak ku pedulikan lagi om Kenzo, aku langsung menyantap spageti milikku karna perutku sudah keroncongan.
"Kenapa kamu sampai masak segala.? Ini nggak ada dalam perjanjian."
Aku berhenti mengunyah dan menatap om Kenzo.
"Karna aku sugar baby yang baik, jadi aku ingin melayani om Ken." Jawabku asal.
"Ya baiklah. Tapi kamu harus ingat, hubungan kita hanya sebatas perjanjian di atas kertas. Jangan sampai menggunakan perasaan dalam hal ini." Aku membisu, ucapannya menancap dihatiku. Ku lihat om Kenzo yang mulai menyantap spageti buatanku.
"Spagetinya enak,,," Pujinya.
Aku masih mematung dalam posisiku. Om Kenzo memperingatkanku untuk tidak menggunakan perasaan dalam kerjasama ini. Lalu bagaimana kalau aku tidak mampu mengontrol perasaanku,,,? Bagaimana jika nantinya aku memiliki perasaan pada om Kenzo.? Tidak.! Itu tidak boleh terjadi.
Aku dan om Kenzo sudah selesai makan. Dia juga menghabiskan steak buatanku. Lagi - lagi aku mendapat pujian darinya. Aku senang karna om Kenzo menyukai masakanku. Aku langsung membereskan piring dan mencucinya, om Kenzo sudah beranjak dari meja makan karna mendapat telfon entah dari siapa. Namun aku menebak jika istrinya yang sedang menelfon om Kenzo.
Aku memilih duduk di depan tv, entah dimana om Kenzo saat ini. Sejak keluar dari dapur, aku tidak melihat keberadaannya. Di ruang tamu pun tidak ada. Aku menyalakan tv, menonton kartun dari youtube. Om Kenzo memang benar, aku masih kecil. Aku bahkan lebih suka menonton kartun daripada menonton film atau drama korea yang populer dikalangan remaja.
Aku terbahak - bahak melihat kelucuan dari kartun yang sedang aku tonton. Aku lupa jika saat ini sedang berada di apartemen orang lain. Hingga membuat sang pemilik tiba - tiba datang, dia sudah berdiri didepanku dengan mata tajamnya yang membulat sempurna. Badannya menghalangi layar tv yang sedang aku tonton. Tawaku seketika hilang. Aku sadar sudah melakukan kesalahan. Mungkin saja tawaku yang renyah terdengar hingga ke sambungan telfon om Kenzo.
"Apa kamu lupa sedang berada dimana.? Kamu hampir saja membuatku kena masalah,,"
Suara om Kenzo terdengar kecewa padaku.
Jadi benar yang menelfon om Kenzo adalah istrinya.? Dia sampai terlihat panik karna hampir ketahuan sedang bersama wanita lain. Ya ampun,, baru beberapa jam aku menjadi sugar babynya, tapi sudah membuat om Kenzo kecewa padaku.
"Maaf om. Jangan marah ya om,,," Dengan wajah tanpa dosa, aku memamerkan senyum manis padanya. Om Kenzo berdecak pelan sembari menggelengkan kepalanya.
"Udah malem, sebaiknya kamu pulang. Aku akan mengantarmu,,,"
Belum sempat aku menjawab, om Kenzo sudah pergi dan masuk kesalah satu ruangan. Dia kembali sambil mengenakan jaketnya.
"Aku nggak mau pulang sekarang om. Besok aja ya om, lagipula besok hari minggu, sekolah libur,," Ujarku dengan entengnya. Aku terang - terangan meminta bermalam di apartemen om Kenzo. Tidak ada sedikitpun rasa takut atau khawatir dalam benakku. Lagipula apa yang harus aku takutkan dan khawatirkan.? Aku sudah memilih jalanku untuk menjadi sugar baby. Jika harus menyerahkan mahkotaku saat ini, siap ataupun tidak siap aku akan tetap melakukannya.
"Jangan macam - macam Je.! Nggak ada acara nginap menginap. Ayo pulang,,," Om Kenzo sudah menghampiriku dan menarik tanganku untuk beranjak dari sofa.
"Om,,, jeje nggak mau pulang,,, pokoknya mau tidur disini." Aku menepis tangan om Kenzo, lalu berlari masuk kedalam kamarnya.
"Jeje.!! Jangan ngajak main petak umpet. Cepat kesini atau aku akan batalkan perjanjian kita,,,"
Mataku membulat sempurna mendengar teriakan om Kenzo yang sedang mengancamku. Dengan kesal, aku keluar dari kamar dan mengambil tas ku yang ada di atas meja. Aku menunduk sambil melangkah untuk keluar dari apartemen om Kenzo.
Sejak tadi aku sudah berharap akan terjadi lagi adegan mesra antara aku dan om Kenzo. Tapi yang terjadi, dia malah menyuruhku untuk pulang. Sebenarnya apa yang dicari oleh om Kenzo.? Bukankah dia mencari sugar baby untuk di ajak bersenang - senang dan mencari kepuasan.? Kenapa aku malah di abaikan seperti ini. Apa om Kenzo tidak berselera melihat anak kecil sepertiku.? Apa ada yang salah dengan tubuhku.? Sepertinya tidak ada. Semua teman - teman di sekolahku mengatakan jika aku memiliki tubuh yang seksi.
Sebelum sampai di depan pintu, aku menghentikan langkah dan langsung berbalik badan. Saat itu juga aku menabrak dada bidang om Kenzo. Aku mundur satu langkah untuk membuat jarak.
"Kenapa.? Ada yang ketinggalan.?"
Aku menggeleng pelan.
"Kenapa om Ken nggak tertarik sama aku.? Apa aku kurang cantik.? Apa kurang seksi,?"
Om Kenzo terbahak - bahak mendengarku berbicara seperti itu.
"Bukannya itu lirik lagu yang pake bahasa jawa.?" Katanya dengan menahan tawa.
Aku mendengus kesal. Bisa - bisanya om Kenzo tertawa saat aku sedang serius.
Aku langsung berjinjit, mengalungkan kedua tangan dileher om Kenzo dan langsung mencium bibirnya. Om Kenzo membalasnya.
Kami melepaskan ciuman saat sudah kehabisan nafas. Aku langsung memeluk om Kenzo, deru nafas kami yang memburu saling bersautan. Om Kenzo mengusap lembut punggunggu. Aku tersenyum lebar dalam pelukannya. Om Kenzo sudah membuatku sebahagia ini hanya dalam hitungan jam saja.
Aku tidak rela jika harus mengakhiri malam ini dengan om Kenzo.
Aku mendongak menatap om Kenzo.
"Jeje boleh nginep kan om,,?" Tanyaku penuh harap. Om Kenzo langsung melepaskan pelukanku.
"No.!" Jawabnya tegas. Dia melangkah untuk membuka pintu.
"Ayo pulang,,," Om Kenzo menarik tanganku, membawaku keluar dari apartemennya.
Om Kenzo sangat susah untuk dibujuk. Percuma saja aku merengek padanya, hanya sia - sia. Aku mengikuti langkah om Kenzo tanpa berbicara sedikitpun. Mobil yang dikendarai om Kenzo sudah keluar dari gedung apartemen.
"Rumah kamu dimana.?"
"Ke pondok indah aja om, dekat golf. Aku mau nginep dirumah sahabatku, Natasha,,,"
Om Kenzo mengangguk.
Sejujurnya itu bukan ke rumah Natasha, melainkan ke rumahku sendiri.
Padahal aku sangat malas untuk pulang, Aku ingin menginap dirumah salah satu sahabatku. Tapi baik Natasha maupun Celina, mereka masih bersama sugar daddy nya masing - masing. Sedang menikmati malam minggu yang indah di atas ranjang.
Aku menyuruh om Kenzo untuk menghentikan mobilnya diseberang rumahku, dengan jarak yang lumayan jauh. Aku tidak ingin penjaga rumah melihatku turun dari mobil mewah ini.
"Yang mana rumah temen kamu,,?" Om Kenzo menatapku.
"Itu om,,," Aku menunjuk rumah lain yang berada di samping rumahku. Om Kenzo hanya mengangguk, dia mengambil dompet dari saku celananya, mengeluarkan kartu atm dari dompet itu.
...****...
Sementara up nya bertahap ya, 1 hari 1 Bab. Belum bisa crazy up.
Terus beri vote dan tinggalkan like disetiap babnya 😊
Happy reading semuanya,,,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 212 Episodes
Comments
andi hastutty
jadi senyum klo Jeje ngehalu trus 😂
2023-01-26
1
.
kerenn
2022-10-12
1
𝐀⃝🥀🏘⃝Aⁿᵘ🍾⃝ᴄͩнᷞıͧᴄᷠнͣı📴
lagu soimah 🤣🤣🤣🤣
2022-06-27
0