Aku memilih menggunakan taksi untuk pergi ke apartemen yang di maksud oleh Celina. Jika aku menggunakan mobil mewahku, bisa - bisa identitasku sebagai putri Alexander William akan terbongkar. Aku akan memilih untuk menutupi identitas diriku. Lagipula sugar daddyku juga pasti tidak peduli siapa diriku dan tidak akan bertanya jauh tentang kehidupanku. Seperti yang Celina dan Natasha ceritakan padaku, jika sugar daddynya tak pernah bertanya tentang siapa mereka dan berasal darimana.
Ini pertama kalinya aku bertemu dengan papi barunya Celina. Pantas saja Celina ngebet buru - buru pulang dari sekolah, ternyata sugar dadynya lumayan tampan meskipun umurnya sudah matang. Wajar saja karna blasteran jerman.
Bisa aku tebak jika umurnya sekiktar 35an. Parah sih,, terpaut 17 tahun dengan Celina.
Itu artinya saat Celina berumur 1 tahun, si papi kelas 3 SMA.
Aku jadi deg degan, kira - kira berapa umur laki - laki yang akan menjadi sugar daddyku. Semoga saja tidak lebih tua dari sugar daddynya Celina.
"Cel,,," Aku menyolek lengan Celina yang sedang duduk disebelahku.
Aku langsung berbisik saat Celina menoleh.
"Nanti jangan sebutin identitasku ya,, aku nggak mau mereka tau siapa aku."
"Beres Je, kamu tenang aja,,"
Aku bernafas lega mendengarnya.
Astaga,,, Aku melongo melihat laki - laki tampan yang baru saja masuk ke apartemen Om Marvin, sugar daddynya Celina.
Laki - laki bertubuh tegap tinggi, berwajah tampan dan sangat jelas kalau dia lebih muda dari Om Marvin.
Dia memakai setelan celana jeans warna hitam yang dipadukan dengan jaket kulit warna coklat dan kaos putih didalamnya, membuat penampilannya sangat keren.
"Duduk Ken,,, Itu wanita lu,,," Kata om Marvin, lalu menyuruhnya untuk duduk, om Marvin juga menunjuk kearah ku. Laki - laki yang di panggil Ken oleh om Marvin segera menoleh ke arahku. Aku tersenyum kikuk padanya. idiihh,,, kok ngeselin ya, dia sama sekali tidak membalas senyumku.
Aku lihat dia berjalan ke arah om Marvin, membisikan sesuatu di telinganya. Om Marvin mengangguk dua kali. Aku jadi penasaran, apa yang sedang dibisikan oleh laki - laki itu pada Om Marvin. Aku mengalihkan padanganku saat dia menatapku.
"Ayo ikut,,," Katanya. Suaranya berat dan seksi. Sangat cocok dengan wajahnya yang tampan.
"Aku Om,,?" Bodohnya diriku, sudah tau dia bicara padaku, aku malah tanya yang tidak penting. Saking kikuknya.
"Siapa lagi memangnya.? Masa temen kamu."
"Sialan lu Ken, itu punya gue,," Ucap Om Marvin tak terima.
"Posesif banget lu,,,!"
"Udah sana Je, buruan ikut. Langsung hajar aja, ganteng maksimal itu sih,," Bisik Celina padaku.
Aku menurut, aku pamit pada Celina dan Om Marvin. Lalu keluar dari apartemen bersama calon sugar dadyku.
Semoga saja keputusanku tidak akan membuatku menyesal dikemudian hari.
Kalaupun nantinya aku menyesal, paling tidak aku sudah merasakan kebahagiaan diluar sana.
Aku sudah bosan menjalani kehidupan yang monoton, hampa dan lurus - lurus saja, aku juga ingin merasakan dunia luar seperti sahabatku.
Banyaknya uang yang papa dan mama berikan padaku, nyatanya tidak mampu membuatku bahagia. Sampai aku harus mencari kebahagiaan dengan cara yang salah. Ya, aku sangat sadar jika langkahku keliru. Tapi aku remaja yang masih mencari jadi diri, butuh perhatian dan kebahagiaan.
Keluar dari apartemen om Marvin, aku langsung mengikuti langkah calon sugar dadyku yang berjalan cepat. Aku sampai setengah berlari mengikutinya. Tubuhnya sangat tinggi, mungkin lebih dari 180 cm. Pantas saja langkahnya begitu lebar, membuatku sedikit tertinggal di belakangnya.
"Om,, tungguin dong. Jangan cepet - cepet jalannya. Udah kebelet ya,,,?" Seruku dengan candaan.
Aku membungkam mulutku karna si om langsung berbalik badan dan menatapku dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kebelet apa maksud kamu,?" Tanya si om.
Aku baru sadar kalau aku sudah mengucapkan kata yang bermakna ganda. Si om pasti mikir yang enggak - enggak nih.
"Hehe,, kebelet buang air maksudnya om." Jawabku jujur. Memang itu maksudku sejak awal.
"Ayo jalan lagi om, tapi jangan cepet - cepet ya. Oh ya, nama om siapa.?"
Entah kenapa mulutku ini tiba - tiba jadi cerewet pada laki - laki. Padahal tidak biasanya aku bersikap welcome pada laki - laki yang baru pertama kali aku lihat, bahkan kita belum berkenalan.
"Dasar burung beo.! Aku Kenzo, panggil aja Ken,,"
Si om mencibirku lebih dulu sebelum menjawab pertanyaanku. Enak saja dia menyebutku burung beo, sangat kontras dengan wajahku yang cantik bak putri raja ini.
Kenzo.? Jadi namanya Kenzo.? Nama yang bagus, cocok sekali dengan wajahnya yang tampan dan maco.
"Nggak asik banget sih om.! Masa cantik begini dibilang burung beo." Protesku kesal. Aku lihat om Kenzo menarik tipis sudut bibirnya mendengarku protres dengan memuji diri sendiri. Mungkin dia geli melihat ABG yang kelewat percaya diri sepertiku.
"Aku Jeje om,,, Jenifer." Kataku menyebutkan nama. Si om hanya mengangguk saja, lalu menggandeng tanganku. Aku hanya diam, membiarkan om Kenzo terus menggandeng tanganku. Nyaman sekali gandengan tangannya, rasanya aku tidak rela jika om Kenzo melepaskan gandengannya.
Aku semakin yakin untuk menjadi sugar babynya. Hatiku sudah memberikan sinyal bahwa aku akan bahagia jika bersamanya.
Rasanya tidak sabar untuk menghabiskan waktu dengannya. Om Kenzo juga kelihatan asik untuk diajak bicara. Aku tidak akan kesepian lagi nantinya.
Aku tidak tau om Kenzo sudah menikah atau belum. Tapi biasanya yang mencari sugar baby pasti laki - laki yang sudah beristri. Aku pun tidak akan peduli akan hal itu, aku butuh kesenangan, begitu juga dengan om Kenzo.
Jahat.? Ya, aku memang jahat. Hanya karna ingin merasakan kebahagiaan yang belum pernah aku dapatkan, aku sampai bermain dengan suami orang lain.
Om Kenzo menghentikan langkahnya tepat di samping mobil lambo huracan EVO AWD, yang ku taksir harganya sekitar 12 milyaran. Aku bisa tau karna papa juga memiliki mobil itu digarasinya. Sudah bisa ditebak jika om Kenzo orang yang berada, mungkin dia juga pebisnis sukses seperti papaku.
Dia pasti punya segalanya, lalu kenapa harus mencari kesenangan diluar dengan menjadikanku sebagai sugar babynya.?. Apa dia juga kesepian sepertiku,,? Entahlah,,, aku hanya menebak - nebak saja.
Tapi kalau memang itu alasannya, berarti aku dan om Kenzo senasib. Jadi memang fakta kalau banyak harta tidak menjamin hidup seseorang bahagia. Contohnya aku, kedua sahabatku, dan mungkin juga om Kenzo.
"Kenapa bengong.? Ayo masuk,,,"
Aku terkesiap. Ternyata sejak tadi aku malah melamun sampai tidak sadar kalau om Kenzo sudah membukakan pintu mobilnya untukku.
"Hee,,, Abis mobil om bagus banget,,," Pujiku untuk beralasan.
Om Kenzo hanya tersenyum kecil. Pelit sekali senyumnya, tapi kelihatan makin tampan. Bagaimana jika tersenyum lebar, pasti berkali - kali lipat kadar ketampanannya akan bertambah.
Aku masuk ke mobil, di susul dengan om Kenzo. Mobil sport mewah milik om Kenzo mulai menjauh dari apartemen om Marvin.
"Kita mau kemana om,,?" Aku menatap om Kenzo yang fokus menyetir. Ketampanannya bertambah saat sedang mengemudi mobil sport ini.
"Ke apartemenku,,," Jawabnya singkat tanpa menoleh padaku. Aku terdiam, memikirkan hal kotor karna jawaban om Kenzo.
Ke apartemennya.? Apa itu artinya om Kenzo akan langsung meminta kepuasan padaku.? Tiba - tiba bulu kudukku meremang. Meskipun aku penasaran dan ingin merasakan hal itu, tapi tetap saja aku masih memiliki rasa takut jika harus melakukannya. Terlebih itu akan menjadi yang pertama bagiku.
"Mikirin apa kamu.?" Celetuk om Kenzo karna melihatku melamum.
"Eehh,,? Kok om tau aku lagi mikirin sesuatu. Om nggak bisa baca pikiranku kan,,?"
Mendadak aku merasa malu, dan takut kalau om Kenzo tau apa yang sedang aku pikirkan.
"Hahaha,,," Tawa om Kenzo pecah.
Ya ampun,,,, aku terpesona melihat tawa om Kenzo yang begitu renyah. Benar dugaanku, om Kenzo jauh lebih tampan jika tertawa. Manis sekali,,,
Tanpa sadar, aku juga ikut tertawa. Tawa om Kenzo menular padaku.
Baru di awal, aku sudah sebahagia ini,,,,
...***...
Visualnya bebas ya, terserah kalian mau bayangin siapa😁 Nggak harus patokan sama visual othor.
Soalnya kalo othor ngikutin kemauan pembaca, bakal repot🤣 Ada yang demen bule, ada yang demen Korea, ada yang lokal. Kan nggak mungkin othor kirim visual yang berbeda.
Kenzo,,
Jeje
...****...
Cara Vote buat yang belum tau
terus dukung karya ini ya😊 Jangan lupa vote dan likenya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 212 Episodes
Comments
Dini Trisusanti
tapi orang bule ganteng, lebih macooo lagiii
2024-12-09
2
Mia Arkha
aah om Ken 😍😍😍😍
2024-12-04
0
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
aaa abang iching akuuuu
2024-11-05
0