"Om Kenzo,,,!" Mataku terbelalak sempurna melihat om Kenzo yang berdiri di dekat kami. Om Kenzo lah yang sudah memukul Leo hingga sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah.
Aku turun dari sofa, berjongkok untuk membangunkan Leo. Namun om Kenzo menarik tanganku untuk berdiri.
"Ayo pulang. Aku pikir kamu akan pulang, kenapa malah kesini,,,?"
"Lepasin om,,,"
Aku menarik kasar tanganku dari genggaman om Kenzo. Kembali ku hampiri Leo dan membantunya berdiri.
"Kamu nggak papa Le,,?" Tanyaku sedikit cemas. Leo menggeleng, jarinya mengusap sudut bibirnya. Melihat ada darah, Leo menghampiri om Kenzo dan hendak balik meninjunya. Aku menjerit dan menutup mata. Aku belum pernah melihat orang benar - benar berkelahi didepan mataku, hal itu membuatku ketakutan.
"Jangan coba - coba melawanku kalau kau masih mau hidup.!!"
Aku membuka mata saat mendengar om Kenzo mengancam Leo. Om Kenzo menahan tangan Leo, dan satu tangan lagi sedang mencekik leher Leo.
"Om gila ya.!!" Aku memukul tangan om Kenzo sekuat mungkin hingga dia melepaskan Leo.
"Ampun bang,,! Gue balik duluan Je,,," Leo kabur begitu saja, berjalan cepat meninggalkan tempat perkara. Aku segera mengejar langkah Leo.
"Leo tunggu,,,!!" Teriakku. Namun lagi - lagi om Kenzo menarik tanganku. Aku menghela nafas kesal, entah apa yang om Kenzo inginkan saat ini. Kenapa dia harus datang dan merusak kesenangan yang baru saja aku dapatkan.
"Apaan sih om.! Om tuh udah ganggu kesenangan aku tau nggak.! Kita nggak ada urusan loh om, kenapa om ikut campur urusanku.!" Aku terus memakinya, mengeluarkan kekesalan dalam hatiku atas kelancangan om Kenzo yang berani mengusikku. Padahal kami tidak lagi punya urusan setelah om Kenzo membatalkan kesepakatan yang belum sempat kami buat. Dan aku sudah menyetujui pembatalan itu. Tapi kenapa dia harus menggangguku seperti ini.
Tanpa menjawab omelanku, om Kenzo menyeretku keluar dari club. Dia membawaku sampai disamping mobilnya, lalu membukankan pintu mobil untukku.
"Masuk, aku antar kamu pulang kerumah,,," Ucapnya dengan suara datar tanpa rasa bersalah dan dosa sedikitpun padaku.
"Aku nggak mau pulang om. Aku mau mencari kesenangan yang baru saja om rusak.!"
Aku meninggalkan om Kenzo dan kembali masuk kedalam club. Suasana club sedikit lebih ramai, aku mengedarkan pandangan untuk mencari laki - laki yang mungkin bisa memberiku kesenagan sesaat.
Jika bukan karna om Kenzo, harusnya saat ini aku sudah bersenang - senang dengan Leo.
"Kamu benar - benar mau jadi sugar baby ku,?"
Aku menengok kebelakang setelah mendengar bisikan om Kenzo ditelingaku. Aku menatapnya tanpa menjawab. Apa om Kenzo berpikir jika aku hanya main - main saja.
"Ayo ikut aku, kamu bisa tanda tangani surat perjanjiannya."
Aku semakin membisu mendengar kelanjutan ucapan om Kenzo. Aku bahkan tidak beranjak meski om Kenzo berusaha menarik tanganku.
Apa om Kenzo benar - benar akan menjadikanku sugar babynya.? Atau hanya akal - akalan dia saja agar aku keluar dari tempat ini.
"Tidak ada kesempatan kedua,,,!" Suara tegas om Kenzo membuyarkan pikiranku.
"Om serius.?" Tanyakku tak percaya.
"Kamu pikir aku bercanda.?"
Mataku langsung berbinar. Ya Tuhan,,, aku sesenang ini hanya karna om Kenzo mau menjadikanku sebagai sugar babynya.
"Makasih om,,," Aku langsung menghambur ke pelukan om Kenzo, memeluknya dengan erat. Aku tidak lagi memikirkan rasa malu ku, karna sejak aku memohon pada om Kenzo, saat itulah aku sudah kehilangan rasa malu.
"Ayo om cepatan pulang,,," Aku menarik tangan om Kenzo. Seperti saat aku menarik tangan kak Nicho jika aku menginginkan sesuatu.
Ku lihat om Kenzo menggeleng pelan dengan seulas senyum tipis dibibirnya.
Kami masuk kedalam mobil dan meninggalkan club. Aku terus tersenyum sambil melirik om Kenzo yang serius menyetir. Aku dan om Kenzo akan menjalin hubungan yang tidak dibenarkan oleh apapun, tapi aku justru sesenang ini.
Apa ada yang salah dengan diriku.? Tidak.! Aku tidak salah, aku hanya sedang mencari hakku yang selama ini tertahan hingga belasan tahun.
Meskipun aku salah langkah, saat ini aku tidak akan peduli.!
"Kamu nggak berubah pikiran.? Nggak mau pulang kerumah aja.?"
Aku menghela nafas. Baru saja dibuat senang, om Kenzo sudah berulah lagi. Aku tidak tau kenapa om Kenzo terus berusaha untuk membuatku menyerah. Dia seolah menyayangkan keputusanku yang ingin menjadi sugar baby dalam keadaan masih virgin.
Sebaik itukah om Kenzo sampai takut untuk merusakku.? Jika memang benar, aku justru tidak akan melepaskannya dengan mudah.
"Om Kenzo mau ingkar janji.? Pokoknya aku nggak mau pulang, aku mau ikut om kemana pun om pergi,,," Aku menyengir kuda, memasang wajah semanis mungkin pada om Kenzo.
"Kamu keras kepala sekali,,," Katanya sembari mengacak gemas rambutku. Aku diam saja, membiarkan om Kenzo terus menenytuh kepalaku. Aku menyukai semua perlakuannya padaku, meskipun beberapa kali ia sudah membuatku kesal. Namun aku bisa meraskaan jika om Kenzo memiliki kelembutan dan ketulusan.
Beruntung sekali yang menjadi istrinya.
Ah tidak.! Om Kenzo sudah menghianati istrinya dengan mencari sugar baby.
Tapi bagaimana jika ternyata om Kenzo belum memiliki istri.? Hemmm,,, aku rasa tidak mungkin. Aku melihat cincin yang melingkar dijari manisnya. Kenapa aku baru memperhatikan jarinya sekarang.
Kami sudah sampai di apartemen, aku menunggu om Kenzo yang sedang mengambil surat perjanjian yang telah dia buat. Aku tidak tau kenapa om Kenzo harus menggunakan surat perjanjian. Setau aku, Celina dan Natasha tidak pernah terlibat dalam surat perjanjian antara mereka dan sugar daddy nya. Sugar daddy mereka bisa sesuka hati memutuskan hubungan atau memperpanjang hubungan sesuai keinginan mereka.
Om Kenzo datang dengan membawa selembar kertas dan pena di tangannya. Manik mataku langsung terpusat pada kertas yang baru saja om Kenzo letakan di atas meja.
"Di baca dulu,, kalau nggak setuju, nggak usah lanjut."
Aku mengangguk dua kali untuk menanggapi ucapan om Kenzo, sembari menarik kertas dari atas meja dan mulai membacanya.
Aku lihat ada 5 poin disana. Tidak ada masalah pada poin ke satu sampai ke tiga.
Kami dilarang mencampuri urusan pribadi masing - masing.
Aku dilarang memiliki hubungan dengan laki - laki lain selama dalam masa kontrak.
Aku harus selalu siap setiap kali om Kenzo membutuhkanku.
Aku beralih membaca bagian paling bawah.
Kontrak berjalan selama satu tahun. setiap bulannya om Kenzo akan memberikanku uang 10 juta, untuk maksimal 4 kali pertemuan, dalam tanda (") melakukan hubungan seksual. Jika lebih dari itu, dia akan memberikan uang lagi padaku.
Aku menghentikan membaca surat perjanjian itu sampai poin ke tiga, menurutku tidak akan ada poin yang akan merugikan diriku. Aku langsung membubuhkan tanda tangan di atas materai, lalu menyerahkan kertas itu pada om Kenzo dengan senyum yang merekah diwajahku.
"Kamu sudah baca seluruhnya.?"
"Sudah om, aku nggak keberatan dengan semua poin yang tertulis disana." Sahutku cepat. Aku benar - benar bahagia saat ini karna telah memiliki sugar daddy yang baik sekaligus tampan.
"Bagus kalau gitu. Sekarang aku anter kamu pulang ya,," Ujarnya sembari menyimpan surat perjanjian itu didalam nakas.
"Pulang,,,?" Aku melongo mengulang kembali ucapan om Kenzo.
"Emangnya kamu nggak mau pulang.?" Om Kenzo kembali duduk, kali ini dia duduk di sebelahku. Kehadiran om Kenzo membawa aliran listrik yang mengalir keseluruh tubuhku. Aku membayangkan saat om Kenzo menciumku tadi sore. Aku jadi ingin merasakan kembali ciuman hangat itu.
"Baru juga jam tujuh om. Malam minggu tuh enaknya berduaan om, bukan sendirian dirumah,," Celetuk ku.
"Lagian aku juga laper banget, kita makan dulu yuk om. Pesen makanan atau kita makan di,,,
Aku tidak bisa meneruskan ucapanku. Mulutku sudah dibungkam oleh bibir om Kenzo yang lembut dan hangat. Badanku seketika menegang, terasa kaku untuk digerakan. Mataku membulat sempurna tanpa berkedip. Aku menodorong dada om Kenzo saat nafasku sudah habis. Ciuman mendadak dari om Kenzo membuatku lupa untuk bernafas.
...****...
Cincin yang diliat Jeje😁
Perlu di garis bawahi, cerita ini hanya fiktif belaka. Kehaluan othor yang dituangkan kedalam novel. Othor yakin bakal banyak pro dan kontra, yang harus diingat adalah judul novel ini.
Sebagian dari kalian pasti tau bagaimana sugar daddy dan sugar baby. Ya memang seperti itu, pasti melenceng dari norma.
Dibawa santai aja ya, buat hiburan aja kok.😊
Happy reading,,,
Pastikan sudah vote hari ini. Jangan lupa tinggalkan like juga.😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 212 Episodes
Comments
Ellya Muchdiana
sesuai judulnya, tapi kalau di Dunia real, si Jeje itu orang yg tidak bersyukur n ga tau diri
2024-12-06
1
@☠⏤͟͟͞R Atin 🦋𝐙⃝🦜
Deuuuuuh
2024-09-26
0
InkaV.1408
heeeh Kok LAY EXO😭🤣
2023-04-17
3