Alicia berusaha mengingat pakaian mana yang Richard maksud. Ia tidak ingat sama sekali. Dengan ragu tangannya mengambil satu jas, lalu mengembalikan nya lagi ketempat semula.
"Bukan yang itu." Gumamnya sendiri. Ia mulai menebak kembali jas mana yang dimaksud Richard.
"Apa yang ini?" Tanyanya pada diri sendiri.
"Bukan yang itu." Alicia terkejut mendengar suara Richard dibelakangnya, ia menengokan kepalanya kebelakang. Richard tengah mengenakan handuk putih dari pusar hingga lutut nya, membiarkan Alicia menikmati pemandangan roti sobek nya.
"Apa kau tidak pernah memperhatikan CEO mu sendiri? Jas yang ini." Tangan Richard melewati wajah Alicia, harum pria itu menyegarkan.
Alicia langsung tersadar dengan cepat, ia buru-buru mengambil jas yang ditunjuk Richard.
"Duduk dulu disana. Aku akan mengenakan celana, jangan mengintip!" Alicia menunduk dan melewati Richard, mana mungkin ia berani mengintipnya!.
"Sudah." Alicia menengok kesumber suara. Kenapa harus ada mahkluk Tuhan semenakjubkan itu. Gerutu Alicia.
"Taruh jasnya. Pilihkan aku kemeja." Alicia hanya menurut. Ia kini berdiri disebelah Richard.
"Tapi.. ini semua terlihat sama." Cicit Alicia pelan, namun sepertinya Richard mendengar nya.
"Ini semua tidak sama Alicia, aku membeli semua ini berbeda-beda desainer dan toko, mereka akan menangis jika mendengar ucapan mu." Alicia menjadi ciut seketika. Ia mulai memperhatikan semua kemeja itu, ternyata merek mereka berbeda-beda. Turnbull & Asser, Canali, Tom Ford dan lain sebagainya.
"Yang ini." Alicia mengeluarkan kemeja Tom Ford. Richard tersenyum dan mengangguk.
"Pilihan yang bagus." Komentarnya.
"Kenakan pada tubuh ku."
"Aku hanya memilihkan. Kenapa jadi harus mengenakan juga?" Protes Alicia. Ini pertama kalinya Richard melihat Alicia marah, ia melihat ekspresi terkejut wanita itu.
"Aku sedang malas mengancingkan kemeja itu satu persatu."
"Ayo Alicia, kita tidak memiliki waktu yang lama, kita harus makan siang terlebih dahulu." Alicia sedikit menundukan wajahnya saat mulai membantu Richard mengenakan kemeja itu. Ia merutuki kebodohan nya, kenapa ia harus menahan nafas saat ini!.
"Aku tidak akan macam-macam, jadi yang fokus lah." Alicia mengangkat wajahnya, ia mulai mengancing kan kemeja itu dari kancing paling atas. Lagi-lagi tanpa sadar Alicia menahan nafasnya. Dihadapannya kini otot-otot keras itu, lebih menggoda dari bagian punggung Richard. Sabar Alicia, kau harus bisa menahankan diri.
"Ah ya. Aku ingin kau mendapatkan data laporan keuangan yang ada di New York, rangkum secara detail selama dua kuartal terakhir." Richard akan sedikit lebih memperhatikan perusahaan nya disana, siapa tau ia bisa menemukan satu kesalahan dan bisa mendapat alasan yang tepat untuk membawa Alicia kesana.
"Baik sir." Jawab Alicia. Tangan Alicia kini mengancingkan kancing ke 4, membuatnya bisa menyentuh perut Richard walaupun hanya dari luar kemeja.
"Sudah." Lanjut Alicia sedikit menjauhkan tubuhnya. Berdua dengan Richard sedikit tidak baik bagi kesehatan jantungnya.
"Sekarang dasi." Richard membuka laci kecil yang ada lemari tadi. Dasi itu tersusun rapi dan berkelas, berbagai warna yang pas untuk Richard ada disana.
"Yang ini?" Tanya Alicia. Richard mengangguk.
"Yang mana saja asal itu pilihan mu akan aku pakai." Alicia mulai memasang dasi itu dengan fokus, harus rapi dan tidak miring. Sedangkan Richard dengan leluasa memperhatikan Alicia yang tengah sibuk dengan dasinya, harum manis dari rambut Alicia bisa ia hirup sesukanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Neno Arya
uda layak nya suami istri aja Alicia Dan Richard..kpn di resmikan
2024-04-17
1
Cicih Sophiana
wah mantap nih sekretaris sudah seperti istri aja pake pasang dasi segala😁😅😅
2023-08-29
0
andi hastutty
astaga Richard sampai segi2nya
2023-02-26
0