"New York? Kanker?" Gumam Richard, sebuah ide melindas dipikirannya begitu saja. Ia juga kini tau kelemahan Alicia, ia sekarang tau kemana gaji-gaji Alicia itu pergi.
Kelemahan Alicia adalah ibunya, dan masalalu nya pasti ada di New York. Terlihat dari tulisan ini, selama di New York Alicia aktif di sekolahnya dan di beberapa kegiatan bantuan kemanusiaan, sedangkan di sini Alicia cenderung tidak bersosialisasi dan menyendiri.
°•°•°•°•°•°
Alicia berjalan cepat saat suara bel berbunyi, ia membuka pelan pintu itu.
"Hai Alicia. Aku ingin mengambil anakku." Bella berucap pelan, terlihat wajah wanita itu lelah.
"Masuk lah, Angelina sudah tidur dikamar ku. Mengapa larut sekali?"
"Aku ada acara makan malam di kantor, dan sialnya teman-teman ku menahan ku untuk tidak pulang cepat-cepat." Alicia hanya mengangguk dan membuka kamarnya. Bella menggendong anaknya yang sudah mulai besar itu dengan sedikit susah payah.
"Mau aku bantu?" Tawar Alicia.
"Tidak perlu, aku bisa. Terimakasih sudah mau menjaga Angelina." Ucapnya dengan nada sangat berterimakasih.
"Aku yang harusnya berterima kasih karena sudah menitipkan Angelina disini, mama jadi punya teman."
Bella tertawa pelan.
"Ah iya, ini ambil lah. Aku membelikan minuman kesehatan, semoga cocok untuk mama."
"Terimakasih Bella." Alicia mengambil plastik yang menggantung dijari Bella, sementara Bella mencari posisi yang nyaman untuk menggendong Angelina.
"Cepat lah menikah dan berikan cucu untuk mama, karena akhir tahun ini aku akan menikah dan pindah dari sini."
"Uh benar kah? Angelina akan memiliki papa baru?" Bella mengangguk semangat.
"Dan kau harus datang bersama kekasih mu." Goda Bella. Alicia mendelik sambil mengantarkan Bella sampai pintu luar.
°°°
Richard menatap pantulan wajahnya di cermin. Bajunya sudah rapi, rambut hitamnya ia sisir kebelakang.
"Sudah sempurna." Gumam nya.
Ia harus membuat Alicia yang mengejarnya seperti para wanita lain. Jika uang Alicia tolak, apalagi pesona nya masih belum juga berhasil membuat Alicia mengejar nya, ia akan mulai menggunakan cara yang licik.
Richard duduk dikursi nyamannya, memantau sebentar grafik penjualan Minggu ini, setelah dirasa baik-baik saja ia mulai memantau ruang sekertaris nya yang masih berwarna merah, belum ada siapa pun disana.
"Ini sudah lewat dari jam masuk." Gumam Richard. Tak berapa lama ruangan itu berwarna hijau, Richard pun menghembuskan nafasnya lega.
-
Alicia berlari masuk kedalam lift, ia mengatur nafasnya sambil sesekali menatap jam tangannya.
Sesampainya didepan pintu ruangan kacanya, Alicia menempelkan jarinya pada kotak kecil dekat handle pintu, ia langsung masuk saat pintu itu terbuka. Buru-buru Alicia menyimpan tas dan membuka laptop, ia harus melaporkan jadwal kegiatan Richard hari ini.
Sambil menunggu mesin kecil itu menyetak tulisan, pikiran Alicia kembali pada kejadian pagi tadi, mobil kesayangan nya mulai ngadat kembali waktu Alicia habis saat harus menunggu mekanik yang akan memperbaiki mobilnya, dan kalian tau? Saat mekanik itu mencoba memperbaiki mobil, ternyata mobilnya tetap tak mau menyala, ia mengatakan harus menderek mobilnya kebengkel dan akan mengabari Alicia jika mobilnya telah selesai. Tak menunggu lama ia langsung mencari taksi dalam keadaan jalanan yang macet, hampir semua taksi sudah memiliki penumpang, tapi untungnya ia menemukan satu taksi yang kosong. Benar-benar pagi yang lelah.
"Huftt." Alicia menghembuskan nafasnya sedikit keras, ia mengambil lembar yang sudah tercetak itu dan memasukkannya kedalam map. Dengan sedikit perasaan ragu ia harus tetap keruangan Richard, ia harus profesional dan meminta maaf atas kejadian kemarin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Neno Arya
Richard hrs sabar ya hadapi Alicia jgn dgn cara yg licik lho ya..gk boleh ITU
2024-04-17
0
Cicih Sophiana
pokok nya klo Richad licik... aq sumpahin biar dia bucin tak terkendali biar rasa 😂😂😂
2023-08-29
0
andi hastutty
penasaran apa yg mau dilakukan Richard
2023-02-26
0