Kini makhluk sempurna ini berada dihadapannya, jas rapi, celana dan sepatu pun sudah.
Keduanya keluar dari kamar itu.
"Apa kau ingin kita makan siang diluar?" Alicia menggelengkan kepalanya. Ia melihat jam sudah menunjukkan jam makan siang.
"Satu jam lagi wawancara akan dimulai." Richard terlihat berfikir dan akhirnya menganggukan kepalanya. Ia meletakan sebelah tangannya pada kepala Alicia.
"Tunggu lah diruangan mu, aku akan memesankan makanan."
"Tapi sir.."
"Kau tidak akan fokus merangkum data keuangan jika dalam keadaan lapar." Merasa di ingatkan seperti itu, Alicia menurunkan tangan Richard dengan pelan.
"Aku akan menghubungi GM yang ada di New York dulu." Ucap Alicia sambil melangkah kan kakinya keluar ruangan Richard. Richard sedikit tersenyum menatap kepergian Alicia, ia pun menatap tangannya sendiri. Kapan ia pernah semanis ini pada wanita?. Bahkan selama 3 tahun ini Alicia selalu menjadi sasaran pelampiasannya jika ia kesal, mungkin wajar jika Alicia sedikit jual mahal padanya. Bahkan yang membuat Richard tak menyangka pada dirinya sendiri ialah pada saat ia memberikan bonus setengah dari gaji Alicia, entah kenapa ia ingin sedikit membantu finansial wanita itu, walaupun sedikit mengambil keuntungan dari itu.
"Alicia." Gumam Richard sambil duduk dikursi besarnya. Ia mulai memesan beberapa makanan untuk dirinya dan Alicia.
-
"Ya?" Tanya Alicia bingung saat seorang office boy mengetuk ruangan kacanya. Ia membaca tray yang berisikan piring, alat makan, dan sebuah box.
"Makan siang anda sudah datang Miss. Aku diperintahkan tuan Richard mengantarkan nya kesini."
"Oh, sini biar aku saja yang membawanya, terimakasih." Alicia membawa piring dan box itu bersamaan. Ia menyimpan piring dan box di atas meja santainya, membuka pelan box silver itu. Sebuah lobster dengan harum saus yang langsung memanjakan hidungnya. Perutnya pun berbunyi, mereka protes ingin segera diberi makan.
"Apa ini termasuk bonus aku mengenakannya baju?" Gumam Alicia pelan.
°°°
Tak terasa waktu pulang pun sudah tiba, acara wawancara itu tak bisa Alicia lihat, pintu bahkan gorden jendela ruangan Richard tertutup semua.
"Hallo." Alicia langsung mengangkat panggilan masuk ke ponselnya.
"Jadi belum selesai?" Tanya Alicia pada orang disebrang sana. Mobilnya belum juga selesai diperbaiki, pengeluaran bulan ini sudah begitu besar, ditambah harus menghamburkannya lagi untuk taski dan biaya bengkel.
"Apa besok akan selesai?" Otaknya mulai menghitung ongkos pulang pergi yang akan ia keluarkan.
"Apa! Tiga hari lagi? Apa serusak itu?" Alicia merutuk dalam hati nya, awas saja jika mereka memberikan tagihan yang mahal.
"Baiklah, aku tunggu kabar selanjutnya." Alicia menutup panggilan itu dan menyandarkan bahunya pada kursi belakang. Untung ia menerima tugas yang Richard berikan minggu ini, hanya menemaninya ke acara tunangan Felly kan?.
Mengingat itu, Alicia langsung membayangkan perasaan Richard, bagaimana rasanya jika orang yang kita cintai mulai memiliki kebahagiaannya sendiri. Apa Richard berusaha tegar dihadapan Felly? Atau mereka hanya teman dekat dari dulu?.
Tok tok
Suara ketukan pintu menyadarkan lamunannya, Richard masuk kedalam ruangannya, membuat Alicia seketika menegakan tubuhnya.
"Ya sir?" Tanya Alicia.
"Apa aku menyuruh mu lembur? Kenapa masih ada diruangan mu?" Richard bingung saat mendapati ruangan Alicia yang masih menyala, biasanya ia yang selalu pulang terakhir.
"Aku akan bersiap-siap dulu." Alicia memasukkan barang-barang kedalam tasnya, setelah dirasa sudah cukup Alicia berdiri.
"Kenapa baju-baju ini masih ada disini?" Tanya Richard bingung, baju pemberian nya kemarin malah menjadi pajangan diruangan wanita ini. Paperbag tersusun rapi di lemari dekat buku-buku.
"Itu.."
"Bawa kerumah mu sekarang juga. Aku memberikan nya gratis." Potong Richard. Jantung Alicia kembali berdebar, ia seperti di sidak saat Richard berjalan menyusuri ruangannya.
Alicia hendak mengambil paperbag itu, kening Richard mengerut saat tangan indah itu menggapai paper bag.
"Apa ini?" Richard menyentuh pergelangan tangan Alicia. Sebuah plester bening yang baru ia sadari selalu menempel ditangan Alicia.
"Bukan apa-apa." Alicia langsung menarik tangannya dan mengambil paperbag itu dengan cepat.
"Aku pernah terluka dan harus dijahit." Richard menaikan sebelah tangannya, belum puas mendengar ucapan Alicia.
"Aku sedikit tidak percaya diri dengan bekas lukanya." Lanjut Alicia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Neno Arya
wanita tangguh
2024-04-17
0
yanni oenni
sejauh ini ,aku suka karakter nya Alicia
wanita mandiri ,teguh ma pendirian nya dan juga punya harga diri..
jgn dirubah ya karakter alicianya
mksii Thor😊
semangat ya Thor💪🥰
2023-10-24
1
Cicih Sophiana
mungkin terluka waktu di perkosa di tutupi untuk melupakan kejadian yg menyakitkan
2023-08-29
0