Alicia melihat dari dalam ruangannya, Richard berjalan cepat keluar dari ruangan CEO, wajah Richard terlihat begitu masam.
°•°•°•°•°•°
Melihat Richard yang sudah menghilang dari pandangan, Alicia membawa hand bag berwarna hitam miliknya, ia membiarkan paperbag berisi baju yang diberikan Richard diatas meja kerja, mungkin saja Richard marah dan akan menagih baju-baju mahal itu besok, jadi Alicia tidak akan repot-repot pulang dulu kerumah untuk mengembalikannya.
-
Selama diperjalanan pulang, hati Alicia tak tenang, ia memikirkan nasib pekerjaannya yang entah akan bertahan berapa lama lagi dikantor Richard. Ia yakin, jika Richard sudah merasa tertolak pria itu akan menggunakan hak kekuasaan nya dalam pemberhentian karyawan.
Alicia menggelengkan kepalanya.
"Pikirkan saja yang baik-baik." Gumamnya.
Sesampainya di apartemen sederhana yang ia sewa, Alicia langsung turun dari mobilnya, ia menaiki tangga dengan perlahan.
"Ma, aku pulang." Alicia menyimpan sepatunya di rak yang berada dekat pintu. Ia berjalan dan senyumnya mengembang saat mendapati mama nya tengah bermain dengan gadis cantik yang tinggal disebelah apartemen nya.
"Sepertinya tidak ada yang menyambut ku pulang." Keduanya menengokan kepalanya.
"Kak Alicia!" Pekik gadis berumur 10 tahun, ia memeluk tubuh Alicia dengan erat.
"Waw. Sepertinya ada yang sedang merindukan ku." Kata Alicia sambil membalas pelukan gadis itu. Mama Alicia tersenyum melihatnya.
"Dari siang tadi Angelina menanyakan kabar mu, dari kemarin belum bertemu dengan mu, Alicia." Ujar Mama Alicia, Sophia.
"Uuuuh, maaf kan aku, aku lembur kerja." Ucap Alicia dengan nada menyesal.
"Apa besok kita akan olahraga lagi?" Tanyanya girang dengan sedikit melompat.
"Besok aku harus kerja, weekend kita olahraga lagi."
"Janji?" Angelina mengangkat jari kelingkingnya dan Alicia menautkan jari kelingkingnya pula.
"Aku janji."
"Ma, aku akan mengganti baju dulu ya." Sophia mengangguk dan memegang bahu Angelina.
"Selagi menunggu kak Alicia, kita lanjut menggambar yuk." Bujuk Sophia yang langsung di-iya kan oleh Angelina.
°°°
Richard meneguk kembali air dalam gelas kecilnya, entah sudah berapa gelas yang sudah ia minum. Niat Richard kesini adalah untuk mencari teman tidur malam ini, tapi apa yang terjadi? Ia malah minum sebanyak ini.
"Kau seperti nya sedang frustasi." Gumam David yang sedari tadi memperhatikan Richard.
Gelas kecil kembali disodorkan pada Richard, sebelum ia menegaknya habis, ia menatap tajam kearah David.
"Apa di sini tidak ada wanita cantik? Huh." Tanya Richard dengan nada mengejek, tidak ada satu wanita pun yang berhasil menarik perhatian Richard.
David berdecak.
"Disini begitu banyak wanita cantik, hanya saja kau sedang dimabukan oleh satu wanita yang membuat mu tidak bisa melihat wanita lain." Richard meneguk setengah minumannya. Ia menatap David yang telah tepat menebaknya.
"Apa kau pernah ditolak oleh seorang wanita?" David membulatkan matanya, tak percaya dengan apa yang ia dengar, Richard ditolak oleh seorang wanita?.
"Waw! Jadi kau benar-benar sedang frustasi? Ditolak oleh seorang wanita?" Richard mendelik kesal dan kembali meminum air digelas kecil itu, sepertinya ia salah membawa teman.
"Sudah lah lupakan." Richard mengibaskan tangannya. Alicia benar-benar membuatnya terhina, baru kali ini ia ditolak se-memalukan ini!.
"Mengapa kau tidak memperlihatkan sedikit hartamu? Aku yakin wanita itu langsung bertekuk tulut."
"Sudah, dan itu tidak membuahkan hasil apapun."
Lagi-lagi David tak bisa menahan keterkejutan nya.
"Benar-benar wanita langka. Oh aku tau!"
"Apa?"
"Wanita ini sengaja menggoda mu, tapi dia berlaga sok jual mahal agar kau mengejarnya. Wanita ini menginginkan sebuah status." Alis Richard terangkat, seperti Alicia bukan wanita licik seperti itu. Richard pun tidak ingin terlibat status dengan siapapun, itu terlalu merepotkannya.
Ponsel Richard bergetar, ia menyunggingkan senyuman saat melihat isi pesan itu. Semua file mengenai Alicia.
Alicia, anak satu-satunya dari pasangan bernama Sophia dan Marten, ia lahir di New York dan saat usia 15 tahun Alicia pindah ke California bersama ibunya yang tiga tahun ini tengah menderita penyakit kanker.
"New York? Kanker?" Gumam Richard, sebuah ide melindas dipikirannya begitu saja. Ia juga kini tau kelemahan Alicia, ia sekarang tau kemana gaji-gaji Alicia itu pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Neno Arya
Richard kejar Alicia ya dia butuh uang untuk berobat..Kau kan kaya
2024-04-16
0
Neno Arya
dapat dgn baik Richard boar hasilnya jg baik alicia PST msu kq
2024-04-15
0
Cicih Sophiana
ayo ya Richad jangan berbuat licik demi mendapat kan Alicia...
2023-08-29
0