Richard menepikan mobilnya, mendekatkan wajahnya pada Alicia.
"Apa kau yakin?" Ulang Richard meyakinkan. Alicia mengangguk dengan jantung yang berdetak kencang, wajah tampan ini terlalu dekat, tatapannya terlalu mempesona!.
°•°•°•°•°•°•°
Richard menatap kesal pada para pria yang diam-diam mencuri pandang pada Alicia, mungkin memang ada baiknya Alicia memakai kemeja kebesaran itu.
"Aku ingin mendengar pendapat kalian tentang proyek ini." Ucap Richard dengan suara bass-nya.
"Mulai dari mu." Richard menunjuk laki-laki yang paling banyak mencuri pandang pada Alicia.
Pria itu gelagapan seketika. Richard berdiri dan menggebrak meja dengan sedikit kencang, semua yang ada didalam ruangan menegakkan duduk mereka seketika.
"Apa kalian fokus pada rapat ini!"
-
Alicia menghembuskan nafas nya lega saat rapat sudah selesai, rapat kali ini benar-benar panas dan menguras emosi Richard sepertinya, semua orang diharuskan mengeluarkan ide-ide baru yang bisa membuat proyek ini sukses tanpa ada masalah sedikit pun. Alicia sendiri sedikit kewalahan dengan apa yang harus ia catat.
Richard keluar terlebih dahulu dari ruang rapat. Terlihat Felly yang sedikit berlari kecil mengikuti Richard keluar dari ruangan. Alicia mengeluarkan nafas dari mulutnya, mau tak mau ia harus mengikuti Richard.
Ketiganya terdiam didalam lift yang digunakan khusus untuk menuju lantai para top level management, seperti CEO, Komisaris, Direktur, dan GM.
"Sebenarnya ada apa dengan mu?" Ucap Felly memecahkan kesunyian mereka.
"Aku hanya ingin membuat mereka semangat dan melatih otak mereka agar bisa berfikir cepat." Jawab Richard santai. Felly yang mendengar itu langsung memukul lengan Richard.
"Dasar manusia tidak punya hati!" Pekiknya. "Kau tidak tau aku seperti orang bodoh yang ikut tegang didalam sana!" Lanjut Felly. Alicia merasa dirinya hanya seekor cicak yang sedang memandangi pasangan ini tengah berkelahi kecil.
Ting.
Pintu lift terbuka, Richard mendorong tubuh Felly keluar dari lift.
"Kau memang GM paling bodoh yang pernah ku angkat." Ucap Richard sambil menekan tombol menutup lift. Terdengar gerutuan Felly yang memaki Richard.
Setelah lift tertutup, Richard menyandarkan tubuh pada kaca dibelakangnya sambil memasukkan kedua tangan pada saku celana. Ia memperhatikan pantulan Alicia dikaca Lift.
"Jika rapat pakai kemeja yang biasa kau kenakan saja." Alicia mengerutkan keningnya bingung, apa Richard akan mengambil kembali baju-baju yang ia berikan? Jika iya, Alicia akan benar-benar bersyukur, itu artinya ia tidak memiliki utang apapun pada Richard.
"Kenakan baju-baju itu diruangan ku saja." Ucap Richard sambil berlalu, Alicia tidak menyadari pintu lift sudah terbuka dihadapannya. Ia berjalan cepat keluar dari lift itu. Pikirannya masih menyaring ucapan Richard.
"Keruangan ku." Tegas Richard saat melihat Alicia hendak masuk kedalam ruangan kaca miliknya.
"Aku ingin kau membuat hasil rapat hari ini sekarang juga."
Dengan berat hati Alicia hanya bisa mengikuti langkah Richard menuju ruangannya.
"Disana saja." Alicia menurut dan membawa laptop ketengah ruangan, ia duduk disofa lembut itu dan mulai mengetik, otaknya bekerja keras merangkai kata yang tepat untuk ia tuangkan pada laporan.
Richard menyunggingkan senyumnya saat melihat Alicia mengikat rambutnya dengan asal, wanita itu tengah fokus pada kerjaannya, ia tidak menyadari Richard yang tengah memperhatikannya dikursi besar Richard.
Pria itu berdiri, ia melangkah dengan perlahan dan duduk disebelah Alicia, membuat fokus wanita itu sedikit buyar.
"Apakah sudah selesai?" Lagi-lagi Richard mengeluarkan suara bariton itu.
-
Thank you,
DHEA
IG: Dheanvta
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Neno Arya
sekretaris cantik..biarlah JD penyemangat para peserta rapat..gk usah terlalu cemburulah kau Richard
2024-04-14
0
Cicih Sophiana
biarkan saja sir Richad... Alicia banyak yg memandang... kan biasa nya sir Richad yg di pandang gadis gadis cantik..
2023-08-29
0
anabellaruby💝
bariton sama bass apa beda nya thorrr
2023-08-20
0