[Keesokannya]
Di pagi yang cerah aku berada di dalam rumah Mira, aku duduk di bangku sambil mengenakan mantel dan tudung yang menutupi wajahku, lalu memerhatikan proses pengerjaan alat peledak yang ku minta
Aku melirik ke arah alat itu "sebenarnya berapa besar dampak yang bisa ditimbulkan oleh alat ini?"
Mira menaruh alatnya dan melepas kacamatanya lalu menoleh ke arahku "yahh.. karena mana yang aku perlukan untuk membuat alat ini sangatlah banyak, mungkin bisa menghancurkan dua rumah sekaligus"
Aku menatap ke arah benda itu "tapi apa kau yakin bisa menyiapkan puluhan benda ini?"
Dia mengelap kacamatanya dengan lap dan melirik tajam ke arahku "setelah membuat kami bekerja keras seperti itu, kau baru bertanya sekarang!?"
Bahunya meninggi, alis dan dahinya mengerut, dia memakai kacamatanya lalu menggebrak meja dengan keras
*BRAK!*
"kau pikir berapa banyak mana yang kami habiskan untuk terus menuruti pekerjaan mu? Membuat ilusi raksasa hampir seharian, mengumpulkan bahan, mencari informasi dan aku bertugas untuk membuat potion dan alat ini di waktu yang bersamaan"
"Dan juga kami harus selalu berlatih tanding sehabis makan malam setiap hari, apa kau tidak memikirkan dampaknya"
Aku tidak langsung menjawab. Aku hanya diam menatap alat itu.
Beberapa detik hening.
Dia masih menunduk, nafasnya berat dan putus-putus, tangannya masih mengepal erat sampai buku-buku jarinya memutih.
Bibirnya bergetar pelan, matanya mulai berkaca-kaca tapi dia tahan.
Aku hanya tersenyum tipis sambil menunjuk ke alat itu "bukankah dampaknya sudah kalian rasakan? Bukankah pada awalnya kalian sangat susah untuk mengendalikan sihir kalian itu?"
Aku mengambil sebuah kertas yang berisi catatan penelitian nya "Awalnya aku kira sihir manusia dan kalian itu sama, kami bisa pakai semua jenis sihir tanpa banyak latihan"
Dia hanya terdiam sambil terus menundukkan wajahnya kebawah, dia mengepalkan tangannya dengan erat
"Tapi berbeda dengan kalian yang perlu latihan intensif untuk bisa menguasai satu sihir saj…
Sang Penghancur Rantai Takdir
Chapter 42_Rencana yang mulai berjalan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments