[2 hari setelahnya]
Aku berjalan pelan keluar dari rumah, matahari pagi menyinari seluruh kota, suara langkah kaki dan kereta kuda mulai terdengar ramai di kota.
Tapi di area kumuh, suasananya beda.
Semua orang sedang berkumpul dengan sesama ras mereka. Mereka berlutut melingkar di depan patung-patung kecil yang mereka buat sendiri dari batu sisa dan kayu patah.
Aku berhenti dan memperhatikannya.
Di sisi kiri, para dwarf berlutut di depan patung pria berjanggut dengan palu besar di punggungnya. Dewa mereka, Hermes, Dewa Perang.
Dan di sisi kanan, para manusia binatang — klan anjing, kucing, dan kelinci — mereka semua berlutut di depan satu patung yang sama.
Patung seorang pria bertubuh besar dengan tanduk rusa yang melingkar dan ekor panjang yang menjuntai sampai ke tanah. Di tangannya memegang benih yang bersinar redup. Akar-akar diukir menjalar dari kakinya ke tanah.
Dewa Alam, Gaia.
Aku ingat cerita Guru Yue dulu.
Yang keempat, Dewa Alam Gaia, dia yang menciptakan manusia binatang, mereka dianugerahi kekuatan yang bernama Qi.
Karena itulah di tubuh mereka mengalir Qi, dengan menyatukan Qi dan mana yang ada di tubuh mereka, mereka bisa menciptakan sihir yang berfokus pada serangan.
Seorang ibu dari klan kelinci memeluk anaknya erat sambil berbisik pelan ke patung itu.
"Dewa Gaia... tolong beri kami keberuntungan hari ini. Agar Qi kami tidak terputus di tengah jalan... agar rencana yang telah kami buat dapat berhasil..."
Semua manusia binatang di belakangnya ikut menundukkan kepala dalam-dalam. Telinga mereka turun. Ekor mereka melingkar gelisah.
*Duk.*
Dahi mereka menyentuh tanah becek itu bersamaan.
Di sisi tengah yang agak terpisah, para Elf berlutut dengan punggung tegak dan mata terpejam. Di hadapan mereka patung wanita berambut panjang seperti dedaunan, memegang buku dan tongkat bercabang.
Dewi Roh, Sylvia.
Dio memimpin dengan suara pelan.
"Dewi Sylvia... dengarkan sihir roh kami. Jangan biarkan pedang elemental kami padam lagi. Hari ini biarlah para roh memb…
Sang Penghancur Rantai Takdir
Chapter 35_Tamu manis yang misterius
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments