Sang Penghancur Rantai Takdir

Sang Penghancur Rantai Takdir

Chapter 1_Takdir yang buruk

Kerajaan Eiden.

Ibu Kota Vain.

Tahun Suci 1558.

*Wuuussh...*

Angin dingin berhembus pelan, membawa aroma mawar yang sudah layu dari taman istana. Baunya manis, tapi busuk.

Bulan purnama menggantung tinggi di langit hitam, cahayanya yang pucat menerangi menara-menara batu yang menjulang kaku, dingin dan tidak peduli.

Namaku Kai.

Aku terlahir sebagai anak dari Raja kerajaan ini.

Hanya saja... aku tidak pernah punya takdir yang baik.

Aku adalah anak yang bahkan keberadaannya tidak diakui oleh ayahnya sendiri.

Dan ibuku... hanya dijadikan alat pemuas nafsu.

Saat Ratu sudah memiliki dua orang anak dari Raja, beliau memutuskan tidak ingin memiliki anak lagi.

Karena itulah aku lahir. Anak yang tidak diinginkan.

Dan sejak hari itu, aku hidup dalam diskriminasi.

Orang-orang bilang ibuku adalah selir Raja.

Gelar yang mungkin di luar sana terdengar mulia.

Tapi tidak di sini.

Di istana ini, gelar itu hanya berarti bisikan di lorong, tatapan jijik yang menusuk punggung, dan pintu yang selalu tertutup tepat di depan wajah kami.

*Srekk...*

Dulu, Raja menikahi ibuku karena dia seorang petualang yang kuat dan cantik.

Tapi yang tidak pernah ibu duga adalah...

Raja hanya ingin melampiaskan hasrat bejatnya yang sudah tidak bisa dia tahan lagi.

Dia tidak pernah melihat ibu sebagai manusia.

Dia hanya melihat ibu sebagai alat.

Aku menghentikan langkah di balkon batu yang dingin. Kedua tanganku mencengkeram pagarnya yang beku.

*Krek...*

Pandanganku terangkat ke langit malam.

Bintang-bintang redup, seolah ikut malu melihat keadaanku.

Tinggal di sini... tidak ada bedanya dengan tinggal di benua terkutuk.

_...Aku masih bingung. Kenapa ibu mau bersama dengan orang seperti itu??_

Ibu selalu menjawab dengan suara pelan, hampir seperti bisikan, dengan senyum yang retak di ujungnya.

"Raja sebenarnya sangat mencintai ibu. Tapi dengan caranya sendiri."

Aku selalu mempertanyakan apa itu cinta.

Ibu bilang cinta adalah sesuatu yang membuatmu lebih kuat.

Dia juga bilang cinta bisa membuat hidup seseorang menjadi lebih indah.

_Kalau benar cinta bisa membuat hidup lebih indah..._

_Kenapa yang ibu dapatkan hanya penderitaan?? Kenapa yang kudapat hanya tatapan jijik itu??_

Kedua tanganku mengepal erat sampai buku-buku jariku memutih. Kuku-kukuku menusuk telapak tangan sampai perih dan basah.

Rasa sakit itu satu-satunya bukti kalau aku masih hidup.

"Sial...!! Aku tidak bisa berbuat apa-apa!" Suaraku pecah, tercekat di tenggorokan, hampir tidak terdengar tertelan angin.

Langkah kaki terdengar mendekat dari belakang. Pelan. Tapi jelas di tengah keheningan malam.

*Tap... tap... tap...*

"Oh, kau di sana, Kai. Aku sudah lama mencarimu," ucap sebuah suara lembut.

Aku menoleh dengan bahu yang masih menegang.

Di depanku berdiri sepupuku, Tia.

Jubah tipisnya berkibar diterpa angin malam, rambut coklatnya sedikit berantakan karena angin. Matanya... selalu setenang danau, dan itu yang membuatku sedikit bisa bernapas.

"Yo... lama tidak bertemu," kataku, meski sudut bibirku hanya dipaksa melengkung, senyum yang bahkan aku sendiri tidak percaya.

"Hmm... sudah lama tidak bertemu," jawabnya pelan. Ada khawatir yang jelas di sorot matanya saat melihat kepalaku yang menunduk, bahuku yang naik turun menahan sesuatu.

Dia adalah Tia. Putri kedua kerajaan ini. Anak sah dari Ratu.

Tubuhnya kecil, tapi umurnya sama denganku. Satu-satunya yang tidak pernah menatapku dengan jijik.

Tiba-tiba sebuah dorongan keras menghantam bahuku dari belakang.

*Bruk!*

"Ahh... ketemu juga kau, Tia."

Dari balik punggung Tia muncul Putra Mahkota Kerajaan Eiden.

Cahaya obor dari lorong memantul di baju zirah peraknya yang berkilau. Dagunya terangkat tinggi. Matanya menatapku dari atas ke bawah dengan jijik yang tidak pernah dia sembunyikan.

"Akhirnya kutemukan kau."

William. Putra Mahkota.

Aku benci mengakuinya, tapi dia sepupuku.

Dan dia kakaknya Tia. 3 tahun lebih tua dariku.

Dia menatap Tia dengan marah, lalu melirikku dengan senyum sinis yang miring.

"Tia, bisa jelaskan kenapa kau bersama anak ini?" suaranya dingin. "Dia adalah aib. Anak yang bahkan tidak mewarisi setetes darah bangsawan."

Darahku mendidih. Rahangku mengeras sampai gigiku berderak.

*Kriuk...*

Aku hanya bisa menggertakkan gigi dan menahan amarah yang membakar di dada, tanganku mengepal sampai bergetar.

"Tia, mari pergi. Kita punya tugas penting. Daripada membuang waktu dengan anak tidak berguna itu."

Kata William sambil menarik pergelangan tangan Tia dengan kasar.

*Srett!*

"Tunggu!! Kakak!! Lepaskan aku!!" protes Tia, suaranya panik, berusaha melepaskan diri. Matanya melirik ke arahku, penuh rasa bersalah dan meminta maaf.

Langkah mereka berdua menghilang, ditelan gelapnya lorong istana.

*Tap... tap... tap...* semakin menjauh.

Tinggal aku. Dan angin dingin. Dan bulan yang tetap diam, tidak peduli.

*Wuuussh...*

Episodes
1 Chapter 1_Takdir yang buruk
2 Chapter 2_Kisah masa lalu
3 Chapter 3_Suara dari kegelapan
4 Chapter 4_hilangnya cahaya terakhir
5 Chapter 5_Pengkhianatan teman masa kecil
6 Chapter 6_Awal penderitaan (bagian 1)
7 Chapter 7_Awal penderitaan (bagian 2)
8 Chapter 8_Awal penderitaan (bagian akhir)
9 Chapter 9_Pertemuan yang tidak terduga
10 Chapter 10_Titik balik pertama
11 Chapter 11_Kepingan pertama
12 Chapter 12_Keluarga baru
13 Chapter 13_Senyuman yang menghangatkan
14 Chapter 14_Perasaan nyata sang putri
15 Chapter 15_Sebuah penebusan
16 Chapter 16_Awal dari mimpi buruk
17 Chapter 17_Sebuah ilusi
18 Chapter 18_Melawan diri sendiri
19 Chapter 19_Belajar menerima diri
20 Chapter 20_Bantuan rahasia dari seseorang
21 Chapter 21_Pertemuan yang ditakdirkan
22 Chapter 22_Sebuah Perjalanan panjang
23 Chapter 23_Terjebak dalam masalah
24 Chapter 24_Perubahan akan dimulai
25 Chapter 25_Pemberontakan (bagian 1)
26 Chapter 26_Pemberontakan (bagian 2)
27 Chapter 27_Pemberontakan (bagian 3)
28 Chapter 28_Pemberontakan (bagian akhir)
29 Chapter 29_Sebuah kenangan
30 Chapter 30_Wajah asli gereja
31 Chapter 31_Tawaran menuju kebebasan
32 Chapter 32_Awal dari bencana
33 Chapter 33_Pertama kali aku melihatnya
34 Chapter 34_Akhir dari sebuah penantian
35 Chapter 35_Tamu manis yang misterius
36 Chapter 36_Suasana yang berubah
37 Chapter 37_Dibalik senyuman yang ada
38 Chapter 38_Ramalan masa depan
39 Chapter 39_Masa depan diriku
40 Chapter 40_Kepingan kedua
41 Chapter_Senyum yang menghangatkan
42 Chapter 42_Rencana yang mulai berjalan
43 Chapter 43_Misi penyelamatan (bagian 1)
44 Chapter 44_Misi penyelamatan (bagian 2)
45 Chapter 45_Misi penyelamatan (bagian 3)
46 Chapter 47_Misi penyelamatan (bagian 3)
47 Chapter 47_Misi penyelamatan (bagian 4)
48 Chapter 48_Misi penyelamatan (bagian akhir)
49 Chapter 49_Janji yang dilanggar
50 Chapter 50_Sebuah akhir dan sebuah awal baru
51 Chapter 51_Seorang utusan
52 Chapter 52_Wujud dan kekuatan baru
53 Chapter 53_Trauma yang terulang
54 Chapter 54_Semangatlah diriku
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Chapter 1_Takdir yang buruk
2
Chapter 2_Kisah masa lalu
3
Chapter 3_Suara dari kegelapan
4
Chapter 4_hilangnya cahaya terakhir
5
Chapter 5_Pengkhianatan teman masa kecil
6
Chapter 6_Awal penderitaan (bagian 1)
7
Chapter 7_Awal penderitaan (bagian 2)
8
Chapter 8_Awal penderitaan (bagian akhir)
9
Chapter 9_Pertemuan yang tidak terduga
10
Chapter 10_Titik balik pertama
11
Chapter 11_Kepingan pertama
12
Chapter 12_Keluarga baru
13
Chapter 13_Senyuman yang menghangatkan
14
Chapter 14_Perasaan nyata sang putri
15
Chapter 15_Sebuah penebusan
16
Chapter 16_Awal dari mimpi buruk
17
Chapter 17_Sebuah ilusi
18
Chapter 18_Melawan diri sendiri
19
Chapter 19_Belajar menerima diri
20
Chapter 20_Bantuan rahasia dari seseorang
21
Chapter 21_Pertemuan yang ditakdirkan
22
Chapter 22_Sebuah Perjalanan panjang
23
Chapter 23_Terjebak dalam masalah
24
Chapter 24_Perubahan akan dimulai
25
Chapter 25_Pemberontakan (bagian 1)
26
Chapter 26_Pemberontakan (bagian 2)
27
Chapter 27_Pemberontakan (bagian 3)
28
Chapter 28_Pemberontakan (bagian akhir)
29
Chapter 29_Sebuah kenangan
30
Chapter 30_Wajah asli gereja
31
Chapter 31_Tawaran menuju kebebasan
32
Chapter 32_Awal dari bencana
33
Chapter 33_Pertama kali aku melihatnya
34
Chapter 34_Akhir dari sebuah penantian
35
Chapter 35_Tamu manis yang misterius
36
Chapter 36_Suasana yang berubah
37
Chapter 37_Dibalik senyuman yang ada
38
Chapter 38_Ramalan masa depan
39
Chapter 39_Masa depan diriku
40
Chapter 40_Kepingan kedua
41
Chapter_Senyum yang menghangatkan
42
Chapter 42_Rencana yang mulai berjalan
43
Chapter 43_Misi penyelamatan (bagian 1)
44
Chapter 44_Misi penyelamatan (bagian 2)
45
Chapter 45_Misi penyelamatan (bagian 3)
46
Chapter 47_Misi penyelamatan (bagian 3)
47
Chapter 47_Misi penyelamatan (bagian 4)
48
Chapter 48_Misi penyelamatan (bagian akhir)
49
Chapter 49_Janji yang dilanggar
50
Chapter 50_Sebuah akhir dan sebuah awal baru
51
Chapter 51_Seorang utusan
52
Chapter 52_Wujud dan kekuatan baru
53
Chapter 53_Trauma yang terulang
54
Chapter 54_Semangatlah diriku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!