[1 Bulan Setelahnya]
*Sraaak... Byurrr...*
Suasana malam di kota itu benar-benar mati. Hening yang tidak wajar.
Lampu-lampu minyak dan perapian di setiap rumah menyala temaram, cahayanya bergetar tertiup angin yang menyusup dari celah jendela. Hujan mengguyur dengan sangat deras, menghantam genteng-genteng seperti ribuan paku yang jatuh. Angin kencang meraung, meniup atap-atap rumah warga hingga berderak keras.
*Wuuuusshhh...*
*DUARRR!*
Kilatan petir menyambar dengan sangat keras di langit, menyinari seluruh kota sesaat menjadi putih pucat sebelum kembali ditelan gelap.
Di tengah kota, berdiri sebuah rumah besar yang paling mencolok. Tamannya luas, dengan air mancur di tengahnya yang airnya sudah meluap karena hujan. Jalan setapaknya sangat mulus, dan patung-patung marmer yang dingin berjejer di samping pintu utama.
Di salah satu ruangan dengan kaca besar yang berembun, terdapat sebuah ruang kerja yang dipenuhi tumpukan buku tebal dan sebuah brankas besi yang berat di dekat meja kerjanya.
Seorang pria berbadan gemuk, mengenakan jas beludru mahal dan memakai cincin yang terbuat dari emas di hampir seluruh jarinya, sedang duduk dengan angkuh di kursinya.
*kling*
Dia mengambil segelas wine merah dan meminumnya dengan suara seruputan keras.
"Ahhh... wine ini begitu nikmat. Tier! Cepat kemari!" serunya sambil meletakkan gelasnya dengan kasar.
*Tak!*
Seorang pemuda masuk dengan langkah terburu-buru.
*Tap... tap... tap...*
Dia terlihat gemetar hebat dan berkeringat dingin, napasnya memburu. Lalu dia berjalan mendekat dengan kepala tertunduk.
"Apakah Anda memanggil saya, Tuan Joseph?" tanyanya lirih.
Pria gemuk itu mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya.
*Tuk... tuk... tuk...*
Lalu dia mendorong sebuah kertas kusut ke arah pemuda itu dengan kasar.
*Srett!*
"Tenang saja, Tier. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu," katanya dengan senyum palsu. Dia menundukkan kertas itu tepat di hadapan pemuda itu, lalu wajahnya seketika memerah padam karena marah.
"KENAPA?! HAL INI BISA T…
Sang Penghancur Rantai Takdir
Chapter 27_Pemberontakan (bagian 3)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments