Kekaisaran Eiden
Kota Perbatasan Magrel
Tahun Suci 1560
Cecilia melepaskan pelukannya. Matanya berkaca-kaca, bibirnya bergetar.
"Aku benar-benar merindukan Papah dan Mamah," lirihnya. "Apa pun akan kulakukan agar bisa melihat kalian lagi."
*Srek.*
Aku menatap tanganku yang masih bergetar, lalu menyeka sisa air mata di pipinya. Jemari Cecilia masih dingin, menempel di pergelangan tanganku, tidak mau lepas.
"Tidak harus dengan cara mengorbankan nyawamu seperti ini, Cecilia."
Ia mengerutkan dahinya, menggeleng dengan cepat seolah takut aku salah paham. Napasnya masih sesekali tersendat, bahunya naik turun menahan isak.
"Lalu aku harus terus sendirian? Aku sudah tidak mau menjalani masa depan yang seperti itu lagi."
Aku tidak langsung menjawab. Kuangkat tubuh ringannya dan kududukkan kembali di kursi, kemudian berjongkok di hadapannya agar pandangan kami sejajar. Kursi kayu itu berderit pelan. *Kriet...* Aku menatap wajahnya yang masih basah, memastikan ia benar-benar tenang sebelum bicara.
"Dengan tubuh itu, berapa lama lagi kau bisa bertahan?"
Tubuhnya tersentak pelan, sebelum akhirnya sebuah senyum lebar merekah di wajahnya.
"Aku memang terlihat seperti anak kecil," ujarnya. "Tapi umurku sudah dua puluh tiga tahun, Papah. Papah pasti sudah mengetahuinya, kan? Itu alasan kenapa Papah tiba-tiba mengajak kami berjalan-jalan seperti ini."
Tangannya yang kecil terulur, mengelus kepalaku dengan lembut.
"Sejak dulu Papah selalu seperti ini. Sangat sulit untuk jujur pada diri sendiri, padahal Papah yang paling menderita."
Kepalaku tertunduk. Seluruh tubuhku bergetar.
"Maafkan aku. Karena aku gagal menjadi Papah yang baik untukmu di masa depan."
Ia menggeleng.
"Tidak," bisiknya lalu mengecup pipiku dengan lembut. *Cup.* Ia menatapku sambil tersenyum. "Menurutku, Papah adalah Papah paling keren di seluruh dunia."
Aku terdiam. Pada awalnya aku memang payah dalam hal jujur terhadap perasaanku sendiri. Tapi setelah bertemu dengan mereka, dan melalui banyak hal bersama, akhirnya a…
Sang Penghancur Rantai Takdir
Chapter 40_Kepingan kedua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments