Dio mengepalkan tangannya sambil menundukkan wajahnya dalam-dalam. Bibirnya bergetar.
"Kau benar... tidak seharusnya kita mencurigainya seperti itu."
Syia mengusap bahunya sendiri. Senyumnya tipis, tapi matanya berkaca-kaca dan merah.
"Aku bodoh ya... dia yang mengajari kita semua hal yang tidak kita ketahui. Dia yang membawa kita sampai sejauh ini... tapi balasan kita malah curiga."
Mira tidak menjawab. Ia hanya membetulkan kacamatanya dengan tangan yang gemetar hebat, lalu berbalik dan melangkah keluar tanpa suara. *Tap tap pelan..* Langkahnya pelan tapi berat.
Roth yang melihat itu langsung menoleh.
"Kau mau ke mana?"
Mira terdiam di ambang pintu. Bahunya naik turun. Ia menoleh sedikit, tidak sepenuhnya.
"Aku akan melanjutkan apa yang ia percayakan padaku. Jika kalian ingin menebus kesalahan kalian... selesaikan pekerjaan yang ada, sebelum dia bangun."
Semua orang menatap punggung Mira. Tatapan penuh tekad itu menular, pelan-pelan membakar rasa bersalah mereka menjadi sesuatu yang lain.
Roth membunyikan jari-jarinya, suaranya keras memecah sunyi yang menyesakkan itu. *Krek..*
"Kita lakukan!"
Satu per satu mereka berjalan keluar di belakang Mira. Tidak ada yang berani menoleh ke belakang lagi.
Saat Stella ingin ikut bangun, Syia berbalik. Ia tersenyum ke arah Stella, tapi senyum itu dipaksakan, jelas sekali ia menahannya.
"Ahh... Stella, lebih baik kau tinggal di sini saja. Kita tidak akan pernah tahu kapan orang yang menyerang Sora itu muncul lagi."
Stella mengangguk pelan. Tenggorokannya tercekat.
"Baiklah... serahkan padaku."
Syia melambaikan tangannya pelan. Ia berlari kecil keluar sambil mengenakan topi penyihirnya yang sedikit miring, berusaha terlihat biasa saja.
"Kalau begitu, tolong jaga dia ya..."
*Klek..*
Pintu tertutup. Kunci pintu berderak pelan.
Kamar itu kembali sunyi. Begitu sunyi sampai suara napas beratku sendiri terdengar begitu jelas dan menyakitkan di telinga. *Hah.. hah..*
Stella perlahan menoleh ke wajahku. Matanya tampak sayu, sembab, dan s…
Sang Penghancur Rantai Takdir
Chapter 34_Akhir dari sebuah penantian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments