[Keesokan Harinya]
Tubuh kami sudah kembali normal. Setidaknya kelihatannya begitu.
Sejak kejadian itu, Stella belum keluar dari kamarnya. Sudah satu hari.
Semua orang berkumpul di depan kamarnya. Aku, Syia, Dio, dan Roth. Tidak ada yang bicara. Bibir dan alis kami mengerut.
Syia nampak yang paling gelisah. Dia jongkok di depan pintu, menempelkan telinganya pelan, lalu menepuk-nepuk pipinya.
"Dari kemarin dia belum keluar kamarnya, aku benar-benar khawatir," bisik Syia pelan ke arahku. "Biasanya kalau Stella sedang ada masalah, dia akan menghampiriku dan menceritakan semuanya."
Dia melirik sinis ke arahku.
"Aku sangat heran kepadamu, kau benar-benar tidak ingin berbagi semua rahasiamu kepada orang lain ya? Tolong jawab kami Sora, apa kau masih belum mempercayai Stella?"
Aku tersenyum tipis.
"Seseorang tidak perlu menceritakan semua rahasianya untuk mendapatkan kepercayaan, kan? Jika benar begitu, maka seseorang bodoh pun bisa menjadi seorang raja, kan?"
Aku menutup mataku dan membukanya secara perlahan.
"Dan apa kau pikir aku mau repot-repot kesini jika tidak menganggapnya berharga."
Aku menoleh ke arahnya.
"Asal kau tahu saja, aku juga tidak ingin menyembunyikan hal ini kepadanya."
Dia tersentak lalu merengutkan bibirnya.
"Kalau begitu kenapa kau tidak memulai dengan memberitahukannya soal kondisimu."
Aku menundukkan wajahku lalu menatap dengan mata sayu.
"Karena aku takut."
Aku mengangkat wajahku kembali.
_Jika aku mengatakannya, maka suatu hari aku bisa saja menyesalinya._
Aku menarik napas panjang, lalu memberanikan diri mengetuk pintu.
Tok... tok... tok...
"Stella, apa kau tidak apa-apa?"
Terdengar langkah kaki pelan mendekat. Pintu terbuka sedikit.
"Ada apa kalian berkumpul di depan kamarku ramai-ramai begini?"
Mukanya pucat. Matanya sayu dan di pipinya masih ada bekas air mata yang kering. Tapi dia masih memaksakan tersenyum di hadapan kami.
Melihatnya seperti itu, aku tidak bisa menahan diri. Aku menatapnya dan tersenyum, lalu mengelus kepalanya pelan.
"Kau…
Sang Penghancur Rantai Takdir
Chapter_Senyum yang menghangatkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments