8. Pena Awal, tinta asal dan pena yang hilang

Angin di dunia immortal berhenti. Langit remang-remang seperti lukisan usang yang mulai mengelupas.

Semua suara menghilang, kecuali detak langkah dua sosok yang berdiri berhadapan di atas langit.

Satu adalah Sang Creator, pria biasa dengan senyum ringan, membawa pena putih di tangan kanannya.

Yang lain, Lu San, dengan mata sedingin ruang hampa, memegang Pena Hitam, simbol kehendaknya yang sudah bebas dari takdir biasa.

Mereka berdiri di sana, di antara langit dan bumi, sementara semua penonton, termasuk Ling Yue, Tian Yi, bahkan Pustakawan Kosong hanya bisa diam.

Ini bukan sekedar pertempuran antar karakter. Ini adalah perang ideologi.

---

Creator mengangkat pena putihnya, menggoreskan satu kalimat di udara.

"Langit yang gelap cerah kembali."

Seketika, langit yang kelabu perlahan menjadi biru terang. Awan menghilang.

Suara burung berkicau, bunga bermekaran, udara menjadi hangat.

Lu San tersenyum tipis.

"Kau membuatnya terlihat mudah, Creator."

"Memang mudah," jawab Creator santai. "Aku menulis cerita ini."

Tanpa berkata-kata lagi, Lu San mengayunkan Pena Hitamnya.

"Waktu berhenti."

Dan dunia beku. Semua burung diam di udara, bunga berhenti mekar, bahkan cahaya matahari tertahan di tempatnya.

Tapi Creator hanya mengangguk.

"Bukan hanya kau yang bisa menghentikan waktu."

Dia menulis lagi di udara.

"Waktu berjalan tanpa batas."

Dan detik kembali mengalir. Dunia bergerak, waktu menari bebas.

---

"Aku mengerti sekarang," gumam Lu San. "Kita bukan bertarung tentang kekuatan... tapi tentang siapa yang punya ide paling murni."

Pena mereka bukan senjata biasa. Setiap tulisan adalah keputusan eksistensial, menetapkan apa yang nyata dan apa yang tidak.

Creator tertawa pelan. "Kau cepat belajar."

Lu San mempererat genggamannya. "Lalu kenapa kau memberiku Pena Awal ini?" tanyanya, menunjuk pena putih di tangan kiri.

Pena Awal... Pena yang katanya bisa menciptakan semesta baru, lepas dari semua hukum narasi.

Mengapa Creator memberikannya?

"Karena aku ingin tahu... apa yang kau tulis," jawab Creator santai. "Aku bosan. Semua karakterku terlalu patuh. Tapi kau... kau membangkang. Itu menarik."

---

Lu San menghela nafas. "Kalau begitu, mari kita tulis dunia masing-masing."

Dia menulis di udara dengan Pena Awal.

"Sebuah dunia tanpa takdir. Tanpa kematian. Tanpa batas."

Dan... ruang mulai retak. Cahaya menyembur dari sela-sela udara.

Sebuah dunia baru perlahan terbentuk di balik celah itu.

Tetapi Creator menggeleng. "Itu tidak akan berhasil."

Dia menulis.

"Semua dunia baru Lu San akan runtuh."

Dan retakan itu berhenti meluas. Dunia yang hampir tercipta itu mulai hancur, perlahan berubah menjadi debu tinta yang melayang di udara.

"Kenapa?" tanya Lu San, matanya menajam.

"Karena kamu hanya menciptakan kebebasan, tapi tidak memberi makna. Dunia tanpa batas... adalah dunia kosong," jawab Creator serius.

---

Lu San diam sesaat. Dia sadar, ada sesuatu yang kurang dalam tulisannya.

Dia membuat dunia tanpa takdir, tanpa kematian.

Tapi dia lupa, bahwa makhluk di dalamnya membutuhkan alasan untuk hidup.

"Kalau begitu..."

Lu San menulis ulang.

"Dunia di mana setiap makhluk menemukan arti mereka sendiri. Setiap makhluk bisa menjadi penulis takdir mereka sendiri."

Dan kali ini, dunia itu stabil.

Di balik celah ruang, terlihat pohon-pohon tumbuh, gunung menjulang, makhluk-makhluk lahir... dan mereka menulis di udara dengan pena masing-masing.

Mereka menjadi Creator bagi diri mereka sendiri.

---

Creator tersenyum lebar. "Itu dia. Kau akhirnya mengerti."

Tapi kemudian, Creator melanjutkan, "Tapi... ada konsekuensinya."

Dia menulis kalimat baru.

"Jika semua makhluk bisa menjadi penulis, maka perang antar penulis tak terelakkan."

Dan dunia baru yang Lu San buat mulai berperang.

Setiap makhluk mencoba menulis dunia mereka sendiri. Langit berwarna ungu, tanah pecah, hukum gravitasi hilang, udara jadi api.

"Mereka saling menghapus," bisik Lu San.

---

Tiba-tiba, Ling Yue maju. "Lu San!" serunya. "Kalau kau ingin menghindari itu, kau butuh Tinta Asal!"

"Tinta Asal?" gumam Lu San.

Ling Yue mengangguk. "Tinta Asal adalah esensi narasi sejati. Jika kau menulis dengan tinta itu, maka dunia yang kau buat tidak akan bertentangan satu sama lain. Mereka akan harmonis."

Creator tertawa pelan. "Kau sudah tahu tentang itu, Ling Yue? Kau memang penjaga yang setia."

---

Pustakawan Kosong melayang turun, membawa sebuah botol kecil berisi cairan hitam yang berkilauan seperti bintang.

"Tinta Asal ini," katanya, "adalah warisan pertama. Bahkan Creator ini tidak bisa membuatnya lagi."

Creator tersenyum tipis. "Benar. Aku hanya menemukan satu... dan aku simpan selama ini."

Lu San mengulurkan tangan, tapi Pustakawan Kosong menggeleng.

"Kau hanya bisa mendapatkan ini... jika mengalahkan Creator."

---

Lu San menatap Creator, kali ini tanpa kebencian, tanpa kemarahan. Hanya tekad.

"Kalau begitu, mari kita selesaikan ini."

Mereka berdua mulai menulis bersamaan.

Kata-kata melayang di udara, bersinar terang.

Creator menulis:

"Langit menjadi tinta, bumi menjadi kertas. Hanya tulisanku yang bertahan."

Dan dunia mulai hancur menjadi halaman kosong, pena Creator mulai menulis ulang segalanya.

Lu San menulis:

"Semua pena adalah satu. Tidak ada pena yang lebih tinggi dari yang lain."

Dan pena semua makhluk di dunia itu bersinar. Mereka mulai menulis bersamaan, melawan tulisan Creator.

---

Perang huruf pecah.

Setiap kalimat bertabrakan, membentuk badai narasi.

Suara tinta, suara pena, suara teriakan karakter yang ingin hidup di dunia mereka sendiri bergema.

Creator terdesak. Dia melihat semua karakter mulai memberontak.

"Ini... ini tak seperti yang aku rencanakan!" teriaknya.

Lu San menulis kalimat terakhir.

"Creator menyadari bahwa dia hanya karakter di narasi yang lebih tinggi lagi."

Dan tiba-tiba, Creator berhenti.

Pena putihnya jatuh. Matanya kosong.

"Aku... karakter?" gumamnya.

---

Pustakawan Kosong menghela napas. "Kau benar, Lu San. Dia... hanya karakter dari Creator yang lain."

Dan langit pecah lagi.

Di atas mereka, sesosok raksasa muncul.

Matanya tak bisa dilihat.

Tangannya menulis di udara dengan pena emas raksasa.

Sang Creator dari Creator.

---

Lu San menatap ke atas.

"Jadi... seberapa jauh rantai ini berjalan?"

Pustakawan Kosong menjawab pelan. "Tidak ada yang tahu."

Tapi Lu San tersenyum.

"Lalu kita cari tahu."

Dia mengambil Pena Awal, Tinta Asal, dan Halaman Awal.

Menulis:

"Kita menembus semua narasi. Hingga kita menemukan ujungnya."

Dan portal emas terbuka.

Dia melangkah masuk.

---

Di belakangnya, Ling Yue tersenyum tipis.

"Akhirnya... seseorang cukup gila untuk mencobanya."

Pustakawan Kosong ikut melangkah.

"Semoga kali ini... akhir cerita berbeda."

Bersambungg...

Episodes
1 1.Awal Mula
2 2. Sang Wanita dan takdir klise
3 3. Membalikan Keadaan
4 4. Pertemuan yang tidak seharusnya ada
5 5. Jejak pembaca dan bayang bayang yang terhapus
6 6. Fragmen tinta pencipta dan pintu kosong
7 7. Pena Hitam dan perang halaman terakhir
8 8. Pena Awal, tinta asal dan pena yang hilang
9 9. Dimensi meta, dunia tanpa cerita
10 10. Bayangan Di Balik Pena
11 11. Pena Yang Terbelah
12 12. Percakapan Di Ujung Realitas
13 13. Perpustakaan Tanpa Nama
14 14. Dibalik Halaman Putih
15 Chapter 15 – Cahaya Emas di Atas Segalanya
16 Chapter 16 – Penulis dari Dunia Tak Bernama
17 Chapter 17 – Serangan Pertama Para Editor
18 Chapter 18 – Rencana Rewrite Realita
19 Chapter 19 – Memutus Sebab dan Akibat
20 Chapter 20 – Cabut Akar Takdir
21 Chapter 21 – Langkah Keempat: Rewrite
22 Chapter 22 – Dunia Tanpa Narasi
23 Chapter 23 - Gerbang Perpustakaan Asal
24 Chapter 24 - Tinta Realitas dan Awal Narasi Baru
25 Chapter 25 - Benteng Narasi dan Serangan Pertama Para Pemberontak
26 Chapter 26 - Perjalanan Menuju Domain Realitas Mutlak
27 Chapter 27 - Ketika Pena Bergetar dan Takdir Berubah
28 Chapter 28 - Titik Nol: Dimulainya Realitas yang Sebenarnya
29 Chapter 29 - Para Pemberontak Kuno: Bangkitnya Ancients di Lapisan Tersembunyi
30 Chapter 30 - Gerbang yang Mengarah ke Beyond
31 Chapter 31 - Pena Tanpa Tangan, Dunia Tanpa Akhir
32 Chapter 32 - Dunia Tanpa Nama, Realitas Tanpa Batas
33 Chapter 33 - Jejak Sang Pemberontak
Episodes

Updated 33 Episodes

1
1.Awal Mula
2
2. Sang Wanita dan takdir klise
3
3. Membalikan Keadaan
4
4. Pertemuan yang tidak seharusnya ada
5
5. Jejak pembaca dan bayang bayang yang terhapus
6
6. Fragmen tinta pencipta dan pintu kosong
7
7. Pena Hitam dan perang halaman terakhir
8
8. Pena Awal, tinta asal dan pena yang hilang
9
9. Dimensi meta, dunia tanpa cerita
10
10. Bayangan Di Balik Pena
11
11. Pena Yang Terbelah
12
12. Percakapan Di Ujung Realitas
13
13. Perpustakaan Tanpa Nama
14
14. Dibalik Halaman Putih
15
Chapter 15 – Cahaya Emas di Atas Segalanya
16
Chapter 16 – Penulis dari Dunia Tak Bernama
17
Chapter 17 – Serangan Pertama Para Editor
18
Chapter 18 – Rencana Rewrite Realita
19
Chapter 19 – Memutus Sebab dan Akibat
20
Chapter 20 – Cabut Akar Takdir
21
Chapter 21 – Langkah Keempat: Rewrite
22
Chapter 22 – Dunia Tanpa Narasi
23
Chapter 23 - Gerbang Perpustakaan Asal
24
Chapter 24 - Tinta Realitas dan Awal Narasi Baru
25
Chapter 25 - Benteng Narasi dan Serangan Pertama Para Pemberontak
26
Chapter 26 - Perjalanan Menuju Domain Realitas Mutlak
27
Chapter 27 - Ketika Pena Bergetar dan Takdir Berubah
28
Chapter 28 - Titik Nol: Dimulainya Realitas yang Sebenarnya
29
Chapter 29 - Para Pemberontak Kuno: Bangkitnya Ancients di Lapisan Tersembunyi
30
Chapter 30 - Gerbang yang Mengarah ke Beyond
31
Chapter 31 - Pena Tanpa Tangan, Dunia Tanpa Akhir
32
Chapter 32 - Dunia Tanpa Nama, Realitas Tanpa Batas
33
Chapter 33 - Jejak Sang Pemberontak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!