Bab 19

Apa yang ingin dia lakukan disni" Alex berlari menangkap tangan nya.

Terlambat beberapa menit saja, nyawanya pasti sudah melayang, badannya terantuk keras diantara bebatuan dibawa.

"Anji**g, lepaskan tangan ku biarkan aku mati,"

Alex tidak menghiraukan ucapan Leonor, ia menarik Leonor kasar, hingga benar-benar tubuhnya terangkat keatas, ia mendorong kasar hingga terjatuh ke lantai.

"Kamu benar-benar gadis bodoh," ujar alex mencengkram rahang Leonor kuat.

"Aku sudah bilang, kamu belum bisa mati sebelum aku izinkan,"

Alex benar-benar marah saat Leonor memilih mengakhiri hidupnya saat ada masalah, hal yang paling dibenci oleh alex.

"Dengar! Kamu tidak akan mati dengan mudah,"

Leonor memilih mengakhiri hidupnya karena tidak sanggup menjadi mainan alex, ia juga tidak tahan dengan kekerasan fisik yang ia alami.

Leonor terduduk memeluk lututnya menangis, harusnya ia sudah mati daripada melihat pria kejam dihadapkan saat ini.

Alex mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya.

"Jos, cepat naik keatas,"

"Baik bos," Jawab jose diujung telfon, tidak sampai lima menit ia sampai diatap dengan nafas ngos-ngosan.

"Ada apa bos," tanya jose mengatur pernapasan nya.

Mata melihat Leonor terduduk dilantai dengan mata memerah.

"Bawa perempuan itu ke gudang belakang ikat dia disana, dia mencoba terjun dari lantai ini, tidak ada siapapun yang boleh membantah perintah saya,"

Kalau kamu ingin mati tunggu saya izinkan, kalau tidak jangan macam-macam," Kata-kata yang sangat menyakitkan, hidup segan mati pun tidak sanggup.

Jose membopong tubuh Leonor turun dari atap ke gudang.

"A-a-k aku takut gelap, tolong kak jose, jangan bawa aku kesana,"

"Ini perintah bos lion, aku hanya menjalankan perintah, kalau aku membantah nanti yang ada aku dihajar bos, kamu kenapa ingin melompat dari sana..?"

"Tapi, aku takut" Suara Leonor mulai parau dengan tubuh bergetar.

"Baiklah, akan menyalakan lampu untuk mu disini, jadi tidurlah jangan menangis lagi dan teriak, lebih baik kamu diam daripada dia terus menyakiti mu, cara menghadapi bos lion adalah dengan menjadi anak penurut, jangan pernah membantah apapun yang ia katakan, kalau kamu berniat ingin melawan nya semua itu akan sia-sia, yang ada kamu akan tersakiti,"

"Tolong temani aku, aku takut!" Pinta Leonor memohon.

Toni merasa sangat kasihan melihat Leonor, namun kalau ia menolong gadis ini ia akan terkena imbasnya, tapi hati nya tidak tega melihat Leonor ketakutan, akhirnya alex memilih menemani Leonor dalam gudang itu.

Ia tidak ingin menyentuh milik bos atau mendekati nya, ia duduk jauh di pojok ruangan sedangkan Leonor teriakan diruang, di tengah ruangan itu, ia duduk istirahat menjaga Leonor.

Alex tahu jose menemani Leonor dalam ruangan itu, semua ruangan di mansion tidak luput dari CCTV-nya, jadi ia tahu kalau jose duduk jauh dari Leonor, ia juga tahu kalau Leonor terikat ditiang.

Sebelum ayam Berkokok jose sudah bangun keluar dari gudang menuju kamarnya, tapi seseorang sudah menunggu didalam kamar, sudah pasti itu adalah alex.

"Kamu darimana saja jose..? Aku menunggu disini dari tadi malam," ujar alex dengan nada datar tapi terdengar menakutkan.

"Saya hanya kasihan melihat nya bos, dia sangat takut gelap, takut sendirian makanya saya menemani nya digudang,"

Pok...pok..pok..!

"Apa kamu suka gadis-gadis bekas yang sudah aku pakai,"

"Tidak boa, saya tidak berani, saya hanya kasi-kasi-"

Paaakkk..!

Belum juga selesai berbicara ia sudah mendapat bogem mentah, bukan hanya itu, alex mengambil pemukul bisbol menghajar jose sampai babak belur, jose hanya diam saja karena ia tahu ia salah, semakin ia mencoba menjelaskan, maka alex akan semakin membabi murka menghajar nya.

"Aku tidak suka perintah saya di abaikan,

Kenapa kamu hanya diam saja, hah!.

Biasanya kamu adalah orang yang paling suka menjelaskan daripada berdiam diri seperti ini,

Hah, kenapa kamu hanya diam saja,

Kenapa...!"

"Maaf bos...saya salah," kata jose dengan wajah babak belur.

Setelah puas menghajar teman masa kecilnya, ia keluar dari kamar jose dengan langkah seperti orang mabuk.

Didalam kamarnya, ia menuangkan minuman kedalam botolnya, kelapanya pusing, mata nya tidak bisa tidur sampai pagi, membuat Kepala nya seperti ingin meledak, ia terkapar karena mabuk.

Jose datang membawa makanan untuk Leonor digudang, Leonor dihukum karena mencoba melakukan bunuh diri, sekarang ia diikat seperti tawanan didalam gudang.

"Ada apa dengan wajah kakak...?" tanya Leonor terkejut melihat memar-memar diwajah jose.

"Tidak apa-apa, kakak hanya terpeleset ditangga," Jose menutupi permasalahan dengan berbohong.

"Kakak pasti dipukul, itu karena aku kan...?"

Leonor merasa berapa melihat Jose, ini pasti karena ia memaksakan diri untuk ditemani didalam gudang gelap ini, pada akhir nya pria ini dalam masalah, wajahnya babak belur dipukul alex.

"Tidak apa-apa, aku kuat, aku minta kedepannya kamu harus menurutinya apapun yang diperintahkan, dengan begitu kamu tidak akan tersakiti seperti ini, tapi jika kamu melawan, maka orang disekitar mu juga akan ikut terseret, begitulah kehidupan disini, semua orang harus bisa menjaga diri sendiri jangan pernah percaya dengan orang lain,apalagi orang yang baru kamu kenal,"

"Baiklah, aku tahu, aku minta maaf atas semuanya, maaf karena aku kakak mendapat masalah," ujar Leonor menangis melihat luka-luka di tubuh Jose, ia merasa bersalah dan tidak enak karena penyebab nya adalah diri nya sendiri.

"Dia pria kejam yang sangat menakutkan, aku sangat membenci nya,"

"Jangan menangis, habiskan makanan nya sudah, sebelum bos datang ke sini," kata Jose kasihan melihat Leonor.

"Ngomong-omong..kakak kenapa baik sama aku, apakah kita pernah bertemu sebelum nya?"

"Maaf, aku harus pergi dari sini sebelum hal buruk terjadi, ingat jaga dirimu,"

jose pergi begitu saja dengan buru-buru, pertanyaan Leonor seperti angin lewat begitu saja, ia tidak ingin menambah masalah kedepan nya, ia takut bosnya marah lagi melihat nya masih bicara dengan Leonor, itu akan berakibat fatal untuk nya dengan Leonor.

Maka ia buru-buru meninggalkan Leonor.

"Maaf...Terimakasih sekali lagi," Ia melontarkan kata-kata maaf itu dari mulut nya, yang pasti lelaki itu tidak mendengar nya karena tubuh nya sudah menghilang dibalik pintu.

Walaupun alex memukul nya dengan keras sampai babak belur, namun Jose selalu bekerja dengan profesional.

Ia menemui alex sebelum pagi, sebelum ia melakukan pekerjaan nya ia harus bertemu dengan alex dulu.

Tok.....tok..!

Dua kali ketukan namun tidak ada sahutan dari dalam, ia sangat kawatir sesuatu yang buruk terjadi pada bosnya, Jose memanggil dua orang rekannya mendobrak pintu kamar, karena kuncinya dari dalam.

Sedangkan didalam sana, alex terduduk dilantai bersandar disofa, ia tidak tidur, tapi tidak juga pingsan, ia hanya merasa lelah, matanya menatap pintu dengan lemas, tidak ada tenaga untuk bangun.

"Bos, ada apa?" Dua orang berbadan tegap membantu alex berdiri.

"Kepala ku pusing, aku merasa rumah berputar kalau aku bediri, namun mataku tidak bisa terpejam untuk tidur,

Aneh mataku mengantuk tapi tidak bisa terpejam, cepat bawa wanita itu kesini aku harus memberinya pelajaran....ini semua gara-gara dia siapa suruh dia melompat dari atap, cepat bawa dia kesini," Ia memerintah kedua anak buah berbadan tegap itu untuk membawa Leonor kekamar segera.

"Baik bos," Tidak pakai lama Leonor sudah diseret kekamar pria kejam itu.

"Kamu pasti berfikir aku egois, karena sudah membuangnya namun aku memungutnya kembali dan memakannya,"

Ujarnya melihat jose berdiri dihadapannya, bahkan luka akibat pukulan nya masih terlihat jelas diwajah pria itu juga.

"Iyaa.." Jawab jose ketus.

"Jadi kamu menyukai wanita mainan ku sekarang?"

"Tidak, aku hanya kasihan dengan wanitanya bos," jawab joss.

***bersambung***

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!