Bab 10

Mengerjakan pekerjaan rumah hampir selesai, peluh membanjiri keningnya, namun tidak mengurangi tekatnya untuk mengumpulkan uang dan pergi meninggalkan tempat ini. Ia akan pergi ketempat yang sangat jauh, dimana hanya ada dirinya tidak ada orang-orang seperti yang ia temui saat ini.

"Huhh akhirnya selesai juga" seru Leonor.

Ia membalikkan badan kebelakang, tidak sengaja melihat iren mengikuti alex kedapur.

Entah mendapat dorongan darimana, ia mengikuti iren kebelakang, alhasil dikagetkan dengan adegan ciuman alex dan iren begitu panas.

Tentu saja ia kaget melihat dua manusia itu, apalagi tangan iren begitu lihay membelai dada bidang alex.

Ia membalikkan badan pergi, langkah nya terhenti oleh suara seseorang, tentu saja ia sangat menghapal suara siapa itu.

"Berhenti"

Langkah Leonor terhenti, namun ia tidak menoleh ke belakang, suara langkah itu mendekati nya.

Alex sebenarnya sudah melihat Leonor sedari tadi.

"Mohon maaf Pak, saya tidak sengaja...saya hanya berniat ambil minum"

"Terus kenapa masih disini?" tanya Alex.

"Saya akan pergi pak!"

Pergi meninggalkan kedua orang itu, dengan perasaan legah.

"Alex kamu bisa kedalam duluan, aku akan menyusul nanti"

"Hmmm"

Menghampiri Leonor didapur, hendak minum namun....

PLAK!!!

"Sakit kan?"

Kaget tentu saja, ia tidak tahu apapun, namun mendapat satu tamparan dengan sangat keras. Memegang pipinya sedikit kebas.

"Saya salah apa nyonya?“ tanya Leonor

" Masih pakai tanya lagi"

Salah mu adalah kenapa kamu mengganggu waktu berdua ku dengan Alex, aku tahu kamu sepertinya memang sengaja" Lanjut iren

"Nyo- nyonya,..saya tidak sengaja melihat pak alex bersama nyonya dibelakang.....saya tidak berbohong nyonya" ujar Leonor menunduk takut.

"Awas, kalau saya lihat lagi, kamu akan mendapatkan lebih dari tamparan ini"

Paham kamu" tanya iren

" Baik nyonya saya paham" ucap Leonor.

Tinggalah ia sendiri didapur seorang diri, segera menyelesaikan masakan nya, menatanya diatas meja.

kembali ke kamarnya, ia duduk bersandar ditembok.

'Aku tidak mau disiksa terus menerus seperti ini, aku harus cari cara supaya bisa kabur dari tempat ini' gumam Leonor.

Mengumpulkan tekat untuk kabur dari tempat ini semakin besar.

***

Berjalan melewati pagar yang ada dibelakang rumah, ia melihat ada sebuah anjing didalam jeruji, mendekati anjing tersebut dan mengusapnya.

" Kamu anjing yang gagah" ujar Leonor.

"Bolehkah aku berteman dengan mu" Mengusap anjing hitam corak putih besar itu.

Anjing Pitbull itu tidak biasa langsung akrab dengan orang baru, kecuali tuan nya alex, anjing itu hanya menuruti perintah alex. Namun entah kenapa anjing itu tidak mengongong atau mengigit Leonor ketika ia mendekat.

Anjing itu hanya mengeram ketika Leonor mengusap punggung nya.

" Aku menganggap itu iya,..berarti kita berteman" Sebuah senyuman yang cantik terlihat dibibir. Tidak ada yang menyadari di balik senyuman manis nya, ia mempunyai gigi gingsul disebelah kiri.

Siapapun yang melihat itu akan langsung terpesona.

Ia mengajak anjing Pitbull berbicara banyak hal, walaupun Jawaban darinya hanya suara mengongong.

Suara anjing mengundang perhatian alex diatas lantai dua.

Melihat interkasi antara anjing kesayangannya dengan Leonor begitu dekat.

Entah kenapa black tidak mengigit atau mengongong jadi tanda tanya untuk alex?

Ya, nama anjing besar itu adalah black, ia merupakan binatang peliharaan alex yang sangat setia.

"Black" panggil alex dengan satu kali tepuk tangan. anjing itu langsung berdiri hampir mengigit Leonor, untung ia reflek mundur kebelakang, kalau tidak sudah dipastikan ia akan digigit oleh anjing besar ini.

"Kamu mau mencoba menghianati ku black"

Black hanya terduduk mellihat keatas tuan nya dengan lemas, ia bisa merasakan kalau tuan nya kecewa dengan nya.

Black mendekati alex menjilat jari-jari tuan nya sebagai bukti permintaan maafnya.

Insting black sangatlah tajam dan kuat, ketika alex sedang marah atau frustasi terhadap apapun itu, ia akan selalu menjiilat tangan alex sampai alex mengusap punggung nya maka ia akan berhenti.

Alex pun mengusap anjing itu, menyuruh kembali masuk kedalam.

"Siapa yang menyuruh mu mendekati nya" tanya alex.

"Saya hanya berniat berkeliling dibelakang sini, tidak ada niat lain"

"Jangan berbuat sesuatu yang akan merugikan mu kedepan" Meninggalkan leonor sendiri.

Kembali kedalam kedalam meninggalkan Leonor sendiri termenung.

" Bimo bagaimana dengan proses pencarian nya"

"Sejauh ini belum ada perkembangan dan informasi apapun bos,..tapi maaf bos namun saya merasa kalau tuan dan nyonya masih hidup namun disembunyikan oleh seseorang"

Orang ini juga bukan sembarangan, karena setiap pencarian kita tidak pernah menemukan titik terang" Lanjut Bimo.

"Saya akan ke Jakarta besok, suruh iwan datang menjemput menggunakan helikopter" ujar alex memastikan ponselnya.

Dugaan Alex semakin kuat namun ia tidak mau bertindak gegabah.

"Alex...em-emosi terlalu menguasai di-dirimu, hingga apa yang kau cari sekian lama tid- tidak pernah kau temukan," ujar rudi dengan terbata-bata, suaranya hampir tidak terdengar, namun ketajaman pendengaran dari alex yang sangat tajam,ia mendengar semua.

ucapan rudi sangat mengganggu Akhir-akhir ini

'Aku akan mencarimu sampai kedalam lubang semut sekalipun' gumam alex

Bayan dan ayah alex adalah seorang sabahat sejak lama, namun keinginan nya untuk menguasai harta dan kekayaan Jackson smith persahabatan itu mulai rusak dan rengang sampai sekarang.

Mengingat ucapan rudi emosi alex mudah sekali terpancing.

"Akhhhhhh" teriak alex

Mengambil vas bunga yang berada didalam meja dan melemparkan nya ke cermin hancur seketika.

Ia mengambil pecahan kaca mengengam nya kuat hingga melukai tangan nya, ia tidak merasakan apa-apa.

Mendengar suara pecahan kaca dari lantai atas, perasaan Leonor tidak enak. Ia juga tidak berani naik ke atas lantai dua untuk melihat apa yang terjadi.

Mencari iren namun entah kenapa dari tadi tidak kelihatan kemana?

Mau meminta tolong penjaga untuk keatas namun ia juga tidak berani.

Setalah mondar-mandir ia akhirnya naik keatas.

Mengetuk pintu namun tidak ada sahutan, sedangkan suara barang-barang pecah didalam semakin keras.

Paksa membuka pintu itu, didalam kamar pecahan kaca di mana-mana sehingga untuk melangkah harus hati-hati.

"Pak alex ini ada apa" tanya Leonor takut.

"Kaluar dari sini,..tinggalkan saya, saya sudah terbiasa sendiri, untuk apa kamu peduli padaku?"

"Saya peduli pada pak alex, makanya saya kesini"

Ia tidak menyadari tangan alex yang terluka bekas cengkraman pecahan kaca yang ia pegang.

"Apa pedulimu"

Leonor dapat melihat sorot mata itu penuh luka, dan kerapuhan disana.

Leonor melihat tangan alex yang terluka ia bergegas membantu.

Mendekati alex, mengambil tangan nya dan melihat darah begitu banyak di lantai.

"Luka nya harus diobati, kalau tidak bisa infeksi"

"Lepaskan,..tinggalkan saya sendiri" Bentak Alex

" Tapi tangan kamu terluka" ucap Leonor tak kalah keras.

Menarik alex duduk disofa tunggal dekat jendela, mengambil obat p3k membantu mengobati tangan alex.

Sedangkan alex mengadahkan kepala keatas menutup matanya membiarkan Leonor mengobati luka nya.

***bersambung***

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian supaya author tambah semangat up🤗

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!