Satu minggu sudah ia tinggal dirumah besar bak istana itu milik pria itu, menyebut dirinya seorang pria tapi perlakuan nya Mirip seperti iblis.
"Itu minum, jangan sampai kamu hamil, saya tidak sidak meninggalkan jejek"
Kamu juga tidak pantas menjadi ibu bagi anak-anak saya" ujar alex dengan sinis.
Ia melemparkan satu pil penunda kehamilan untuk leonor.
"Kamu juga tidak pantas menjadi ayah bagi anak-anak ku, dasar manusia biadab" Gumam leonor.
Menatap nya dengan sinis, ingin rasanya ia melenyapkan laki-laki yang ada dihadapan nya, namun sayang ia tidak punya kekuatan untuk melawan.
"Kenapa menatap kh seperti itu? Ha!"
"Kamu memang iblis" leonor marah.
"Aku memang iblis, sejak kedua orang tuaku tiada, aku juga iblis yang akan membayangi mu untuk selamanya" ujarnya dengan raut wajah datar.
"Kenapa kamu memperlakukan ku dengan kejam? Apa salahku padamu,"
"Salahmu.....kenapa kamu ada didekat hutan? kamu melihat semua yang kulakukan pada gadis itu!" Jawab nya dengan sinis dan sorot mata tajam.
DEG...!
Ia mengingat, dirinya melihat kejadian yang begitu mengerikan dalam hidup nya, seseorang membunuh perempuan didepan matanya sendiri, palaku itu adalah orang yang bersama dengan nya saat ini, Alexander smith.
" Aku tidak akan memberitahukan siapapun...kumohon lepaskan aku"
" Tidak semudah itu"
"Kenapa tidak kau habisi aku seperti perempuan itu"
"Kamu tidak akan aku biarkan mati dengan mudah, aku belum puas bermain-main denganmu, setelah aku bosan, baru aku akan melenyapkan mu" ujar alex tanpa menoleh.
"Siapa kamu... kamu bukan Tuhan yang bisa seenaknya mengambil nyawa orang...kamu laki-laki tapi, kelakuan mu seperti iblis"
Suaranya bergetar menahan amarah, hatinya mendidih, rasa sakit rasa sedih bercampur aduk menjadi satu. Bahkan ia tidak mampu menjabarkan rasa sakit yang ia alami, ia tidak tahu, apa itu luka ditubuhnya atau luka dalam hati?
Leonor sendirian, ia tidak punya orangtua atapun saudara, ia hanya anak yatim yang dibesarkan di panti asuhan.
"Bukan Tuhan, tapi malaikat pencabut nyawamu" ujarnya alex dengan sinis.
" Kamu memang iblis..Dasar setan Lucifer "
Leonor berteriak penuh emosi, melihat sikap tenang dan cuek alex, membuat nya bertambah marah. Kemarahan itu juga akan membuatnya kembali dalam sebuah penderitaan tak berujung.
Ada petuah mengatakan:
Api jangan dilawan dengan api, yang ada makin besar dan terbakar semua, tapi api disiram dengan air.
Tapi yang dilakukan oleh Leonor adalah kesalahan besar, ia melemparkan lampu tidur ke kepala alex.
"Ah....kamu sepertinya memang sudah hidup" ujar leon mencengkram lengan Leonor memojokkan nya dinding dan mengunci tubuhnya hingga ia tidak bisa bergerak.
"Kamu marah? Kamu boleh membunuh ku sekalian, atau tembak saja aku mati sekalian, supaya aku tidak melihat wajah iblismu ini lagi,"
ucapnya tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi.
"Ohhh jadi...kamu tidak takut lagi padaku" Tanya alex, ujung bibirnya saling bertarikan memperlihatkan garis halus senyuman kecil yang tampak mengerikan.
" tidak....aku malah jijik melihat kelakuan biadab mu, kamu berani hanya sama perempuan, kamu lahir dari seorang wanita, apa kamu tidak malu pada ibumu melihatmu berbuat hal seperti ini," Hal itulah yang membuat seorang Alex murka.
"Jangan pernah menyebut nama ibuku dengan mulutmu" Membentak Leonor dengan suara meninggi.
" Iyaa, aku juga sangat berharap semoga ibumu tidak malu melahirkanmu kedunia ini" Sorot mata tajam dan bringas.
"Aku sudah bilang.....jangan pernah menyebut nama ibuku, kamu tidak pantas menyebut nya," ujarnya dengan pundak naik turun.
Ia mengunci Leonor didinding dan menatap tubuh indah itu.
"Harus berapa kali aku katakan....jangan memancing ku marah nona kecil, atau kamu akan menyesal nanti," Ia mencoba berontak namun tenaganya kalah lawan dengan alex.
"Jangan menyentuh ku baj*ngan" Marah Leonor.
Alex memundurkan panggulnya, merapatkan tubuh kekarnya ke badan Leonor. Ia berontak didalam dekapan alex, pergerakan nya membuat sesuatu terbangun.
"Aku akan menghukum mu lagi gadis pembangkang, karena kamu sudah membangunkan singa yang sedang tidur,"
"Lepaskan aku baj*ingan, kamu sangat menjijikkan!"
Alex tertawa miring "benarkan begitu? Kamu akan mendapat hukuman kali, semakin kamu berontak, kamu semakin menarik untukku"
Kamu juga sudah memukul kepala ku menggunakan lampu tidur" menatap dalam bola mata leonor, bola mata nya mengerjap ketakutan,melihat tatapan alex yang tidak biasa.
Ia menempelkan bibirnya dengan Leonor dengan kasar.
"Biadab...lepaskan akuu, aku tidak mau" Bentak Leonor.
Tapi bukan alex kalau dia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan.
Ia semakin berontak mendorong alex dari atas tubuhnya.
Melihat perlawanan yang dilakukan oleh Leonor membuat alex semakin bersemangat ******* bibir Leonor dengan kasar dan mengigit nya.
"Aahhummm" Ia mengeluarkan suara aneh dibalik ******* bibir dari alex, ia mencium aroma khas dari lelaki itu, nafas nya berbau mentol yang segar bercampur dengan vodka, dari tubuhnya wangi citrus lemon.
Melihat Leonor menolak
Ia semakin menekan dada bidan itu ke dada sintal milik Leonor, tubuh Leonor terhimpit diantara tubuh alex dan tembok.
"Come on berteriak, ayolah berteriak," ujarnya membuat hati kecil Leonor marah.
Ia berteriak tepat ditelinga alex
" Hmmm lumayan " ujarnya santai.
" Kamu menjijikkan, kamu biadab...iblis" teriak Leonor dengan pundak naik turun.
"Oh...maka lihatlah iblis ini memberimu hukuman" ujarnya santai, menarik pinggang Leonor dengan kasar.
"Oh..no....no, jangan lagi, Kumohon, aku masih kesakitan"
Kalau sampai kamu melakukan nya, aku akan pingsannn." Kata Leonor
Tetapi lelaki bertubuh kekar itu mengendong nya kedalam kamar mandi,menyalakan shower, melakukan di bahwa semburan air, Leonor berontak.
Tapi di bahwa guyuran air ia akan berontak daripada berdiam diri, mendorong dan memukul dada alex sekuat tenaga, bagi Leonor itu sudah semua tenaga ia karahkan untuk pertahanan dirinya.
Tapi bagi seorang alex, itu adalah sebuah sentuhan yang harus dibalas dengan kehangatan.
"Aauhhh kamu iblis" Teriak Leonor semakin kuat berontak.
Leonor dalam keadaan polos, ini sangat menjatuhkan harga dirinya, jujur ia sangat malu.
" Wow...ini sangat indah" seringai alex, ia memperlakukan Leonor seperti sebuah boneka mainan, yang bisa ia mainkan sesuka hatinya dan kapan saja.
" Biadab...lepas, lepaskan akuu" Teriak Leonor, mengarahkan semua tenaganya untuk melawan pria kekar diatas nya, ia menyadari satu hal, ia sangat menyesal sudah membuat lelaki itu marah.
Ia tidak menghiraukan Leonor yang sudah mulai kehabisan tenaga untuk melawan, tenaganya tidaklah ada apa-apa nya dengan seorang Alexander smith, ia kalah telak.
Ia berhenti dengan nafas terengah-engah, semua bagian tubuhnya terdapat bekas gigit dari alex.
Ia menyandarkan kepala di dinding kamar mandi, dengan sisa tenaga yang ada ia gunakan untuk menarik dan menjambak rambut alex.
Dan alex tidak memperdulikan penolakan Leonor sama sekali.
"Mulaii sekarang kamuu adalah barang saya...semua milikmu adalah miliku. ujarnya dibalik aktivitas nya.
" Akkhhhhhj dasar manusia iblis" Teriak Leonor mendorong.
Alex mempermainkan emosi dan harga diri Leonor, ia dibuat seperti mainan yang benar-benar hancur, ia seorang wanita yang punya perasaan.
Ia pun akhirnya memilih diam, membiarkan lelaki itu melakukan aktivasi nya.
Leonor terkulai lemah, ia bersandar di dinding memulihkan tenang nya.
Alex menatap dengan tatapan puas.
"Lain kali harus seperti ini, jangan seperti patung," Alex berdiri disemburan pancuran air menguyur tubuhnya.
***Bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments