Membersihkan luka itu dengan sangat Hati-hati, sesekali ia meniup untuk mengurangi rasa perih
"Pak alex bisa berbalik kesamping kiri, supaya saya tidak kesulitan perban"
"Kamu bisa tinggalkan saya, kalau memang tidak bisa"
'Dasar keras kepala...huhh sabar Leonor' batin nya
"Jangan merutuki ku" ujar alex
"Hah!"
'Bagaimana dia bisa tahu isi hatiku, atau jangan-jangan dia kepala dukun' batin Leonor lagi menerka.
"Tidak! Mari biar saya perban"
Memperban luka ditangan alex sangat rapi, seperti seorang perawat RS.
"Sudah selesai, pak alex bisa meningalkan ruangan ini biar saya bersihkan"
"Siapa bos dirumah ini? Jangan seenaknya kamu memerintah saya"
Leonor terdiam mendengar ucapan alex, seekan menyadarkan siapa dirinya dirumah ini, cuma pembantu alias pelayan.
"Saya permisi tuan"
"Siapa menyuruh keluar"
Langkah Leonor terhenti, ingatan tentang kejadian pemerkosaan yang dilakukan oleh alex terngiang lagi di kepalanya.
'Kumohon jangan, Tuhan lindungi aku' batin Leonor
"Bersihkan dalam waktu 30 menit, aku akan kembali untuk istirahat" Ujar alex langsung meninggalkan leonor.
'Syukurlah aku tidak di apa-apakannya' batin leonor lega.
Ia segera membersihkan ruangan itu dalam waktu yang ditentukan.
Melihat bingkai foto yang ada di meja dekat lemari buku, membuat rasa penasaran leonor semakin menjadi. Siapa yang ada dibalik foto itu.
Tangannya terulur untuk mengambil bingkai tersebut namun suara pintu mengagetkan nya.
"Kenapa kamu ada disni? Siapa yang menyuruhmu untuk membersihkan ruangan ini?"
Berani-beraninya kamu ya!"
Menjambak rambut leonor dengan keras dan membenturkan keningnya leonor ke ujung meja hingga darah segar mengalir dari sana.
"Auhhh lepas..sakit" ujar leonor.
"Sudah berapa kali aku peringatkan kamu"
Jangan dekati alex, tapi sepertinya kamu tidak mengerti juga" Lanjut iren
"Saya tidak bermaksud begitu nyonya, saya hanya menolong pak alex"
"Menolong dengan cara kamu menggodanya begitu?" Ucap iren dengan sinis.
Alex tiba-tiba datang menghentikan aksi iren.
"Iren,..lepaskan" Ujar alex dengan rahang mengeras.
"Aku tahu, dia sudah berusaha menggoda kamu kan?"
"Hentikan omongan mu" Bentak alex.
"Kamu disni cuma wanita pemuas nafsu saja, jangan berlagak kamu nyonya dirumah ini"
Aku bisa saja mengembalikan mu kerumah bordil untuk melayani pria-pria hidung belang" Lanjut alex dengan tegas.
"Tinggalkan kami"
Leonor bangun dengan rambut acakan, darah segar masih keluar dari keningnya, meninggalkan alex dan iren dalam kamarnya.
Ia pun duduk membersihkan luka di kening nya sendiri, lekas beristirahat.
"Saya tahu kamu cuma mengincar harta saya, kamu bisa saja aku lemparkan dari lantai dua ini"
"Lepas, kamu menyakiti ku" suara iren nyaris hilang karena cekikan yang dilakukan alex.
"Ini belum seberapa, aku bisa saja membunuhmu saat ini juga" ucap alex.
"Akhhh,akhhhh,akhh" Iren terbatuk-batuk.
Menghempaskan iren ke lantai dan menyuruh nya keluar.
"Tinggalkan saya,...dasar jalang" Maki alex
Iren keluar dengan emosi membuncah, merasa harga dirinya dipermalukan.
"Tunggu saja leonor, aku akan memberikan sedikit sedikit pelajaran untukmu" ujarnya iren.
***
Suara helikopter mendarat dengan sempurna dihalaman belakang rumah alex.
Bimo dan iwan turun dan masuk kedalam rumah alex.
Leonor mendengar suara itupun bergegas melihat siapa yang datang, ia dikagetkan dengan kedatangan kak Bimo dengan iwan.
"Kak iwan sama kak Bimo ada apa kesini" tanya Leonor senang melihat kedatangan kedua orang itu.
"Kami datang atas perintah bos alex untuk menjemput nya"
"Ohhhh" Leonor hanya beroh ria
"Ada apa dengan kening mu?" tanya iwan.
"Eh- anu, itu, kemarin tidak sengaja jatuh, terus terbentur ujung meja"
Tapi sudah tidak apa-apa " Jelas Leonor lanjut.
Melihat gelagat aneh dari Leonor membuat iwan curiga, bukan karena jatuh, namun ada inside lain.
"Lain kali lebih hati-hati" ujar iwan.
"Iya kak iwan" Balas Leonor menganguk.
Alex datang menghampiri ketiganya dengan penampilan rapi, wangi parfum begitu menenangkan pikiran. Alex selalu terlihat gagah sekalipun dengan pakaian casual.
"Berangkat"
Perintah alex pada kedua anak buahnya.
Mereka pun menuju helikopter, iwan mengambil alih kemudi membawa helikopter.
Leonor bersembunyi dibalik tembok untuk melihat kepergian mereka.
Tanpa sadar air mata jatuh, ia segera mengusap nya.
"Kenapa aku menangis?" Tanya nya.
Melihat burung besi itu sudah terbang tinggi, ia menangis tersedu-sedu melihat kepergian mereka.
'Aku merindukan kebebasan, aku tidak suka dikurung seperti ini' gumam Leonor lirih.
"Leonar!"
Leonor " Teriak iren.
Mendengar teriakan iren mengagetkan nya, segera mengusap air matanya menghampiri suara tersebut.
"Iyaa ada apa nyonya"
"Pake tanya lagi! Kamu tahu ini jam berapa aku mau makan, mana makan nya?" bentak iren.
"Maaf nyonya, saya baru habis beres-beres jadi belum masak"
PLAK!
"Kamu pikir ini rumah nenek moyang mu, jadi bisa seenaknya kamu mau kerja" Bentak lagi.
Leonor memegang pipi bekas tamparan iren.
"Siapkan sekarang! Tidak pakai lama"
"Baik nyonya"
Ia segera menyiapkan makanan untuk iren.
***
Jakarta
Sesampainya dikantor ia disambut oleh seluruh karyawan berbaris rapi.
Ia dan bimo memasuki pintu lift untuk sampai di lantai paling atas.
"Bimo tetap pantau situasi, jangan lengah"
"Baik bos"
Pintu lift terbuka ia masuk kedalam ruangan direktur, dirinya langsung disambut dengan tumpukan dokumen mengunung.
Duduk tidak lama sekertaris nya mengetuk pintu mengantarkan kopi.
"Pak ini kopinya"
"Hm..siang ini saya ada meeting dengan klien?"
"Untuk siang ini, tidak ada dinas luar maupun meating yang perlu pak alex hadiri" Jawab sekertaris.
"Baik!"
"Saya permisi pak" Pamit nya.
Ia mulai berkutik dengan banyaknya dokumen yang ada hingga jam 12 makan siang.
Bediri melihat kota jakarta dari atas ketinggian, namun tiba-tiba pikiran nya teringat akan Leonor tawanan yang ia tahan.
Menghidupkan ponselnya melihat apa yang dilakukan Leonor saat ini.
Didalam ponsel, ia melihat Leonor disiram air panas oleh iren hanya karena masalah sepele.
Ia mengengam kuat ponselnya ketika melihat Leonor meringis kesakitan meniup kulitnya yang memerah.
"Kamu sendiri yang mengundang mautmu iren" ujar alex dengan wajah datar.
Segera menutup ponselnya, memesan makan siang, sambil menunggu makan nya, ia melanjutkan lagi pekerjaannya.
***bersambung***
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian,supaya author semakin.semangat update ✨🔥
Saya kalian banyak"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments