Damian Menemukan Kaluna

Kaluna merasa lelah dan jenuh dengan perjalanan panjang menuju Winterbourne. Ia telah duduk di kereta kuda selama berhari-hari, hanya dengan pelayan sebagai teman ngobrol. Ia merindukan kebebasan untuk bergerak dan menikmati pemandangan alam di sekitarnya.

Sementara itu, di depan kereta kuda, Duke Maric, Duchess Elianora berpisah kereta kuda dengan mertuanya, dan Damian menunggang kuda dengan gagah. Mereka diiringi oleh komandan dan prajurit yang setia. Mereka terlihat sangat percaya diri dan siap menghadapi apa pun yang akan mereka temui di Winterbourne.

Kaluna tidak bisa tidak merasa sedikit iri dengan kebebasan dan kekuatan yang dimiliki oleh keluarganya. Ia berharap bahwa suatu hari nanti ia juga bisa menjadi sekuat dan sepercaya diri seperti mereka.

"Semoga setelah di wilayah Winterbourne aku bisa sedikit mendapatkan kebebasanku nantinya," gumam Kaluna pelan sambil membuka jendela di sebelahnya.

Setelah beberapa jam, semua berhenti di dekat hutan karena harus beristirahat hari sudah malam dan akan melanjutkan perjalanan esok hari.

"Apakah kamu lelah setelah melewati perjalanan ini?" tanya Damian sembari membantu istrinya turun dari kereta kuda.

"Sedikit saja kok, mungkin baru pertama kali melakukan perjalanan yang jauh," jawab Kaluna.

"Kalau begitu, ayo kita ke tenda kita dan kamu bisa beristirahat juga. Nanti aku akan meminta makanan kepada pelayan untuk diantarkan ke tenda kita," ajak Damian.

"Lalu bagaimana dengan ayah dan ibu mertua?" tanya Kaluna.

"Mereka pasti sudah ada di tenda untuk beristirahat juga," jawab Damian.

Kaluna mengangguk dan mengikuti langkah dari Damian menuju tenda yang telah dipersiapkan.

Mereka tiba di tenda yang telah dipersiapkan dan Damian membantu Kaluna masuk ke dalam tenda. Di dalam tenda, terdapat tempat tidur yang nyaman dan hangat, serta meja kecil dengan beberapa makanan ringan.

"Silakan duduk dan istirahat, aku akan meminta pelayan untuk membawa makanan yang lebih banyak," kata Damian sembari meninggalkan tenda.

Kaluna duduk di tempat tidur dan merasa sangat lelah. Ia memejamkan mata dan berusaha untuk tidur, tetapi pikirannya masih terganggu oleh perjalanan panjang yang telah mereka lakukan.

Setelah beberapa saat, Damian kembali ke tenda dengan beberapa pelayan yang membawa makanan. "Aku membawa makanan yang lebih banyak, silakan makan dan istirahat," kata Damian.

Kaluna membuka mata dan melihat makanan yang telah dibawa. Ia merasa lapar dan langsung memulai makan. Damian juga duduk di sebelahnya dan mereka makan bersama.

Setelah makan, Kaluna merasa lebih baik dan dapat beristirahat dengan lebih nyaman. Ia memejamkan mata dan berusaha untuk tidur, sambil berharap bahwa esok hari akan menjadi hari yang lebih baik.

Keesokan harinya, Kaluna bangun merasa lebih segar dan siap untuk melanjutkan perjalanan. Ia keluar dari tenda dan melihat bahwa Damian dan pelayan sudah siap untuk berangkat.

"Ayo, kita harus berangkat sekarang," kata Damian sembari menaiki kudanya.

Kaluna mengangguk dan naik ke kereta kuda. Mereka melanjutkan perjalanan menuju Winterbourne, dan Kaluna merasa lebih bersemangat karena sudah mendekati tujuan.

Setelah beberapa jam perjalanan, mereka tiba di sebuah bukit yang tinggi dan dapat melihat pemandangan Winterbourne dari kejauhan. Kaluna merasa sangat takjub dengan keindahan pemandangan itu.

"Wah, Winterbourne sangat indah," kata Kaluna sembari memandang pemandangan.

"Ya, Winterbourne memang sangat indah," kata Damian. "Tapi, kita harus berhati-hati karena perjalanan menuju Winterbourne tidaklah mudah."

Kaluna mengangguk dan mereka melanjutkan perjalanan menuju Winterbourne. Mereka harus melewati jalan yang berliku-liku dan naik turun bukit, tapi Kaluna merasa sangat bersemangat karena sudah mendekati tujuan.

Tiba-tiba, di tengah perjalanan, mereka diserang oleh sekelompok monster yang mengerikan dan beberapa orang tidak dikenal yang berpakaian hitam. Monster-monster itu memiliki mata merah yang menyala dan gigi tajam yang siap untuk menggigit.

"Awas!" teriak Damian sambil menarik pedangnya. "Kita diserang!"

Kaluna terkejut dan berusaha untuk melindungi dirinya. Ia melihat bahwa pelayan-pelayan mereka juga berusaha untuk melawan monster-monster itu, tapi mereka tampaknya tidak cukup kuat.

Damian berusaha untuk melawan monster-monster itu dengan pedangnya, tapi mereka terlalu banyak dan terlalu kuat. Kaluna melihat bahwa Damian mulai terdesak dan berusaha untuk mencari cara untuk membantunya.

Tiba-tiba, Kaluna melihat bahwa orang-orang tidak dikenal yang berpakaian hitam itu tampaknya memiliki tujuan lain. Mereka tidak hanya menyerang mereka, tapi juga berusaha untuk menculik Kaluna.

"Apa yang mereka inginkan?" teriak Kaluna sambil berusaha untuk melawan.

Damian berusaha untuk melindungi Kaluna, tapi mereka terlalu banyak dan terlalu kuat. Kaluna merasa bahwa mereka tidak bisa melawan mereka sendirian...

Tiba-tiba, Damian berteriak, "Kaluna, kamu harus melarikan diri! Aku akan melindungi kamu!"

Kaluna tidak ingin meninggalkan Damian, tapi ia tahu bahwa ia harus melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Ia berlari secepat mungkin, sambil mendengar suara-suara pertarungan di belakangnya.

Saat Kaluna berlari, ia melihat sebuah hutan yang lebat di depannya. Ia berlari masuk ke dalam hutan, berharap dapat menyembunyikan diri dari para penyerang.

Namun, saat Kaluna berlari lebih dalam ke dalam hutan, ia mulai merasa bahwa ia tidak sendirian. Ia mendengar suara-suara langkah kaki di belakangnya, dan ia tahu bahwa para penyerang masih mengejarnya.

Kaluna berlari lebih cepat, sambil berusaha untuk mencari tempat persembunyian. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika ia tertangkap, tapi ia tahu bahwa ia harus melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Saat Kaluna berlari, ia tiba-tiba melihat sebuah gua di depannya. Ia berlari masuk ke dalam gua, berharap dapat menyembunyikan diri dari para penyerang.

Kaluna berlari masuk ke dalam gua, sambil berusaha untuk menemukan tempat persembunyian yang aman. Ia mendengar suara-suara langkah kaki di belakangnya, dan ia tahu bahwa para penyerang masih mengejarnya.

Saat Kaluna berlari lebih dalam ke dalam gua, ia melihat sebuah ruangan kecil yang tersembunyi di belakang sebuah dinding batu. Ia berlari masuk ke dalam ruangan itu, sambil berharap dapat menyembunyikan diri dari para penyerang.

Kaluna menutup pintu ruangan itu, sambil berusaha untuk mendengar suara-suara di luar. Ia mendengar suara-suara langkah kaki yang semakin jauh, dan ia tahu bahwa para penyerang telah kehilangan jejaknya.

Kaluna merasa lega, sambil berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi ia tahu bahwa ia harus berhati-hati dan siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi.

Saat Kaluna beristirahat, ia mendengar suara-suara yang tidak terduga. Ia mendengar suara-suara yang terdengar seperti suara-suara binatang, tapi juga terdengar seperti suara-suara manusia.

Kaluna merasa penasaran, sambil berusaha untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Ia berusaha untuk mendengar suara-suara itu lebih jelas, sambil berharap dapat menemukan jawaban atas pertanyaannya.

[21/2, 10.15] Meta AI: Kaluna berusaha untuk mendengar suara-suara itu lebih jelas, sambil berharap dapat menemukan jawaban atas pertanyaannya. Ia mendengar suara-suara yang terdengar seperti suara-suara binatang, tapi juga terdengar seperti suara-suara manusia.

Tiba-tiba, Kaluna melihat sebuah bayangan yang muncul dari kegelapan. Bayangan itu bergerak mendekati Kaluna, sambil membuat suara-suara yang aneh.

Kaluna merasa takut, sambil berusaha untuk melindungi dirinya sendiri. Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi ia tahu bahwa ia harus berhati-hati.

Bayangan itu semakin mendekati Kaluna, sambil membuat suara-suara yang semakin keras. Kaluna merasa bahwa bayangan itu sedang mencoba untuk berkomunikasi dengannya, tapi ia tidak tahu apa yang bayangan itu ingin katakan.

Tiba-tiba, bayangan itu berubah menjadi sebuah bentuk yang lebih jelas. Kaluna melihat bahwa bayangan itu sebenarnya adalah seorang manusia yang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi binatang.

"Siapa kamu?" tanya Kaluna, sambil berusaha untuk tidak menunjukkan rasa takutnya.

"Aku adalah seorang penjaga hutan," jawab manusia itu, sambil berubah menjadi seekor serigala. "Aku telah diutus untuk melindungi kamu dari bahaya yang sedang mengancam kamu."

Kaluna merasa terkejut dengan perubahan yang terjadi pada manusia itu. Ia tidak pernah melihat sesuatu seperti itu sebelumnya.

"Apa yang kamu maksud dengan bahaya yang sedang mengancam aku?" tanya Kaluna, sambil berusaha untuk memahami situasi yang sedang terjadi.

"Kamu sedang dikejar oleh sekelompok orang yang ingin menculik kamu," jawab serigala itu, sambil menggonggong lembut. "Mereka memiliki tujuan yang tidak baik, dan aku telah diutus untuk melindungi kamu dari mereka."

Kaluna merasa takut dan khawatir. Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi ia tahu bahwa ia harus percaya pada serigala itu.

"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Kaluna, sambil berusaha untuk memahami apa yang sedang terjadi.

"Aku akan membawa kamu ke tempat yang aman," jawab serigala itu, sambil menggonggong lembut. "Kamu harus percaya pada aku dan mengikuti aku."

Kaluna merasa bahwa ia tidak memiliki pilihan lain selain percaya pada serigala itu. Ia mengangguk dan mengikuti serigala itu, sambil berharap bahwa ia akan selamat dari bahaya yang sedang mengancamnya.

Serigala itu membawa Kaluna melalui hutan yang lebat dan gelap. Mereka berjalan dengan cepat, dan Kaluna harus berusaha untuk mengikuti langkah-langkah serigala itu.

Setelah beberapa jam berjalan, mereka tiba di sebuah gua yang tersembunyi di balik sebuah air terjun. Serigala itu membawa Kaluna masuk ke dalam gua, dan Kaluna melihat bahwa gua itu sangat luas dan memiliki banyak ruangan.

"Tempat apakah ini?" tanya Kaluna, sambil melihat sekeliling gua.

"Ini adalah tempat persembunyian aku," jawab serigala itu, sambil menggonggong lembut. "Kamu akan sangat aman di sini."

Kaluna merasa lega dan berterima kasih kepada serigala itu. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi ia tahu bahwa ia harus percaya pada serigala itu.

Tiba-tiba, serigala itu berubah menjadi manusia lagi. Kaluna melihat bahwa manusia itu memiliki wajah yang tampan dan mata yang biru.

"Siapa kamu?" tanya Kaluna, sambil melihat manusia itu dengan lebih dekat.

"Aku adalah Ethan," jawab manusia itu, sambil tersenyum. "Aku adalah seorang penjaga hutan, dan aku telah diutus untuk melindungi kamu."

Kaluna hanya bisa mengangguk mengerti dan duduk di tempat seadanya sambil berdoa agar suaminya, Damian. Cepat menyusulnya di sini.

Kaluna duduk di tempat itu, berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi ia tahu bahwa ia harus percaya pada Ethan.

Saat Kaluna duduk, ia mendengar suara-suara yang terdengar seperti suara-suara air terjun. Ia melihat bahwa air terjun itu terletak di dekat gua, dan ia merasa bahwa suara-suara itu sangat menenangkan.

Tiba-tiba, Kaluna mendengar suara-suara langkah kaki yang terdengar dari luar gua. Ia merasa bahwa suara-suara itu semakin dekat, dan ia tahu bahwa seseorang sedang mendekati gua.

"Siapakah itu?" tanya Kaluna, sambil melihat Ethan dengan penasaran.

"Aku tidak tahu," jawab Ethan, sambil berjaga-jaga. "Tapi kita akan segera mengetahuinya."

Saat mereka menunggu, seseorang masuk ke dalam gua. Kaluna melihat bahwa orang itu adalah... Damian!

Kaluna sangat gembira melihat Damian masuk ke dalam gua. Ia langsung berlari ke arah Damian dan memeluknya erat.

"Damian! Aku sangat khawatir denganmu!" kata Kaluna, sambil menangis bahagia dan lega.

Damian juga sangat gembira melihat Kaluna. Ia memeluk Kaluna erat dan menciumnya di kening.

"Aku juga khawatir tentang kamu, Kaluna," kata Damian. "Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kamu setelah kamu melarikan diri dari penyerang itu."

Kaluna melepaskan pelukan dan melihat Damian dengan khawatir.

"Apa yang telah terjadi pada kamu?" tanya Kaluna. "Bagaimana kamu bisa menemukan aku di sini?"

Damian mengambil napas dalam-dalam sebelum menjawab.

"Aku berhasil melawan penyerang itu dan melarikan diri," kata Damian. "Aku kemudian mencari kamu ke mana-mana dan akhirnya menemukan jejak kamu di hutan ini. Aku mengikuti jejak kamu dan menemukan kamu di sini."

Kaluna merasa sangat lega dan berterima kasih kepada Damian.

"Aku sangat berterima kasih kepada kamu, Damian," kata Kaluna. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada aku jika kamu tidak menemukan aku."

Damian tersenyum dan memeluk Kaluna erat.

"Aku akan selalu melindungi kamu, Kaluna," kata Damian. "Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu."

...To Be Continued...

Note:

Terimakasih telah membaca cerita jangan lupa komen, kritik dan saran ya 😊 jangan lupa tinggalkan jejak😊 sayang kalian semua semoga kalian suka🥰🥰Biar saya tambah semangat membuat kelanjutan ceritanya🥰🥰🥰

Episodes
1 Kembali ke Masa Lalu
2 Persiapan untuk Pesta Malam
3 Perasaan Yang Tidak Jelas
4 Pertemuan Kembali
5 Cinta vs Kewajiban
6 Pernikahan
7 Putri Helena Dalam Kesulitan
8 Pertengkaran
9 Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10 Putri Helena Marah
11 Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12 Perkenalan tokoh
13 Kemarahan Kael
14 Hari Pertama Setelah Pernikahan
15 Malam Sebelum Keberangkatan
16 Kehancuran Reputasi
17 Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18 Damian Menemukan Kaluna
19 Rahasia Di Balik Bayangan
20 Intrik Di Istana Everwood
21 Langkah Pertama
22 pengumuman cerita
23 Hadiah Dari Suami
24 Kabar
25 Kepulangan
26 Pagi Yang Berbeda
27 Persaingan Dan Kekhawatiran
28 Persaingan Dan Petualangan
29 Pembelajaran Kaluna
30 Hilangnya Pangeran Alaric
31 Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32 Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33 Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34 Bayang - Bayang Kekuasaan
35 Rahasia Di Balik Obat
36 Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37 Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38 Kebenaran yang Tersembunyi
39 Rencana Balas Dendam
40 Membalas Dendam
41 Rahasia Di Balik Obat 2
42 Hilangnya Pangeran Christian
43 Pencarian Pangeran Christian
44 Kemenangan Kerajaan
45 Motif Dalang di Balik Bayangan
46 Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47 Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48 Rencana Jahat Permaisuri
49 Rencana Kejahatan
50 Ingatan yang Kembali
51 Terjebak Dalam Fitnah
52 pengumuman cerita
53 Fitnah dan Kesabaran
54 Mengingat Kembali
55 Mengungkap Kebenaran
56 Kesaksian Yang Berani
57 Rencana Penghancuran
58 Perangkap di Pertengahan Jalan
59 Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Kembali ke Masa Lalu
2
Persiapan untuk Pesta Malam
3
Perasaan Yang Tidak Jelas
4
Pertemuan Kembali
5
Cinta vs Kewajiban
6
Pernikahan
7
Putri Helena Dalam Kesulitan
8
Pertengkaran
9
Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10
Putri Helena Marah
11
Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12
Perkenalan tokoh
13
Kemarahan Kael
14
Hari Pertama Setelah Pernikahan
15
Malam Sebelum Keberangkatan
16
Kehancuran Reputasi
17
Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18
Damian Menemukan Kaluna
19
Rahasia Di Balik Bayangan
20
Intrik Di Istana Everwood
21
Langkah Pertama
22
pengumuman cerita
23
Hadiah Dari Suami
24
Kabar
25
Kepulangan
26
Pagi Yang Berbeda
27
Persaingan Dan Kekhawatiran
28
Persaingan Dan Petualangan
29
Pembelajaran Kaluna
30
Hilangnya Pangeran Alaric
31
Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32
Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33
Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34
Bayang - Bayang Kekuasaan
35
Rahasia Di Balik Obat
36
Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37
Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38
Kebenaran yang Tersembunyi
39
Rencana Balas Dendam
40
Membalas Dendam
41
Rahasia Di Balik Obat 2
42
Hilangnya Pangeran Christian
43
Pencarian Pangeran Christian
44
Kemenangan Kerajaan
45
Motif Dalang di Balik Bayangan
46
Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47
Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48
Rencana Jahat Permaisuri
49
Rencana Kejahatan
50
Ingatan yang Kembali
51
Terjebak Dalam Fitnah
52
pengumuman cerita
53
Fitnah dan Kesabaran
54
Mengingat Kembali
55
Mengungkap Kebenaran
56
Kesaksian Yang Berani
57
Rencana Penghancuran
58
Perangkap di Pertengahan Jalan
59
Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!