Putri Helena Marah

Malam itu, Kaluna sedang termenung. Tiba-tiba, dia mengingat kejadian dulu yang membuatnya difitnah dan berakhir di altar pemenggalan.

"Kenapa Lady Tia menolongku? Jelas-jelas dia adalah dayang dari Putri Mahkota. Ini sangat aneh," ucap Kaluna dengan penasaran.

Kaluna berpikir untuk mencari tahu dan tiba-tiba dia mendapat ide untuk menemukan seseorang yang bisa membantunya tentang permasalahan yang telah dia alami.

Keesokan paginya, Kaluna mengajak pelayannya, Rina, pergi ke suatu tempat. "Rina, aku mau kamu bersumpah setia kepadaku," ucap Kaluna dengan serius.

"Kenapa, milady?" tanya Rina dengan heran.

"Sudahlah, kamu mau sumpah kepada aku baru aku akan memberitahumu sesuatu," ucap Kaluna.

Rina mengangguk. "Baiklah, milady. Saya Rina, pelayan dari Lady Kaluna, bersumpah tidak akan mengkhianati kepercayaan dan selalu tunduk kepada Lady Kaluna. Jika saya melanggar sumpah saya, saya akan mati," ucap Rina dengan serius.

Kaluna mengangguk puas. "Baiklah, Rina. Sekarang aku akan memberitahumu tentang rencana aku."

Rina menatap Kaluna dengan penasaran. "Apa rencana milady?"

Kaluna tersenyum. "Aku ingin mencari tahu tentang kebenaran di balik fitnah yang menimpa aku. Aku ingin tahu siapa yang sebenarnya berada di balik semua ini."

Rina mengangguk. "Baiklah, milady. Saya akan membantu milady dalam mencari kebenaran."

Kaluna tersenyum. "Terima kasih, Rina. Aku percaya pada kamu."

Kaluna segera mengajak Rina pergi ke "Hidden Market" (Pasar Tersembunyi). Kaluna bisa melihat Rina terkejut waktu tiba ke tempat tujuan.

"Sebelum kita masuk ke dalam, aku ingin mengingatkan kamu dulu, Rina," ucap Kaluna. "Kalau ada pertanyaan di benak kamu, tolong simpan dulu. Nanti akan aku jelaskan kalau sudah ada di kediaman. Jadi, setelah masuk ke sana, lebih baik kamu tutup mulutmu rapat-rapat. Apakah kamu paham dengan maksudku?"

Rina mengangguk mengiyakan pertanyaan yang diberikan oleh Lady Kaluna.

Mereka memasuki tempat tersebut, dan Kaluna menunjukkan token yang telah dimilikinya kepada penjaga depan sebelum diizinkan masuk. Kaluna bisa melihat di dalam banyak orang-orang yang didagangkan terikat dan di tiang ada nama dan nomor tertera.

"Wuah, ada tamu agung yang mau menginjakkan kaki ke tempat kotor milik saya ini. Apakah Anda ingin mencari seseorang?" ucap pemilik pasar.

Kaluna mengangguk sambil melihat sekitar dan menilai sebelum dia siap membeli. Dan Kaluna menemukan sosok yang pas melalui mata tersebut.

"Aku mau dia, dan yang itu berapa harganya?" ucap Kaluna menunjuk kepada orang tersebut.

"Karena mereka berdua sangat hebat dan mempunyai kekuatan yang bisa membantu tuannya, saya hargai mereka 2 keping emas."

"Baik, saya setuju."

Pemilik pasar segera mengkode untuk melepaskan ikatan yang membelenggu dua orang yang telah dibeli oleh Kaluna.

"Kalian berdua, berikan sumpah setia kepada nona baru kalian sekarang."

"Kami bersumpah akan setia kepada nona dan tidak akan mengkhianati kepercayaan yang diberikan. Kalau saya melanggar, akan mendapatkan kematian," ucap dua orang tersebut dan mencium tangan nona baru mereka.

Kaluna mengangguk dan mengkode Rina untuk membayar, dan setelah selesai, Kaluna mengajak mereka kembali.

"Aku akan memberikan kamu nama Kieran dan kamu Xaren. Nanti ada yang akan mengajari kalian berdua bela diri dan memperdalam dan juga belajar pengetahuan. Aku mau kalian segera belajar karena setelah 2 minggu aku akan menikah dan pergi ke wilayah Winterbourne. Jadi, setelah kalian bisa mempelajarinya, baru aku berikan kalian tugas pertama," ucap Kaluna.

Mereka berdua mengangguk dan setelah itu, Kaluna mengajak mereka ke tempat latihan Blackwood dan melihat kedua kakak laki-lakinya ada di sana.

"Siapa mereka, adik?" tanya Kaiden.

"Mereka orang yang baru aku beli. Tolong ajari mereka berdua dan tahu kalau kak Kaiden dan kak Kyrien pasti penasaran, tapi maaf tidak bisa mengatakan yang sejujurnya kepada kalian. Tapi aku mau tolong ajari mereka dengan cepat karena hari pernikahan akan segera tiba," ucap Kaluna memohon kepada kedua kakaknya.

Mereka hanya setuju untuk melatih kedua orang yang telah dibeli oleh adiknya.

...****************...

Duchess Lirien memasuki kamar putrinya, Lady Kaluna. Tersenyum melihat putrinya fitting gaun pengantin terakhir.

"Ibunda kenapa hanya berdiri di sana?" ucap Kaluna memandang Duchess Lirien yang berdiri di ambang pintu kamarnya.

"Kalau kamu sudah selesai maukah menemani ibunda? Mungkin ini akan menjadi hari terakhir kita menghabiskan waktu antara ibu dan anak," ucap Lirien.

"Sebentar lagi kamu akan menikah dan akan pergi ke wilayah Winterbourne."

"Baiklah, ibunda. Bisa menunggu di taman kaca? Nanti aku akan menyusul ibunda," ucap Kaluna tersenyum.

Duchess Lirien tersenyum dan mengangguk. "Baiklah, anakku. Aku akan menunggu di taman kaca."

Kaluna selesai mempersiapkan diri dan berjalan menuju taman kaca untuk menemui ibundanya. Di tengah jalan, dia bertemu dengan Kieran dan Xaren yang sedang berlatih.

"Bagaimana latihan kalian?" tanya Kaluna.

Kieran dan Xaren menghentikan latihan dan menghadap Kaluna. "Latihan kami berjalan lancar, milady," jawab Kieran.

Kaluna tersenyum. "Bagus. Aku ingin kalian berdua selalu berhati-hati dan tidak boleh mempercayai siapa pun."

Xaren mengangguk. "Kami mengerti, milady."

Kaluna melanjutkan perjalanannya menuju taman kaca. Di sana, dia menemui ibundanya yang sedang duduk di bangku.

"Anakku, aku ingin berbicara denganmu tentang pernikahanmu," kata Duchess Lirien.

"Apa yang ingin ibunda katakan?" tanya Kaluna.

"Aku ingin kamu selalu berhati-hati dan tidak boleh mempercayai siapa pun, terutama suamimu," kata Duchess Lirien dengan serius.

Kaluna mengangguk. "Aku mengerti, ibunda."

Duchess Lirien memandang Kaluna dengan mata yang serius. "Anakku, aku ingin memberikanmu satu nasehat penting."

"Apa itu, ibunda?" tanya Kaluna.

"Aku ingin kamu tidak jatuh cinta lebih dulu kepada suamimu, Grand Duke Muda Damian," kata Duchess Lirien. "Kamu harus menunggu sampai dia jatuh cinta kepada kamu, dan hanya kepada kamu saja."

Kaluna mengangguk, memahami nasehat ibundanya. "Aku mengerti, ibunda. Aku akan berhati-hati."

Duchess Lirien tersenyum. "Aku percaya padamu, anakku. Kamu adalah wanita yang kuat dan cerdas. Jangan biarkan perasaanmu menguasai kamu, tapi biarkan kamu menguasai perasaanmu."

Kaluna mengangguk lagi, memahami nasehat ibundanya. Dia tahu bahwa dia harus berhati-hati dan tidak boleh jatuh cinta lebih dulu kepada suaminya.

Berikut adalah lanjutan cerita:

Duchess Lirien mengambil sebuah kotak kecil dari dalam laci meja dan membukanya. Di dalam kotak tersebut terdapat sebuah kalung yang indah dengan liontin berbentuk hati.

"Anakku, aku ingin memberikanmu ini sebagai kenangan dari ibunda," kata Duchess Lirien dengan mata yang berkilauan.

Kaluna terkejut dan tersenyum saat melihat kalung tersebut. "Ibunda, ini sangat indah!"

Duchess Lirien tersenyum dan mengambil kalung tersebut untuk mengenakannya di leher Kaluna. "Aku ingin kamu selalu mengingat aku dan nasehat-nasehat yang aku berikan kepadamu."

Kaluna memandang ibundanya dengan mata yang berkilauan. "Aku akan selalu mengingat, ibunda. Terima kasih atas kalung ini."

Duchess Lirien memeluk Kaluna erat. "Aku percaya padamu, anakku. Kamu akan menjadi wanita yang kuat dan bahagia."

...****************...

Putri Helena, yang telah menikah dengan Lord Arden dan bergelar Marquess dan Marchioness, merasa kesal dan marah karena rencana mereka untuk menjebak Kaluna gagal. Dia merasa bahwa Kaluna telah merusak rencana mereka dan membuat mereka terlihat bodoh.

Helena berusaha untuk menghancurkan acara pernikahan Kaluna dan Grand Duke Muda Damian, tetapi dia tidak bisa melakukannya karena keamanan yang ketat dan pengawasan yang teliti dari para penjaga istana.

Helena merasa frustrasi dan marah, dia tidak bisa memahami mengapa rencana mereka gagal dan mengapa Kaluna bisa selalu satu langkah di depan mereka.

"Bagaimana ini bisa terjadi?" Helena berteriak kepada Lady Nora. "Aku telah merencanakan ini semua kenapa Kaluna bisa menghindar begitu saja!"

Lady Nora mencoba untuk menenangkan Helena, tapi dia juga merasa kesal dan marah karena rencana mereka gagal.

"Kita tidak bisa membiarkan Kaluna menang," kata Lady Nora. "Kita harus mencari cara lain untuk menghancurkannya."

Helena mengangguk, dia sudah memiliki rencana lain di pikirannya. "Aku tahu apa yang harus kita lakukan," kata dia dengan senyum licik.

Marques Arden memasuki ruang tamu dan menatap tajam kedua wanita tersebut.

"Lebih baik Lady Nora kembali." ucap Marques Arden dingin.

Lady Nora yang di usir terang - terangan seketika langsung pergi dari sana.

"Kamu sudah bertindak bodoh dan ingin melibatkan seluruh keluargaku jangan harap kamu Helena, karena aku akan menghalangimu."

Setelah mengatakan Marques pergi meninggalkan Putri Helena sendirian di sana yang mengumpat marah kepada suaminya.

Putri Helena merasa marah dan frustrasi setelah suaminya, Marques Arden, meninggalkannya sendirian di ruang tamu. Dia merasa bahwa suaminya tidak mendukung rencananya untuk menghancurkan Kaluna.

"Bagaimana dia bisa begitu bodoh?" Helena berteriak kepada dirinya sendiri. "Aku adalah putri kerajaan, dan aku tidak akan membiarkan Kaluna menghancurkan reputasiku."

Helena berjalan ke arah jendela dan menatap ke luar, memikirkan rencana baru untuk menghancurkan Kaluna. Dia tahu bahwa suaminya tidak akan mendukung rencananya, jadi dia harus mencari cara lain.

"Tidak ada yang bisa menghentikanku," Helena berbicara kepada dirinya sendiri dengan senyum licik. "Aku akan menghancurkan Kaluna, tidak peduli apa yang harus aku lakukan."

...To Be Continued...

Note:

Terimakasih telah membaca jangan lupa komen, kritik dan saran ya 😊 jangan lupa tinggalkan jejak😊 sayang kalian semua semoga kalian suka🥰🥰

Episodes
1 Kembali ke Masa Lalu
2 Persiapan untuk Pesta Malam
3 Perasaan Yang Tidak Jelas
4 Pertemuan Kembali
5 Cinta vs Kewajiban
6 Pernikahan
7 Putri Helena Dalam Kesulitan
8 Pertengkaran
9 Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10 Putri Helena Marah
11 Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12 Perkenalan tokoh
13 Kemarahan Kael
14 Hari Pertama Setelah Pernikahan
15 Malam Sebelum Keberangkatan
16 Kehancuran Reputasi
17 Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18 Damian Menemukan Kaluna
19 Rahasia Di Balik Bayangan
20 Intrik Di Istana Everwood
21 Langkah Pertama
22 pengumuman cerita
23 Hadiah Dari Suami
24 Kabar
25 Kepulangan
26 Pagi Yang Berbeda
27 Persaingan Dan Kekhawatiran
28 Persaingan Dan Petualangan
29 Pembelajaran Kaluna
30 Hilangnya Pangeran Alaric
31 Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32 Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33 Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34 Bayang - Bayang Kekuasaan
35 Rahasia Di Balik Obat
36 Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37 Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38 Kebenaran yang Tersembunyi
39 Rencana Balas Dendam
40 Membalas Dendam
41 Rahasia Di Balik Obat 2
42 Hilangnya Pangeran Christian
43 Pencarian Pangeran Christian
44 Kemenangan Kerajaan
45 Motif Dalang di Balik Bayangan
46 Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47 Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48 Rencana Jahat Permaisuri
49 Rencana Kejahatan
50 Ingatan yang Kembali
51 Terjebak Dalam Fitnah
52 pengumuman cerita
53 Fitnah dan Kesabaran
54 Mengingat Kembali
55 Mengungkap Kebenaran
56 Kesaksian Yang Berani
57 Rencana Penghancuran
58 Perangkap di Pertengahan Jalan
59 Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Kembali ke Masa Lalu
2
Persiapan untuk Pesta Malam
3
Perasaan Yang Tidak Jelas
4
Pertemuan Kembali
5
Cinta vs Kewajiban
6
Pernikahan
7
Putri Helena Dalam Kesulitan
8
Pertengkaran
9
Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10
Putri Helena Marah
11
Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12
Perkenalan tokoh
13
Kemarahan Kael
14
Hari Pertama Setelah Pernikahan
15
Malam Sebelum Keberangkatan
16
Kehancuran Reputasi
17
Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18
Damian Menemukan Kaluna
19
Rahasia Di Balik Bayangan
20
Intrik Di Istana Everwood
21
Langkah Pertama
22
pengumuman cerita
23
Hadiah Dari Suami
24
Kabar
25
Kepulangan
26
Pagi Yang Berbeda
27
Persaingan Dan Kekhawatiran
28
Persaingan Dan Petualangan
29
Pembelajaran Kaluna
30
Hilangnya Pangeran Alaric
31
Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32
Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33
Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34
Bayang - Bayang Kekuasaan
35
Rahasia Di Balik Obat
36
Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37
Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38
Kebenaran yang Tersembunyi
39
Rencana Balas Dendam
40
Membalas Dendam
41
Rahasia Di Balik Obat 2
42
Hilangnya Pangeran Christian
43
Pencarian Pangeran Christian
44
Kemenangan Kerajaan
45
Motif Dalang di Balik Bayangan
46
Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47
Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48
Rencana Jahat Permaisuri
49
Rencana Kejahatan
50
Ingatan yang Kembali
51
Terjebak Dalam Fitnah
52
pengumuman cerita
53
Fitnah dan Kesabaran
54
Mengingat Kembali
55
Mengungkap Kebenaran
56
Kesaksian Yang Berani
57
Rencana Penghancuran
58
Perangkap di Pertengahan Jalan
59
Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!