Kemarahan Kael

Kaluna sedang duduk di kamar Grand Duke Muda Damian, yang terletak di kediaman Winterbourne di ibukota. Dia sedang menunggu kedatangannya dengan gelisah dan degup jantung yang tak karuan.

"Tinggalkan kami berdua," ucap Damian mengusir pelayan yang sedari tadi menemani Kaluna.

"Aku akan membersihkan diri terlebih dahulu," kata Damian sebelum beranjak ke arah kamar mandi.

Setelah menunggu lama, Damian akhirnya keluar dari kamar mandi dan menghampiri Kaluna yang sedari tadi duduk tenang menunggu.

"Apakah kamu lelah?" tanya Damian.

"Kalau saya bilang lelah, apakah Anda akan mengajak saya langsung tidur?" jawab Kaluna dengan senyum yang menarik.

Damian langsung salah tingkah dan bersemu memerah kedua pipinya atas jawaban Kaluna. Belum selesai untuk memberikan jawaban, tiba-tiba ada seseorang penyusup dan saat itu juga Damian mengambil pedang dan menghajar orang tersebut.

Brak pyarr

"Apa yang telah terjadi?" tanya Kaluna dengan suara yang khawatir.

"Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan," jawab Damian sambil memandang Kaluna dengan mata yang tajam. "Aku akan melindungimu."

Damian dengan cepat mengambil pedang yang tergantung di dinding dan menghadapi penyusup yang berdiri di depannya. Penyusup itu terlihat sebagai seorang pria yang kuat dan berpengalaman dalam pertarungan, namun Damian tidak ragu-ragu untuk menghadapinya.

Dengan gerakan yang sangat cepat dan tepat, Damian menyerang penyusup dengan pedangnya. Penyusup itu mencoba untuk mempertahankan diri, namun Damian terlalu kuat dan terlalu cepat. Dia menyerang penyusup dengan serangkaian gerakan pedang yang membuat penyusup itu terjatuh ke lantai.

Penyusup itu mencoba untuk bangun dan melarikan diri, namun Damian terlalu cepat. Dia mengejar penyusup itu dan menyerangnya dengan pedangnya sekali lagi. Penyusup itu terjatuh ke lantai dan tidak bisa bangun lagi.

Namun, penyusup itu tiba-tiba melompat bangun dan berlari ke arah jendela. Damian mencoba untuk mengejarnya, namun penyusup itu sudah terlalu jauh. Dia melompat keluar dari jendela dan menghilang ke dalam kegelapan malam.

Damian berdiri di depan jendela, napasnya terengah-engah. Dia tidak bisa memahami bagaimana penyusup itu bisa melarikan diri dengan begitu cepat. Dia berpikir bahwa penyusup itu pasti memiliki bantuan dari orang lain.

Damian berhenti di depan jendela, napasnya terengah-engah. Dia memandang Kaluna yang berdiri di depannya dengan mata yang tajam.

"Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian di malam pertama kita," kata Damian dengan suara yang lembut. "Aku harus memastikan bahwa kamu aman."

Kaluna mengangguk dengan senyum yang manis. "Aku tahu, tapi aku juga tidak ingin kamu terluka. Prajurit dan assassinmu dapat menangani penyusup itu. Kamu tidak perlu turun sendiri."

Damian memandang Kaluna dengan mata yang tajam, lalu dia mengangguk. "Kamu benar. Aku akan memanggil prajurit dan assassin untuk menangani penyusup itu. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di malam pertama kita."

Damian kemudian memanggil prajurit dan assassinnya untuk menangani penyusup itu. Sementara itu, dia memeluk Kaluna dan membawanya ke tempat tidur.

Damian memeluk Kaluna erat dan membawanya ke tempat tidur. Dia meletakkan Kaluna di atas tempat tidur dan kemudian duduk di sampingnya.

"Aku tidak ingin kamu khawatir tentang penyusup itu," kata Damian dengan suara yang lembut. "Aku akan memastikan bahwa kamu aman dan terlindungi."

Kaluna memandang Damian dengan mata yang tajam. "Aku tidak khawatir tentang diriku sendiri," kata dia. "Aku khawatir tentang kamu. Kamu tidak bisa terus-menerus mempertaruhkan dirimu untuk melindungiku."

Damian tersenyum dan memeluk Kaluna erat. "Aku tidak mempertaruhkan diriku untuk melindungimu," kata dia. "Aku melakukannya karena aku mencintaimu dan ingin melindungimu dari bahaya."

Kaluna memandang Damian dengan mata yang lembut. "Aku juga mencintaimu, Damian," kata dia. "Aku akan selalu ada di sampingmu dan mendukungmu dalam segala hal."

Damian tersenyum dan memeluk Kaluna erat. Mereka berdua kemudian berbaring di tempat tidur, saling memeluk dan menikmati kebersamaan mereka.

"Lebih baik sekarang kita tidur saja," ucap Damian mencoba untuk membujuk Kaluna untuk tidur.

Namun, Kaluna tidak mau mendengarkan. Dia mengelengkan kepalanya dan beranjak dari kasur, berdiri di hadapan Damian. Dengan gerakan yang santai, Kaluna membuka pakaian luarnya, memperlihatkan gaun tipis yang membalut tubuh indahnya.

Damian tercengang dan jantungnya berdetak sangat cepat. Dia tidak bisa menahan diri lagi. Dengan langkah yang cepat, Damian menghampiri Kaluna dan menariknya ke dalam pelukannya. Bibir mereka bersentuhan, dan permainan lidah antara keduanya mulai berlangsung.

Damian tidak bisa menahan gairahnya lagi. Dia mulai menciumi leher Kaluna yang indah dan mulus, membuatnya semakin tergila-gila. Dalam sekali tarikan, Damian merobek gaun tipis Kaluna, membuatnya secara reflek menutupi gunung kembarnya.

Damian segera menarik tangan Kaluna dan memberikan ciuman untuk menenangkannya. Kaluna tersipu malu, tapi Damian bisa merasakan gairah yang sama dari dirinya.

Kaluna merasa malu dan tidak nyaman dengan situasi yang terjadi. Namun, Damian tidak membiarkannya merasa tidak nyaman. Dia terus menciumi Kaluna dan memeluknya erat, membuatnya merasa aman dan nyaman.

Perlahan-lahan, Kaluna mulai merasa lebih nyaman dan mulai membalas ciuman Damian. Mereka berdua terus menciumi dan memeluk satu sama lain, tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di sekitar mereka.

Damian kemudian memindahkan Kaluna ke atas tempat tidur dan terus menciumi dan memeluknya. Kaluna merasa seperti sedang melayang di awan, tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di sekitar mereka.

Mereka berdua terus bermain ciuman dan memeluk satu sama lain, tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di sekitar mereka. Mereka hanya peduli dengan satu sama lain, dan tidak ada yang lain yang dapat mengganggu mereka.

Damian terus menciumi Kaluna dengan gairah yang semakin meningkat. Kaluna juga membalas ciuman Damian dengan sama gairahnya. Mereka berdua terus bermain ciuman dan memeluk satu sama lain, tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di sekitar mereka.

Perlahan-lahan, Damian mulai melepaskan pakaian Kaluna, memperlihatkan tubuh indahnya. Kaluna merasa sedikit malu, tapi Damian tidak membiarkannya merasa tidak nyaman. Dia terus menciumi dan memeluk Kaluna, membuatnya merasa aman dan nyaman.

Damian kemudian memindahkan Kaluna ke posisi yang lebih intim, membuat mereka berdua semakin dekat. Kaluna merasa seperti sedang melayang di awan, tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di sekitar mereka.

Mereka berdua terus bermain ciuman dan memeluk satu sama lain, tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di sekitar mereka. Mereka hanya peduli dengan satu sama lain, dan tidak ada yang lain yang dapat mengganggu mereka.

...****************...

Di lain tempat, ruang kerja Putra Mahkota Kael dipenuhi dengan emosi kemarahan. Kael sangat marah karena penyusup yang dia kirim untuk menculik Kaluna ternyata telah gagal dan membuatnya geram. Dia langsung mengambil pedangnya dan membunuh penyusup itu.

"Kalian bersihkan sisanya! Saya tidak mau ada yang mengaitkannya denganku," ucap Kael dengan suara yang keras dan berwibawa.

Setelah memberikan perintah tersebut, Kael langsung pergi dari sana, meninggalkan mayat penyusup yang telah dibunuhnya.

Setelah meninggalkan ruang kerja, Kael berjalan dengan cepat menuju ke taman istana. Dia membutuhkan udara segar untuk menenangkan dirinya setelah kegagalan rencananya.

Saat berjalan, Kael tidak bisa tidak memikirkan tentang Kaluna dan Damian. Dia merasa bahwa Damian telah merebut sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya. Kael merasa bahwa dia adalah yang lebih pantas untuk menjadi pasangan Kaluna, bukan Damian.

Kael berhenti berjalan dan memandang ke arah istana. Dia memutuskan bahwa dia tidak akan menyerah begitu saja. Dia akan terus berusaha untuk merebut Kaluna dari tangan Damian, tidak peduli apa pun yang harus dia lakukan.

Kael berjalan menuju kamar Selir Eliana, yang dalam pikirannya dia mirip dengan Lady Kaluna. Dia merasa bahwa Selir Eliana memiliki kecantikan dan kesempurnaan yang mirip dengan Lady Kaluna.

Saat tiba di kamar Selir Eliana, Kael langsung memasuki kamar dan menemukan Selir Eliana yang sedang duduk di depan cermin, memperbaiki rambutnya.

Selir Eliana menoleh ke arah Kael dan tersenyum. "Putra Mahkota Kael, apa yang membawa Anda ke sini?" tanyanya dengan suara yang manis.

Kael berjalan mendekati Selir Eliana dan memandangnya dengan mata yang tajam. "Aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan Anda, Selir Eliana," katanya dengan suara yang lembut.

Kael langsung menciumnya dan melakukan hubungan intim dan beranggapan kalau yang dia lakukan itu bersama Lady Kaluna tanpa memikirkan perasan Selir barunya.

Kael terus menciumi Selir Eliana dengan gairah yang semakin meningkat. Dia tidak bisa membedakan antara Selir Eliana dan Lady Kaluna, karena dalam pikirannya, keduanya memiliki kecantikan dan kesempurnaan yang sama.

Selir Eliana, di sisi lain, merasa tidak nyaman dengan situasi yang terjadi. Dia merasa bahwa Kael tidak mencintainya secara tulus, melainkan hanya menggunakan dia sebagai pengganti Lady Kaluna. Namun, dia tidak berani menolak Kael, karena dia adalah Putra Mahkota.

Kael terus melakukan hubungan intim dengan Selir Eliana, tanpa memperdulikan perasaannya. Dia hanya memikirkan tentang Lady Kaluna dan bagaimana dia bisa merebutnya dari tangan Damian. Selir Eliana, di sisi lain, merasa seperti boneka yang hanya digunakan untuk memuaskan keinginan Kael.

...To Be Continued...

Note:

Terimakasih telah membaca cerita sayadan jangan lupa komen, kritik dan saran ya 😊 jangan lupa tinggalkan jejak😊 sayang kalian semua semoga kalian suka love youall🥰🥰

Episodes
1 Kembali ke Masa Lalu
2 Persiapan untuk Pesta Malam
3 Perasaan Yang Tidak Jelas
4 Pertemuan Kembali
5 Cinta vs Kewajiban
6 Pernikahan
7 Putri Helena Dalam Kesulitan
8 Pertengkaran
9 Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10 Putri Helena Marah
11 Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12 Perkenalan tokoh
13 Kemarahan Kael
14 Hari Pertama Setelah Pernikahan
15 Malam Sebelum Keberangkatan
16 Kehancuran Reputasi
17 Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18 Damian Menemukan Kaluna
19 Rahasia Di Balik Bayangan
20 Intrik Di Istana Everwood
21 Langkah Pertama
22 pengumuman cerita
23 Hadiah Dari Suami
24 Kabar
25 Kepulangan
26 Pagi Yang Berbeda
27 Persaingan Dan Kekhawatiran
28 Persaingan Dan Petualangan
29 Pembelajaran Kaluna
30 Hilangnya Pangeran Alaric
31 Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32 Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33 Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34 Bayang - Bayang Kekuasaan
35 Rahasia Di Balik Obat
36 Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37 Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38 Kebenaran yang Tersembunyi
39 Rencana Balas Dendam
40 Membalas Dendam
41 Rahasia Di Balik Obat 2
42 Hilangnya Pangeran Christian
43 Pencarian Pangeran Christian
44 Kemenangan Kerajaan
45 Motif Dalang di Balik Bayangan
46 Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47 Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48 Rencana Jahat Permaisuri
49 Rencana Kejahatan
50 Ingatan yang Kembali
51 Terjebak Dalam Fitnah
52 pengumuman cerita
53 Fitnah dan Kesabaran
54 Mengingat Kembali
55 Mengungkap Kebenaran
56 Kesaksian Yang Berani
57 Rencana Penghancuran
58 Perangkap di Pertengahan Jalan
59 Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Kembali ke Masa Lalu
2
Persiapan untuk Pesta Malam
3
Perasaan Yang Tidak Jelas
4
Pertemuan Kembali
5
Cinta vs Kewajiban
6
Pernikahan
7
Putri Helena Dalam Kesulitan
8
Pertengkaran
9
Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10
Putri Helena Marah
11
Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12
Perkenalan tokoh
13
Kemarahan Kael
14
Hari Pertama Setelah Pernikahan
15
Malam Sebelum Keberangkatan
16
Kehancuran Reputasi
17
Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18
Damian Menemukan Kaluna
19
Rahasia Di Balik Bayangan
20
Intrik Di Istana Everwood
21
Langkah Pertama
22
pengumuman cerita
23
Hadiah Dari Suami
24
Kabar
25
Kepulangan
26
Pagi Yang Berbeda
27
Persaingan Dan Kekhawatiran
28
Persaingan Dan Petualangan
29
Pembelajaran Kaluna
30
Hilangnya Pangeran Alaric
31
Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32
Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33
Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34
Bayang - Bayang Kekuasaan
35
Rahasia Di Balik Obat
36
Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37
Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38
Kebenaran yang Tersembunyi
39
Rencana Balas Dendam
40
Membalas Dendam
41
Rahasia Di Balik Obat 2
42
Hilangnya Pangeran Christian
43
Pencarian Pangeran Christian
44
Kemenangan Kerajaan
45
Motif Dalang di Balik Bayangan
46
Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47
Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48
Rencana Jahat Permaisuri
49
Rencana Kejahatan
50
Ingatan yang Kembali
51
Terjebak Dalam Fitnah
52
pengumuman cerita
53
Fitnah dan Kesabaran
54
Mengingat Kembali
55
Mengungkap Kebenaran
56
Kesaksian Yang Berani
57
Rencana Penghancuran
58
Perangkap di Pertengahan Jalan
59
Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!