Hari Pertama Setelah Pernikahan

Kaluna dan Damian sedang menunggu kedua kepala pelayan Winterbourne dan Blackwood sebagai perwakilan dari kedua keluarga untuk pemeriksaan dan yang hadir pendeta kuil wanita dan tabib wanita.

Pemeriksaan ini untuk membuktikan kalau Kaluna telah menyerahkan diri (darah perawan) kepada Damian, suaminya.

"Salam yang mulia Grand Duke dan Grand Duchess muda." ucap mereka kepada Kaluna dan Damian dan mereka mengangguk untuk menjawabnya

Mulailah pemeriksaan tersebut di kasur yang terdapat sprei putih terdapat darah perawan Kaluna dan mereka memeriksa dengan teliti.

"Ini sebagai bukti kalau Lady Kaluna dia masih perawan." ucap Pendeta wanita memperlihatkan sprei putih yang terdapat darah perawan Kaluna kepada mereka yang ada di kamar tersebut.

Mereka semua mengangguk untuk menyetujuinya Pendeta wanita melanjutkan, "Dengan demikian, kami dapat memastikan bahwa Lady Kaluna telah menyerahkan dirinya kepada Grand Duke Damian, suaminya. Dan ini sebagai bukti bahwa pernikahan mereka telah melakukan malam pertama."

Kepala pelayan dari keluarga Winterbourne dan Blackwood mengangguk dan berbicara, "Kami telah menyaksikan sendiri bukti tersebut. Dan kami dapat memastikan bahwa pernikahan antara Grand Duke Damian dan Lady Kaluna telah sah."

Damian dan Kaluna saling menatap dengan senyum bahagia. Mereka telah melewati proses pemeriksaan dan telah memastikan bahwa pernikahan mereka telah dikonsumsi.

Setelah itu Damian mengajak Kaluna keluar kamar untuk sarapan pagi bersama ternyata di sana ada juga orang tua Kaluna dan kedua kakak Kaluna.

"Wah pengantin baru akhirnya keluar juga." ucap Kyrien menggoda mereka.

"Ya betul tuh gimana soal semalam." ucap Kaiden datar

"Eh kalian berdua kalau mau segeralah menikah jangan usili mereka." ucap Duchess Lirien (ibunda Kaluna)

Semua yang ada di meja makan langsung tertawa. Damian dan Kaluna saling menatap dengan wajah merah padam, namun mereka juga tidak bisa menahan tawa. Mereka berdua duduk di meja makan, diapit oleh keluarga Kaluna yang ramai dan menyenangkan.

"Jadi, bagaimana malam pertama kalian?" tanya Lord Kaiden dengan tersenyum nakal.

Damian dan Kaluna kembali saling menatap, kali ini dengan wajah yang lebih merah padam. Mereka berdua tidak menjawab pertanyaan tersebut, namun mereka hanya tertawa dan menikmati sarapan pagi bersama keluarga.

Suasana di meja makan sangatlah hangat dan menyenangkan, diisi dengan tawa dan percakapan yang santai. Damian dan Kaluna merasa sangat bahagia dan beruntung memiliki keluarga yang sangat mendukung dan menyayangi mereka.

Setelah sarapan pagi, keluarga Kaluna memutuskan untuk mengadakan acara keluarga untuk merayakan pernikahan Damian dan Kaluna. Mereka semua berbondong-bondong ke taman istana, di mana telah disiapkan berbagai macam makanan dan minuman.

Damian dan Kaluna duduk di atas takhta yang telah disiapkan, dengan keluarga dan kerabat mereka duduk di sekitar mereka. Duchess Lirien berdiri di depan mereka dan memulai acara dengan berbicara tentang betapa bahagianya mereka semua dengan pernikahan Damian dan Kaluna.

"Kami sangatlah bahagia dengan pernikahan kalian berdua," ucap Duchess Lirien. "Kami berharap kalian berdua akan memiliki kehidupan yang bahagia dan penuh cinta."

Setelah itu, Duke Arin berdiri dan memberikan hadiah pernikahan kepada Damian dan Kaluna. Hadiah tersebut berupa sebuah mahkota yang indah, yang akan menjadi simbol kekuasaan dan kehormatan mereka sebagai pasangan.

Damian berdiri dan meminta keluarga dan kerabatnya untuk pergi lebih dahulu ke kuil. "Tolonglah, saya ingin memiliki beberapa saat bersama Kaluna sebelum kita pergi ke kuil," ucap Damian dengan tersenyum.

Kaluna terlihat sedikit terkejut, namun dia juga tersenyum dan mengangguk. "Tentu saja, saya juga ingin memiliki beberapa saat bersama Damian," ucap Kaluna.

Keluarga dan kerabat mereka semua mengangguk dan berdiri, siap untuk pergi ke kuil. "Baiklah, kami akan pergi terlebih dahulu. Kalian berdua jangan terlambat, ya," ucap Duchess Lirien dengan senyum.

Setelah keluarga dan kerabat mereka pergi, Damian dan Kaluna duduk kembali di takhta, hanya berdua. Damian memandang Kaluna dengan mata yang penuh cinta dan kasih sayang. "Saya sangat bahagia memiliki kamu sebagai istri saya, Kaluna," ucap Damian dengan suara yang lembut.

Damian tersenyum dan membiarkan Kaluna berangkat bersama orang tuanya, Grand Duke dan Grand Duchess Maric dan Elianora. "Tentu saja, saya akan menemani kalian berdua ke kuil," ucap Kaluna dengan senyum.

Grand Duke Maric dan Grand Duchess Elianora tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Damian. "Terima kasih, Damian. Kami akan membawa Kaluna ke kuil dan memastikan bahwa dia selamat," ucap Grand Duke Maric.

Damian mengangguk dan memandang Kaluna dengan mata yang penuh cinta. "Saya akan menemui kalian di kuil. Saya memiliki beberapa hal yang harus saya lakukan terlebih dahulu," ucap Damian.

Kaluna tersenyum dan mencium pipi Damian. "Saya akan menunggu kamu di kuil, sayang," ucap Kaluna.

...****************...

Damian segera mengadakan rapat dengan komandan prajuritnya, Lord Ravenswood, dan kepala assassin, Lord Joel. Mereka berdua tiba di ruangan rapat dengan cepat, menunjukkan bahwa mereka telah siap untuk membahas masalah penyusup yang ada di kamar Damian semalam.

"Lord Ravenswood, Lord Joel, saya memanggil kalian berdua untuk membahas tentang penyusup yang ada di kamar saya semalam," ucap Damian dengan serius.

Lord Ravenswood dan Lord Joel saling menatap, kemudian Lord Ravenswood berbicara, "Ya, Grand Duke. Kami telah menemukan beberapa jejak yang menunjukkan bahwa penyusup tersebut telah masuk ke kamar Anda melalui jendela."

Lord Joel menambahkan, "Kami juga telah menemukan beberapa serat kain yang tidak dikenal di dekat jendela. Kami sedang melakukan analisis untuk mengetahui asal serat kain tersebut."

Damian mengangguk, "Baik. Saya ingin kalian berdua untuk menemukan penyusup tersebut dan membawanya ke hadapan saya. Saya ingin tahu apa motif mereka dan siapa yang berada di balik semua ini."

Lord Ravenswood dan Lady Scarlett saling menatap, kemudian Lord Ravenswood berbicara, "Ya, Grand Duke. Kami akan segera memulai penyelidikan dan menemukan penyusup tersebut. Kami juga akan meningkatkan keamanan di sekitar istana untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi."

Lady Scarlett menambahkan, "Saya juga akan meminta bantuan dari jaringan assassin kami untuk mencari informasi tentang penyusup tersebut. Kami akan melakukan segala cara yang kami bisa untuk menemukan mereka."

Damian mengangguk, "Baik. Saya percaya pada kalian berdua. Saya ingin kalian berdua untuk bekerja sama dan menemukan penyusup tersebut secepat mungkin."

Setelah rapat selesai, Lord Ravenswood dan Lord Joel segera memulai penyelidikan mereka. Mereka mulai dengan memeriksa kamar Damian dan mencari jejak-jejak yang mungkin ditinggalkan oleh penyusup.

Sementara itu, Damian kembali ke kamarnya, masih memikirkan tentang penyusup tersebut. Dia tidak bisa membayangkan siapa yang bisa melakukan hal seperti itu dan apa motif mereka. Dia hanya bisa menunggu dan berharap bahwa Lord Ravenswood dan Lord Joel bisa menemukan penyusup tersebut secepat mungkin.

Setelah selesai dengan rapat dan memberikan instruksi kepada Lord Ravenswood dan Lord Joel, Damian segera menyusul pergi ke kuil. Dia ingin bergabung dengan Kaluna dan keluarganya, serta melakukan ritual pernikahan yang telah direncanakan.

Damian berjalan dengan cepat menuju kuil, diiringi oleh beberapa prajurit yang bertugas sebagai pengawalnya. Dia merasa lega karena telah menyelesaikan rapat dan memberikan instruksi kepada Lord Ravenswood dan Lord Joel.

Saat tiba di kuil, Damian melihat Kaluna dan keluarganya telah berkumpul di sana. Mereka semua terlihat bahagia dan bersuka cita, menunggu kedatangan Damian.

Damian tersenyum dan berjalan menuju Kaluna, yang terlihat cantik dengan gaun putihnya. Dia mengambil tangan Kaluna dan memandangnya dengan penuh cinta.

"Aku minta maaf karena terlambat," ucap Damian dengan senyum.

Kaluna tersenyum dan membalas, "Tidak apa-apa, aku tahu kamu sibuk."

Mereka berdua kemudian bergabung dengan keluarga dan kerabat mereka, serta memulai ritual pernikahan yang telah direncanakan.

...****************...

Setelah selesai dengan doa pernikahan dan amal di kuil, Kaluna segera menyuruh Kieran dan Xaren, dua budak yang telah dibelinya, untuk memulai tugas pertama mereka.

"Ayo, Kieran dan Xaren, saya ingin kalian memulai tugas pertama kalian," ucap Kaluna dengan senyum.

Kieran dan Xaren saling menatap, kemudian mengangguk dan berbicara, "Ya, Nyonya. Kami siap untuk memulai tugas kami."

Kaluna tersenyum dan memberikan instruksi kepada mereka, "Saya ingin kalian memantau keamanan di sekitar istana dan melaporkan kepada saya jika ada sesuatu yang tidak biasa."

Kieran dan Xaren mengangguk dan berbicara, "Ya, Nyonya. Kami akan memantau keamanan di sekitar istana dan melaporkan kepada Anda jika ada sesuatu yang tidak biasa."

Mereka berdua kemudian berangkat untuk memulai tugas pertama mereka, meninggalkan Kaluna dan Damian yang sedang menikmati waktu bersama.

...To Be Continued...

Note:

Terimakasih telah membaca cerita jangan lupa komen, kritik dan saran ya 😊 jangan lupa tinggalkan jejak😊 sayang kalian semua semoga kalian suka🥰love🥰

Terpopuler

Comments

Zalina

Zalina

seru

2025-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 Kembali ke Masa Lalu
2 Persiapan untuk Pesta Malam
3 Perasaan Yang Tidak Jelas
4 Pertemuan Kembali
5 Cinta vs Kewajiban
6 Pernikahan
7 Putri Helena Dalam Kesulitan
8 Pertengkaran
9 Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10 Putri Helena Marah
11 Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12 Perkenalan tokoh
13 Kemarahan Kael
14 Hari Pertama Setelah Pernikahan
15 Malam Sebelum Keberangkatan
16 Kehancuran Reputasi
17 Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18 Damian Menemukan Kaluna
19 Rahasia Di Balik Bayangan
20 Intrik Di Istana Everwood
21 Langkah Pertama
22 pengumuman cerita
23 Hadiah Dari Suami
24 Kabar
25 Kepulangan
26 Pagi Yang Berbeda
27 Persaingan Dan Kekhawatiran
28 Persaingan Dan Petualangan
29 Pembelajaran Kaluna
30 Hilangnya Pangeran Alaric
31 Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32 Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33 Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34 Bayang - Bayang Kekuasaan
35 Rahasia Di Balik Obat
36 Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37 Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38 Kebenaran yang Tersembunyi
39 Rencana Balas Dendam
40 Membalas Dendam
41 Rahasia Di Balik Obat 2
42 Hilangnya Pangeran Christian
43 Pencarian Pangeran Christian
44 Kemenangan Kerajaan
45 Motif Dalang di Balik Bayangan
46 Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47 Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48 Rencana Jahat Permaisuri
49 Rencana Kejahatan
50 Ingatan yang Kembali
51 Terjebak Dalam Fitnah
52 pengumuman cerita
53 Fitnah dan Kesabaran
54 Mengingat Kembali
55 Mengungkap Kebenaran
56 Kesaksian Yang Berani
57 Rencana Penghancuran
58 Perangkap di Pertengahan Jalan
59 Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Kembali ke Masa Lalu
2
Persiapan untuk Pesta Malam
3
Perasaan Yang Tidak Jelas
4
Pertemuan Kembali
5
Cinta vs Kewajiban
6
Pernikahan
7
Putri Helena Dalam Kesulitan
8
Pertengkaran
9
Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10
Putri Helena Marah
11
Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12
Perkenalan tokoh
13
Kemarahan Kael
14
Hari Pertama Setelah Pernikahan
15
Malam Sebelum Keberangkatan
16
Kehancuran Reputasi
17
Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18
Damian Menemukan Kaluna
19
Rahasia Di Balik Bayangan
20
Intrik Di Istana Everwood
21
Langkah Pertama
22
pengumuman cerita
23
Hadiah Dari Suami
24
Kabar
25
Kepulangan
26
Pagi Yang Berbeda
27
Persaingan Dan Kekhawatiran
28
Persaingan Dan Petualangan
29
Pembelajaran Kaluna
30
Hilangnya Pangeran Alaric
31
Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32
Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33
Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34
Bayang - Bayang Kekuasaan
35
Rahasia Di Balik Obat
36
Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37
Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38
Kebenaran yang Tersembunyi
39
Rencana Balas Dendam
40
Membalas Dendam
41
Rahasia Di Balik Obat 2
42
Hilangnya Pangeran Christian
43
Pencarian Pangeran Christian
44
Kemenangan Kerajaan
45
Motif Dalang di Balik Bayangan
46
Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47
Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48
Rencana Jahat Permaisuri
49
Rencana Kejahatan
50
Ingatan yang Kembali
51
Terjebak Dalam Fitnah
52
pengumuman cerita
53
Fitnah dan Kesabaran
54
Mengingat Kembali
55
Mengungkap Kebenaran
56
Kesaksian Yang Berani
57
Rencana Penghancuran
58
Perangkap di Pertengahan Jalan
59
Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!