Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang

Putri Mahkota Victoria kesal atas kejadian yang menimpa dirinya. Ia berjalan ke kediamannya sambil marah tak jelas dan membuat moodnya tambah hancur setelah melihat suaminya, Putra Mahkota Kael sedang bermesraan dengan selir barunya yaitu adiknya, Lady Eliana.

"Yang mulia seharusnya anda membantu saya menghadapi masalah ini dan tidak seharusnya anda bermesraan dengannya." ucap Victoria memandang marah kepada kedua orang tersebut.

"Seharusnya kamu sudah menyelesaikan masalah yang kamu buat sendiri dan kamu harus jaga sikap kalau tidak mau kamu aku gantikan posisimu." ucap Putra Mahkota Kael "Dan jangan ikut campur dengan apa yang aku lakukan bersama selirku." lanjutnya lagi tatapan dingin dan sinis.

"Yang mulia kenapa anda memperlakukan aku seperti ini." gumam Victoria marah dan kecewa.

"Yang mulia seharusnya anda tidak memperlakukan kakak seperti itu kasian." pinta Selir Eliana yang menengahi situasi

"Diam kamu jangan sok tahu." ucap Victoria sinis

"Victoria lebih baik kamu minta maaf kepada selirku dan segera enyah dari hadapanku jangan membuatku tambah marah." ucap Kael dingin "Bawa pergi Putri Mahkota Victoria jangan biarkan dia keluar dari kamarnya sampai aku perintahkan." ucap Kael dingin

Para pengawal dan dayang yang ada di sana segera membawa pergi Putri Mahkota secara kasar. Selir Eliana segera menenangkan suaminya.

Putri Mahkota Victoria merasa sangat kesal dan kecewa atas perlakuan suaminya, Putra Mahkota Kael. Ia merasa bahwa suaminya tidak mendukungnya dalam menghadapi masalah yang sedang dihadapinya, dan malah memperlakukannya dengan kasar dan sinis.

Victoria juga merasa bahwa suaminya telah berubah dan tidak lagi mencintainya seperti dulu. Ia merasa bahwa suaminya lebih mencintai selir barunya, Lady Eliana, daripada dirinya.

Sementara itu, Putra Mahkota Kael merasa bahwa istrinya telah menjadi beban baginya. Ia merasa bahwa Victoria terlalu banyak meminta dan tidak pernah puas dengan apa yang telah diberikan kepadanya.

Kael juga merasa bahwa Victoria telah kehilangan keanggunan dan kesabaran sebagai seorang putri mahkota. Ia merasa bahwa Victoria telah menjadi terlalu sangat emosional dan tidak lagi dapat mengendalikan dirinya.

Dengan demikian, hubungan antara Putri Mahkota Victoria dan Putra Mahkota Kael semakin memburuk. Mereka berdua tidak lagi dapat berkomunikasi dengan baik dan hubungan mereka semakin terasa tegang.

Marques Arden memutuskan untuk mengambil tindakan yang lebih keras untuk melindungi istrinya, Marchioness Helena. Ia memerintahkan pengawalnya untuk mengurung Marchioness Helena di dalam kediaman, dan melarangnya keluar tanpa perintah dari dirinya.

"Jangan biarkan Marchioness Helena keluar dari kediaman tanpa perintah dari saya," katanya kepada pengawalnya. "Saya tidak ingin dia terlibat dalam masalah lagi."

Pengawalnya mengangguk dan segera melaksanakan perintah Marques Arden. Mereka mengurung Marchioness Helena di dalam kediaman, dan memastikan bahwa dia tidak bisa keluar tanpa izin.

Marchioness Helena merasa kesal dan terjebak ketika dia mengetahui bahwa dia telah dikurung di dalam kediaman. Dia berusaha untuk membujuk pengawalnya untuk membiarkannya keluar, tapi mereka tidak mau mendengarkan.

"Apa yang telah terjadi?" tanya Marchioness Helena kepada pengawalnya. "Mengapa saya tidak bisa keluar?"

"Perintah dari Marques Arden, Yang Mulia," jawab pengawalnya. "Dia ingin melindungi Anda dari masalah."

Marchioness Helena merasa kesal dan merasa bahwa suaminya tidak bisa mempercayainya lagi. Dia berharap bahwa suaminya akan memahami situasinya dan membiarkannya keluar dari kediaman.

Marchioness Helena merasa semakin kesal dan merasa bahwa suaminya tidak memahami situasinya. Ia berusaha untuk membujuk pengawalnya lagi, tapi mereka tetap tidak mau mendengarkan.

"Apa yang harus saya lakukan?" tanya Marchioness Helena kepada dirinya sendiri. "Saya tidak bisa terus-menerus dikurung di dalam kediaman ini."

Ia memutuskan untuk mencari cara lain untuk keluar dari kediaman. Ia berpikir bahwa mungkin ada cara untuk mengelabui pengawalnya dan keluar dari kediaman tanpa sepengetahuan suaminya.

Sementara itu, Marques Arden sedang berbicara dengan salah satu pengawalnya tentang keamanan kediaman. Ia ingin memastikan bahwa istrinya aman dan tidak bisa keluar dari kediaman tanpa izin.

"Pastikan bahwa Marchioness Helena tidak bisa keluar dari kediaman tanpa izin," katanya kepada pengawalnya. "Saya tidak ingin dia terlibat dalam masalah lagi."

Pengawalnya mengangguk dan berjanji untuk memantau keamanan kediaman dengan lebih ketat. Tapi, Marchioness Helena sudah memiliki rencana untuk keluar dari kediaman.

...****************...

Kaluna tersenyum puas ketika mendengar tentang hura-hara yang terjadi pagi ini. Ia merasa bahwa rencananya untuk membalas dendam kepada Putri Mahkota Victoria dan Marchioness Helena telah berhasil.

Ia berpikir bahwa dengan adanya rumor dan fitnah yang disebarluaskan, reputasi Putri Mahkota Victoria, Marchioness Helena dan Lady Nora akan hancur, dan mereka akan kehilangan kepercayaan dari Raja Everard III dan masyarakat.

Kaluna juga merasa bahwa dengan adanya perintah Raja Everard III untuk mengurung Marchioness Helena di dalam kediaman, maka Marchioness Helena akan semakin terisolasi dan tidak bisa melakukan apa-apa untuk membela dirinya.

Ia merasa bahwa ia telah berhasil memainkan peran sebagai korban yang tidak bersalah, dan bahwa ia telah berhasil membalas dendam kepada orang-orang yang telah menyakitinya.

Kaluna terus tersenyum puas, merasa bahwa ia telah berhasil mencapai tujuannya. Tapi, tiba-tiba ia mendengar suara pintu kamarnya terbuka.

Ia berpaling dan melihat Damian, suaminya, berdiri di pintu kamarnya dengan wajah yang serius.

"Apa yang terjadi?" tanya Kaluna, merasa sedikit khawatir.

"Ada sesuatu yang perlu kita bicarakan," kata Damian, berjalan masuk ke dalam kamar. "Saya telah menerima laporan tentang kejadian yang terjadi pagi ini. Apakah kamu tahu apa-apa tentang itu?"

Kaluna merasa sedikit terkejut, tapi ia berusaha untuk tetap tenang. "Apa yang kamu maksud?" tanya ia, berpura-pura tidak tahu apa-apa.

Damian memandanginya dengan tajam. "Jangan berbohong kepada saya, Kaluna. Saya tahu bahwa kamu terlibat dalam kejadian itu. Apakah kamu ingin memberitahu saya apa yang sebenarnya terjadi?"

Kaluna berjalan keluar dari kamar, meninggalkan Damian yang sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke tempat Pangeran Agung Alaric. Ia merasa sedikit lega karena telah diberi kesempatan untuk berpamitan dengan keluarganya sebelum berangkat.

Saat ia berjalan ke arah ruang keluarga, ia tidak bisa tidak memikirkan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia tahu bahwa Damian telah mengetahui tentang kejahatan yang telah dilakukannya, dan ia khawatir tentang apa yang akan dilakukan Damian.

Tapi, ia juga merasa sedikit tenang karena Damian telah membiarkannya untuk berpamitan dengan keluarganya. Ia berharap bahwa Damian tidak akan melakukan apa-apa yang akan membahayakan dirinya atau keluarganya.

Saat ia memasuki ruang keluarga, ia melihat keluarganya yang sedang duduk di sofa. Mereka semua memandanginya dengan wajah yang khawatir.

"Kaluna, apa yang terjadi?" tanya ibunya. "Kamu terlihat sangat khawatir."

Kaluna berusaha untuk tersenyum dan menghibur keluarganya. "Tidak ada apa-apa, Ibu," katanya. "Aku hanya ingin berpamitan sebelum aku pergi."

"Aku akan pergi bersama Damian untuk sementara waktu," lanjut Kaluna. "Aku tidak tahu kapan aku akan kembali, tapi aku akan selalu mengingat kalian semua."

Keluarganya terlihat khawatir dan sedih mendengar berita tersebut. Mereka semua memeluk Kaluna dan berusaha untuk menghiburnya.

"Jangan khawatir, Kaluna," kata ayahnya. "Kami akan selalu mendukungmu dan mengingatmu. Kamu akan selalu menjadi bagian dari keluarga kami."

Kaluna merasa sedikit lega setelah mendengar kata-kata ayahnya. Ia memeluk keluarganya sekali lagi dan berjanji untuk selalu mengingat mereka.

Setelah berpamitan dengan keluarganya, Kaluna kembali ke kamar untuk mempersiapkan diri untuk pergi. Ia merasa sedikit khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi ia juga merasa siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.

Saat ia selesai mempersiapkan diri, Damian memanggilnya untuk pergi. Kaluna mengambil napas dalam-dalam dan mengikuti Damian keluar dari rumah. Mereka berdua berjalan ke arah kuda yang telah disiapkan untuk mereka, dan Kaluna tidak bisa tidak memikirkan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

...****************...

Pangeran Alaric memandang Damian dengan serius. "Kerajaan Calonia mengirimkan mata-mata ke kerajaan kita?" tanya ia, suaranya rendah dan khawatir.

Damian mengangguk. "Ya, Yang Mulia. Kami telah menerima laporan bahwa beberapa orang yang dicurigai sebagai mata-mata Calonia telah ditemukan di dalam kerajaan kita."

Pangeran Alaric menghela napas. "Ini sangat serius. Jika Calonia benar-benar mengirimkan mata-mata ke kerajaan kita, maka itu berarti mereka memiliki rencana untuk mengganggu keamanan kita."

Damian mengangguk lagi. "Ya, Yang Mulia. Kami harus sangat berhati-hati dan meningkatkan keamanan di dalam kerajaan kita."

Pangeran Alaric memandang Damian dengan tajam. "Saya ingin Anda untuk menyelidiki lebih lanjut tentang hal ini, Damian. Saya ingin tahu siapa yang berada di balik rencana ini dan apa yang mereka inginkan."

Damian mengangguk. "Saya akan segera menyelidiki hal ini, Yang Mulia. Saya akan melakukan segala yang mungkin untuk melindungi keamanan kerajaan kita."

...To Be Continued...

Note:

Terimakasih telah membaca cerita jangan lupa komen, kritik dan saran ya 😊 jangan lupa tinggalkan jejak😊 sayang kalian semua semoga kalian suka🥰love🥰

Episodes
1 Kembali ke Masa Lalu
2 Persiapan untuk Pesta Malam
3 Perasaan Yang Tidak Jelas
4 Pertemuan Kembali
5 Cinta vs Kewajiban
6 Pernikahan
7 Putri Helena Dalam Kesulitan
8 Pertengkaran
9 Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10 Putri Helena Marah
11 Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12 Perkenalan tokoh
13 Kemarahan Kael
14 Hari Pertama Setelah Pernikahan
15 Malam Sebelum Keberangkatan
16 Kehancuran Reputasi
17 Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18 Damian Menemukan Kaluna
19 Rahasia Di Balik Bayangan
20 Intrik Di Istana Everwood
21 Langkah Pertama
22 pengumuman cerita
23 Hadiah Dari Suami
24 Kabar
25 Kepulangan
26 Pagi Yang Berbeda
27 Persaingan Dan Kekhawatiran
28 Persaingan Dan Petualangan
29 Pembelajaran Kaluna
30 Hilangnya Pangeran Alaric
31 Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32 Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33 Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34 Bayang - Bayang Kekuasaan
35 Rahasia Di Balik Obat
36 Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37 Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38 Kebenaran yang Tersembunyi
39 Rencana Balas Dendam
40 Membalas Dendam
41 Rahasia Di Balik Obat 2
42 Hilangnya Pangeran Christian
43 Pencarian Pangeran Christian
44 Kemenangan Kerajaan
45 Motif Dalang di Balik Bayangan
46 Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47 Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48 Rencana Jahat Permaisuri
49 Rencana Kejahatan
50 Ingatan yang Kembali
51 Terjebak Dalam Fitnah
52 pengumuman cerita
53 Fitnah dan Kesabaran
54 Mengingat Kembali
55 Mengungkap Kebenaran
56 Kesaksian Yang Berani
57 Rencana Penghancuran
58 Perangkap di Pertengahan Jalan
59 Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Kembali ke Masa Lalu
2
Persiapan untuk Pesta Malam
3
Perasaan Yang Tidak Jelas
4
Pertemuan Kembali
5
Cinta vs Kewajiban
6
Pernikahan
7
Putri Helena Dalam Kesulitan
8
Pertengkaran
9
Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10
Putri Helena Marah
11
Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12
Perkenalan tokoh
13
Kemarahan Kael
14
Hari Pertama Setelah Pernikahan
15
Malam Sebelum Keberangkatan
16
Kehancuran Reputasi
17
Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18
Damian Menemukan Kaluna
19
Rahasia Di Balik Bayangan
20
Intrik Di Istana Everwood
21
Langkah Pertama
22
pengumuman cerita
23
Hadiah Dari Suami
24
Kabar
25
Kepulangan
26
Pagi Yang Berbeda
27
Persaingan Dan Kekhawatiran
28
Persaingan Dan Petualangan
29
Pembelajaran Kaluna
30
Hilangnya Pangeran Alaric
31
Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32
Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33
Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34
Bayang - Bayang Kekuasaan
35
Rahasia Di Balik Obat
36
Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37
Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38
Kebenaran yang Tersembunyi
39
Rencana Balas Dendam
40
Membalas Dendam
41
Rahasia Di Balik Obat 2
42
Hilangnya Pangeran Christian
43
Pencarian Pangeran Christian
44
Kemenangan Kerajaan
45
Motif Dalang di Balik Bayangan
46
Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47
Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48
Rencana Jahat Permaisuri
49
Rencana Kejahatan
50
Ingatan yang Kembali
51
Terjebak Dalam Fitnah
52
pengumuman cerita
53
Fitnah dan Kesabaran
54
Mengingat Kembali
55
Mengungkap Kebenaran
56
Kesaksian Yang Berani
57
Rencana Penghancuran
58
Perangkap di Pertengahan Jalan
59
Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!