Kehancuran Reputasi

Xaren dan Kieran juga berencana untuk memanfaatkan kelemahan-kelemahan Marchioness Helena dan Putri Mahkota Victoria untuk memperburuk situasi mereka.

Mereka tahu bahwa Marchioness Helena memiliki kelemahan dalam hal keuangan, sehingga mereka berencana untuk memanfaatkan kelemahan tersebut dengan cara menyebarkan rumor bahwa Marchioness Helena terlibat dalam skandal keuangan.

Sementara itu, mereka juga tahu bahwa Putri Mahkota Victoria memiliki kelemahan dalam hal hubungan dengan orang lain, sehingga mereka berencana untuk memanfaatkan kelemahan tersebut dengan cara menyebarkan rumor bahwa Putri Mahkota Victoria memiliki hubungan rahasia dengan seseorang yang tidak pantas.

Dengan cara-cara tersebut, Xaren dan Kieran berharap dapat memperburuk situasi Marchioness Helena dan Putri Mahkota Victoria, sehingga mereka akan menjadi lebih lemah dan tidak berdaya.

Sementara itu, Lady Nora juga tidak akan luput dari rencana balas dendam Xaren dan Kieran. Mereka berencana untuk mencuri dokumen-dokumen penting yang dimiliki oleh Lady Nora, sehingga ia akan kehilangan kekuasaan dan pengaruhnya di istana.

Dengan demikian, Xaren dan Kieran berharap dapat membalaskan dendam Kaluna dan membuat musuh-musuhnya merasa malu dan terhina.

"Kita berbagi tugas kamu ketempat Putri Mahkota Victoria dan aku Marchioness Helena dan Lady Nora." ucap Kieran

"Besok akan ada kegemparan yang akan menemani perjalanan Nyonya Grand Duchess Muda Kaluna ke wilayah Winterbourne." lanjutnya lagi dan Xeran menyetujui ide tersebut.

Xaren mengangguk setuju dengan rencana Kieran. "Baik, aku akan pergi ke tempat Marchioness Helena dan Lady Nora, sementara kamu pergi ke tempat Putri Mahkota Victoria. Besok, kita akan membuat kegemparan yang besar dan membuat musuh-musuh Kaluna merasa malu dan terhina."

Kieran tersenyum licik. "Aku sudah siap untuk melaksanakan rencana ini. Besok, kita akan membuat sejarah dan membalaskan dendam Kaluna."

Xaren dan Kieran kemudian berpisah, masing-masing menuju ke tempat yang telah ditentukan. Mereka berdua siap untuk melaksanakan rencana mereka dan membuat kegemparan yang besar di istana.

Sementara itu, Kaluna tidak mengetahui rencana Xaren dan Kieran. Ia hanya tahu bahwa ia akan pergi ke wilayah Winterbourne besok, dan bahwa ia harus siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi.

Besok pagi, Kaluna bangun lebih awal dari biasanya. Ia merasa sedikit gugup karena hari ini ia akan pergi ke wilayah Winterbourne. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi di sana, tapi ia siap untuk menghadapi apa pun.

Sementara itu, Xaren dan Kieran juga sudah siap untuk melaksanakan rencana mereka. Mereka berdua berpisah dan menuju ke tempat yang telah ditentukan.

Xaren pergi ke tempat Marchioness Helena dan Lady Nora, sementara Kieran pergi ke tempat Putri Mahkota Victoria. Mereka berdua siap untuk menyebarkan rumor dan fitnah tentang musuh-musuh Kaluna.

Saat Kaluna sedang bersiap-siap untuk pergi, Damian masuk ke kamar dan memberikan Kaluna sebuah ciuman. "Aku akan selalu menjaga kamu, Kaluna. Kamu adalah segalanya bagi aku."

Kaluna tersenyum dan membalas ciuman Damian. "Aku juga akan selalu menjaga kamu, Damian. Kita akan menghadapi segala tantangan bersama-sama."

Setelah itu, Kaluna dan Damian berpisah dan Kaluna pergi ke wilayah Winterbourne. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi di sana, tapi ia siap untuk menghadapi apa pun.

Sementara itu, Xaren dan Kieran sudah mulai melaksanakan rencana mereka. Mereka berdua menyebarkan rumor dan fitnah tentang musuh-musuh Kaluna, dan membuat kegemparan yang besar di istana.

...****************...

Putri Mahkota Victoria berteriak marah dan menghancurkan barang-barang yang ada di kamarnya. Ia tidak bisa menahan kemarahan dan kekecewaannya atas rumor dan fitnah yang disebarluaskan tentang dirinya.

Ia melemparkan vas bunga ke lantai, menghancurkan cermin, dan merobek-robek gaun-gaun yang tergantung di lemari. Ia berteriak dan menangis, merasa bahwa hidupnya telah dihancurkan oleh rumor dan fitnah yang tidak berdasar.

Pelayan-pelayan istana berusaha untuk menenangkan Putri Mahkota Victoria, tapi ia tidak mau didengarkan. Ia terus berteriak dan menghancurkan barang-barang, merasa bahwa ia tidak bisa lagi menahan kemarahan dan kekecewaannya.

Sementara itu, Marchioness Helena juga mengalami kejadian serupa. Ia juga berteriak marah dan menghancurkan barang-barang di kamarnya, merasa bahwa reputasinya telah dihancurkan oleh rumor dan fitnah yang tidak berdasar.

Kedua wanita ini tidak tahu bahwa rumor dan fitnah yang mereka hadapi sebenarnya adalah bagian dari rencana balas dendam Xaren dan Kieran. Mereka hanya tahu bahwa mereka telah menjadi korban kejahatan yang tidak adil.

Putri Mahkota Victoria dan Marchioness Helena meminta keadilan kepada Raja Everard III, merasa bahwa mereka telah menjadi korban kejahatan yang tidak adil. Mereka berdua menghadap Raja Everard III di istana, dengan wajah yang penuh dengan kemarahan dan kekecewaan.

"Ayahanda, kami meminta keadilan," kata Putri Mahkota Victoria dengan suara yang keras. "Rumor dan fitnah yang disebarluaskan tentang kami tidak berdasar dan tidak adil. Kami meminta agar Baginda mengambil tindakan untuk menghentikan kejahatan ini."

Marchioness Helena juga berbicara dengan suara yang keras. "Ayahanda, kami tidak bisa lagi menahan kemarahan dan kekecewaan kami. Kami meminta agar Baginda mengambil tindakan untuk menghentikan rumor dan fitnah ini, dan memberikan kami keadilan yang kami minta."

Raja Everard III mendengarkan perkataan mereka dengan serius, dan kemudian berbicara dengan suara yang keras. "Aku akan mengambil tindakan untuk menghentikan kejahatan ini. Aku akan memerintahkan penyelidikan untuk menemukan sumber rumor dan fitnah ini, dan memberikan hukuman yang setimpal kepada mereka yang bertanggung jawab."

Putri Mahkota Victoria dan Marchioness Helena merasa lega dengan janji Raja Everard III, tapi mereka juga tahu bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghentikan kejahatan ini. Mereka berdua berjanji untuk terus memantau situasi dan memberikan dukungan kepada Raja Everard III dalam menghentikan kejahatan ini.

Raja Everard III kemudian memerintahkan Penyelidik Kerajaan untuk melakukan penyelidikan tentang sumber rumor dan fitnah yang disebarluaskan tentang Putri Mahkota Victoria dan Marchioness Helena.

Penyelidik Kerajaan, yang dipimpin oleh seorang penyelidik yang berpengalaman, segera memulai penyelidikan mereka. Mereka mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk dari pelayan-pelayan istana, anggota keluarga kerajaan, dan bahkan dari orang-orang yang tidak dikenal.

Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, Penyelidik Kerajaan akhirnya menemukan jejak yang mengarah ke Desa Laminaria wilayah yang telah di pimpin oleh Count Robi.

Mereka mendapatkan informasi kalau dua orang tersebut telah tewas dan membuat mereka tidak menemukan siapa dalang yang sebenarnya dan raja pun menghentikan pencarian tersebut menganggap kejadian ini selesai dan menarik koran atau berita yang tersebar berhenti.

Raja Everard III memutuskan untuk menghentikan penyelidikan tentang sumber rumor dan fitnah yang disebarluaskan tentang Putri Mahkota Victoria dan Marchioness Helena. Ia menganggap bahwa kejadian ini telah selesai dan tidak perlu dilanjutkan.

Namun, Putri Mahkota Victoria dan Marchioness Helena tidak puas dengan keputusan Raja Everard III. Mereka merasa bahwa keadilan belum tercapai dan bahwa dalang di balik rumor dan fitnah tersebut belum tertangkap.

Mereka berdua memutuskan untuk melakukan penyelidikan sendiri untuk menemukan dalang di balik kejadian ini. Mereka mulai mengumpulkan informasi dan memantau situasi di istana.

Sementara itu, di Desa Laminaria, Count Robi tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan untungnya masalah ini sudah selesai. Xaren dan Kieran merasa bahwa rencana balas dendamnya telah berhasil dan bahwa ia telah berhasil menghancurkan reputasi Putri Mahkota Victoria dan Marchioness Helena.

Namun, ia tidak tahu bahwa Putri Mahkota Victoria dan Marchioness Helena belum menyerah dan bahwa mereka akan terus berusaha untuk menemukan kebenaran dan memperoleh keadilan.

Lady Nora merasa sangat kesal dan frustrasi karena berita tersebut. Ia dihukum oleh ayahnya, Baron Gery. Dilarang keluar dari kediamannya karena dianggap terlibat dalam rumor dan fitnah yang disebarluaskan tentang Putri Mahkota Victoria dan Marchioness Helena.

Lady Nora merasa bahwa ia tidak adil diperlakukan seperti itu. Ia merasa bahwa ia tidak memiliki hubungan apa pun dengan rumor dan fitnah tersebut, dan bahwa ia hanya menjadi korban keadaan.

Ia berusaha untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah, tapi Baron Gery tidak mau mendengarkan. Ia hanya memerintahkan Lady Nora untuk tetap di dalam kediamannya dan tidak boleh keluar sampai masalah ini selesai.

Lady Nora merasa sangat kesepian dan terisolasi. Ia tidak bisa keluar dari kediamannya, dan tidak bisa bertemu dengan siapa pun. Ia hanya bisa menunggu dan berharap bahwa suatu hari nanti, kebenaran akan terungkap dan ia akan dibebaskan dari hukuman yang tidak adil ini.

...To Be Continued...

Note:

Terimakasih telah membaca cerita jangan lupa komen, kritik dan saran ya 😊 jangan lupa tinggalkan jejak😊 sayang kalian semua semoga kalian suka🥰🥰Biar saya tambah semangat membuat kelanjutan ceritanya Terimakasih love you all

Terpopuler

Comments

Zalina

Zalina

makasih

2025-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 Kembali ke Masa Lalu
2 Persiapan untuk Pesta Malam
3 Perasaan Yang Tidak Jelas
4 Pertemuan Kembali
5 Cinta vs Kewajiban
6 Pernikahan
7 Putri Helena Dalam Kesulitan
8 Pertengkaran
9 Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10 Putri Helena Marah
11 Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12 Perkenalan tokoh
13 Kemarahan Kael
14 Hari Pertama Setelah Pernikahan
15 Malam Sebelum Keberangkatan
16 Kehancuran Reputasi
17 Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18 Damian Menemukan Kaluna
19 Rahasia Di Balik Bayangan
20 Intrik Di Istana Everwood
21 Langkah Pertama
22 pengumuman cerita
23 Hadiah Dari Suami
24 Kabar
25 Kepulangan
26 Pagi Yang Berbeda
27 Persaingan Dan Kekhawatiran
28 Persaingan Dan Petualangan
29 Pembelajaran Kaluna
30 Hilangnya Pangeran Alaric
31 Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32 Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33 Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34 Bayang - Bayang Kekuasaan
35 Rahasia Di Balik Obat
36 Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37 Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38 Kebenaran yang Tersembunyi
39 Rencana Balas Dendam
40 Membalas Dendam
41 Rahasia Di Balik Obat 2
42 Hilangnya Pangeran Christian
43 Pencarian Pangeran Christian
44 Kemenangan Kerajaan
45 Motif Dalang di Balik Bayangan
46 Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47 Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48 Rencana Jahat Permaisuri
49 Rencana Kejahatan
50 Ingatan yang Kembali
51 Terjebak Dalam Fitnah
52 pengumuman cerita
53 Fitnah dan Kesabaran
54 Mengingat Kembali
55 Mengungkap Kebenaran
56 Kesaksian Yang Berani
57 Rencana Penghancuran
58 Perangkap di Pertengahan Jalan
59 Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Kembali ke Masa Lalu
2
Persiapan untuk Pesta Malam
3
Perasaan Yang Tidak Jelas
4
Pertemuan Kembali
5
Cinta vs Kewajiban
6
Pernikahan
7
Putri Helena Dalam Kesulitan
8
Pertengkaran
9
Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10
Putri Helena Marah
11
Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12
Perkenalan tokoh
13
Kemarahan Kael
14
Hari Pertama Setelah Pernikahan
15
Malam Sebelum Keberangkatan
16
Kehancuran Reputasi
17
Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18
Damian Menemukan Kaluna
19
Rahasia Di Balik Bayangan
20
Intrik Di Istana Everwood
21
Langkah Pertama
22
pengumuman cerita
23
Hadiah Dari Suami
24
Kabar
25
Kepulangan
26
Pagi Yang Berbeda
27
Persaingan Dan Kekhawatiran
28
Persaingan Dan Petualangan
29
Pembelajaran Kaluna
30
Hilangnya Pangeran Alaric
31
Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32
Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33
Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34
Bayang - Bayang Kekuasaan
35
Rahasia Di Balik Obat
36
Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37
Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38
Kebenaran yang Tersembunyi
39
Rencana Balas Dendam
40
Membalas Dendam
41
Rahasia Di Balik Obat 2
42
Hilangnya Pangeran Christian
43
Pencarian Pangeran Christian
44
Kemenangan Kerajaan
45
Motif Dalang di Balik Bayangan
46
Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47
Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48
Rencana Jahat Permaisuri
49
Rencana Kejahatan
50
Ingatan yang Kembali
51
Terjebak Dalam Fitnah
52
pengumuman cerita
53
Fitnah dan Kesabaran
54
Mengingat Kembali
55
Mengungkap Kebenaran
56
Kesaksian Yang Berani
57
Rencana Penghancuran
58
Perangkap di Pertengahan Jalan
59
Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!