Malam Sebelum Keberangkatan

Kaluna sedang berada di taman kaca yang ada di kediaman Winterbourne sebelum esoknya dia akan berangkat ke wilayah Winterbourne.

"Salam yang mulia Grand Duchess Muda Kaluna." ucap Xaren dan Kieran

"Bagaimana apa yang kalian temukan."

"Saya telah menyelidiki Marchioness Helena pada awalnya ingin menjebak Grand Duke Muda Damian agar beliau menikah dengannya tetapi ternyata gagal." ucap Xaren "Tetapi malah Marques Arden yang terjebak bersamanya malam itu dan akhir yang mulia Raja Everad III memaksa mereka menikah begitulah awal mereka bisa menikah."

"Setelah itu Marchioness Helena mengajak kerja sama Putri Mahkota Victoria dan Lady Nora untuk menjebak anda bersama Pangeran Feri waktu pesta teh di kediaman istana timur (Putra dan Putri mahkota tinggal) malah yang tertangkap adalah Putra Mahkota Kael bersama adik dari Putri Mahkota Victoria, Lady Eliana. Untung saja rencana tersebut gagal."

"Aku padahal awalnya tidak ingin ikut campur tapi dari awal mereka sudah mencari masalah denganku dan aku mau kalian membalas mereka sampai mereka malu untuk keluar dari kediaman mereka." gumam Kaluna dingin dan marah

"Setelah kalian selesai dengan tugas kalian bisa menyusulku nantinya di wilayah Winterbourne." ucap Kaluna

"Kalian boleh pergi."

Xaren dan Kieran berlutut dan membungkuk sebagai tanda hormat sebelum berdiri dan berpaling untuk pergi.

"Baik, Yang Mulia. Kami akan segera menyelesaikan tugas kami dan kemudian menyusul Anda di wilayah Winterbourne," ucap Xaren.

Kieran juga menambahkan, "Kami tidak akan mengecewakan Anda, Yang Mulia. Kami akan membuat mereka malu dan tidak bisa keluar dari kediaman mereka."

Kaluna mengangguk dan tersenyum dingin. "Aku percaya pada kalian. Sekarang pergilah dan selesaikan tugas kalian."

Xaren dan Kieran kemudian berpaling dan pergi, meninggalkan Kaluna sendirian di taman kaca. Kaluna kembali memandang ke luar jendela, memikirkan rencana balas dendamnya terhadap Marchioness Helena, Putri Mahkota Victoria, dan Lady Nora.

Kaluna kembali memandang ke luar jendela, memikirkan rencana balas dendamnya terhadap Marchioness Helena, Putri Mahkota Victoria, dan Lady Nora. Ia merasa bahwa mereka telah melanggar batas dan harus dibuat malu.

Saat itu, salah satu pelayan Kaluna masuk ke taman kaca dan memberikan salam. "Yang Mulia, saya telah menyiapkan segala sesuatu untuk perjalanan Anda ke wilayah Winterbourne esok hari."

Kaluna mengangguk dan tersenyum. "Baik, terima kasih. Saya akan memeriksa semuanya sebelum berangkat."

Pelayan itu kemudian pergi, meninggalkan Kaluna sendirian lagi. Kaluna kembali memandang ke luar jendela, memikirkan rencana balas dendamnya dan perjalanan ke wilayah Winterbourne esok hari.

Tiba-tiba, Kaluna mendengar suara langkah kaki di luar taman kaca. Ia berpaling dan melihat salah satu penjaga keamanannya, Lord Ryder, masuk ke taman kaca.

"Yang Mulia, saya telah menerima laporan bahwa ada beberapa orang yang mencurigakan di sekitar kediaman Anda," ucap Lord Ryder. "Saya ingin memastikan bahwa Anda aman dan tidak ada ancaman bagi Anda."

Kaluna mengangguk dan tersenyum. "Baik, terima kasih, Lord Ryder. Saya merasa aman dengan keamanan yang Anda sediakan."

Lord Ryder mengangguk dan berbicara, "Baik, Yang Mulia. Saya akan terus memantau keamanan di sekitar kediaman Anda. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, saya akan segera memberitahu Anda."

Kaluna mengangguk dan tersenyum. "Baik, terima kasih, Lord Ryder. Saya percaya pada kemampuan Anda untuk menjaga keamanan saya."

Lord Ryder kemudian berpaling dan pergi, meninggalkan Kaluna sendirian lagi. Kaluna kembali memandang ke luar jendela, memikirkan rencana balas dendamnya dan perjalanan ke wilayah Winterbourne esok hari.

Tiba-tiba, Kaluna mendengar suara langkah kaki di luar taman kaca lagi. Ia berpaling dan melihat salah satu dayangnya, Lady Rena, masuk ke taman kaca.

"Yang Mulia, saya telah menyiapkan pakaian dan barang-barang Anda untuk perjalanan ke wilayah Winterbourne esok hari," ucap Lady Rena.

Kaluna mengangguk dan tersenyum. "Baik, terima kasih, Lady Rena. Saya akan memeriksa semuanya sebelum berangkat."

Lady Rena kemudian berpaling dan pergi, meninggalkan Kaluna sendirian lagi. Kaluna kembali memandang ke luar jendela, memikirkan rencana balas dendamnya dan perjalanan ke wilayah Winterbourne esok hari.

Kaluna kembali memandang ke luar jendela, memikirkan rencana balas dendamnya dan perjalanan ke wilayah Winterbourne esok hari. Ia merasa bahwa semuanya sudah siap dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Tiba-tiba, Kaluna mendengar suara langkah kaki di luar taman kaca lagi. Ia berpaling dan melihat salah satu pelayannya, masuk ke taman kaca.

"Yang Mulia, saya telah menyiapkan makan malam Anda," ucap pelayan itu.

Kaluna mengangguk dan tersenyum. "Baik, terima kasih. Saya akan segera makan malam."

Pelayan itu kemudian meletakkan makan malam Kaluna di atas meja dan pergi. Kaluna kemudian duduk di atas kursi dan mulai makan malam.

Saat makan malam, Kaluna memikirkan rencana balas dendamnya dan perjalanan ke wilayah Winterbourne esok hari. Ia merasa bahwa semuanya sudah siap dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Setelah selesai makan malam, Kaluna berdiri dan memandang ke luar jendela. Ia merasa bahwa esok hari akan menjadi hari yang sangat penting bagi dirinya.

"Esok hari, saya akan memulai rencana balas dendam saya," ucap Kaluna kepada dirinya sendiri. "Saya akan membuat mereka semua menyesali apa yang telah mereka lakukan kepada saya."

...****************...

Damian telah memasuki kamar dan melihat Kaluna yang sedang duduk di dekat perapian sambil meminum teh.

"Maafkan aku yang tidak makan malam bersama tadi." ucap Damian penuh penyesalan

"Tidak apa - apa saya mengerti kalau ada terlalu sibuk." ucap Kaluna tersenyum

"Aku tadi bersama para komandan untuk membicarakan tentang keberangkatan kita besok agar aman."

Damian mengangguk dan duduk di sebelah Kaluna. "Baik, aku senang kamu sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Aku tidak ingin ada apa-apa yang terjadi pada kamu saat kita berangkat besok."

Kaluna tersenyum dan meminum tehnya. "Aku juga tidak ingin ada apa-apa yang terjadi pada kamu, Damian. Kita harus saling menjaga satu sama lain."

Damian mengangguk dan memandang Kaluna dengan penuh cinta. "Aku akan selalu menjaga kamu, Kaluna. Kamu adalah segalanya bagi aku."

Kaluna tersenyum dan membalas pandangan Damian. "Aku juga akan selalu menjaga kamu, Damian. Kita akan menghadapi segala tantangan bersama-sama."

Mereka berdua kemudian duduk dalam diam, menikmati kehangatan perapian dan kebersamaan mereka.

"Apakah kamu merindukan tadi." ucap Damian Kaku

"Kita tadi pagi masih bertemu dan tidak kemana - mana kenapa saya harus merindukan anda." ucap Kaluna mengodanya.

"Saya kira kamu merindukanku."

Damian tersenyum dan memandang Kaluna dengan mata yang berbinar. "Aku memang merindukanmu, Kaluna. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu."

Kaluna tersenyum dan membalas pandangan Damian. "Aku juga merindukanmu, Damian. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu."

Mereka berdua kemudian saling memandang dengan mata yang berbinar, menikmati kebersamaan mereka. Suasana di ruangan menjadi hangat dan romantis, dengan perapian yang menyala dan cahaya yang lembut.

Tiba-tiba, Damian berbicara dengan suara yang lembut. "Kaluna, aku ingin bertanya sesuatu padamu."

Kaluna mengangguk dan memandang Damian dengan penasaran. "Apa itu, Damian?"

"Aku ingin tahu, apa yang membuatmu bahagia?" tanya Damian dengan suara yang lembut.

Kaluna tersenyum dan memandang Damian dengan mata yang berbinar. "Aku bahagia karena aku memiliki kamu, Damian. Kamu adalah orang yang paling penting dalam hidupku."

Damian tersenyum dan memandang Kaluna dengan mata yang penuh cinta. "Aku juga bahagia karena aku memiliki kamu, Kaluna. Kamu adalah segalanya bagi aku."

Mereka berdua kemudian saling memandang dengan mata yang berbinar, menikmati kebersamaan mereka. Suasana di ruangan menjadi semakin hangat dan romantis.

Tiba-tiba, Damian berbicara dengan suara yang lembut. "Kaluna, aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu."

Kaluna tersenyum dan memandang Damian dengan mata yang berbinar. "Aku juga ingin menghabiskan malam ini bersamamu, Damian."

...To Be Continued...

Note:

Terimakasih telah membaca cerita jangan lupa komen, kritik dan saran ya 😊 jangan lupa tinggalkan jejak😊 sayang kalian semua semoga kalian suka🥰🥰Biar saya tambah semangat membuat kelanjutan ceritanya Terimakasih

Terpopuler

Comments

Zalina

Zalina

terimakasih

2025-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 Kembali ke Masa Lalu
2 Persiapan untuk Pesta Malam
3 Perasaan Yang Tidak Jelas
4 Pertemuan Kembali
5 Cinta vs Kewajiban
6 Pernikahan
7 Putri Helena Dalam Kesulitan
8 Pertengkaran
9 Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10 Putri Helena Marah
11 Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12 Perkenalan tokoh
13 Kemarahan Kael
14 Hari Pertama Setelah Pernikahan
15 Malam Sebelum Keberangkatan
16 Kehancuran Reputasi
17 Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18 Damian Menemukan Kaluna
19 Rahasia Di Balik Bayangan
20 Intrik Di Istana Everwood
21 Langkah Pertama
22 pengumuman cerita
23 Hadiah Dari Suami
24 Kabar
25 Kepulangan
26 Pagi Yang Berbeda
27 Persaingan Dan Kekhawatiran
28 Persaingan Dan Petualangan
29 Pembelajaran Kaluna
30 Hilangnya Pangeran Alaric
31 Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32 Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33 Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34 Bayang - Bayang Kekuasaan
35 Rahasia Di Balik Obat
36 Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37 Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38 Kebenaran yang Tersembunyi
39 Rencana Balas Dendam
40 Membalas Dendam
41 Rahasia Di Balik Obat 2
42 Hilangnya Pangeran Christian
43 Pencarian Pangeran Christian
44 Kemenangan Kerajaan
45 Motif Dalang di Balik Bayangan
46 Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47 Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48 Rencana Jahat Permaisuri
49 Rencana Kejahatan
50 Ingatan yang Kembali
51 Terjebak Dalam Fitnah
52 pengumuman cerita
53 Fitnah dan Kesabaran
54 Mengingat Kembali
55 Mengungkap Kebenaran
56 Kesaksian Yang Berani
57 Rencana Penghancuran
58 Perangkap di Pertengahan Jalan
59 Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Kembali ke Masa Lalu
2
Persiapan untuk Pesta Malam
3
Perasaan Yang Tidak Jelas
4
Pertemuan Kembali
5
Cinta vs Kewajiban
6
Pernikahan
7
Putri Helena Dalam Kesulitan
8
Pertengkaran
9
Permainan Istana vs Scandal Kekuasaan
10
Putri Helena Marah
11
Pernikahan Di Istana: Awal Dari Sebuah Petualangan
12
Perkenalan tokoh
13
Kemarahan Kael
14
Hari Pertama Setelah Pernikahan
15
Malam Sebelum Keberangkatan
16
Kehancuran Reputasi
17
Rencana Gelap Di Balik Bayang - Bayang
18
Damian Menemukan Kaluna
19
Rahasia Di Balik Bayangan
20
Intrik Di Istana Everwood
21
Langkah Pertama
22
pengumuman cerita
23
Hadiah Dari Suami
24
Kabar
25
Kepulangan
26
Pagi Yang Berbeda
27
Persaingan Dan Kekhawatiran
28
Persaingan Dan Petualangan
29
Pembelajaran Kaluna
30
Hilangnya Pangeran Alaric
31
Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
32
Kematian Pangeran Alaric: Sumber Misteri Yang Belum Terungkap
33
Rahasia Kematian Pangeran Alaric: Lord Bagus Mengaku
34
Bayang - Bayang Kekuasaan
35
Rahasia Di Balik Obat
36
Rahasia di Balik Kedatangan Lady Catherina
37
Rapat Keluarga dan Kabar Tentang Lady Catherine
38
Kebenaran yang Tersembunyi
39
Rencana Balas Dendam
40
Membalas Dendam
41
Rahasia Di Balik Obat 2
42
Hilangnya Pangeran Christian
43
Pencarian Pangeran Christian
44
Kemenangan Kerajaan
45
Motif Dalang di Balik Bayangan
46
Bukti Kebenaran: Lord Bagus Terbongkar
47
Kejatuhan Lord Byan: Keadilan Bagi Kerajaan
48
Rencana Jahat Permaisuri
49
Rencana Kejahatan
50
Ingatan yang Kembali
51
Terjebak Dalam Fitnah
52
pengumuman cerita
53
Fitnah dan Kesabaran
54
Mengingat Kembali
55
Mengungkap Kebenaran
56
Kesaksian Yang Berani
57
Rencana Penghancuran
58
Perangkap di Pertengahan Jalan
59
Rahasia Pembunuhan Pangeran Alaric

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!