Semakin Rumit

Lucifer tertawa sambil mengusap wajahnya dengan gusar.

"Kau sungguh pandai berpura-pura lemah, Daisy! Tidak heran kamu dikenal suka mencuri simpati orang lain!"

Zyran tidak tahan lagi dengan ucapan sikap Lucifer yang sedari tadi terus merendahkan Daisy. Makanya Daisy begitu keras pada dirinya sendiri, batin Zyran.

Zyran membantu Daisy untuk duduk, kemudian berbalik dan menatap Lucifer dengan emosi. Perlahan dia mendekat, menepuk pundak Lucifer dan berbisik,

"Aku yang mengajaknya keluar. Apa yang akan kau lakukan jika aku benar-benar sedang mengejarnya? Bukankah kau sendiri yang memintanya untuk bercerai? Mengapa kau harus peduli?"

Mendengar perkataan Zyran, emosi Lucifer semakin memuncak. Dia mengepalkan tangannya bersiap untuk melayangkannya kepada pria yang tersenyum penuh dengan provokatif di hadapannya.

"Apa kau tidak ingat beberapa tahun yang lalu saat kau dalam masa percobaan, kau kalah saing denganku dan hampir mengacaukan perusahaan keluargamu? Dan sekarang kau berbicara begitu percaya diri di hadapanku? Sungguh tidak tau malu!" ucap Lucifer tak kalah provokatif.

"Ahh..aku lupa. Kau sudah punya perusahaan sendiri yang berdiri dengan sukses. Apa karena itu kau menjadi sombong?" lanjutnya.

Lucifer menepis tangan Zyran dengan kasar, lalu menepuk dadanya untuk mendorongnya menjauh.

"Apa kau tidak bisa melihat bahwa dia masih mengikuti ku seperti seekor anjing? Aku bahkan tidak bisa menyingkirkannya. Dan dengan percaya diri kau mau membuatnya berpaling padamu?" ucap Lucifer sambil menatap Daisy.

Setelah mengucapkan kalimat-kalimat yang membuat Zyran diam, Lucifer merangkul pinggang Rose dan berkata, "Ayo pindah, daripada aku harus memuntahkan kembali makananku.." kemudian berpaling pergi.

Zyran sedikit terkejut saat mengetahui bahwa Lucifer dengan mudahnya memperlakukan Daisy dengan buruk. Daisy yang lembut dan penuh perhatian berubah menjadi gadis yang penakut di hadapan Lucifer.

Zyran menyesal karena tidak pergi lebih awal. Jika dia tidak memulai obrolan yang tak penting itu, mereka pasti tidak akan bertemu dengan Lucifer.

Daisy bangkit dari kursinya, masih dengan tubuhnya yang gemetar. Dia meraih tasnya, lalu berkata pada Zyran, "Maaf, aku harus pergi. Tolong jangan hubungi aku lagi.." kemudian berlari pergi.

Zyran berdecak kesal, lalu mengejar Daisy. "Daisy, aku akan mengantarmu pulang. Maafkan aku, jika saja ak-"

"Cukup!" Daisy berbalik dan menghentikan ucapan Zyran dengan bentakan nya. Derai air mata membasahi wajah cantiknya.

Menyadari bahwa dia tiba-tiba kehilangan kesabarannya, dia tersenyum pahit.

"Aku tahu betapa baiknya kamu kepadaku, tetapi orang yang aku cintai adalah Lucifer. Aku hanya mencintainya, apakah kamu mengerti? Maafkan aku, Zyran.."

Zyran menatap punggung Daisy yang semakin menjauh dan menghilang. Perasaan campur aduk Zyran rasakan. Dia sangat khawatir.

...****************...

Setelah Daisy sampai dirumah, dia berlari masuk dan bahkan mengabaikan teriakan Bibi Marlin di belakangnya.

Dia berlari ke kamarnya, melepas semua pakaiannya dan melemparkannya ke sembarang arah. Kemudian masuk ke kamar mandi, menyalakan shower dan duduk meringkuk di lantai sambil menangis.

"Apa aku tidak berhak bahagia?"

"Bunda bilang aku akan jadi gadis yang paling bahagia. Tapi nyatanya setelah mengucapkan kalimat itu Bunda meninggalkan ku sendirian di dunia ini!"

"Dulu Lucifer juga mengatakan hal yang sama. Dan nyatanya sekarang?"

"Apa aku memang mudah untuk dibodohi?"

"Kenapa? Kenapa?!!" teriak Daisy sambil memukuli kepalanya.

"Kenapa aku sangat bodoh dengan menganggap serius semua ucapan mereka?!"

Selama hampir satu jam suara tangis menggema dalam kamar mandi. Saat dia akhirnya tenang, Daisy keluar dengan robe nya dan berbaring di tempat tidur.

Dia mengangkat tangannya dan menutupi matanya dengan lengannya. Dia menyesali bahwa dia setuju untuk pergi keluar dengan Zyran. Sejak awal dia tahu kalau itu hal yang salah.

Tiba-tiba, telepon berdering. Daisy bangun dari tempat tidurnya untuk mencari tas nya, berharap panggilan itu dari Lucifer.

Dokter Ghea. Nama yang terlihat di layar ponselnya. Dengan kecewa Daisy menolak panggilan itu.

Namun ponselnya kembali berdering dengan nama yang sama. Daisy memejamkan matanya beberapa saat, kemudian menghela napas pasrah dan menjawab teleponnya.

"Bagaimana keadaanmu? Sudah waktunya kamu-"

"Maaf menyela, Dokter Ghea. Saya rasa, saya tidak perlu melanjutkan pengobatan lagi. Saya tau ini tidak baik untuk kondisi saya. Tapi saya rasa ini sudah cukup. Saya harap anda bisa mengerti.."

Tidak ada jawaban dari seberang sana. Setelah beberapa saat kemudian, Dokter Ghea menjawab, "Baiklah, saya mengerti. Jika terjadi apa-apa segera hubungi saya atau datang ke Rumah Sakit.."

Setelah menutup telepon, Daisy membuka kontak telepon di ponselnya. Dia memutus semua hubungan dengan teman-temannya sejak menikah.

Ding~

Notifikasi pesan masuk dari Zyran. Daisy penghela napas panjang, kemudian meletakkan ponselnya dan menatap langit-langit kamarnya.

Dia mengabaikan ponselnya yang terus berdering karena panggilan masuk. Beberapa notifikasi pesan juga terus terdengar. Sebenarnya hal itu membuat Daisy sedikit merasa bersalah. Dia pergi dalam keadaan seperti itu pasti telah membuat Zyran cemas.

"Mengingat sifatnya, kalau aku tidak membalas pesannya dia pasti akan mencari sampai ke rumah ini hanya untuk memastikan keselamatan ku.." gumam Daisy.

Akhirnya Daisy memutuskan untuk membuka pesan yang berbaris-baris itu.

^^^'Apa kamu sudah sampai rumah?'^^^

^^^'Daisy? Apa kamu baik-baik saja? Kamu sudah di rumah, kan?'^^^

^^^'Aku mohon, tolong berikan aku sedikit petunjuk kalau kamu baik-baik saja..'^^^

^^^'Maafkan aku, aku tau semua ini adalah salahku. Aku seharusnya tidak mengajakmu keluar..'^^^

^^^'Tolong jangan membenciku..'^^^

^^^'Aku janji tidak akan mengganggumu lagi..'^^^

^^^'Tapi jangan merasa sungkan kalau kau membutuhkan bantuan ku. Aku akan selalu ada untukmu..'^^^

Melihat pesan itu dari Zyran membuat hati Daisy merasa tidak nyaman. Dia merasa bersalah karena telah membentak dan melampiaskan kemarahannya pada Zyran. Tapi setelah semua perlakuan itu dia masih sangat peduli padanya.

Episodes
1 Kau Tak Punya Hak!
2 Dia Tidak Mungkin Mengkhawatirkan Ku
3 Jika Aku Bilang Tidak, Apa Kamu Percaya?
4 Dia Kembali?
5 Ayo Bercerai!
6 Kau Seharusnya Tidak Melewati Batas!
7 Dia Pantas Mendapatkan Kebaikanmu!
8 Teman Lama
9 Hanya Aku Yang Diperlakukan Seperti Itu
10 Rose Gak Tau Malu!
11 Dia Bisa Membuat Daisy Tersenyum
12 Zyran Ijo Royo-royo
13 Daisy Selingkuh?
14 Jika Kamu Bisa, Mengapa Aku Tidak?
15 Semakin Rumit
16 Semakin Kesel!!
17 Special Episode : Janji Yang Terlupakan
18 Special Episode : Sang Penyelamat
19 Tidak Ingin Kehilangan Menantunya
20 Apa Kamu Takut Padaku?
21 Kau Ingin Aku Menggendongmu?
22 Aku Akan Menghilangkan Rasa Sakitnya
23 Pura-pura
24 Mana Yang Nyata, Mana Yang Palsu
25 Kambuh
26 Konseling
27 Zyran Lagi
28 Notice.
29 Flashback : After Accident
30 Flashback : Hilang Ingatan
31 Flashback : Sebuah Jawaban
32 Flashback : Batalkan Pertunangan!
33 Flashback : Kau Mencuri Tempat Kekasihku!
34 Calon Murid Baru
35 Peringatan
36 Pelajaran
37 Si Bocah Kematian
38 Semoga Harimu Menyenangkan
39 Boleh Gak Sih Terang-terangan Kayak Gini?
40 Nyala Lampu
41 Pesta Ulang Tahun Lucifer
42 Itu Laguku!
43 Apa Itu Orang Yang Kau Cintai?
44 Bugh!
45 Karma OTW
46 Tidak Peduli Dia Hidup atau Mati
47 Dia Selalu Mengalami Bahaya Saat Disisinya
48 Bapaknya Antonio Nih..
49 Once Again Surat Perceraian
50 Aku Membencimu, Lucifer!
51 Siapa Yang Dia Selamatkan?
52 Apa Aku Sudah Bertindak Terlalu Jauh?
53 Rose Lagi hisss!
54 Lucifer Gelisah xixi
55 Anakmu Memang Baj****n, Bibi Sonia hikss
56 Rose SUS
57 Kau Seharusnya Mati Saja Saat Itu
58 Aku Ingin Bercerai
59 Sepotong Ingatan
60 Kira-kira Goyah Apa Enggak?
61 Mungkin..
62 First Kiss
63 Notice.
64 Resital
65 Messy
66 Ayo Kita Bercerai, Lucifer!
67 Aku Pulang
68 Aku Ada Disini Untukmu
69 Males Kasih Judul Hmmm
70 Bingung Kasih Judul hehe
71 D.E.M Change
72 Kecelakaan
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Kau Tak Punya Hak!
2
Dia Tidak Mungkin Mengkhawatirkan Ku
3
Jika Aku Bilang Tidak, Apa Kamu Percaya?
4
Dia Kembali?
5
Ayo Bercerai!
6
Kau Seharusnya Tidak Melewati Batas!
7
Dia Pantas Mendapatkan Kebaikanmu!
8
Teman Lama
9
Hanya Aku Yang Diperlakukan Seperti Itu
10
Rose Gak Tau Malu!
11
Dia Bisa Membuat Daisy Tersenyum
12
Zyran Ijo Royo-royo
13
Daisy Selingkuh?
14
Jika Kamu Bisa, Mengapa Aku Tidak?
15
Semakin Rumit
16
Semakin Kesel!!
17
Special Episode : Janji Yang Terlupakan
18
Special Episode : Sang Penyelamat
19
Tidak Ingin Kehilangan Menantunya
20
Apa Kamu Takut Padaku?
21
Kau Ingin Aku Menggendongmu?
22
Aku Akan Menghilangkan Rasa Sakitnya
23
Pura-pura
24
Mana Yang Nyata, Mana Yang Palsu
25
Kambuh
26
Konseling
27
Zyran Lagi
28
Notice.
29
Flashback : After Accident
30
Flashback : Hilang Ingatan
31
Flashback : Sebuah Jawaban
32
Flashback : Batalkan Pertunangan!
33
Flashback : Kau Mencuri Tempat Kekasihku!
34
Calon Murid Baru
35
Peringatan
36
Pelajaran
37
Si Bocah Kematian
38
Semoga Harimu Menyenangkan
39
Boleh Gak Sih Terang-terangan Kayak Gini?
40
Nyala Lampu
41
Pesta Ulang Tahun Lucifer
42
Itu Laguku!
43
Apa Itu Orang Yang Kau Cintai?
44
Bugh!
45
Karma OTW
46
Tidak Peduli Dia Hidup atau Mati
47
Dia Selalu Mengalami Bahaya Saat Disisinya
48
Bapaknya Antonio Nih..
49
Once Again Surat Perceraian
50
Aku Membencimu, Lucifer!
51
Siapa Yang Dia Selamatkan?
52
Apa Aku Sudah Bertindak Terlalu Jauh?
53
Rose Lagi hisss!
54
Lucifer Gelisah xixi
55
Anakmu Memang Baj****n, Bibi Sonia hikss
56
Rose SUS
57
Kau Seharusnya Mati Saja Saat Itu
58
Aku Ingin Bercerai
59
Sepotong Ingatan
60
Kira-kira Goyah Apa Enggak?
61
Mungkin..
62
First Kiss
63
Notice.
64
Resital
65
Messy
66
Ayo Kita Bercerai, Lucifer!
67
Aku Pulang
68
Aku Ada Disini Untukmu
69
Males Kasih Judul Hmmm
70
Bingung Kasih Judul hehe
71
D.E.M Change
72
Kecelakaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!