Keesokan harinya,
Daisy yang selalu berpakaian anggun dan dressy, hari itu memakai pakaian yang lebih kasual. Straight leg jeans snow black yang dipadukan dengan turtle neck krem dan kardigan rajut berwarna coklat muda. Dengan tas selempang yang sama dengan warna bajunya.
Bibi Marlin yang melihat Daisy menuruni tangga terkejut, karena hampir tidak pernah Daisy mengenakan pakaian kasual seperti itu. Paman Calix yang baru saja datang juga tercengang dibuatnya.
"Bibi, Paman, Daisy pergi dulu.." ucap Daisy sambil berjalan ke pintu dan memakai sepatu ketss nya.
"Nona Daisy, anda mau kemana dengan pakaian seperti itu?" tanya Paman Calix.
"Kenapa? Apakah aneh aku berpakaian kasual?" tanya Daisy tanpa ekspresi.
Paman Calix semakin kaget dengan wajah tanpa ekspresi Daisy.
"Tidak, anda tetap cantik seperti biasanya. Tapi anda mau kemana?"
"Pergi melihat konser musik dengan seorang teman. Aku akan kembali malam nanti.." jawab Daisy sambil mengikat tali sepatunya.
"Teman? Apakah itu Tuan Muda Edison yang anda temui di rumah sakit?"
Daisy menghentikan tangannya yang tadi sibuk mengikat tali sepatu, dan berpikir sejenak. Pasti Bibi Marlin yang mengatakannya, batinnya.
"Ya." Daisy melanjutkan kegiatannya yang sempat terhenti.
"Nona, sejauh yang saya tahu, Tuan Muda ini mengejar anda saat di sekolah menengah. Suami anda akan marah jika dia tahu anda pergi dengannya.."
Daisy yang selesai mengikat tali sepatunya itu berdiri dan menatap Paman Calix. Dia tersenyum miring dan menggelengkan kepalanya pelan, lalu mengikat rambutnya dengan karet yang tadi dibuatnya gelang, sambil berkata, "Paman, dia tidak pernah peduli padaku. Dia tidak pernah tertarik dengan apa yang aku lakukan.."
"Dan orang yang sibuk selingkuh di luar sana mengapa harus marah dengan seorang teman yang hanya ku ajak menonton konser?" jawab Daisy dengan nada mengejek.
Setelah mengatakan kalimat yang cukup membuat orang termenung itu, Daisy pergi dengan mobilnya.
...****************...
Daisy telah sampai di tempat yang disepakati. Dia turun dari mobil dan mencari-cari orang yang membuat janji dengannya.
Dari kejauhan Daisy melihat sosok pria yang sedang tertawa sendiri sambil merapikan pakaiannya seperti orang gila. Orang-orang di sekitarnya pun melihatnya sambil berbisik-bisik. Melihat hal itu Daisy pun terkekeh.
"Dasar orang narsis.." gumamnya.
"Zyran~"
Senyumnya mengembang dan menampilkan lesung pipinya. Pria yang terlihat lembut dan manis itu seketika membuat orang-orang tercengang.
"Oh, kamu sudah datang..." ucap Zyran dengan senangnya.
Konser akan segera dimulai, jadi mereka berdua duduk di ruang tunggu dan mengobrol sebentar. Setelah waktu yang ditentukan tiba, mereka pun masuk.
Setelah konser dimulai, penonton langsung terdiam. Sama seperti orang lain, Daisy dan Zyran juga melakukan hal yang sama dan membenamkan dirinya dalam alunan musik.
Setelah lagu pertama berakhir, Zyran menoleh menatap Daisy dan menyadari air mata menggenang di wajahnya. Segera dia memberinya tisu.
Saat hendak berbisik untuk mengatakan sesuatu, tanpa sengaja dia melihat sosok yang dikenalinya duduk di barisan depan.
'Bukankan itu Rose, saudara tiri Daisy?' batin Zyran.
Zyran hendak memberitahukan hal itu pada Daisy, tapi melihat sosok di sebelah Rose membuat Zyran mengurungkan niatnya.
'Lucifer?'
Dia melihat Rose bersandar pada Lucifer dengan manja, dan keduanya saling berbisik mesra cukup lama selama lagu kedua di mainkan.
Zyran tidak ingin Daisy bersedih jika dia melihat mereka, jadi dia berbisik, "Daisy, maafkan aku. Aku baru ingat ada sesuatu yang penting yang harus kulakukan. Ayo kita pergi sekarang.."
Saat hendak melangkahkan kakinya, lagu ketiga dimainkan. Lagu yang dikenalnya itu membuatnya menghentikan langkahnya.
"Sebentar, satu ini saja.." ucap Daisy sambil menarik ujung baju Zyran.
Zyran menghela napas panjang, menuruti keinginan Daisy dan kembali duduk di tempatnya.
Itu adalah lagu yang dimainkan Lucifer dengan biola nya. Saat pertama kali mereka bertemu. Mendengar lagu itu dimainkan sekali lagi tiba-tiba membuatnya merasakan rasa sakit yang tak terlukiskan di hatinya.
Setelah lagu selesai, Daisy mengusap air matanya dan berdiri. Namun dia malah melihat pemandangan yang ingin Zyran sembunyikan darinya.
Segera dia berjalan keluar dengan cepat mendahului Zyran. Zyran yang merasa ada sesuatu itu langsung mengejarnya.
"Maafkan aku, aku sengaja mengajakmu keluar karena aku tidak ingin membuatmu sedih saat melihatnya.." jelas Zyran dengan wajah menyesal.
Melihat Daisy yang hanya diam membuat Zyran semakin khawatir. Dia tidak tahu harus bagaimana menghiburnya.
"Apa aku terlihat seperti hewan peliharaan yang terlantar? Hmm?" tanya Daisy sambil terkekeh.
"Mengapa kamu menyebut dirimu seperti itu? Jangan terlalu kejam pada dirimu sendiri!" Zyran merasa marah melihat rendahnya harga diri orang dihadapannya yang masih bisa tersenyum santai setelah apa yang dilihatnya.
Mata Daisy terasa perih, tapi air matanya tidak mau mengalir keluar. Mungkin karena dia sudah lelah.
"Hei, Tuan Muda Zyran.. Apa kamu ingat waktu itu kamu berjanji membelikan ku gelato yang baru buka di depan sekolah?" tanya Daisy tiba-tiba yang membuat Zyran tertegun.
Zyran tersenyum getir, kemudian mengangguk dan menarik Daisy masuk ke dalam mobilnya.
"Tinggalkan saja mobilmu, nanti kita kembali lagi.." ucap Zyran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Anna Anni
biarin Lucifer selingkuh sekarang, nnt giliran menyesal kita baru siksa dia sepuasnya 🤣🤣🤣🤣
2025-02-08
2