Dia Tidak Mungkin Mengkhawatirkan Ku

Di ruang tengah, Daisy duduk di lantai sambil memeluk tubuhnya yang gemetar, membiarkan darah menetes ke bajunya. Paman Calix berjalan mendekat dan ingin membantunya, tetapi Daisy mundur.

"Jangan, jangan datang.. Aku akan menenangkan diri sebentar.."

Paman Calix berdiam di tempat dan menatap Daisy yang duduk di lantai dengan cemas. "Nona Daisy, anda perlu membalut tangan anda.." tutur Paman Calix dengan khawatir.

Daisy mengangkat kepalanya, dan dengan raut wajah lelah dia berkata, "Aku baik-baik saja. Aku akan kembali ke kamarku sendiri. Tolong katakan pada Bibi Marlin untuk menyiapkan makan malam, aku akan berbaring sebentar.."

Dia berjalan cepat melintasi setiap lorong dan ruangan yang gelap sambil terburu-buru menyalakan semua lampu. Tubuhnya yang gemetar berangsur-angsur mengendur. Dia takut disentuh dan takut pada kegelapan karena trauma masa kecilnya.

Dia telah berusaha keras untuk mengatasi rasa takutnya, tetapi dia menunjukkan respons stres saat Lucifer menyentuhnya. Dalam beberapa tahun terakhir, dia dengan hati-hati menjaga pernikahannya. Tetapi dia masih belum dapat mencapai hati Lucifer.

"Mengapa dia sangat membenciku? apa yang telah ku perbuat padanya?" gumam Daisy.

Hal itu sudah Daisy pahami sejak lama. Sejak Lucifer menuang sebotol anggur ke kepala nya di hadapan semua tamu undangan, tepat di hari pernikahan nya.

"Dengan bodohnya saat itu aku hanya tersenyum dan mengatakan pada semua orang kalau dia hanya sedang mabuk.."

"Padahal aku tahu betul kalau sejak saat itu dia sudah membenci ku."

Masih tidak bisa pudar dari ingatannya tatapan mengejek dari teman-teman Lucifer. Mereka tahu dan menganggap Daisy adalah seorang pengganti. Orang-orang pasti juga sudah mendengarnya.

Dan setelah melihat sikap Lucifer, orang lain di sekitarnya pasti semakin yakin bahwa Daisy telah menggunakan trik kotor untuk menikah dengan Lucifer yang berasal dari keluarga terpandang.

Tentu saja, dia tahu bahwa Lucifer sengaja membuatnya terlihat seperti pecundang di depan semua orang sehingga dia tidak bisa mengangkat kepalanya di masa depan. Dia menggantikan posisi yang seharusnya menjadi milik saudara nya, Rose.

"Berapa lama aku tertidur.." gumam Daisy saat terbangun dan mendapati langit telah gelap.

Dengan segera dia berlari ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Dia merawat lukanya sebentar, kemudian keluar kamar. Ketika turun dari lantai atas, dia melihat Lucifer duduk di ruang makan. Gerakannya anggun dan menawan seperti seorang pangeran, sama seperti saat pertama kali bertemu dengannya.

"Nona Daisy, anda sudah bangun?"

"Saya membuat makanan kesukaan anda, sup jamur.." teriak Bibi Marlin dari bawah, dilengkapi dengan senyum ramah di wajahnya.

"Iya, terima kasih.." jawab Daisy setelah sampai di meja makan.

Daisy menarik kursi di depan Lucifer dan duduk untuk makan. Keduanya makan makanan di piring mereka masing-masing dalam diam.

Ada sedikit bau desinfektan dan salep yang mengganggu. Lucifer mengerutkan keningnya dan menatap orang yang sedang mengambil sup itu. Mata juga pipi yang bengkak, dan perban di tangan yang menarik perhatiannya.

"Wajahmu terlihat sangat bengkak, membuat ku semakin mual untuk melihatnya!" Lucifer mengatakannya dengan ekspresi jijik di wajahnya.

"Ah, aku kehilangan nafsu makan ku.." Lucifer meletakkan sendok nya.

"Apa kamu tidak tau cara mengoleskan obat?" tanya nya meskipun dia sudah mencium bau salep.

Daisy meremas sendok di tangannya, lalu melepaskannya saat merasakan sengatan dari lukanya.

"Aku sudah mengoleskan obat, nanti aku mengompresnya.." jawab Daisy dengan tenang.

'Apa dia khawatir?' batin Daisy.

Hati Daisy tiba-tiba terasa hangat. Meskipun ungkapan Lucifer sedikit kasar.

"Aku akan kembali ke rumah utama untuk menemui Kakek dalam beberapa hari. Jangan tinggalkan bekas luka apa pun!"

"Jangan biarkan Ibuku mengetahui nya!"

Daisy tersenyum kecut. Benar, hanya karena itu alasannya. Tidak karena yang lain. Bagaimana bisa dia peduli padanya.

'Dia tidak mungkin mengkhawatirkan ku..' batin Daisy.

Ding~

Lucifer mengambil ponselnya untuk memeriksa. Pesan itu berasal dari nomor yang tidak dikenal, wajah nya menjadi muram setelah membuka pesan itu.

Melihat Lucifer yang tiba-tiba berubah ekspresi, Daisy bertanya dengan cemas, "Ada apa? Apakah ada masalah dengan perusahaan?"

Lucifer tiba-tiba membalik piringnya dengan emosi. Makanan yang tadi berada di piringnya berceceran di meja makan.

Dia bangkit untuk meninggalkan meja makan. Berjalan ke arah pintu dan keluar dengan meninggalkan suara gebrakan pintu. Suara mobil di luar rumah berangsur-angsur menghilang, tidak menyisakan apa pun kecuali Daisy yang menangis dan tidak tahu harus berbuat apa.

Terpopuler

Comments

Ayin

Ayin

emang siapa yang udah bikin dia kayak gitu/Angry/

2025-02-03

2

lihat semua
Episodes
1 Kau Tak Punya Hak!
2 Dia Tidak Mungkin Mengkhawatirkan Ku
3 Jika Aku Bilang Tidak, Apa Kamu Percaya?
4 Dia Kembali?
5 Ayo Bercerai!
6 Kau Seharusnya Tidak Melewati Batas!
7 Dia Pantas Mendapatkan Kebaikanmu!
8 Teman Lama
9 Hanya Aku Yang Diperlakukan Seperti Itu
10 Rose Gak Tau Malu!
11 Dia Bisa Membuat Daisy Tersenyum
12 Zyran Ijo Royo-royo
13 Daisy Selingkuh?
14 Jika Kamu Bisa, Mengapa Aku Tidak?
15 Semakin Rumit
16 Semakin Kesel!!
17 Special Episode : Janji Yang Terlupakan
18 Special Episode : Sang Penyelamat
19 Tidak Ingin Kehilangan Menantunya
20 Apa Kamu Takut Padaku?
21 Kau Ingin Aku Menggendongmu?
22 Aku Akan Menghilangkan Rasa Sakitnya
23 Pura-pura
24 Mana Yang Nyata, Mana Yang Palsu
25 Kambuh
26 Konseling
27 Zyran Lagi
28 Notice.
29 Flashback : After Accident
30 Flashback : Hilang Ingatan
31 Flashback : Sebuah Jawaban
32 Flashback : Batalkan Pertunangan!
33 Flashback : Kau Mencuri Tempat Kekasihku!
34 Calon Murid Baru
35 Peringatan
36 Pelajaran
37 Si Bocah Kematian
38 Semoga Harimu Menyenangkan
39 Boleh Gak Sih Terang-terangan Kayak Gini?
40 Nyala Lampu
41 Pesta Ulang Tahun Lucifer
42 Itu Laguku!
43 Apa Itu Orang Yang Kau Cintai?
44 Bugh!
45 Karma OTW
46 Tidak Peduli Dia Hidup atau Mati
47 Dia Selalu Mengalami Bahaya Saat Disisinya
48 Bapaknya Antonio Nih..
49 Once Again Surat Perceraian
50 Aku Membencimu, Lucifer!
51 Siapa Yang Dia Selamatkan?
52 Apa Aku Sudah Bertindak Terlalu Jauh?
53 Rose Lagi hisss!
54 Lucifer Gelisah xixi
55 Anakmu Memang Baj****n, Bibi Sonia hikss
56 Rose SUS
57 Kau Seharusnya Mati Saja Saat Itu
58 Aku Ingin Bercerai
59 Sepotong Ingatan
60 Kira-kira Goyah Apa Enggak?
61 Mungkin..
62 First Kiss
63 Notice.
64 Resital
65 Messy
66 Ayo Kita Bercerai, Lucifer!
67 Aku Pulang
68 Aku Ada Disini Untukmu
69 Males Kasih Judul Hmmm
70 Bingung Kasih Judul hehe
71 D.E.M Change
72 Kecelakaan
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Kau Tak Punya Hak!
2
Dia Tidak Mungkin Mengkhawatirkan Ku
3
Jika Aku Bilang Tidak, Apa Kamu Percaya?
4
Dia Kembali?
5
Ayo Bercerai!
6
Kau Seharusnya Tidak Melewati Batas!
7
Dia Pantas Mendapatkan Kebaikanmu!
8
Teman Lama
9
Hanya Aku Yang Diperlakukan Seperti Itu
10
Rose Gak Tau Malu!
11
Dia Bisa Membuat Daisy Tersenyum
12
Zyran Ijo Royo-royo
13
Daisy Selingkuh?
14
Jika Kamu Bisa, Mengapa Aku Tidak?
15
Semakin Rumit
16
Semakin Kesel!!
17
Special Episode : Janji Yang Terlupakan
18
Special Episode : Sang Penyelamat
19
Tidak Ingin Kehilangan Menantunya
20
Apa Kamu Takut Padaku?
21
Kau Ingin Aku Menggendongmu?
22
Aku Akan Menghilangkan Rasa Sakitnya
23
Pura-pura
24
Mana Yang Nyata, Mana Yang Palsu
25
Kambuh
26
Konseling
27
Zyran Lagi
28
Notice.
29
Flashback : After Accident
30
Flashback : Hilang Ingatan
31
Flashback : Sebuah Jawaban
32
Flashback : Batalkan Pertunangan!
33
Flashback : Kau Mencuri Tempat Kekasihku!
34
Calon Murid Baru
35
Peringatan
36
Pelajaran
37
Si Bocah Kematian
38
Semoga Harimu Menyenangkan
39
Boleh Gak Sih Terang-terangan Kayak Gini?
40
Nyala Lampu
41
Pesta Ulang Tahun Lucifer
42
Itu Laguku!
43
Apa Itu Orang Yang Kau Cintai?
44
Bugh!
45
Karma OTW
46
Tidak Peduli Dia Hidup atau Mati
47
Dia Selalu Mengalami Bahaya Saat Disisinya
48
Bapaknya Antonio Nih..
49
Once Again Surat Perceraian
50
Aku Membencimu, Lucifer!
51
Siapa Yang Dia Selamatkan?
52
Apa Aku Sudah Bertindak Terlalu Jauh?
53
Rose Lagi hisss!
54
Lucifer Gelisah xixi
55
Anakmu Memang Baj****n, Bibi Sonia hikss
56
Rose SUS
57
Kau Seharusnya Mati Saja Saat Itu
58
Aku Ingin Bercerai
59
Sepotong Ingatan
60
Kira-kira Goyah Apa Enggak?
61
Mungkin..
62
First Kiss
63
Notice.
64
Resital
65
Messy
66
Ayo Kita Bercerai, Lucifer!
67
Aku Pulang
68
Aku Ada Disini Untukmu
69
Males Kasih Judul Hmmm
70
Bingung Kasih Judul hehe
71
D.E.M Change
72
Kecelakaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!