Hanya Aku Yang Diperlakukan Seperti Itu

Daisy bersandar di dinding sambil berjalan perlahan kembali ke ruangannya. Dan Zyran yang menatap dari belakang sana tampak khawatir. Dia menghela napas pasrah.

"Dia memang keras kepala sekali!" gumam Zyran kemudian bangkit dari duduknya dan mengikuti Daisy.

Tanpa rasa malu dia berjalan di samping Daisy, dan dengan bersemangat menceritakan kepada Daisy tentang hal-hal memalukan yang terjadi di SMA.

Daisy yang menekan emosinya selama beberapa hari terakhir tiba-tiba mulai merasa lebih baik. Senyum juga tawa yang langka dan hampir punah terlihat di wajah cantiknya.

Bibi Marlin yang berdiri dengan cemas di pintu akhirnya menghela napas lega ketika Daisy kembali.

"Nona, saya sangat khawatir begitu kembali dan melihat anda tidak ada di kamar.." ucap Bibi Marlin.

"Aku hanya jalan-jalan sebentar, di kamar sangat pengap," ucap Daisy.

Bibi Marlin memperhatikan pria di sebelah Daisy dan bertanya, "Ini...?"

"Oh iya, dia Tuan Muda kedua dari keluarga Edison.." jawab Daisy dengan senyum mengejek yang diperlihatkan pada Zyran.

"Hei hei..apa maksudmu? Perkenalkan aku dengan benar!" rengek Zyran.

Daisy terkekeh.

Melihat Daisy yang mengekspresikan dirinya dengan bebas, membuat Bibi Marlin merasa lega. Selama ini hanya senyuman terpaksa yang Daisy tunjukkan.

"Dia teman sekelas ku waktu SMA.." ucap Daisy.

"Dan ini Bibi Marlin yang selalu menjagaku.."

Dengan sopan Zyran menjabat tangan Bibi Marlin. Bibi Marlin yang merasakan perbedaan status antara mereka pun merasa sungkan.

"Maaf, tangan Bibi sangat kasar.." ucap Bibi Marlin dengan senyum canggung.

"Itu melambangkan betapa kerja kerasnya anda.." jawab Zyran dengan sopan dan senyum cerah.

Bibi Marlin menghela napas pasrah. Tidak pernah sekalipun dia diperlakukan sangat sopan seperti ini oleh Tuan Muda yang dilayaninya.

"Baiklah, saya pamit dulu. Tidak nyaman kalau saya tetap disini.."

"Terima kasih, Tuan Muda.." ucap Bibi Marlin membuat Zyran membulatkan mata dan tertawa pelan.

"Cukup panggil saya Zyran saja, Bibi.." ucap Zyran dengan sungkan.

"Baiklah, hati-hati di jalan, Nak Zyran.."

Sebelum pergi, Zyran merogoh saku bajunya dan mengeluarkan kartu nama dari dalam sana.

"Mari tetap berhubungan baik di masa mendatang.." ucap Zyran dengan senyum tipis yang memperlihatkan lesung pipinya.

"Baiklah, terima kasih," jawab Daisy sambil menatap matanya yang berbentuk bulan sabit.

Setelah itu, dia berjalan menuju lift, dan melambaikan tangannya kepada Daisy sebelum masuk.

Yang tidak dilihat Daisy setelah pintu lift tertutup adalah orang di dalam lift begitu gembira hingga dia hampir melompat.

Bibi Marlin masih menatap pintu lift yang tertutup itu, kemudian menuntun Daisy masuk dan berbaring di kasurnya.

Bibi Marlin menuangkan segelas air dan memberikannya pada Daisy sambil berkata, "Pria itu sangat sopan dan baik.."

Daisy melirik sekilas lalu menyesap airnya hingga setengah gelas.

"Kepribadiannya memang seperti itu sejak dulu.." jawab Daisy.

Bibi Marlin menerima gelas dari Daisy, kemudian menatap Daisy dengan penuh arti. Sambil membelai rambut Daisy, Bibi Marlin tersenyum.

'Ada pria sebaik itu di sekitarnya, tapi mengapa malah memilih Tuan Muda kami yang tempramental?' batin Bibi Marlin.

"Bibi tidak bermaksud apa-apa, Tuan Muda itu memang terlihat baik dan sopan. Tapi jika Tuan Muda Lucifer tau-"

Bibi Marlin menghentikan ucapannya dan memalingkan wajah. Bibi takut jika melanjutkan ucapannya akan membuat Daisy tersinggung.

"Daisy tau maksud Bibi, terima kasih sudah peduli.." ucap Daisy.

Malam telah tiba, dan Bibi Marlin sudah pulang. Meskipun perdebatan kecil sempat terjadi karena Bibi yang tak ingin meninggalkan Daisy.

Mengingat sesuatu yang belum sempat dilihatnya, Daisy pun merogoh bantalnya. Mengambil benda kecil dari balik sana. Kartu nama milik Zyran.

"CEO ED Entertainment?" gumam Daisy sambil terkekeh pelan.

"Ku kira saat itu dia hanya bicara omong kosong.."

Saat itu, 8 tahun yang lalu saat mereka duduk di bangku SMA. Daisy pernah menuliskan cita-citanya yang ingin menjadi seorang penyanyi di tugas Bahasa nya. Dan dengan percaya diri Zyran berkata, "Saat dewasa nanti, aku akan mendirikan sebuah perusahaan entertainment, dan kamu akan menjadi satu-satunya penyanyi di perusahaan ku.."

Daisy menghela napas pasrah sambil tersenyum tak percaya. Sebuah omong kosong yang tak lain hanya gombalan anak SMA, diwujudkan dengan sungguh-sungguh.

"Ya, dia punya kakak yang meneruskan perusahaan keluarganya. Jadi dia bisa bebas mewujudkan mimpinya tanpa hambatan.."

"Tapi aku, aku tidak bisa mewujudkan mimpiku, dan hanya menjadi guru piano di Akademi musik.."

Tampa sadar dirinya mulai terlelap. Dan hari sudah berganti lagi. Pagi ini Daisy dijadwalkan sudah bisa pulang. Selama itu Lucifer tidak pernah lagi terlihat menjenguknya sejak terakhir kali.

Dalam perjalanan pulang, mereka melewati mall dan membuat Daisy ingat bahwa kue kesukaan Lucifer hanya di jual di mall itu.

"Paman Calix, bisakah anda berhenti sebentar? Aku ingin membeli kue di mall itu.." ucap Daisy.

Paman Calix membanting setir nya dan berbelok ke arah mall.

"Saya akan menemani anda.." ucap Paman Calix saat membukakan pintu.

"Tidak usah, aku hanya sebentar saja.." ucap Daisy meyakinkan Paman Calix.

"Baiklah, hati-hati. Kalau ada apa-apa tolong hubungi saya.."

Rasa nyeri masih sedikit terasa diperutnya. Tapi mengingat itu adalah kue kesukaan Lucifer, dengan semangat dia melangkahkan kakinya.

Namun, di sala satu stan yang dia lewati, terlihat dua orang yang dia kenal. Daisy berhenti di depan stan pakaian itu dan berdiri di depan menatap kedua orang yang sedang asik memiliki pakaian sambil bercanda.

Lucifer memilih sebuah blazer warna krem dan meminta Rose untuk mencobanya.

"Apa menurutmu aku terlihat cantik memakai ini?" tanya Rose sambil berkaca.

"Aku suka melihatmu memakai warna ini, terlihat cocok dan cantik.." jawab Lucifer sambil memeluk dari belakang dan menyandarkan kepalanya di pundak Rose.

Daisy membeku di tempatnya. Selama seminggu dia menderita di rumah sakit. Dia pikir Lucifer sedang sibuk dengan pekerjaannya, oleh karena tidak pernah datang menjenguk. Tapi ternyata dia sedang asik berduaan bersama Rose.

Daisy telah menanggung sikap dingin Lucifer selama beberapa tahun terakhir. Dia pikir itu memang sifat asli Lucifer. Namun dia sadar kalau dia salah setelah melihat bagaimana Lucifer memperlakukan Rose dengan kelembutan dan perhatian.

"Ternyata hanya aku yang diperlakukan nya seperti itu.." gumam Daisy.

Rose menertawakan Lucifer dan menatapnya di cermin, namun saat hendak mengatakan sesuatu matanya menangkap seseorang. Dia dapat melihat bayangan Daisy dari cermin yang berdiri di kejauhan.

Episodes
1 Kau Tak Punya Hak!
2 Dia Tidak Mungkin Mengkhawatirkan Ku
3 Jika Aku Bilang Tidak, Apa Kamu Percaya?
4 Dia Kembali?
5 Ayo Bercerai!
6 Kau Seharusnya Tidak Melewati Batas!
7 Dia Pantas Mendapatkan Kebaikanmu!
8 Teman Lama
9 Hanya Aku Yang Diperlakukan Seperti Itu
10 Rose Gak Tau Malu!
11 Dia Bisa Membuat Daisy Tersenyum
12 Zyran Ijo Royo-royo
13 Daisy Selingkuh?
14 Jika Kamu Bisa, Mengapa Aku Tidak?
15 Semakin Rumit
16 Semakin Kesel!!
17 Special Episode : Janji Yang Terlupakan
18 Special Episode : Sang Penyelamat
19 Tidak Ingin Kehilangan Menantunya
20 Apa Kamu Takut Padaku?
21 Kau Ingin Aku Menggendongmu?
22 Aku Akan Menghilangkan Rasa Sakitnya
23 Pura-pura
24 Mana Yang Nyata, Mana Yang Palsu
25 Kambuh
26 Konseling
27 Zyran Lagi
28 Notice.
29 Flashback : After Accident
30 Flashback : Hilang Ingatan
31 Flashback : Sebuah Jawaban
32 Flashback : Batalkan Pertunangan!
33 Flashback : Kau Mencuri Tempat Kekasihku!
34 Calon Murid Baru
35 Peringatan
36 Pelajaran
37 Si Bocah Kematian
38 Semoga Harimu Menyenangkan
39 Boleh Gak Sih Terang-terangan Kayak Gini?
40 Nyala Lampu
41 Pesta Ulang Tahun Lucifer
42 Itu Laguku!
43 Apa Itu Orang Yang Kau Cintai?
44 Bugh!
45 Karma OTW
46 Tidak Peduli Dia Hidup atau Mati
47 Dia Selalu Mengalami Bahaya Saat Disisinya
48 Bapaknya Antonio Nih..
49 Once Again Surat Perceraian
50 Aku Membencimu, Lucifer!
51 Siapa Yang Dia Selamatkan?
52 Apa Aku Sudah Bertindak Terlalu Jauh?
53 Rose Lagi hisss!
54 Lucifer Gelisah xixi
55 Anakmu Memang Baj****n, Bibi Sonia hikss
56 Rose SUS
57 Kau Seharusnya Mati Saja Saat Itu
58 Aku Ingin Bercerai
59 Sepotong Ingatan
60 Kira-kira Goyah Apa Enggak?
61 Mungkin..
62 First Kiss
63 Notice.
64 Resital
65 Messy
66 Ayo Kita Bercerai, Lucifer!
67 Aku Pulang
68 Aku Ada Disini Untukmu
69 Males Kasih Judul Hmmm
70 Bingung Kasih Judul hehe
71 D.E.M Change
72 Kecelakaan
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Kau Tak Punya Hak!
2
Dia Tidak Mungkin Mengkhawatirkan Ku
3
Jika Aku Bilang Tidak, Apa Kamu Percaya?
4
Dia Kembali?
5
Ayo Bercerai!
6
Kau Seharusnya Tidak Melewati Batas!
7
Dia Pantas Mendapatkan Kebaikanmu!
8
Teman Lama
9
Hanya Aku Yang Diperlakukan Seperti Itu
10
Rose Gak Tau Malu!
11
Dia Bisa Membuat Daisy Tersenyum
12
Zyran Ijo Royo-royo
13
Daisy Selingkuh?
14
Jika Kamu Bisa, Mengapa Aku Tidak?
15
Semakin Rumit
16
Semakin Kesel!!
17
Special Episode : Janji Yang Terlupakan
18
Special Episode : Sang Penyelamat
19
Tidak Ingin Kehilangan Menantunya
20
Apa Kamu Takut Padaku?
21
Kau Ingin Aku Menggendongmu?
22
Aku Akan Menghilangkan Rasa Sakitnya
23
Pura-pura
24
Mana Yang Nyata, Mana Yang Palsu
25
Kambuh
26
Konseling
27
Zyran Lagi
28
Notice.
29
Flashback : After Accident
30
Flashback : Hilang Ingatan
31
Flashback : Sebuah Jawaban
32
Flashback : Batalkan Pertunangan!
33
Flashback : Kau Mencuri Tempat Kekasihku!
34
Calon Murid Baru
35
Peringatan
36
Pelajaran
37
Si Bocah Kematian
38
Semoga Harimu Menyenangkan
39
Boleh Gak Sih Terang-terangan Kayak Gini?
40
Nyala Lampu
41
Pesta Ulang Tahun Lucifer
42
Itu Laguku!
43
Apa Itu Orang Yang Kau Cintai?
44
Bugh!
45
Karma OTW
46
Tidak Peduli Dia Hidup atau Mati
47
Dia Selalu Mengalami Bahaya Saat Disisinya
48
Bapaknya Antonio Nih..
49
Once Again Surat Perceraian
50
Aku Membencimu, Lucifer!
51
Siapa Yang Dia Selamatkan?
52
Apa Aku Sudah Bertindak Terlalu Jauh?
53
Rose Lagi hisss!
54
Lucifer Gelisah xixi
55
Anakmu Memang Baj****n, Bibi Sonia hikss
56
Rose SUS
57
Kau Seharusnya Mati Saja Saat Itu
58
Aku Ingin Bercerai
59
Sepotong Ingatan
60
Kira-kira Goyah Apa Enggak?
61
Mungkin..
62
First Kiss
63
Notice.
64
Resital
65
Messy
66
Ayo Kita Bercerai, Lucifer!
67
Aku Pulang
68
Aku Ada Disini Untukmu
69
Males Kasih Judul Hmmm
70
Bingung Kasih Judul hehe
71
D.E.M Change
72
Kecelakaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!