Episode 3 Penyelamat.

"Memang minta maaf bisa menyelesaikan masalah apa!" sahut Tari dengan sinis.

"Bu-bukan begitu Kak," jawab Alina lagi.

"Bukan begitu Kak!" ejek Fiony dengan mulutnya yang manyun menirukan suara Alina.

"Sok imut Lo bicara," sahut Nada menarik rambut Alina ke bawah.

"Sakit, Kak!" keluh Alina dengan mata berkaca-kaca yang sudah ingin menangis akibat mendapatkan perundungan dari 3 senior itu.

Hanya karena dia berjalan sembari menghafal dan akhirnya membuat Alina menabrak Fiony dan tiga orang itu malah mengganggu Fiony.

"Huhhh, sakit ya!" mereka bertiga melakukan perundungan kepada Alina adik kelas mereka.

Fiony dan teman-temannya bukan hanya mengambil kacamata Alina dan Alina berusaha untuk mengambil kembali dengan mereka yang tidak mudah dan sengaja mempermainkan Alina.

Bahkan mereka juga mengambil sepatu Alina yang berusaha membuat Alina berjinjit untuk mengambil sepatunya yang berada di atas tangan Fiony yang dinaikkan ke atas.

Beberapa murid banyak yang berlewatan dan sama sekali tidak melakukan apapun yang sepertinya Fiony dan gengnya sudah biasa melakukan hal seperti itu dan tidak ada yang berani melarang mereka.

"Kak saya mohon kembalikan! pinta Alina yang terlihat sudah lelah dikerjai oleh tiga orang itu.

"Kalau mau ambil saja," Fiony yang semakin meninggikan tangannya agar sepatu itu tidak bisa digapai. Karena Alina yang memang lebih pendek daripada Fiony harus berjinjit dengan melompat-lompat.

"Pertunjukan sirkus yang menarik," ucap Nada yang merekam kejadian itu yang menjadikan tontonan untuk mereka dan pasti akan disebar dengan teman-teman satu sekolah.

"Ayo ambil!" Fiony tersenyum puas mengerjai Alina sampai tiba-tiba sepatu sudah diambil dari tangan Fiony dan bukan Alina yang mengambilnya yang membuat Fiony langsung menoleh kebelakang.

"Fathan!" Fiony yang terlihat tampak terkejut dengan kehadiran Fathan yang seperti biasa memperlihatkan wajah dingin.

Mata Fathan yang menoleh ke arah Nada dan langsung menarik ponsel Nada dengan Fathan yang langsung menghapus rekaman tersebut.

"Fathan apa yang kau lakukan?" Nada yang tidak sempat mencegah hal itu.

"Awas saja kalau kau melakukan hal itu lagi!" Fathan mengembalikan ponsel Nada dengan memberikan ancaman. Nada yang terlihat tidak berkutik sama sekali dan tertunduk yang pasti melihat sudah tidak ada lagi rekaman tersebut.

"Fathan, ini urusan kami dan kamu tidak perlu ikut campur!" tegas Fiony yang sangat tidak suka dengan Fathan.

"Ini akan menjadi urusanku. Pergi dari sini dan jangan ganggu dia!" tegas Fathan.

"Apa maksud kamu akan menjadi urusan kamu?" tanya Fiony.

"Aku bilang pergi!" tegas Fathan.

"Ta-tapi..."

"Apa aku harus melaporkan ini pada guru BK?" Fathan yang kembali memberikan ancaman.

"Isss!" umpat Fiony dengan kesal yang menggertakkan kakinya.

"Ayo kita pergi!" ajak Fiony, Nada dan Tari yang langsung pergi menyusul teman mereka karena tidak mau mendapatkan masalah dari Fathan dan apalagi jika sudah bersangkutan dengan guru.

Fathan menghela nafas dan tiba-tiba saja berlutut dengan satu lututnya menyentuh lantai. Fathan yang mengangkat kaki Alina dan memakaikan sepatu itu yang membuat Alina kaget. Dia sudah seperti Cinderella saja yang diperlakukan sangat manis.

Setelah memakaikan sepatu itu Fathan langsung berdiri dan sementara Alina sejak tadi masih tertunduk melihat lantai. Fathan melihat kacamata Alina yang juga terjatuh dan mengambilnya.

Fathan sedikit menunduk dengan memegang dagu Alina yang mensejajarkan wajah mereka dan Fathan langsung memakaikan kacamata Alina dan barulah Alina bisa jelas melihat pria tampan tersebut yang sejak tadi hanya melihatnya samar-samar saja.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Fathan yang membuat Alina menggelengkan kepala.

"Mereka tidak akan mengganggu kamu lagi," ucap Fathan dengan yakin yang membuat Alina mengangguk

Alina yang tampak bingung harus mengatakan apa dan tiba-tiba saja langsung berlalu dari hadapan Fathan.

"Alina!" langkah Alina terhenti ketika mendengar suara itu memanggil dirinya.

"Ada apa, Kak?" tanya Alina dengan membalikkan tubuh.

"Kau tidak akan mengucapkan terima kasih atas apa yang aku lakukan?" tanya Fathan.

"Ma- makasih Kak," ucapnya terbata dengan menundukkan kepala dan langsung pergi dengan buru-buru.

"CK!" "jika tidak diingatkan mengucapkan terima kasih maka dia tidak akan mengucapkannya," Fathan berdecak dengan geleng-geleng kepala.

**

Alina yang terlihat duduk di dekat sekolah yang menunggu jemputan, sekolah yang sudah mulai sepi dan bahkan sudah tidak terlihat lagi murid-murid keluar dari dalam sekolah.

"Alina Kakak datangnya agak terlambat sedikit, soalnya masih ada pertemuan dengan dosen. Kamu tunggu saja di sana dan jangan kemana-mana," Alina hanya menghela nafas yang membaca pesan tersebut.

Tiba-tiba mata Alina yang melihat ke arah sebelah kirinya yang merupakan gerbang sekolah dan sangat kebetulan Fiony and the geng terlihat berjalan yang membuat Alina seketika takut dan langsung mengalihkan pandangannya.

Dia masih mengingat apa yang dilakukan kakak kelasnya itu tadi siang. Fiony yang sepertinya juga kesal yang ingin melanjutkan pembullyan nya kepada Alina. Tetapi baru saja kakinya ingin melangkah dan tiba-tiba pintu mobil terbuka yang mana Fathan keluar dari mobil.

Baru mendapatkan tatapan dari Fathan yang membuat Fiony tidak berani mendekati Alina dan langsung mengajak kedua temannya untuk pergi. Fathan hanya geleng-geleng kepala.

"Maaf, Kak!" Alina yang duduk di tempatnya tampak ketakutan yang tidak berani menoleh ke arah sebelah kirinya yang merasa ada orang berdiri di sana.

"Kenapa minta maaf?" suara itu membuat Alina mengerutkan dahi dan barulah menoleh yang dia pikir itu adalah Fiony dan ternyata itu adalah Fathan.

"Ka-kak Fathan!" ucap Alina gugup dengan menelan saliva dan dia menoleh ke arah di mana tadi melihat Fiony dan teman-temannya yang ternyata sudah tidak ada

"Aku pikir tadi kak Fiony," ucap Alina dengan gugup.

"Kamu takut dengan mereka?" tanya Fathan dan Alina tidak bisa bohong yang memang itu adalah kenyataan yang menunjukkan kepalanya.

"Kenapa harus takut. Mereka dan kamu sama-sama memiliki hak di sekolah ini," ucap Fathan. Alina yang tidak merespon kata-kata Fathan

"Kamu tidak perlu takut lagi dengan mereka dan aku yakin mereka tidak akan mengganggu kamu lagi," ucap Fathan. Alina hanya menganggukkan kepala.

"Kamu sedang apa di sini dan kenapa tidak pulang?" tanya Fathan.

"Menunggu Kakak saya untuk menjemput," jawab Alina.

"Begitu," sahut Fathan.

Tiba-tiba saja Fathan sudah duduk di samping Alina yang membuat Alina kaget.

"Tidak masalah bukan, aku di sini?" tanya Fathan. Alina menggelengkan kepala yang tidak mungkin juga melarang.

Alina dan Fathan yang tetap duduk di tempat mereka dan sekarang Alina sudah membuka buku yang membaca bukunya, mereka berdua hanya diam dan tidak ada yang memulai obrolan dan mungkin Fathan sejak tadi sudah mengajak Alina basa-basi berbicara dan Alina merespon dengan sangat singkat.

Jadi jika Alina membaca buku, maka Fathan mendengarkan musik menggunakan earphone. Namun sesekali Fathan menoleh ke arah Alina yang begitu fokus. Mungkin jika itu wanita lain yang pasti sudah menggunakan kesempatan itu untuk bisa dekat dengan aktris seperti dirinya.

Tin-tin-tin-tin-tin.

Suara klakson motor tersebut membuat Alina kaget dan bahkan sampai terdengar di telinga Fathan yang langsung melihat ke arah depannya seorang pria yang memakai helm yang ternyata Andre.

Alina merasa lega yang akhirnya sang kakak datang juga menjemputnya dan Alina menutup bukunya yang buru-buru memasukkan ke dalam tas. Alina hanya menundukkan kepala kepada Fathan dan langsung buru-buru menaiki motor sang kakak.

Bersambung......

Episodes
1 Episode 1 Pertemuan Pertama.
2 Episode 2 Bullying.
3 Episode 3 Penyelamat.
4 Episode 4 Di Sukai.
5 Episode 5 Dia Yang Bucin.
6 Episode 6 Terpaksa Datang.
7 Episode 7 Untung Ada Fathan.
8 Episode 8 Wanitanya
9 Episode 9. Meminta Izin.
10 Episode 10 Ungkapan Perasaan.
11 Episode 11 Isu Pacaran.
12 Episode 11 Tidak Di Restui.
13 Episode 13 Berjarak
14 Episode 14 Malam Gairah.
15 Episode 15 Meyakinkan.
16 Episode 16 Kembali Saling Menguatkan.
17 Episode 17 Insiden
18 Episode 18 Menghilang Tiba-tiba.
19 Episode 19 Pergi.
20 Episode 20 Akibat Yang Terjadi.
21 Episode 21 Hamil
22 Episode 22 7 Tahun
23 Episode 23 Membuat Susah.
24 Episode 24 Teringat Masa Lalu.
25 Episode 25 Selalu Di Pertemuan.
26 Episode 26 Bertemu Setelah 8 Tahun.
27 Episode 30 Seperti Mengenali.
28 Episode 28 Kenangan Itu Muncul.
29 Episode 29 Seperti Di hantui
30 Episode 30 Situasi Sulit.
31 Episode 31 Pertemuan Menegangkan.
32 Episode 32 Terjadi Keributan.
33 Episode 33 Tidak Punya Pilihan
34 Episode 34
35 Episode 35 Dia Alina.
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40 Pertemuan Menegangkan.
41 Episode 41 Insiden
42 Episode 42 Merasa Bersalah
43 Episode 43. Menjadi Perawat Mendadak.
44 Episode 44
45 Episode 45 Menegangkan
46 Untuk Pembaca
47 Episode 24
48 Episode 28
49 Episode 49
50 Episode 50!
51 Episode 52
52 Episode 53
53 Episode 54
54 Episode 54
55 Episode 55.
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59 Mulai Mengganggu
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Episode 1 Pertemuan Pertama.
2
Episode 2 Bullying.
3
Episode 3 Penyelamat.
4
Episode 4 Di Sukai.
5
Episode 5 Dia Yang Bucin.
6
Episode 6 Terpaksa Datang.
7
Episode 7 Untung Ada Fathan.
8
Episode 8 Wanitanya
9
Episode 9. Meminta Izin.
10
Episode 10 Ungkapan Perasaan.
11
Episode 11 Isu Pacaran.
12
Episode 11 Tidak Di Restui.
13
Episode 13 Berjarak
14
Episode 14 Malam Gairah.
15
Episode 15 Meyakinkan.
16
Episode 16 Kembali Saling Menguatkan.
17
Episode 17 Insiden
18
Episode 18 Menghilang Tiba-tiba.
19
Episode 19 Pergi.
20
Episode 20 Akibat Yang Terjadi.
21
Episode 21 Hamil
22
Episode 22 7 Tahun
23
Episode 23 Membuat Susah.
24
Episode 24 Teringat Masa Lalu.
25
Episode 25 Selalu Di Pertemuan.
26
Episode 26 Bertemu Setelah 8 Tahun.
27
Episode 30 Seperti Mengenali.
28
Episode 28 Kenangan Itu Muncul.
29
Episode 29 Seperti Di hantui
30
Episode 30 Situasi Sulit.
31
Episode 31 Pertemuan Menegangkan.
32
Episode 32 Terjadi Keributan.
33
Episode 33 Tidak Punya Pilihan
34
Episode 34
35
Episode 35 Dia Alina.
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40 Pertemuan Menegangkan.
41
Episode 41 Insiden
42
Episode 42 Merasa Bersalah
43
Episode 43. Menjadi Perawat Mendadak.
44
Episode 44
45
Episode 45 Menegangkan
46
Untuk Pembaca
47
Episode 24
48
Episode 28
49
Episode 49
50
Episode 50!
51
Episode 52
52
Episode 53
53
Episode 54
54
Episode 54
55
Episode 55.
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59 Mulai Mengganggu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!