Episode 13 Berjarak

Karena kata-kata dari Margin, Alina benar-benar menuruti Margin dan bahkan menghindari dari Fathan yang membuat Fathan benar-benar tidak tahu apa kesalahannya.

Alina yang kerap kali menghindari dirinya yang menjaga jarak, bukan hanya menolak berkomunikasi lewat telepon dan bahkan secara langsung Alina tidak ingin berhadapan dengan Fathan.

Saat berpapasan Alina benar-benar lewat begitu saja tanpa menunggu Fathan dan bahkan di saat-saat tertentu juga mereka tidak bertegur sapa dan Alina seringkali berpura-pura untuk tidak melihat Fathan. Fathan yang sepertinya memberikan waktu kepada Alina dan berusaha untuk mencari apa kesalahan yang telah dia lakukan.

Alina yang sekarang berada di dalam kamar yang seperti biasa dia sedang belajar. Tetapi konsentrasi belajar itu kurang fokus, Karena bagaimanapun dia ternyata masih memikirkan Fathan.

"Alina!" Alina dikejutkan dengan suara pintu kamar yang membuat Alina langsung menoleh kearah pintu kamar.

"Ada, Ma?" tanya Alina.

"Mama kehabisan tepung. Kamu belikan sebentar di minimarket ya," ucap Ratih.

"Kamu tidak mendengar Mama?" tanya Ratih ketika tidak mendapatkan respon.

"Baiklah! Alina juga sudah selesai mengerjakan PR," jawab Alina.

"Ya. Sudah buruan sana," ucap Ratih.

Alina menganggukkan kepala yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan tidak lupa mengambil blazer sebelum dia pergi.

Alina yang sudah membelikan keperluan yang dibutuhkan ibunya di minimarket yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah membayar di kasir, Alina keluar dari minimarket tersebut yang kembali berjalan menuju rumahnya.

Di saat langkahnya yang sudah semakin jauh dari mini market, Alina yang melewati beberapa anak muda yang nongkrong sembari merokok.

"Cantik!" salah satu dari mereka menggoda Alina. Alina yang tampak takut-takut yang berusaha menghindar dan bahkan mempercepat jalannya.

"Jangan buru-buru cantik!" mereka terus menggoda Alina dan bahkan sampai menyusul Alina.

"Apa yang mereka inginkan dan kenapa harus mengejarku," batin Alina dengan panik.

Alina yang benar-benar sangat cemas dan terus melanjutkan langkahnya dengan cepat. Beberapa kali kepalanya menoleh ke belakang yang mana 3 orang tersebut terus mengejarnya yang membuat Alina langsung berlari dengan ketakutan.

Alina merasa langkahnya begitu sangat jauh yang pada larinya sudah sangat kencang dan sangat lama sekali sampai ke rumahnya. Mungkin karena ditambah dia begitu sangat panik.

Bruk.

Alina yang menabrak bidang dada seseorang yang membuatnya takut dan bahkan berteriak.

"Alina ini aku!" Alina membuka mata saat mendengar suara yang tidak asing itu dan ternyata benar itu adalah Fathan yang memegang kedua bahunya yang melihat Alina terlihat pucat.

"Kak!" Alina yang begitu takut dengan suara bergetar dan Fathan yang melihat ke arah 3 orang itu yang mengganggu Alina.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Fathan dengan lantang yang sekarang Alina sudah bersembunyi di belakangnya yang benar-benar melindungi Alina.

"Jangan ikut campur urusan kami. Kami hanya ingin bersenang-senang dengan gadis cantik itu," sahut salah seorang pria tersebut yang mengundang tawa teman-temannya mereka begitu sangat puas tertawa terbahak-bahak.

"Sudahlah serahkan saja dia kepada kami atau kita menikmati bersama-sama. Tetapi harus kami terlebih dahulu," sahut yang satunya lagi yang sangat kurang ajar berbicara.

"Bajingan kau!" Fathan yang sangat tidak terima wanita yang dia sukai diperlakukan seperti itu dan langsung terpancing emosi yang menghajar pria tersebut yang terjadi baku hantam.

Alina begitu sangat khawatir bagaimana Fathan melawan 3 orang pria itu dan Fathan juga tidak bisa mengelakkan pukulan yang mengenai wajahnya.

Sampai akhirnya Fathan juga menang melawan 3 orang tersebut walau wajahnya terlihat terluka.

"Pergi kalian dari sini dan jika berani mengganggunya sekali lagi aku akan membunuh kalian!" teriak Fathan dengan emosi yang menggebu-gebu dan tiga orang tersebut langsung bangkit dengan berlari ke birit-birit.

Fathan terlihat masih begitu sangat marah dengan nafas yang naik turun dan Alina langsung menghampiri Fathan.

"Kakak tidak apa-apa?" tanya Alina yang begitu sangat khawatir kepada Fathan.

"Kamu bisa melihat sendiri bahwa aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kamu? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Fathan yang lebih mengkhawatirkan Alina.

"Alina baik-baik saja," jawab Alina.

"Kakak terluka!" Alina yang melihat luka di pipi Fathan dan bahkan membuat Fathan lirih kesakitan.

"Kak. Maafkan Alina. Karena Alina. Kakak jadi terluka parah seperti ini," ucap Alina yang begitu merasa bersalah.

"Aku tidak apa-apa Alina. Kamu tidak perlu khawatir dan aku senang bisa menolong kamu," jawab Fathan dengan sesantai mungkin.

***

Karena Fathan yang terluka yang akhirnya membuat Fathan membawa Alina ke rumahnya. Alina yang langsung mengobati luka di pipi Fathan akibat pukulan dari orang-orang tersebut.

"Isssss....." lirih Fathan sedikit manja karena begitu merasakan sakit.

"Maaf, Kak," ucap Alina yang sejak tadi terus saja merasa khawatir.

"Alina akan pelan-pelan," ucap Alina yang membuat Fathan menganggukan kepala.

"Aku tahu kamu tidak mungkin kasar mengobati ku," ucap Fathan.

Alina menganggukkan kepala dengan tersenyum.

Alina yang melanjutkan mengobati Fathan dan dengan sangat lembut yang tidak ingin pria itu kesakitan.

"Fathan tidak perlu dibawa ke rumah sakit?" tanya Ratih yang tiba-tiba keluar dari kamar.

"Tidak Tante! ini hanya luka sedikit saja," tolak Fathan.

"Ya. Sudah Alina kamu obati dengan benar dan jangan sampai lukanya jadi berbisa nantinya," ucap Ratih.

"Iya. Bu," jawab Alina.

"Tante mau kemana?" tanya Fathan yang melihat Ratih membawa paper bag.

"Ibu harus ke rumah sakit untuk melihat adik ibu yang beberapa hari ini dirawat," jawab Ratih.

"Apa tidak bisa besok saja. Ini sudah malam?" tanya Alina.

"Kasian Tante kamu tidak ada temannya. Jadi Mama harus pergi sekarang. Kamu baik-baik di rumah dan tutup pintu begitu Fathan sudah pulang, jangan membuka lagi," ucap Ratih.

"Baiklah!"

"Kalau begitu Tante pergi dulu," ucap Ratih pamit

"Tante hati-hati," ucap Fathan yang membuat Ratih menganggukkan kepala dan langsung pergi

"Apa Mama kamu tidak akan pulang?" tanya Fathan.

"Tidak! Mama akan menginap di rumah sakit," jawab Alina.

"Lalu kamu berani tinggal sendirian di rumah?" tanya Fathan.

"Itu tidak masalah sama sekali dan juga sudah biasa dan juga di sini dekat dengan tetangga. Jadi tidak ada sama sekali yang perlu dikhawatirkan," jawab Alina.

"Memang Kakak kamu belum pulang dari pendidikan?" tanya Fathan yang membuat Alina menggelengkan kepala.

"Kak Fathan jangan banyak bicara. Alina mengalami kesulitan untuk mengobati luka Kakak. Jadi diamlah sebentar. Biar Alina bisa fokus melakukannya," ucap Alina yang membuat Fathan menganggukkan kepala.

Alina yang kembali melanjutkan mengobati luka Fathan dengan sangat lembut dan begitu hati-hati sekali. Fathan yang terus saja menatapnya begitu dalam.

"Kenapa harus menatap Alina seperti itu?" tanya Alina yang pasti menyadari hal itu.

"Aku ingin mencari tahu dari mata kamu. Apa yang membuat kamu tiba-tiba ingin mengakhiri hubungan kita," jawab Fathan.

Alina menelan saliva dan memberanikan diri menatap Fathan.

"Aku sampai detik ini belum tahu kesalahanku apa. Aku ingin kamu memberitahu agar aku bisa memperbaikinya dan bukan dengan cara kita mengakhiri hubungan ini tapa ada kejelasan," ucap Fathan.

"Aku tidak mungkin memberitahu jika Mama Kak Fathan tidak menyukai hubungan kita," batin Alina.

Bersambung ........

Episodes
1 Episode 1 Pertemuan Pertama.
2 Episode 2 Bullying.
3 Episode 3 Penyelamat.
4 Episode 4 Di Sukai.
5 Episode 5 Dia Yang Bucin.
6 Episode 6 Terpaksa Datang.
7 Episode 7 Untung Ada Fathan.
8 Episode 8 Wanitanya
9 Episode 9. Meminta Izin.
10 Episode 10 Ungkapan Perasaan.
11 Episode 11 Isu Pacaran.
12 Episode 11 Tidak Di Restui.
13 Episode 13 Berjarak
14 Episode 14 Malam Gairah.
15 Episode 15 Meyakinkan.
16 Episode 16 Kembali Saling Menguatkan.
17 Episode 17 Insiden
18 Episode 18 Menghilang Tiba-tiba.
19 Episode 19 Pergi.
20 Episode 20 Akibat Yang Terjadi.
21 Episode 21 Hamil
22 Episode 22 7 Tahun
23 Episode 23 Membuat Susah.
24 Episode 24 Teringat Masa Lalu.
25 Episode 25 Selalu Di Pertemuan.
26 Episode 26 Bertemu Setelah 8 Tahun.
27 Episode 30 Seperti Mengenali.
28 Episode 28 Kenangan Itu Muncul.
29 Episode 29 Seperti Di hantui
30 Episode 30 Situasi Sulit.
31 Episode 31 Pertemuan Menegangkan.
32 Episode 32 Terjadi Keributan.
33 Episode 33 Tidak Punya Pilihan
34 Episode 34
35 Episode 35 Dia Alina.
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40 Pertemuan Menegangkan.
41 Episode 41 Insiden
42 Episode 42 Merasa Bersalah
43 Episode 43. Menjadi Perawat Mendadak.
44 Episode 44
45 Episode 45 Menegangkan
46 Untuk Pembaca
47 Episode 24
48 Episode 28
49 Episode 49
50 Episode 50!
51 Episode 52
52 Episode 53
53 Episode 54
54 Episode 54
55 Episode 55.
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59 Mulai Mengganggu
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Episode 1 Pertemuan Pertama.
2
Episode 2 Bullying.
3
Episode 3 Penyelamat.
4
Episode 4 Di Sukai.
5
Episode 5 Dia Yang Bucin.
6
Episode 6 Terpaksa Datang.
7
Episode 7 Untung Ada Fathan.
8
Episode 8 Wanitanya
9
Episode 9. Meminta Izin.
10
Episode 10 Ungkapan Perasaan.
11
Episode 11 Isu Pacaran.
12
Episode 11 Tidak Di Restui.
13
Episode 13 Berjarak
14
Episode 14 Malam Gairah.
15
Episode 15 Meyakinkan.
16
Episode 16 Kembali Saling Menguatkan.
17
Episode 17 Insiden
18
Episode 18 Menghilang Tiba-tiba.
19
Episode 19 Pergi.
20
Episode 20 Akibat Yang Terjadi.
21
Episode 21 Hamil
22
Episode 22 7 Tahun
23
Episode 23 Membuat Susah.
24
Episode 24 Teringat Masa Lalu.
25
Episode 25 Selalu Di Pertemuan.
26
Episode 26 Bertemu Setelah 8 Tahun.
27
Episode 30 Seperti Mengenali.
28
Episode 28 Kenangan Itu Muncul.
29
Episode 29 Seperti Di hantui
30
Episode 30 Situasi Sulit.
31
Episode 31 Pertemuan Menegangkan.
32
Episode 32 Terjadi Keributan.
33
Episode 33 Tidak Punya Pilihan
34
Episode 34
35
Episode 35 Dia Alina.
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40 Pertemuan Menegangkan.
41
Episode 41 Insiden
42
Episode 42 Merasa Bersalah
43
Episode 43. Menjadi Perawat Mendadak.
44
Episode 44
45
Episode 45 Menegangkan
46
Untuk Pembaca
47
Episode 24
48
Episode 28
49
Episode 49
50
Episode 50!
51
Episode 52
52
Episode 53
53
Episode 54
54
Episode 54
55
Episode 55.
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59 Mulai Mengganggu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!